Senin, 05 Januari 2009

PETANG = PEMUDA TANGGUNG


tebak siapa ini?
manusia tipis yang tiba-tiba saja tadi melintas di pikiran saya saat sedang jenuh mendengarkan pelajaran bahasa jerman. lalu saya mulai mencorat-coret buku bahasa jerman saya dan tergambarlah gambaran dirinya di atas kertas. memang sih tidak mirip, tapi sekilas lumayanlah. sebenarnya saya malu menaruh gambar ini di blog saya, karena yang saya gambar ini "wajib" kreatif katanya. (kan anak seni rupa, hehe) lalu apa yang membuat saya akhirnya mletakan di blog ini ? karena saya ternyata sedang berpikir tentang keabstrakan yang sering terlihat di ekspresi wajahnya.
saya baru mengenal dia sekitar kurang lebih 2 minggu. jad bagaimana dia sebenarnya saya belum tahu. saya dan dia sering terlibat pembicaraan yang akhirnya membuat kami sama-sama berpikir dengan jalan pikiran masing-masing. di hadapan dia saya merasa sangat kekanak-kanakan, dan saya tidak suka itu. padahal biasanya saya bisa mengatasi hal-hal yang orang lain tidak mampu memikirkannya. tapi dengan dia teori-teori saya selallu ditentang. katanya saya "gila". sungguhan ini katanya. dia pernah mau membawa saya ke psikiater untuk memeriksa jalan pikiran saya. dia juga orang yang suka mengingatkan saya untuk tidak melawan kodrat sebagai wanita, yang harus menikah dan punya anak. haha saya bilang padanya : saya akan menikah kalau saya MAU menikah bukan karena saya HARUS menikah (ok boy). dia orang yang paling penuh kritik buat diri saya. bayangkan dalam waktu kurang lebih 14 hari, banyak sekali hal-hal dalam diri saya yang dia kritik. waktu membicarakan soal kodrat wanita, dia bilang saya "gila". waktu membicarakan soal Tuhan dia bilang saya "keras kepala". waktu membicarakan soal trauma dan kepercayaan dia bilang saya "labil". jadi saya memang suka kesal dengan pemuda tanggung ini. tapi apa mau dibuat, dia juga mampu membuat saya tertawa terpingkal-pingkal karena ketidak lucuannya yang dipaksakan dan berujung pada GARING. (jadi wartel itu sayuran ya? terus apalagi ha?)
saya dan dia itu sangat amat berbeda. ibaratnya jalan pikiran kami itu seperti angin, yang satu menghembus ke utara yang satu ke barat. jadi sering sekalo saya kesal karena kami tidak dapat menarik garis lurus soal pendapat masing-masing.
dia seperti angin yang berhembus kemanapun hatinya terpanggil. mengikuti arah gerak bumi dan mencari sumber dari segala sumber. bentuk dan rupanya sulit diterka, apa yang dirasakan seolah mengendap dan menguap bersama kelananya. hidupnya remang-remang. seperti waktu di kala senja. romantis, lembut dan menghangatkan. tapi ia sering goyah, kakinya butuh penyangga. jalannya belum lurus, karena tak tahu bersumber darimana dan kemana.
itulah sedikit tentang teman baru saya yang menyenangkan dan hangat. saya sering berharap hidupnya akan bersinar di suatu pagi dan mengalami "sumber hidup" itu. kemana nantinya kami berdua akan berjalan, itu biar kami yang putuskan. untuk sekarang ia adalah teman yang paling sulit ditebak...

2 komentar:

Patricia Margy mengatakan...

huahaha. kayaknya gw tau nih siapa si petang. ehmehm

bec mengatakan...

diem deh lo chibi!!! haha