Rabu, 24 Agustus 2011

last chance to be good

satu orang penjahat lari ke arah kerumunan orang yang menonton aksi perampokan sebuah toko. menjadi satu dengan mereka semua. berusaha menutupi helaaan nafas yang ditarik buru-buru dan keringat yang membanjir. orang-orang terlalu sibuk membicarakan aksi petugas-petugas yang asik bermain di dalam toko, tanpa tahu orang yang mereka cari sedang menonton aksi mereka. petuga-petugas dengan segala peralatan yang canggih dan skenario drama heroik memanfaatkan momen untuk menjadi aktor utama seperti di film yang mereka tonton tiap malam. kaca-kaca dipecah, rak-rak makanan dijatuhkan, pintu didobrak, meja diguling ke belakang, tapi mereka tidak tahu penjahatnya sudah kabur.

penjahat itu berdiri dengan tangan di saku, menyembunyikan getaran hebat akibat panik yang berlebih. orang-orang di sekitarnya masih terpukau dengan aksi para petugas. luar biasa, pekik mereka. penjahat itu pasti mati sekali kalau tertangkap, beberapa orang semangat mengatakannya. penjahat itu tersenyum mengetahui tak seorang pun menyadari kehadirannya.

di belakangnya sebuah suara bergumam

"nyari apa mereka mas?"

helaan nafas panjang ditarik asal suara itu.

"penjahatnya belum ketangkep? yah, bedanya penjahat dengan petugas itu cuma satu...seragam. kesamaannya banyak...tidak tahu apa yang mereka harus temukan. kalau penjahat tahu apa yang ditemukan, ia tidak mencuri. kalau petugas tahu apa yang dicari, penjahat tidak perlu mencuri."

penjahat itu ketakutan setengah mati, sudah siap ambil ancang-ancang lari. kemudian suara itu melanjutkan,

"yah tapi namanya juga kita manusia ya, mas. kalau serba tahu, pasti sudah ongkang ongkang kaki di sorga."

pria itu menepuk bahu penjahat yang seketika bergetar hebat. ketika ia siap kabur, pria itu tanya

"mas, bisa tolongin saya nyebrang. saya mau beli makan di tempat lain. tokonya pasti uda hancur itu"

rupa-rupanya pria itu buta. pria itu datang bukan untuk menonton aksi heroik para petugas, tapi untuk membeli makan di toko yang ia rampok. tanpa bicara, penjahat itu menuntun pria buta tersebut. sampai di depan toko pria itu mengucapkan terimakasih lalu masuk.

"gila, biar buta dia tahu apa yang dia mau cari ya."


aksi politik di negara kita itu parodi ya. penjahatnya dimana, petugasnya dimana. yah, kapan kelar bung? sekali lagi, bicara mudah memang tapi lebih mudah lagi kalau kita sama-sama tahu tujuannya. yah, tapi sekali dan terakhir....namanya juga manusia.

Tidak ada komentar: