Minggu, 04 Maret 2012

dari atas ruang kaca,
semua tertangkap mata.
lampu lampu
wajah lelah
tubuh kuyu
gerobak dorong
mobil berserakan

Minggu, 26 Februari 2012

Bungabel : sebuah peristiwa musikal yang ....

Ini sebuah ulasan dari seorang amatiran yang menggandrungi musik-musik eksperimental. Tanpa bermaksud mengkategorikan band tersebut dalam aliran musik apapun, penulis merasa tergugah dengan kerasnya permainan musik mereka. Nada-nada yang dinamis berpadu dengan kata-kata puitis. Itulah sepenggal kata yang keluar begitu selesai menyaksikan pertunjukan mereka. Meminjam kata dari seorang teman (@teebravo) penampilan mereka “membius sangat”.

Mereka memang sempat bisu dalam berkarya lalu memutuskan untuk kembali menyuarakan gairah bermusiknya. Tahun 2011 bisa dibilang sebagai tahun kembalinya semangat bermusik Bungabel. Penulis sempat beberapa kali mengikuti pertunjukan mereka di beberapa tempat. Baru-baru ini, Bungabel kembali membius penonton Borneo Beerhouse dalam launcing Primitif Zine Vol.005.

Mereka membuka pertunjukan dengan gebukan drum yang intens oleh Dimas Wahyu, di sudut temaram panggung malam itu. Gitar dan bass bersahut-sahutan menemani melodi dari keyboard mini Indro. Kemudian masuk vokal Sari Yuningsih yang menyayat-nyayat telinga pendengarnya. Penonton terhipnotis memasuki lagu “Lelaki”. Sepenggal bait pembukanya berbunyi :

“Lelaki yang sanggup menantang matahari/bukan berteduh/Lelaki yang kuat menahan angin/bukan terbang bersama angin/Lelaki yang sanggup mengusir kesepian/bukan tenggelam dalam sepi/"

Kata-kata puitis yang dirangkai oleh Ari Ketjak menghadirkan pertunjukan multi-dimensi. Tidak ketinggalan ketukan-ketukan yang magis oleh Fadly pada Bass, memberi ruang ekstra bagi penonton yang hadir dalam ruangan kotak kecil malam itu. keajaiban mereka tidak berhenti pada lengkingan-lengkingan Sari di lagu pertama, menyusul di lagu berikutnya, efek gitar dari Gemi mengalirkan perasaan “kesetrum” di telinga penulis. Luar biasa.

Penonton yang hadir malam itu terpaku pada panggung berisikan lima musisi yang menggila. Mata rasanya tidak mau berpindah dari tempat itu biarpun keringat membanjir. Ruang itu seketika terasa pekat, bukan karena pencahayaan yang temaram tetapi Bungabel menghadirkan suasan “gelap” yang menembus cahaya.

Kata-kata yang indah rasanya tersedot habis ke dalam ruang Bungabel. Penulis harus jujur telah kehilangan kata-kata untuk bisa menggambarkan bagaimana perjalanan 45 menit mereka berlangsung. Waktu seperti berlari. Diburu hentakan-hentakan dari musik Bungabel. Syahdu pelan mengikuti di balik “Lagu Sungai”. Sampai habis kami dibawa ke lagu terakhir, “Melayang”. Dan kami mabuk suara-suara bising yang harmonis di telinga.

Ketika mereka turun dari panggung dan penulis harus percaya bahwa ruang waktu Bungabel telah habis masanya, mereka kembali menjadi sosok anak-anak muda yang santai. Senyum melingkar sempurna di wajah mereka dan menyapa penulis. Lima orang yang di panggung tadi rasanya adalah sosok yang berbeda dengan lima orang yang duduk bersama penulis. Mereka tertawa dan bercerita soal mimpi yang ingin Bungabel bermusik lebih dari bermain musik. Sebuah kebutralan musik yang manis, Bungabel.

Selasa, 07 Februari 2012

adakah senja masih menginginkanku?
adakah sinarnya mencariku?
rinduku patah jadi dua
mencari perekatnya yang hilang

masihkah kita menjelma suka saat tak ada lagi tangis untuk ditertawakan?

bukan kopi saja yang pahit rasanya

saat kamu dicurangi oleh waktu/ dan mendapatkan sebagian dirimu hilang dicuri 'momen'/pastikan pikiranmu masih bergerak searah jarum jam/mudahkan dirimu membuka/jangan membiarkan kita lebih jauh menghindar/masalah timbul dari kecurigaan/hati yang luka sembuh oleh pertemuan/adakah masing-masing diri diberi lebih banyak keinginan untuk bercinta ketimbang mendendam?

Sabtu, 21 Januari 2012

kalau lagu cinta harus banyak yang manismanis

setelah dilihat-lihat lagi, jakarta itu memang manis. ya lepas dari kejahatannya menyiksa manusia dengan etalase-etalase berwajah dingin dan jalanan tak kenal lelah, jakarta selalu romantis. ada banyak tempat dan kenangan. ada banyak jalan menuju bahagia. jakarta yang romantis pernah kutulis ketika gerimis. setelah gerimis dicicipi rasanya tidak semanis itu, hanya karena jatuhnya di atas kota jakarta. aku bisa jatuh cinta terus denganmu kalau terus menerus menyaksikan indahmu di sela-sela sinisme orang banyak

seperti itulah kita saling sayang/sayang/kita tidak butuh pelengkap yang lain untuk romantis/hanya perlu waktu untuk menyadari bahwa manisnya kamu sama seperti jakartaku yang keras/aku jatuh cinta lagi ketika jakarta dicumbu gerimis

Jumat, 20 Januari 2012

social climber's poop

begini teman-teman,
seperti yang kita tahu, kita hidup di zaman dunia lebih ngepop.
pop art. pop song. pop style. apa yang tidak pop pun dijadikan pop. ayam contohnya. pergi ke warung padang, ayam bakar saja sudah bermutasi jadi pop.
kenapa yang pop-pop ini lebih populer? ya, mungkin karena diambil dari kata 'populer'. tapi yang saya mau bilang, kata pop ini fenomenal. tambahkan kata ini dan kamu akan jadi orang paling trendi seabad-abad. mana ada yang pop tapi kuno. haha.

jadi buat teman-temanku yang sekarang sedang sibuk menghias diri untuk aktualisasi, coba tambahkan kata pop di belakang gayamu. boleh juga di belakang namamu. mudah-mudahan strata sosialmu naik ya. awas, jangan ketukar antara pop dan poop.
diam-diam saja kita lama-lama berdiri di antara lalulalang manusia. tiba-tiba saja begitu kita bangun cepat-cepat mereka sudah hilang pelan-pelan. itu namanya rindu. sebab tak ada tangis sebelum tawa. tak ada duka sebelum suka. tak ada yang namanya rindu ketika cinta belum sempat tiba... harusnya kau tahu sebelum memutusukan masuk keluar seenak jidat.

Kamis, 19 Januari 2012

kita semua berdosa ketika jatuh cinta dan tak dicintai kembali

jujurku, Bayau, harganya mahal. orang-orang di sekitar akan segera menjerumuskanku ke api penyucian begitu mereka dengan aku bicara tentangmu.
Bayau, bicara tentangmu banyak atau sedikit takkan ada guna. telingamu yang di sana pun tak dipakai dengar isi kejujuranku yang mahal. jadi lebih baik aku bungkam. bukan berbohong, bukan jujur. aku mendekap erat seluruh rasa bersalah dan memainkanmu dalam alam ketiga. aku menyekat isi hati ini dengan bias yang menyilaukan keingintahuan mereka. mereka peduli setan, Bayau. peduli tapi setan.

bayau aku kehabisan kesempatan. ada baiknya kau kunjungi aku lewat senyum itu. senyum yang satu-kali-duapuluhempat-jam memudar seinci, seinci, seinci.


kita semua berdosa ketika jatuh cinta dan tak dicintai kembali

jujurku, Bayau, harganya mahal. orang-orang di sekitar akan segera menjerumuskanku ke api penyucian begitu mereka dengan aku bicara tentangmu.
Bayau, bicara tentangmu banyak atau sedikit takkan ada guna. telingamu yang di sana pun tak dipakai dengar isi kejujuranku yang mahal. jadi lebih baik aku bungkam. bukan berbohong, bukan jujur. aku mendekap erat seluruh rasa bersalah dan memainkanmu dalam alam ketiga. aku menyekat isi hati ini dengan bias yang menyilaukan keingintahuan mereka. mereka peduli setan, Bayau. peduli tapi setan.

bayau aku kehabisan kesempatan. ada baiknya kau kunjungi aku lewat senyum itu. senyum yang satu-kali-duapuluhempat-jam memudar seinci, seinci, seinci.


Selasa, 17 Januari 2012

aku menyukaimu dalam segala kesalahan di baliknya.
menyukai caraku mencintaimu dengan kontroversinya.
aku suka kamu, bayau.
mari kita eksploitasi sensasi-sensasi yang kecil-kecil membunuh. mampus, mati!
harusnya kita jangan pernah bertatap mata/jangan pernah terlalu dekat/jangan ambil kesempatan bernafas dalam udara yang sama/nama yang kita bawa/lain tidak/tapi kamu terekam di sini terlalu tebal/terekam dengan tombol ulang yang selalu menyala/sehingga isinya selalu kamu/kamu/kamu/kamu/dan bentuk garis lurus yang menyalakan indahmu/meliuk-liuk bagai api yang tak kunjung padam//

garis matamu/singkat/dan senyummu/sementara/pelukmu/fana/dan ciuman itu/membekas/lenyap/memuai//

mencurigaimu setiap waktu/mencuri dengar hidupmu lewat benda tak bernyawa ini/mengambil posisi terdepan untuk menebak-nebak isi hatimu/aku sedang menaiki komidi putar/berputar-putar/tak kunjung henti/sebab di antara putarannya itulah, kutemukan arti

Senin, 16 Januari 2012

Restless

"....saya bukan tenaga bantuan di rumah sakit itu, saya pasien kanker."

"oh. berapa lama lagi?"

"3 bulan."

"banyak yg bisa dilakukan dalam 3 bulan. ayo ke Paris! atau berburu ke Afrika!"


-ketika kematian bunyinya tidak selalu mengiris. ketika kematian memainkan perasaan kita, turun naik atas bawah diaduk-aduk. ketika kematian adalah suatu kebahagiaan.-

Minggu, 15 Januari 2012

pro-lo-gue

mereka teman-teman baru.
datang dari dalam kepala.
kebetulan mereka menetap di sebuah daratan panjang di atas kepala.
masih ada beberapa di antara mereka,
kamu sabar saja.
banyak cerita dari mereka.
oleh-oleh rasa...
" Halo, nak...dimana?"

tuuuuuuuuuuuuuut.......................
tua pemabuk pemarah pendendam pelaku-dunia-kejahatan-bawah-sadar
di balik itu...
ibu.wanita.sendiri
.
LOVE STORY EATS ME!



IT LEFT ME NOTHING BUT YOU.

Kamis, 12 Januari 2012

adakah ikan yang berbahasa untuk berkembang biak?

aku banyak belajar dari lagu-lagu tak bersyair. mereka berekspresi tanpa kata. memadatkan rasa lalu disampaikan melalui udara. dipecah ribuan energi yang ditangkap indera-indera yang bekera. mereka berkomunikasi dengan tubuh lalu memberikan sebuah harmonisasi yang magis.

aku banyak belajar dari lukisan. deretan warna yang tak selalu harus punya bentuk, bisa begitu mudah mencapai titik kemesraan dengan mata. tak perlu banyak aturan untuk mencintainya, aku bisa jatuh cinta dengan lukisan manapun tanpa perlu definisi.

aku iri. aku cemburu. aku menginginkan kemampuan yang melebihi kata untuk mengungkapkan siapa aku. aku mendamba sebuah kesempatan untuk jatuh cinta dengan diriku sendiri tanpa perlu narasi...

Kamis, 05 Januari 2012

sisa hujan meniti tembok beralas kepalakan beling. permukaannya bersinar bias dengan cahaya bulan yang mengintip sedikit dari awan mendung. hujan semalaman tiba tak ada habis. tak masalah, rinduku berbau tanah dihantar pergi hujan malam ini. segelas air putih dan lantai marmer.-Januari


pintu sudah dikunci. pintu kayu berdiri menghadang jalan. pintu memutuskan niat manusia untuk saling bertemu. selalu ada batasan yang tak bisa kutembus untuk bersama kamu.-Februari


aku sedang cantik-cantiknya ketika menangis tersedu. menangis melepas perginya bayanganmu. aku cantik-cantiknya saat kamu memutuskan untuk terlelap lama...-Maret


ini permainan yang seharusnya tak kumasuki. permainan dadu yang mempertaruhkan semua. masalahnya bukan karena aku takut kehilangan semua tapi aku takut tak mendapatkanmu di tempat pertama. -April

gelasku kosong belum sempat diisi. pembicaraanku melayang belum sempat sampai akhir. kamu pergi belum sempat pulang, usia datang misterius.-Mei

di balik gereja aku berdoa. bukan tentang kita. aku berdoa tentang mereka yang menentang perbedaan atan nama Tuhan, ketika Tuhan sendiri menyuruh kita bergandengan tangan. tak kenal kulit, tak kenal nama, tak kenal bangunan ibadah -Juni

ini sudah setengah tahun, aku masih mau mendayu-dayu di sisa bulan-bulan terakhir....
sampai bersua.

musuh yang berteman atau temanku musuhku?

segelas air putih dan lantai marmer.
dua-duanya berinteraksi dingin padaku.
satu menyapa tenggorokan sambil lalu.
satu menyanggah tubuhku konstan.

tidak apa,
kalian bukan satu-satunya yang dingin padaku hari ini...
mama pusing lihat Limbad bikin ulah di televisi.
papa pusing lihat mama pusing lihat Limbad bikin ulah.

"Mbad, tolong tanggung jawab lah. keluarga saya sakit kepala gara-gara kamu. banyak-banyak bergaul sama manusia ya, Mbad."
sedang ingin menulis cinta.
kalau aku mendayu-dayu, kamu mau maklumi?
kita kan manusia ya.
sedang ingin menulis cinta.
kalau aku mendayu-dayu, kamu mau maklumi?
kita kan manusia ya.
sedang ingin menulis cinta.
kalau aku mendayu-dayu, kamu mau maklumi?
kita kan manusia ya.
sedang ingin menulis cinta.
kalau aku mendayu-dayu, kamu mau maklumi?
kita kan manusia ya.

haha

jangan sakit, jangan mati.
jangan kering, jangan layu.
jangan padam, jangan lenyap.
aku fana. berujung pada maut. aku fana. bukan fatamorgana. aku tak berbentuk ilusi. aku nyata. hanya tak berujung kekal.

jangan pergi, jangan hilang.
jangan lemah, jangan sayup.
semangatku ada pada kedua tanganmu. senyumku telah menyatu dengan bahagiamu.
jangan sakit,
aku rindu.
disingkirkan dari arena perang?
itu sudah biasa.
tidak diperhitungkan?
itu mah cerita lama.
dibicarakan? jangan tanya.
manusia memang harus buang tahik ke muka orang supaya mukanya bersih.
saya ngga sedang mengeluh, jangankan mengeluh, marah2 saja saya bosan.
akhir-akhir ini saya lebih suka menghabiskan waktu dengan berdiam-diaman sama waktu. biarkan saja dia lari cepat-cepat lalu tiba-tiba tahun sudah ganti. teman sudah berubah. dunia sudah berpindah. malam jadi pagi. pagi menuju petang. ah...

jadi kalau semua di sekitar kita berubah?
itu harusnya bukan hal baru.
bikin baru suasana itu harusnya dengan menanggapi perubahan mereka.
stay cool (peduli ngga peduli)
stay there (tunggu teman baru datang)

*kita bicara apa sih?*mabuk kamu yaaa....
seorang bawahan datang pada atasannya, tangan dibuka, mata dilebar-lebarkan. memelas...

"bos, saya bosan..."

bosnya, perut gendut dan rambut habis di depan, berkata tak peduli

"jangan bosan berubah. jangan bosan berotasi. bosanlah pada kestabilan. bosanlah pada rutinitas. bosanlah pada kebiasaan. bosanlah pada kebosanan-kebosanan yang usang. "

bawahan itu keluar dari ruangan dan bersyukur. untung dia belum sebosan itu menjawab kebosanan.

Rabu, 28 Desember 2011

gambar yang kamu lihat ini, bukti kesungguhan...

NAMA : Gadis Bianca
JURUSAN : Sastra Indonesia
ANGKATAN : 2010
CITA-CITA : Mengeluargkan IKSI agar siap menjalin hubungan keluar!
MOTO : untuk IKSI, ngga ada yang FIKSI


kamu percaya dia bisa? kamu yakin dia mau? kamu mau dia yang meneruskan kepemimpinan IKSI? PILIH NO. 2! Gadis untuk IKSI!

Jumat, 16 Desember 2011

sebenarnya sebagai penulis, saya marah. saya marah ketika orang mempertanyakan isi otak saya.isi otak yang keluarnya dalam bentuk barisan kata.namun saya sadar

Tuhan tidak menciptakan kepintaran untuk satu orang. Tuhan menciptakan perbedaan intelejensi di tiap orang untuk menertawai kebodohan di masing-masing otakmu otakku.

Kamis, 15 Desember 2011

kamu pikir saya suka, ha?
iya?!
demi Tuhan, saya juga malas!
saya malas mencair

-ujar es batu yang mendinginkan suasana-
kita lihat-lihat buku orang lain. lalu berkomentar

"eh buku lu kok bagus, beli dimana?"
"beli? bikin."
"wih, kok canggih sih? mau dong."
"ya, bikin aja."


lalu kamu pergi bikin buku yang bagus. usaha terus siang malam. lupa bicara lupa tidur. lalu bukunya jadi, gantian teman kamu yang komentar.


"kok buku lu mirip buku gua?"
"bagus kan?"
"iya tapi mirip."
"haha"

lalu angin besar datang. kalian berdua terjatuh. bukunya terlempar. sekarang, kalian ngga bisa menemukan buku masing-masing. apa yang kamu lakukan?



A. mengambil salah satu, toh sama aja.
B. menyesal lalu buat yang sama
C, nangis


kalau kamu pilih salah satu jawaban di atas, berarti sebenenrnya kamu cuma peniru. hidup kamu cuma fotokopian gaya hidup temen kamu yang lebih bagus. sampai-sampai, kamu ngga bisa bedain mana punya kamu.

kalau kamu masih nerusin baca sampai sini, berarti kamu kepo. sudahlah. sekarang buat buku baru gih!

Minggu, 27 November 2011

seandainya hidup itu semudah menyanyi.
saya pasti akan punya hidup yang paling...
fals.
fals tapi bahagia, emang ga boleh?

Rabu, 23 November 2011

kamu orang paling beruntung yang kutahu.

kenapa?


karena bisa melukis.


ada apa dengan bisa melukis?



paling tidak kamu bisa melihat semuanya.



oh.


ya kan?



karena melukis aku bisa melihat?


iya.


hm, tapi ada 1 masalah. kecil sih tapi masalah *mendekat lalu berbisik* aku sama sekali tidak bisa melihat, kau lihat aku buta.

lets have a toast!

ada bapak dan anaknya. anaknya digendong. bapaknya menggendong.
lalu bapaknya membuka lemari es dan mengeluarkan botol bir. botol bir dituang sambil tetap menggendong anaknya.
bir menggenangi bak cucian, lalu bapak itu membiarkan anaknya berendam di dalam, sambil berkata
"mabuklah, nak dari muda. dunia kita ini kemabukan. lebih baik kau mabuk dari sekarang. ketimbang kaget mabuk lalu mati norak. mabuklah!"


-ini bukan cerita sebenarnya, bukan juga fiksi apalagi imajinasi. mari kita berandai-andai, jika akhlak sudah tak lagi penting untuk zaman ini. mengapa tak dari awal kita dibiarkan mabuk dan melacur? lagi-lagi maksudku bukan dalam arti sebenarnya.

Rabu, 09 November 2011

camilan

mari kita belajar menjadi candi-candi batu di antara perubahan zaman.
sabar memperhatikan semua yang bergerak
sabar membisu dan mendengar
merekam jejak.
andai aku memang candi batu...
-ditemani sekawanan perubahan zaman
KAMI SUDAH TIBA DI PELATARAN
HENDAK MASUK
DAN SEJENAK BERTEDUH
DI RUMAH,
KAMI SEMUA DULU BERNAUNG

PAGUPON

untuk abu-abu,

kau anggap diamku adalah amarah yang tertahan. bukan, bukan amarah. diamku adalah perjalanan aku mengerti semua. diamku adalah proses metabolisme perubahan dalam dirimu bekerja, diterima dalam otakku. diamku adalah keheningan untuk menjauhkan diri dari amarah. bukan amarah itu sendiri.

entah kau anggap aku pemarah atau pendendam, tapi kau jadi lebih banyak marah. lebih banyak berkonsentrasi pada kemarahan-kemarahanku yang semu. sedikit belajar mengerti balik. akhirnya, kita temukan diri kita bergulat dalam masalah-masalah yang abstrak. aku lelah, kau marah.

kita menunggu sampai kalimat 'time will heals' benar-benar datang. merapikan isi kepala kita yang kusut. menyamakan lagi ritme langkah kaki dalam perjalanan ini. kita menunggu. menunggu sampai jatuh terlelap...

namun apakah kau mau kita terlelap dan terbangun di dua tempat berbeda? menjadi kamu yang kamu dan aku yang sepi. aku tidak. rasa-rasanya hatiku belum mau melepas pelukan, tetapi jika harus terus bergulat dalam emosi tak beralasan ini pun rasanya tak sanggup.

Sabtu, 05 November 2011

ini musiknya tinggal dikasih visualizer kayak di itunes, uda berasa pink floyd. yang dateng pas Pulang pasti setuju, mereka membakar panggung. incredible sound!
please enjoy,
BUNGABEL

Jumat, 04 November 2011

this is not a love song, this is music

Bungabel - Bulan Menua (Studio Session, 6th rec) by bungabel

NOVEMBERKU YANG BIRU

kecanduan. keadaan yang rasanya sama seperti terbang di langit november siang ini. sejuk. tinggi. bahagia. lupa. dalam keadaan tidak memahami bentuknya.

kecanduan. kegiatan yang rutin. jika lupa dilakukan, menimbulkan kegilaan sementara. dengan harapan bisa melanjutkan lagi.


sekarang saya kecanduan. saya kecanduan sesuatu yang tidak ada bentuknya. kalau begitu, ini harusnya lebih abstrak dari kecanduan yang lain. kalau begitu, ini bisa jadi lebih bahaya. kalau begitu, candu saya harus ditangkap. saya harus direhabilitasi.

* kasih tangan, siap diikat

Minggu, 23 Oktober 2011

di antara banyak kebisuan,
berarti ada sela sunyi yang panjang.
di balik bisu yang pekat,
ada rintihan panjang yang tercekat tak terdengar,
tergerus sela sunyi yang panjang

Sabtu, 15 Oktober 2011


serbuk kayu yang berhamburan...

tolong siapa pun bantu aku memungutnya,
aku kelelahan kehilangan satu persatu diriku dari diriku.



dan mencium mesra angin yang meniupkannya

kalian tahu angin?
apa bentuknya?
adakah ia bisa dipeluk?
adakah ia bisa dipegang?
bantu aku memastikannya
mencium kosong adalah letih

serbuk kayu tanpa kata layu, kapan kau jumpa akhiran?

aku mau layu,
bantu.
lelah takkan terbayar bila perjalanan tak jumpa akhirannya...

hidup selalu berlalu, dengan angin yang meniup lalu
sepertinya 100 tahun lagi pun,
manusia masih mengejar cinta
dan 1000 tahun lagi pun,
cinta masih abstrak di tangkap logika.
haa
gemercik air yang turun berurutan dari pancuran
di pagi yang mengucurkan berkat tak berkesudahan
terima kasih Tuhan
amin
perempuan-perempuan itu jatuh cinta,lalu merana. mengunjungi kuburan sebagai taman hiburan. menangis mengganti tawa. jatuh cinta dalam artian jatuh yang paling jatuh. sakit sesakit-sakitnya sakit.
mereka pergi ke pasar dan mencari hati. tak seorang pun menjual hati yang baru.mereka ke ladang, mencari hati. mencari petani yang menuai bahagia. tapi mereka tak menemukan satu benih pun di sana. apalagi tuaian.
mereka ke tepi laut berusaha menjala hati. namun di antara birunya laut, mereka malah menjelma air mata. pasir-pasir yang kering dulunya hati yang berbunga lalu kandas dihantam batu karang.

aku akan berhenti di sini, menunggu perempuan-perempuan itu pulang membawa hati....

alarm

sambil duduk minum kopi,
aku merindukan purnama yang dulu langganan berdongeng
mengantar tidur yang paling lelap
menuju dunia kabut tanpa takut.

sambil duduk minum kopi dan berendam di terik matahari pagi,
pikiran kosongku terbang menyapa purnama yang tak sebulat dahulu
purnama warna senja,
hadiah ulangtahunku yang ke-5
kata ayah,
"bertambahlah usia dan tetaplah muda. seperti bulan yang tak perlu takut di antara
gelap"
kalau nanti kita mati untuk binasa,
mengapa harus ada penciptaan?

Jumat, 14 Oktober 2011

himne matahari tenggelam

hampir sampai dan segera usai
segala sesuatu yang ditabung di awal, terpakai tak bersisa
selamat jalan,rindu
selamat tinggal, risau
aku takkan mengganggumu di malam pekat tak terlihat.

di antara gundukan cahaya bulan,
aku mulai berdoa.
tidak tahu untuk siapa
tidak tahu karena apa.
selamat tinggal rindu, aku takkan menyapa...

selamat tinggal,pagi
selamat tinggal, siang penuh tawa
selamat tinggal, berkas sinar senja yang hangat
selamat tinggal, rasa
sampai kita berjumpa lagi
di kala yang baru
ketika lagu baru tercipta
dan rindu memiliki nama yang baru...