Minggu, 24 Januari 2010

aku akan pulang setelah lelah menyukaimu dalam gelap

kita pasti berpisah setelah begitu intim bertemu. dengan atau tanpa airmata, tangan harus digerakan dan melepas apa yang kita kira selama ini kekal. waktu pernah menghembuskannya sampai tiba ke dekatku. dan waktu memberikanku sedikit lebih banyak kesempatan untuk mengenal rasa bersamanya... sesuatu yang selama ini disangkal dan terlupakan.

memang pada dasarnya, dia dan mereka semua sama saja. pasti akan ada waktu menangisi pertemuan itu. lalu kemudian melupakannya dan kembali menjadi batu tanpa kekasih. tapi untuk sekali ini, aku ingin menikmati rasa tanpa tandingannya ini. mencoba membayangkan bercinta dengannya di bawah langit warna kejora. tertawa sampai habis suara ditelan gemuruh ombak tepi laut. atau meneruskan kebutaan kita tentang satu sama lain.

keajaiban dalam menyukai waktu bersamamu adalah warna yang tak pernah bisa pudar itu. yang melekat di kaos hitamku dan baunya yang mencekik segala macam rasa di bawah leher. menimbulkan rindu di kala hujan sore hari datang beruntun lalu menghilang diam-diam. malam-malam yang pernah kita lewati tanpa seorang pun tahu kita telah telanjang dalam angkasa yang menghitam. semuanya berpusar kembali kepada warna warni yang tumpah tanpa aturan di atas kaos hitamku yang menggambarkan bentukmu...


sayang

sekali ingin kupanggil kau
dan kembali mengajakmu terjaga di pagi-pagi yang melelahkan
tapi kini matahariku telah bersinar
menghempasmu ke dunia dimana kita masing-masing tidak saling kenal
segelas tawa dan sekotak penuh tentang kamu masih di sini, sekalipun dimensi ini telah melarang kita bertemu

aku belum mau mengakhiri tulisan panjang tentang semua ini

nyatanya memang sudah selesai

Tidak ada komentar: