Kamis, 06 Agustus 2009

saya sangat mencintai alasan mencintaimu

satu dua kata tidak akan bisa menjelaskan
tapi satu gerakan sederhana
akan mengatakan segalanya

karena itulah
kamu begitu berarti

sometimes shit can be a bliss

saya sudah bilang
jangan salahkan saya
kalau punggung saya menolak berbalik
saat mendengar suaramu berseru nama saya
dan jangan kejar saya
jika saya memberikan pantat untuk dilihat ketimbang muka

ibu melemparkan kotoran
saya menangkapnya
dalam diam
dalam pengertian yang mulia

tapi waktunya sudah cukup
saat mulut harus terbuka untuk bilang
"tidak"
waktu akhirnya habis
untuk kepala saya tetap tertunduk
sekarang waktu berajalan pergi
menjauh
menjadi lebih baik dari yang bisa saya gapai bersama ibu

terimakasih untuk kotoran itu
semoga kotoran itu tidak berbalik meracunimu
ibu

*ibu = wanita yang dengan enggan saya sebut namanya

Rabu, 05 Agustus 2009

ini bukan ancaman, ini surat cinta

sejujurnya saya lelah untuk memprotes
mempertanyakan keadilan
memaksakan diri untuk bersuara atas nama kebenaran
tapi di saat yang bersamaan saya sadar,
bukankah hidup sebenarnya terdiri dari bentukan protes yang panjang dan konstan
bahwa kita memang hidup di bawah ketidak adilan (jadi apakah keadilan, kalau sepanjang hidup yang kita lihat bentuk kesewenang-wenangan)
bahwa kadang kebenaran tidak punya bentuk untuk bersuara

saya mungkin lelah,
tapi saya tidak mungkin berhenti
karena berhenti mempertanyakan keadilan
berarti berhenti menerima hak untuk hidup
berhenti merasakan ketidakpuasan
berarti menolak siapa kita

manusia diciptakan begitu sempurna
wajar jika semuanya menginginkan yang terbaik
atau paling tidak sama-sama mendapat yang baik
jadi mengapa begitu sulit meletakan sedikit saja hati di atas logika
bisakah mereka yang menentukan pilihan
memutuskan menjadi kami untuk kemudian menentukan pilihan
atau mungkin yang salah adalah kami
yang terlalu keras menilai HAK kami
sedangkan apa yang mereka tuntut begitu banyak

ibu,
saya tidak bicara tentang apa yang menjadi permintaan ibu
(tolong dimengerti ya,nak)
bagaimana,bu kalau saya memutuskan untuk tidak mau mengerti
karena memang ibu harus mengerti
bahwa kondisi kami
tidak dalam keadaan untuk ditoleransi sedikit pun
kami menolak mengerti
sama seperti halnya ibu lebih dulu menolak untuk mengerti kami!

jadi
jangan salahkan saya,
jika kata-kata ini yang bisa saya tuangkan
jangan salahkan saya,
kalau kemudian saya bilang bagaimana ibu berperilaku
bukan,
saya bukan pengkhianat
saya berada dalam posisi ditinggalkan
tapi ibu boleh lega hati,
saya tidak tertarik untuk membunuh ibu di muka umum
saya hanya ingin mendapat hak saya
dan jika saya tidak diberi kesempatan mendapatkannya
jangan salahkan saya,
kalau
ah saya tahu ibu sangat cerdas
ibu tahu saya bisa apa......

untuk ibuku (dulu) yang kini... entahlah kalian bisa nilai sendiri

Selasa, 28 Juli 2009

ilustrasi rasa

Listening to : So long,Lonesome (explosion in the sky)

Membayangkan sebuah ruang kosong
Sebuah medium
Sebuah
Sesuatu
Udara
Atau apapun
Dimana sel sel ini hidup
Pori pori ini menarik nafas
Menjadi sebuah kompleksitas (maafkan ketidak indahan kata ini)
Tapi inilah
Dia
Melodi
Irama
Nada
Bunyi
Bukan lagu
Yang menggambarkan ruang medium sesuatu sebuah atau apapun
Menari seperti bukan penari
Menyanyi sudah menjadi hobi
Buah berry yang jatuh hancur dan terurai
Manisnya luluh lantah di atas tanah
Menjadi satu dengan coklat tanah yang pahit basah
Begitulah rasanya
Sebuah ledakan di udara
Sampai jumpa!

Senin, 27 Juli 2009

laki laki jubah dan pistol




bagaimana harus saya menceritakan kekaguman saya pada johnny depp?


PUBLIC ENEMIES, sebagai film terbarunya yang saya nantikan sejak bulan-bulan yang telah lalu akhirnya bisa saya tonton juga. bukan karena saya tidak mengagumi film ini. namun jujur saja, saya bukanlah penggemar film=film buatan MIchael Mann.


di film ini saya cukup terganggu dengan gambar-gambarnya yang bepindah cepat dan seolah berusaha mengejar satu cerita selesai dan mempertahankan satu keutuhan cerita.


tapi mari kita lupakan soal teknisnya, mari kita bicarakan soal rasa dan esensi cerita di film ini.


diangkat dari kisah nyata seorang penjahat termasyur di tahun 30an, amerika seolah menerima kelahiran sosok robin hood yang lebih necis lebih real dan lebih (aahhhh) hot. John Dillinger, diperankan dengan WOW oleh Johnny Depp. penjahat yang memerlukan waktu 1 menit 40 detik, flat, untuk merampok satu buah bank. kemudian mengembalikan uang itu kepada nasabahnya. bukankah itu cara kerja yang mulia? setidaknya, dari sekian juta orang yang pandai bicara tentang perubahan dan kehidupan lebih baik, hanya Dillinger lah yang saat itu sungguh-sungguh bergegas merealisasikan "bantuan" kemanusiannya itu.


keluar masuk penjara, ah itu adalah pekerjaann sampingannya selain merampok bank. taruhlah ia tidak segaya American Gangster, tidak segelap para mafia-mafia jalanan, namun hanya dialah penjahat yang berusaha tidak membunuh, setia kepada teman yang setia padanya dan laki-laki yang mampu juga menangis karena cinta.


ia, bukanlah sosok penjahat berhati baja yang tak sedikit pun luluh lantah karena cinta. malahan, pada pandangan pertamanya pada billie ia tak bisa lari dari kenyaataan kalau ia sungguh-sungguh jatuh cinta. hal yang paling indah yang dilakukan dillinger untuk billi (begitu) banyak, salah satunya saat ia menangis melihat kekasihnya itu dibawa pergi oleh fbi karena dirinya. di sinilah kita melihat, titik balik dillinger. di mana ia mulai merasa gamang dengan apa yang dilakukannya, mulai merasa bertanya-tanya dan tak menentu. selain karena hampir seluruh rekannya telah mati terbunuh di tangan fbi yang terpaksa membentuk tim khusus DILLINGER.


kemudian seperti kita tahu...


dunia berduka, bukan karena apa-apa namun karena memang kehilangan sosok karismatik itu!


sayangnya,


dillinger tahu, wkatunya sudah habis. buat dia "lebih baik mati tak berlama-lama, secepatnya. karena hidup seperti itu tak ada artinya"


jadi biarlah kita kehilangan sosok yang jujur di dunia, karena ternyata kita butuh bukti. bahawa kebenaran bukan selalu berpatokan pada nilai-nilai tertentu namun sangatlah amat subyektif,




BYE BYE BLACKBIRD


i live for today

Senin, 20 Juli 2009

dunia memvonisku kanker cinta kronis

Aku mencarimu
Ke tengah lautan
Dan gelombang bilang kau terhanyut hingga sampai kembali di tepian
Aku mencarimu
Ke tengah gurun
Tapi angin berbisik, pasir menyapumu hingga tiba di puncak
Dan aku berlari
Hingga telapak kaki tak menginjak bumi
Melayang
Sampai pada puncak
Tapi
Lagi…
Matahari menyembul dan menyapa
Sayang, sayangmu telah berlalu baru sejenak
Diam
Rasanya ingin begitu
Rasanya sulit sekali merencanakan cinta dan bersepakat bertemu dengannya
Berapa kecepatan cinta dibanding cahaya
Mengapa gurun tak mampu mengikatnya dengan angin
Dan lautan mengulumnya dalam ombak
Nantikan aku
Karena aku berlari
Mencarimu
Mencari terus hingga bertemu
Denganmu…



Sesudah tulisan itu rapi, kutinggal tidur. Dan dalam mimpiku aku lihat kamu, tanpa kain menutupi dada hanya dengan gambar tinta di kulitmu yang memerah di bawah matahari. Yang kau sebut tato. Yang kau tukar dengan air mata saat jarum mulai melukis pori-porimu. Aku ingat sayang, karena aku memimpikannya. Walaupun aku belum hadir saat itu di hari kau membuatnya.
Kau adalah mahkluk paling magis bagiku. Kau bercahaya di saat gelap terlalu pekat untuk ditembus. Dan udara makin menipis saat aku berharap kau hadir. Semakin menipis, saat waktu juga menepis harapan. Kau tak pernah datang, namun hidup. Dan entah kenapa, selalu hadir atau setidaknya seolah selalu hadir. Maka itu kau kusebut magis. Bukan karena kau mempunyai ilmu yang sakti, tapi kau menghipnotis dunia milikku hingga berotasi hanya dekat dengan aroma tubuhmu.
Ya setidaknya begitulah yang aku ingat tentang kamu. Bahkan dalam tidurku, kamu hadir. Bersiul atau bersenandung aku lupa ceritanya. Karena selama 350 malam, kau hadir. Dan bagaimanakah cara aku sanggup menghitung jumlah yang melebihi banyak tangannku, untuk kuhitung atau kuingat. Tapi memang, kau obat biusku. Aku tertidur karena bermimpi tentang kamu, bukan bermimpi karena tidur. Itulah yang membuatmu magis!
Dan dalam lelapku aku berpikir saat aku bermimpi. Bagaimanakah menyertakan mimpi ini , kugunting dan kutempel pada pagi hari? Bisakah potongan cerita mimpi ini jadi kenyataan? Hidup dalam duniaku yang kusam. Ah, untuk dapat memimpikanmmu saja adalah doa yang terkabul di saat aku terjaga. Walaupun tak nyata, bukankah mimpi juga suatu anugerah?
Ya, dan kuputusakan tetaplah begitu. Tetaplah aku tertidur karena telah bermimpi. Tentang kamu yang datang atau tentang kita yangg berjalan. Aku takkan mengganggu potongan mimpi itu. Sekalipun ingin kucuri barang satu saja. Tidak! Akan kubiarkan ini jadi hadiahku, duniaku yang baru. Dan pada saatnya nanti, akan kupetik duniaku sendiri yang nyata

Aku sungguh berharap aku dimengerti. Dengan kelainan pada otak kananku, hingga aku kehabisan kapasitas untuk mencintai secara konstan dari hari ke hari,sampai berganti bulan dan menajdi tahun. Aku mau semua pria mengerti dan menerima. Hingga jangan aku dipersalahkan. Anggaplah aku berpenyakit yang kronis. Tak ada obat untuk mengatasinya. Karena itu pergilah sebelum aku lupa bagaimana caranya mengingatmu.
Seperti halnya malam, begitulah aku jatuh cinta paad setiap pria. Mereka begitu misterius seperti langit yang pekat, dan membangkitkan gairanh untuk bertualang ke dalamnya. Menelusuri bintang yang elok dalam keningnya. Mengarungi galaksi hidupnya yang tertutup kabut. Dingin dan luas… namun begitu matahari datang dan menghangatkan, maka lenyaplah semua pesona mereka dan aku kembali terlelap hingga lupa bagaimana semalam aku memuja langit,seperti itulah aku kehilangan daya untuk mengabdi pada malam.
Sayangnya, kini aku menggilai satu buah malam. Yang berpendar terus di bumiku. Matahari tak kunjung sanggup menggantinya. Aku bermimpi, bahkan ketika bintang bukan ada di atas kepalaku. Melainkan senja yang berselimut oranye. Aku bertahan pada satu buah malam, yang tak sengaja kutemukan di kala matahari buru-buru kembali ke pembaringan. Di situlah aku melihatnya. Ia dengan wajahnya, dan aku tak berbusana. Kami bertemu, aku memandang ia berlalu. Seperti bayangan ia menganggapku. Antara hidup dan tidak.

Rabu, 15 Juli 2009

lakilaki dan foto

beginilah aku malam ini
dengan mata yang begitu menggelambir
menyempatkan diri duduk di sini
melihatmu dalam senja
terbalik di antara kabut
dengan sepotong senar yang menyabut galaksi

menyanyilah
menyanyi
agar aku jatuh hati lagi
aku tak peduli
dimensi apa yang membiasi
menyanyi
laki-laki

Senin, 13 Juli 2009

orang asing dan tepi berpasir

berjalan dengan asing di tepi jalanan berpasir
menunggu sampai tiba kembali kapal yang akan membawaku pulang

orang asing itu bertanya
jika ombak ini adalah dawaiku
maka aku akan bernyanyi, sudikah kau mendengar

aku menjawab
jika pasir ini adalah telingaku
maka pergilah ke tepi hai ombak yang bernyanyi
dan akan kumenari di atas lautanmu yang merdu
mengayun di atas tubuhku yang terbentang
dan bibirku adalah batas cakrawala
yang menutup saat kau senja menciumku pulang...

bali, juni 2009

Minggu, 12 Juli 2009

warna merah batu bata adalah lambang cinta

seonggok batu bata usang di sudut jalan
diasingkan akibat terlambat untuk digunakan
menjadi tempat laba-laba memintal sarangnya
usang dan busuk

yang lembab akibat udara dingin bertiup
berjamur serta nampak kusam
batu bata merah yang retak di sana sini
menjadi terabaikan akibat terlambat digunakan

mungkin seperti batu bata itu,
demikianlah pandanganku tentang kalian
dua dua berjalan bersahaja di hari yang muda
dengan cinta menaklukan dunia
hari ini mulai menyadari betapa cinta sebenarnya hanyalah batu bata
yang tersisa
yang mulai membusuk
akibat terlambat digunakan
menyedihkan....

dimana hari ini aku berhenti merasakan sunyi

tiba-tiba aku rindu jatuh cinta padamu,
rindu akan saat dimana dadaku berdegup terlalu kencang hingga takut kau akan mendengarnya
rindu untuk menyapamu dengan kata-kata yang tak bertendens, hanya untuk mendengar kau bernafas di balik kata-kata
ah, jika saja hatiku ini mampu terikat aku mau menggadaikan usiaku untuk bersanding denganmu
sayangnya hatiku ini bagai helium, yang mudah panas lalu menguap
sedangkan kau, bercinta dengan penuh gaya di kota itu dengan wanita mana saja
hari ini sayang,
aku melihatmu mengagumi mahakarya lain, yang terbentuk di atas kulit bumi yang panas
dengan bentuknya yang sempurna dalam liukan-liukan emas
seolah-olah gadis itu ditempa dari peleburan mutiara
aku menangis untuk jutaan kalinya,
menangisi tiap rasa yang kubiarkan berganti dan berpindah
sebab hari ini aku kembali di titik
dimana aku rindu jatuh hati padamu!

Rabu, 08 Juli 2009

retakan di atas otak kanan adalah pintu masuk duniaku

beginilah keadaan kita semua yang hidup hari ini
di bumi ini
pada dimensi waktu yang ini
dengan berpakaian begini begini saja
dan bicara tentang itu itu saja

bangun (pagi hari jika bisa)
kemudian berjalan dari satu titik mengitari bumi ke titik yang lain
tersenyum (belum tentu karena gembira)
menangis (hanya ingin ikut meramaikan suasana)
menyapa (walau sebenarnya lebih ingin meludahi saja)
dan lihat kembali lagi ke kamar, tidur, jika malam terlalu pekat (apapun bisa terjadi)

seandainya sebuah mimpi adalah dunia yang nyata
maka aku ingin
mimpiku bukan tentang kamu atau dia
aku ingin mimpiku sepenuhnya tentang si itu dan si ini
yang sulit kubicarakan pada duniaku hari ini
aku ingin berpakaian seperti yang orang hari ini bilang tabu
bangun lalu tidur
tidur lalu menyapa
menyapa lalu menyudahi
jika lelah (dan basah) maka kita tertawa bersama
atau menangis dan mencampur airmata dengan ludah

sebuah dunia yang tak pernah meminta
"lakukan ini" atau "lakukan itu"
dunia yang meminta
"tolong jangan minta"
inilah itu yang kubicarakan
tabu dan kelabu hanya jadi satu di atas tubuh
seperti halnya pagi,
di sini pagiku bercinta dengan bulan
dan matahari yang terlalu cemburu pergi bermain petak umpet dengan bintang
tak ada yang marah
karena tak ada yang memiliki atau dimiliki

tolong, yang aku bicarakan ini
sungguh terlalu ajaib
jadi tutup rapat telingamu setelah mendengarnya
pejamkan saja matamu
dan pergilah tidur
sebab aku terasing hari ini dan enggan kembali

Selasa, 07 Juli 2009

baiklah, saya memang cuma itu...

hari ini
aku tahu
dua tanganku bukan sayap sekaligus sirip
aku punya
10 jari
yang kemudian kusadari terbuat dari darah dan daging
bukan baja dan logam mulia
sehingga dapat membeku
dapat meleleh

bukan
aku bukan tak bersyukur atas 10 jari di atas tangan-tanganku
aku hanya kemudian sadar
kepintaranku terbatas pada seperangkat tubuhku
yang sangat amat terbatas
mungkin karena itu kita disebut
manusia

Sabtu, 04 Juli 2009

satu pesan singkat untuk langit singapura

dalam ribuan kata tak akan mampu mendeskirpsikan wujud terimakasihku ini
sebab sudah jalannya, kau di sana untuk selalu membantu
melegakan dalam kecemasan
memperhatikan dalam kesunyian
jika saat-saat yang terberat dalam hidupku pernah juga datang menghampirimu
dimana kita duduk bersebelahan
dalam persidangan yang menyiksa jiwaku ketika itu
maka,
aku tak henti-hentinya meminta maaf atas kesesakanku yang terlimpah padamu juga
hubungan ini
antara kau aku kami
sangatlah sulit digambarkan
bagaiman kemudian kau memberikan banyak jauh melebihi yang kubayangkan
walaupun dalam kemarahan dan kesesalan
aku masih sering menikmati tawa-tawa itu

kini saatnya tiba,
ketika tangan kita harus berhenti memeluk satu dan yang lain
dan mulai bergerak untuk melambai
aku tak akan tahan melepas memori ini
jadi biarlah saat kau terbang nanti
semua masa yang telah lalu
juga terbang mengejarmu
dan TUHAN
kiranya selalu menggenggammu di tanah orang yang baru

untuk guruku
ibu guru yang baik
dinda danarwindha
farewell

Rabu, 01 Juli 2009

yang kau butuhkan adalah LEPAS KACAMATA HITAM

saat kamu tidak tahu apa yang sebenarnya kamu cari,
maka sesungguhnya kamu tidak membutuhkan sesuatu
namun seseorang
bukan seseorang yang cukup nikmat dirasakan satu hari
kemudian
terbuang bersama angin lalu,
namun seseorang yang tahu bagaimana mengalahkan ego
kecemburuan yang menyetir logikamu jadi tak beraturan
kamu butuh seseorang
untuk jadi penakluk yang menyembuhkan
yang tidak mengikat namun mengistirahatkan kepala
kamu mungkin butuh perut
bukan lagi bahu
kamu mungkin butuh tawa,
bukan hanya kesenangan

jadi apakah seseorang yang kamu buat jadi alasan mengaduh
selalu cukup pantas untuk direngkuh
atau terlalu sering membuatmu mengeluh

aku sayang, adalah kawanmu
yang melihat bagaiman kakimu berdarah karena berjalan
atau melihat rambut terikat rapi karena jatuh hati
jadi dengarkan aku
buka kacamata hitam, agar kau tahu kapan hari tak lagi mendung untukmu

love in the time of illusion


seperti apakah akan kuhabiskan waktu dalam mengenal cinta

adalah sebuah kalimat yang berhasil terpetik sejenak setelah mengahabiskan satu keping cd berjudul "LOVE IN THE TIME OF CHOLERA". tidak pernah terlintas sebelumnya untuk duduk dan menikmati melow drama macam film ini. namun sebuah ketidaksengajaan membuat saya jatuh cinta pada satu scene yang saya lihat di saluran tv HBO pada film ini. saat itu saya sedang duduk dan mengerjakan hal lain, saat adegan ini menculik saya dalam ketertarikan untuk memperhatikannya.
adegan dimana pria itu, tidak lagi muda, dengan kuda dan berpeluh datang tergopoh2 (Saya rasa pasti telah menempuh perjalanan jauh) menghampiri dua wanita yang juga tidak lagi muda, saat itu mereka sedang menertawai pria itu tanpa sadar kalau pria yang dibicarakan sudah hadir di sana. ternyaata pria itu tidak lain adalah suami dari salah seorang wanita yang bercakap-cakap tadi. ini kemudian menjadi lebih menyentuh saat terjadi hal ini :

wanita : mau apa kau datang kemari (dengan nada sederhana tanpa berlebih2an)
pria : aku pikir kau pasti terlalu gengsi untuk mengakui dan kembali ke rumah, jadi aku harus
datang kemari dan mmenjemputmu (dengan kegugupan tanpa ekspresi merayu)
wanita : (menahan haru yang terlihat dari bola matanya yang berkaca-kaca)

adegan ini, menurut saya sangatlah bagus. karena di situ kita melihat sebuah kesetaraan antara suami dan istri, sebuah komitmen dalam tindakan untuk melengkapi dalam susah maupun suka. sesuatu yang harusnya tetap dijaga untuk mempertahankan apa yang mereka bilang sbuah keluarga.
walaupun setelah menyaksikan satu versi lengkap filmnya (dan kurang puas dengan akhirnya dan pemain laki-laki utamanya, yang ternyata bukan suami dari wanita pemeran utama itu), saya masih ingin sedkit bertanya
APAKAH MENJADI BEGITU PENTING SEBUAH JANJI DALAM MENYIKAPI CINTA?
MANA YANG LEBIH PENTING :
50 TAHUN DALAM TINDAKAN NYATA
ATAU
50 TAHUN DALAM PENANTIAN ILUSI DAN KATA-KATA MANIS

suami yang menjadi buat saya tokoh impian adalah orang yang memberikan kesempatan untuk dicintai dan mencintai secara luar dalam, batin dan fisik tanpa mengorbankan orang lain sebagai pelarian selama 50 tahun lebih. dia yang berkorban dan kemudian berusaha keras mencari cara untuk menunjukan hidup yang mungkin bahagia tanpa cinta (atau ilusi, kurang jelas di film ini)

tokoh utama pria, sebagai laki-laki yang digambarkan gila akan cinta dalam hidupnya, berusaha mewujudkan arti cinta itu dalam bentuk pelarian antara satu selangkangan ke selangkangan lain yang sampai pada detik terakhir film itu bernafas, saya tidak mengerti tujuannya. yangd dengan bangga kemudian, memproklamirkan cinta sebagai sebuah destini atau tujuan hidup tersendiri tanpa ada tindakan nyata kecuali khayalan dan nafsu.

sampai kemudian kepingan cd saya keluarkan dan masukan kembali dalam bungkusnya, saya masih merasa marah dengan sebuah tindakan yang menurut saya menghinakan dalam film ini. bahwa cinta harus melulu digambarkan dengan lenguhan-lenguhan dan ilusi yang sebenarnya justru tidak lagi berarti kalau kita membandingkannya dnegan pengorbanan yang dilakukan suaminya. taruhlah penilaian saya ini subyektif karena kebetulan saya telah menyukai tokoh pria ini sejak ia main di beberapa film sebelumnya (ms congenialitty dan catwoman), tapi kita pasti setuju bahwa selalu ada pengertian lebih dalam dari sekdar kegiatan ranjang tentang cinta. walaupun saya bukan tipikal pemuja cinta yang melow, tapi saya amat konservatif dalam hal komitmen.

Jumat, 19 Juni 2009

cerita dari bawah langit

inilah saatnya dimana jalan kita tiba-tiba menjadi satu. tiba-tiba tanganku tak lepas bersama angin, namun aman dalam genggamanmu. kini telah tiba saat tawa kita adalah gambaran dari mukamu dan mukaku yang mencintai,yang bersama malam melepas lelah.jika kemarin aku tertidur dan bermimpi, maka aku ingin bangun karena kau bukan mimpiku. tapi hari ini aku ingin terus bersama malam dan menghabiskan angin yang menyisir bulu halus pada tengkukku.sebab kamu hidup dalam mimpiku dan mataku yang terjaga. kamu adalah dua versi mata uang. sebuah gambar yang kupuja, dan bilangan yang bernilai. adakah kau sadar?
kau mata uangku, langit malamku yang menghempas di atas kepala. begitu indah sehingga tak ternilai, kaulah itu. tak ada yang terlalu lebih atau kurang. atau panas atau dingin. atau cukup. tidak, sebab kamu adalah lembaran langitku yang baru. yang harus sesegara mungkin ditulisi oleh eforia yang baru...
seandainya saja tali itu tak dipaksa mengikatmu,
aku takkan menghilang
menjadi serupa dengan bayangan yang gelap
agar kau menemukanku tapi tak menangkapku

kini aku berdiri pada pagi hari, berharap bulan menjemput matari lebih cepat
agar langit malamku tiba
dan lihat,
aku temukan kau!

hello silence

keramaian dan keriuhan membunuh rasa
mematikan sinyal antara kita waktu dan alam
aku mati
dalam keriuhan yang meninggi
semangat hura hura membakar tulang
adakah sendiri masih begitu diinginkan
pesonanya yang magnifis
dan kemagisannya yang mematriku untuk keluar dari kerumunan
kau,sepi
memanggilku dengan membunuhku
supaya aku terbangun
dalam ruangan kosong
dan menemuimu,sepi

jika saja aku tahu, bagaimana merusmuskan mimpi

aku ingin menulis
karena aku tahu
mata mata akan membaca barisannya
hati hati akan terketuk menyemati kata katanya
dan jiwa jiwa mulai mencari keselamatannya
maka
satu hari nanti
aku harus menulis
karena semua butuh membaca
dan semua ingin mengerti
bagaimana merasakan atmosfer dalam dada

Sabtu, 13 Juni 2009

sebuah tangkapan yang besar, bung




Saya tidak tahu mengapa keharuan ini sulit ditahan. Haru yang bahagia, yang sendu sekaligus . bagaimana sebuah film menceritakan pada saya bagian-bagian dari pribadi satu manusia yang selalu ada. Satu bagian kita yang selalu fiksi dan subyektif, dan yang lain adalah manusia rasional yang melihat pada permukaan dataran es.
Edward bloom merupakan kisah imortal dari keselurahan film ini. Sedangkan william Bloom, putranya, adalah satu bagian yang selalu menjadi pengadilan kisah fiksi hidup kita yang lain. Sepanjang hidupnya, setelah beranjak dewas, Will sulit sekali mempercayai kisah hidup ayahnya. Karena hampir keselurahan ceritanya dibangun berdasarkan imaji yang luarbiasa. Tersebutlah bagaimana beraninya ia ketika muda, menghadapi pria raksasa yang menegangkan yang penyayang hingga akhirnya ia menjadi sahabat bagi pria raksasa ini dan pergi menemui dunia baru. Dunia di mana kemudian ia mengenal arena sirkus, kota Spectre yang menakjubkan dan terutama bertemu dengan cinta sejatinya. Cinta sejati, yang entah bagaimana membuat rasio saya saat itu berhenti berdetak dan ikut meleleh merasakan ketulusan dari kepercayaan itu.
Edward bloom selalu percaya bahwa selalu ada ikan besar yang menemani hidupnya di
bagian-bagian terpenting. Salah satunya, bagaimana ia bergelut dengan seekor ikan yang begitu besar yang kemudian menjadi pertanda kelahiran Will. Dan Ed selalu tidak pernah tidak lupa menceritakan kisah hidupnya itu di manapun dan kapanpun. Yang akhirnya membawa jarak pada diri Ed yang imajiner dan Will rasionil.
Di waktu-waktu terakhir ayahnya menghadapi ajal, Will bertekad untuk menemukan sendiri sosok ayahnya yang sebenarnya. Perlahan, kebenaran dari tiap versi fiksi ayahnya(menurutnya) mulai tersingkap. Ia bertemu dengan Jenny, gadis yang hidup di kota Spectre. Bagaimana kehidupan ganda ayhnya akhirnya tersingkap dan kecurigaannya terbayar. Lalu dokter yang selalu menemani keluarganya menawarakan versi faktual kelahirannya, yang berlawanan dengan kisah ayahnya. Semua terjadi pada detik-detik ayahnya menanti akhir dari hidupnya.

Di sebuah kisah yang diceritakan Ed pada Will, ia mengaku telah mengetahui bagaimana ia akan mati dari bola mata penyihir yang ditemuinya saat muda. Ed bersisikuh akan pergi dengan cara itu. Namun sebelumnya, ia terbangun dari keadaan strookenya dan meminta Will mengisahkan bagaimana ia pergi. Maka secara alamiah, Will mulai berkata-kata menghantar kepergian ayahnya dengan dongeng yang diucapkan seperti yang selalu dilakukan Ed.
Di akhir kisah kita akan melihat bagaimana Ed begitu dicintai, oleh bagian fiksi dan nyata hidupnya. Will, bagian paling nyata hidupnya yang selalu berbalik dan mnjadi orang paling rasional yang menentang ayahnya, kemudian sadar. Bahwa setiap manusia tahu versi hidupnya sendiri, dan bagaimana sebaiknya versi itu diceritakan pada orang lain. Sekali lagi, ini semua bukan maslah siapa yang bohong atau mana yang ilusi dan yang real. Namun ini terletak pada masalah rekonstruksi peristiwa yang kita alami. Bagian manakah dari diri kita yang akan bekerja mengolahnya, Edward Bloom? Ataukah Willam Bloom? Dan pada akhir segalanya bagian Edward tetap tinggal abadi dalam kenangan tiap manusia

Kamis, 11 Juni 2009

kantung cerita si tiri

apakah sungguh layak saya mendapat hadiah
maksud saya,
lihat apa yang tangan saya buat
bukankah sebuah keos
bukankah duka telah merintih di atas tangan ini
manusia telah berpaling dari tangan ini
dan meninggalkannya sendiri tergeletak di atas kayu
api merambat dan siap menghanguskan
namun
justru sekantung hadiah yang datang padaku pagi ini
sekantung kata yang rasanya manis
yang tak pernah kubayangkan akan ditujukan bagiku
begitu saja datang bersama haru
anak tiri ini ternyata masih dikasihi

untuk : pengirim pesan yang datang pagi ini

pemakaman memori

ini cerita dari kawanku,

aku telah membuat sebuah kapal kertas
yang di dalamnya kuletakan pemakaman memoriku tentang masa lampau
dan kuletakan perahu kertasku ke atas air yang mengalir di sepanjang jalan
sungai itu lalu membawa pergi perahu kertas itu
jauh
sampai tak dapat kulihat lagi
esoknya,
saat sungai itu mengalir
perahuku memang telah tiada
dan alirannya telah berganti warna
tak lagi bening
tak lagi jernih sampai menerawang ke dasar
namun
hitam,
sebab warna fotoku luntur
warna bajuku cair
dan semua barang memorabilia yang kemarin kumakamkan
kembali padaku
tak ada perahu kertas, telah lumat oleh air

bukankah pikiran kita seperti aliran air temanku?
bersumber di kiri, bermuara di kanan
jadi sesungguhnya, aliran itu berasal dan kembali pada kita
masa lalu apapun itu
takkan pernah bisa dibuang
perahu itu seperti daya kita melupkannya,
dan semakin besar kita membuatnya
akan semakin keruh aliran pikiran kita karena perahu yang dilumat
mungkin
jika suatu hari kita sadar
kita akan mengerti benar bahwa tidak ada pemakaman yang layak untuk mengenang

selembar kertas di balik punggung

aku lihat pada wajahmu, ayah
kerut kerut yang mengikat kebahagiaan
kedipan mata yang melambat
dan bulatnya mata yang sepi
apakah ini hanya sedikit dari keraguanku pada kebahagiaan
kau sedang lara
hatimu bergumul pada bebat-bebat yang menahan tawa
atau
memang demikian rupamu pada hari yang makin gelap
lelah karena peluh di hari yang padat
gemuk gemuk itu datang dan mengosongkan tempayan peluhmu
kau diam
gemuk gemuk itu menderamu dengan keluh
kau diam
kau diam, seolah mereka memberkatimu
dan kau menerimanya

aku diam
karena haru melihatmu
atau mungkin
aku takut
takut tahu betapa menyiksa menjadimu yang sunyi
ayahku,
bicaralah hari ini
siapa tahu
esok aku lupa mendengar suaramu
LAGI...

fine imagination of evening

inilah sore dimana aku jatuh cinta
dimana aku selalu memimpikan aromanya.
sore yang bergumul dalam kumulan awan yang gemuk dan putih
yang membiarkan ranting dan dahan menari di bawah sinar lembutnya
sinar yang hangat
jingga
kelabu terkadang
merah
yang meniupkan keriaan di sepanjang lengkungan leher
betapa aku mencintainya
di saat sore itu tiba
menghantar kedua bola mataku padnya
aku bertanya pada senja yang bertiup
"siapa dia"
dan senja itu berbisik
DIA,
yang kau cintai dalam pikiranmu yang liar

Rabu, 10 Juni 2009

komposisi dirimu

apakah daya melawan angin
yang menghembus begitu saja
naga bisa kita hunus dengan pedang
manusia bisa binasa dengan pisau
karena berbentuk padat
tapi angin?
adakah yang dapat menghentikan lajunya
menangkap tubuhnya
kalau demikian bagaimana cara kita mengerti angin
apakah ditangkap
apakah dilihat
apakah cukup hanya dirasa
rasanya angin tak perlu dimengerti
ia hanya cukup dibiarkan lalu
menghampiri dan meninggalkan

seperti juga kamuh

Selasa, 09 Juni 2009

harmonis

lelah belum sembuh benar dari tulang, begitu juga dengan rindu
beberapa hari yang lalu, saya benar2 menikmati waktu. tiap detiknya dirasa berjalan bersisian dengan saya. tidak pernah terlontar "waktu cepat sekali berlalu". tidak, waktu selalu di situ. bahkan rasanya saya dapat menemukan bentuknya jika dibiarkan sebentar saja lebih lama. jika saja, sebentar lebih lama itu tidak segera berakhir pagi ini. saat bus-bus yang menghantar kami kembali ke tempat dimana kami melewatkan waktu.
seorang teman saya berseru, "back to the reality"
jadi sebenarnya, apakah saya sungguh senang dapat kembali ke jakarta atau justru saya sedih karenanya.
mengingat kemarin, waktu begitu bersahabat. membuai saya jika lelah, menyemangati saya jika jenuh dan waktu sendiri yang menghantar saya pada langit malam yang mempesona.
rasanya gedung-gedung tinggi membunuh waktu. rasnya lampu dan gemerlapan kota mematikan waktu.
rasanya saya rindu...
dengan perjalanan malam yang mnyisakan gigil
(saya jatuh cinta pada langit malam)
dengan kehangatan rumput hijau di tengah udara yang menguning lembut
dengan tawa
dengan kegelapan dan keheningan yang melambai lembut di sisi

ahh catatan ini tidak rapi,
tidak harmonis
seperti muntahan
ini hanya luapan yang harus segera keluar
sebelum meledak dan mereda tanpa fungsi

Senin, 01 Juni 2009

perseteruan kantung bening dan dunia pekat

menyambut matahari yang datang terbang
lalu hinggap
menyembunyikan sinarnya di kantung bening
mengikat rapat dengan karet gelang
menguncang kiri dan kanan
berseteru sinarnya di kantung bening
dunia jadi hitam
pekat
matahari dan cahaya di kantung bening ingin pergi lepas
terbang lagi
apakah salah jika sinaran ini dimiliki
disimpan dalam kantung, toh masih bercahaya ke dunia lain
mungkin sedikit lebih pekat jadi dunia
tapi percayalah ini hanya kantung bening
bukankah semua berhak bercahaya
dengan cara apapun

(termasuk merampas hak bersama, membunuh hidup yang berbuah hanya karena ingin bermain di kantung bening. shit)

waktu-waktu

aku hanya berharap, kadang waktu datang terlambat
sehingga aku menunggu lebih lama dari kedatangan yang tiba
duduk-duduk menikmati deru kereta apiku yang menjemput kedatangan bersama sang waktu
tidak lelah walau tak kunjung terlihat lokomotif itu
tidak
aku cuma mau menikmati keterlambatan
ketertundaan akan waktu
sebab
terkadang waktu tak dapat dirasai indahnya
karena manusia terlalu egois mencintai waktu sebagai emas

Rabu, 27 Mei 2009

dimana kamu aku mereka

adakah yang begitu peduli pada kunang-kunang yang kehilangan warnanya
kehilangan cahaya yang menamakannya kunang-kunang

adakah yang dapat merasakan kepedihan seekor semut yang hilang dari barisannya
tersesat dan tak berkoloni
bagaimana semut dapat terlihat jika tak bersama-sama

adakah yang ingin tahu seperti apa rasanya kehilangan diri kita sendiri
lenyap seperti tertelan oleh bising
pedih karena tak terlihat
adakah sesungguhnya orang-orang memandangmu melihatmu mendengarmu berbicara padamu
atau jangan-jangan mereka hanya di situ
lalu
tanpa bekas
tanpa peduli
apakah kau kunang-kunang atau semut
yang paling kesepian di dunia ini
how if
how if
how if
how if
how if

HOW IF I KEEP ON ASKING AND DISSAPEAR IN QUESTION

how if
how if
how if
how if
how if

Selasa, 26 Mei 2009

on the reality phone

bisakah kita tidak bertengkar?

untuk 1 hari dalam hidupku

dapatkah kita melewatkan malam dalam tawa

atau begitu liarkah aku

hingga mulut harus terus menghujat adat ini

mengekang seolah aku racun yang berlari-lari dalam kecepatan cahaya

bisakah dengar rintihanku

mengaduh-aduh sebab ini lebih dari cukup

cukup

sangat cukup

lihat,kau mulai lagi
tumpah lagi
kubilang lebih dari cukup
kau beri
lalu
tumpah

ramai, bisakah tidak

kadang kita lelah berada dalam kerumunan
terhimpit di tempat dimana kita tak memilik jarak untuk menepis
sanksi dimana kita sebenarnya
tangan-tangan yang hilir mudik di tubuh kita
menjerat
melukai
menuduh menuding
adakah kita sungguh harus bertahan di tengah kerumunan
orang bilang "quiters are loser"
menepi?
apakah sama dengan keluar?

sejenak ingin rasanya berhenti merasakan waktu
menyadari dengan pasti
dimana sebenarnya kita berpijak
di belahan bumi ini begitu ramai
sampai tak punya ruang untuk mengerti
sebegitu lelahkah kita tetap bertahan dalam kerumunan dunia

Senin, 25 Mei 2009

BERLIBUR

Aku mendengar apa yang ingin kudengar
Seperti bisikan angin
Yang berlalu di sekitar rongga telinga
Dan menyanyikannya berulang kali
Mendengarkannya kembali
Seolah suara sebagai gema yang merdu
Merasa lambat-lambat di bawah kulit yang tipis di sekitar gendang telinga
Aku melihat apa yang mau aku lihat
Mungkin langit yang berseri dengan sapuan awan
Seolah keindahan ada pada mataku
Bukan pada langit
Atau melihat air yang menyibak menyambut wajahku
Aku menghirup suasana yang dingin yang panas
Yang lembut hangat memutari tubuhku
Rasanya seperti sedang berlibur ke pantai
Sebentar pagi panas, lalu malam dingin
Aku mau menghhirup bau garam
Bau pasir yang berbaur dengn eforia
Ah…
Inilah kenikmatan dari interaksi mata
Dengan telinga
Disambut hidung
Ah… kemenangan hidup ada pada bagaimana kita menyikapi apa yang terjadi
Bukan pada kekalahan untuk yang lain

