Jumat, 13 Maret 2009

hujat menghujat

aku menghujat setiap permaianan di balik punggung.
kenapa tak tampakan wajah dan tunjukkan kenyataan.
biarkan orang lihat warna apa yang tercoreng di atas wajah
coba angkat tangan dan biarkan orang membaui tahik pada ketiakmu
dan jangan tutup mata jika ada yang melempar kebenaran di sana
jangan berteriak dan menunjuk kambing untuk di hitamkan
hei, kambing bisa bicara
"mbee mbe mbeeeeee" (eh monyong lo kali, kenapa gue)
jangan salahkan hati
kalau napsu tak mampu dikendalikan
ayolah
bersembunyi saja orang tak bisa lihat kau
kalau memang pejantan kenapa tak buktikan si "jantan"
coba-coba pikir bagaimana cara menghargai cinta
ya?
sekali merusak
selamanya kehilangan
ada satu kesempatan yang dilewatkan
lalu tiba pengampunan
tapi siapa yang tahu
kalau kau lewatkan pengampunan
maka datang kematian
dan selamanya mati kaku
kaku seperti kutu yang terhimpit gunung?
mungkin saja
aduh maafkan aroganismeku menyebut watakmu
wahai kalian pemain lakon di panggung bayangan
tolong singkirkan cemburu dan sentifitas
mari hadapi kenyataan bahwa :
tubuh kalian terbuat dari serbuk airmata orang yang mengasihi kalian
jadi jika mereka berhenti menangis untukmu maka sungguh
tubuhmu hilang bersama angin
aku janji itu

1 komentar:

Rizma El-Baqie mengatakan...

numpang liwat