Kamis, 30 September 2010

kau, sial!

detik berikutnya,
kau lewati pintu
pergi
tanpa peduli yang kau tinggal di balik punggung

detik berikutnya
aku
telah tersesat di ujung jalan
yang rasarasanya tak punya ujung
yang aku rasa, aku sungguh tersesat
detik berikutnya
aku sadar
dirimu yang menghilang dalam pintu terbuka,
lalu kembali merapat
adalah jalan
di balik punggungku
adalah seutas
di ujung jalan ini.
SIAL!

Tidak ada komentar: