Selasa, 20 Januari 2009

T I T I K

sejujurnya surat terakhir ini membuat saya sedih
kau tahu kenapa begitu berat menulisnya,
karena di surat ini aku telah sungguh menghapus namamu di atasnya
maafkan aku
coba kuhitung berapa banyak aku mencoba menghapus namamu, tapi gagal
1 kali dan aku terisak melihatnya
2 kali dan aku bergetar hebat
3 kali dan terpaksa kuraih tinta
4 kali dan aku robek kertas putih itu
5 kali dan aku sungguh-sungguh berusaha
6 kali dan aku melewati barisan kalimat tanpa namamu
7 kali dan aku lancar menulis tanpa namamu

kini ijikan aku sampaikan surat itu :

sampai jumpa temui aku pada langit dunia yang lain dan marilah kita berperilaku bajik supaya jalan yang kita tempuh akan lurus dan siapa tahu nanti akan bersimpangan baiklah aku pamit dan maafkan jika tak kau temui namamu di sini



lihat kau tak ada di sana, sayang, tak ada di sana titik ku

2 komentar:

Lisa Khanna mengatakan...

is that for him ? dan jika benar sudahkah anda berani untuk menjawab segala pertanyaan yang akan datang dengan sndirinya dalam hatimu? well, i'm just guess-ing.

bec mengatakan...

bukan bu. ini cuma tulisan gue saja, fiksi hahhaha