Sabtu, 07 Februari 2009

pelacur jiwa

tolong jangan bertingkah seolah kau sungguh ingin membantu. aku sangat mengerti rasa itu sekarang. hai wanita tidakkah kau dengar bunyi dari mulutku, pahit dan dingin. takkah kau merasa tertusuk dengan pandanganku yang meradang padamu. ayolah, coba kau gambarkan diriku padamu selain dari murka dan benci. kau tahu aku itu, dan aku tahu kau tahu itu.
ini, kubawakan sekotak kejujuran padamu. bukalah. belajarlah. dan hargailah pemberianku yang indah bagi imanmu. aku tak mau mengusik kepercayaanmu. oh tentu, kau berhak mempertahankan apapun bentuk keyakinanmu, dan aku biarkan kau memainkannya menjadi lakon di atas pentas yang picisan dan murahan. yang selalu berpindah dari satu hati ke hati lain. melacur dalam jiwamu yang kosong. aku kasar. karena aku tahu kau menikamku berkali kali dari segala penjuru. darahku telah habis mengucur di kepalamu, dan kau tertawa tawa kesenangan memperhatikann dayaku yang menguap di udara. kau sebut itu angin. tapi kau hembus semuanya setelah kau tarik dan uraikan organ organnya. ah briliaan
aku sungguh harus bangkit dari duduk dan bertepuk tangan riuh rendah sebab wajahmu yang selalu kulihat girang seolah membunuh setiap nafas yang tersedia untuk menemani relungmu (jadi akau suka bingung, mengapa jiwamu gemar melacur?) berhasil memenangkan jutaan cinta yang selalu terhempas di dasar, sehingga jadi tulang tulang tak berasa.
akhirnya kuminta padamu, untuk lepaskan saja muka yang kau buat dari gundukkan snyum dan tawa palsu. biarkan coreng itu terlihat jangan malu sebab itulah warnamu. lalu pergilah ke sana, ke tempat dimana kebohongan itu kau ciptakan. ingat jangan kembali, tak perlu sebutkan perpisahan padaku, karena aku MENGUSIRMU! jangan kembali dan pergilah dalam bahagia yang kau ciptakan dari darah dan airmata.

4 komentar:

testa mengatakan...

bec..postingan ini ngeri

bec mengatakan...

kau tahu kan artinya?ini sakit hati namanya

TITI SOEMANGKUDIRJO mengatakan...

wow becca, sepertinya kamu sangat sakit hati kepada si pelacur jiwa.. ckckck..

bec mengatakan...

hmm bukan ke pelacur jiwanya ti tp kpd situasinya haaa