Minggu, 24 Mei 2009

RINDU SEKALI...

akankah semua kembali
kemana semua dimulai

akankah air susu yang pernah tumpah di mulut kita
dapat kita kecap lagi manisnya

akankah airmata yang meniitik dengan sakit yang pertama
di kala gigi kita satu persatu berganti
akan terasa lagi di pipi

akankah sebuah senyum

sebuah cerita yang mencandu kita dengan indahnya imajinasi

sebuah kue ulangtahun berhias

sebuah gandeng tangan
bekal dan tawa

ketakutan pada malam hari saat hujan

pikiran tentang kematian

akankah sebuah saja dari pengalaman itu akan kembali
atau lagi-lagi hanya jadi penghias

seperti air yang tumpah
maka dia tak kan berbalik
tapi terus mengalir

apa gelap itu memang gelap?

kebenaran itu sangat subjektif
dan subjektif itu berarti relatif

siapa sebenarnya tahu
bahwa merah adalah merah
dan bukan hijau

siapa yang sebenarnya mengerti
kotak adalah kotak
bukan bola

bukankah pada dasarnya
manusia menangkap dan mengerti sesuai apa yang mereka mau
seperti
jika itu indah,
maka itu indah

suatu hari,
saya melihat seorang teman saya terjatuh di tangga
dia meluncur cepat
kepalanya membentur ke tiap sisi anak tangga
warna merah mengucur cepat
dan seketika dia bangun
begitu saja,
tersenyum

percaya?

jangan,
kuberitahu
yang sbenarnya...
teman saya memang terjatuh
tapi setelah dia turun dari tangga
tidak ada darah
tidak ada senyum
terjatuh saja
selesai

siapa yang percaya versi kedua?

siapa yang percaya versi pertama?

sesungguhnya
tidak ada tangga
tidak ada teman saya
tidak ada yang jatuh
tidak ada darah mengucur

karena seperti yang saya bilang kebenaran itu subjektif
kadang manusia membangun alur sendiri setelah melihat merasakan kejadian yang sesungguhnya
impresi
fakta atau tidak
bukan fakta atau fakta
agar sebuah bangunan cerita itu menarik
untuk kembali diceritakan

bukankah benar jika dikatakan
fiksi selalu menarik
dibanding fakta
berimajinasi selalu lebih menyenangkan
ketimbang bekerja di kantor, sekolah, kamar
karena di situlah kita benar2 menemukan apa yang ingin kita lihat rasakan alami

jadi sesungguhnya,
apa itu kebenaran?
bagaimana orang bisa bilang
amerika salah, ini benar
israel benar itu salah
saya buruk kamu tidak
bukankah dalam suatu fakta setiap orang selalu punya pendapat
selalu ada kepentingan bermain-main di dalamnya
maka itu tidak ada kebenaran yang mutlak
semua berubah
menjadi lebih baik atau buruk
menjadi jelas atau buyar
semua berseru,
ini kan begini
bukan,
itu yang begini
lalu siapa yang benar siapa yang salah

atau sebenarnya saya yang paling salah
karena sekali lagi
bukankah itu sangat subjektif
kebenaran sunggun mengecewakan

Jumat, 22 Mei 2009

satu babak

tahan satu waktu

tahan dulu

aku benar-benar akan datang

nanti

bukan sekarang

tahan dahulu

karena sudra kastaku

rontal ini terlalu dahsyat untuk dimengerti

ijinkan aku jadi brahmani

yang kata mereka

"terpandai di seluruh negeri"
apakah nilai sebuah asamara pada dada yang berseru-seru minta didengar?
apa sama berharganya dengan satu umur panjang, sama berartinya dengan satu butir nasi atau bahkan lebih bernilai dari nikmat terbangun di hari esok?
pantaskah jika asmara jadi alasan kita mengoyak suratan takdir dan menentang waktu, mencoba mematikannya...
jika memang asmara begitu tinggi nilainya, maka terangkan padaku di atas tanah. ada berapa jenis asmara yang kita bicarrakan di sini? bukankah asmara adalah tentang cinta? cinta dirasa oleh mereka yang bernafas, yang menapak di kolong langit. adakah kau rasa hasrat yang sama saat nadi terputus dan jiwa melayang ke nirwana? jika memang asmara sakral, jelaskan lagi... rumus mana yang ada selain ini

bertemu +mengenal = jatuh cinta : (perseteruan X dendam X dusta) = perpisahan


*rumus diulang saat bertemu akhir



adakah yang lain???
lalu apa nilai cinta yang lain?
apa nilai hidup?
apa nilai orang di sekitar?

jelaskan sebab, keledailah aku ini sehingga sulit mengerti


APA YANG BEGITU SAKRAL DARI SEBUAH ASMARA, SELAIN OMONGKOSONG DAN DONGENG
INDAH SEBELUM TIDUR

kalau dengan diam aku bisa temui kamu, maka...

aku baru menyadari satu hal


bahwa temanku yang paling setia di sisi ini


tidak lain adalah


kesunyian


yang sendiri


yang menari walau merana



kesunyian yang menggeser nilai baik dan buruk


yang membangunkan inspirasi dari tidurnya dalam relung


yang berlapis-lapi menyembunyikan

aku

dari dunia dimana aku tidak hidup




aku mau menyapa temanku, kawan, sahabatku


hai sunyi,
tidakkah kita seharusnya kembali masuk dalam percakapan yang sakral
dimana hanya ada aku kamu
dan alam jadi dimensi kita bertemu
berbagi,
memberi atau menerima itu tidak jadi soal
mendengar atau berkata-kata,
ah bukan suatu hal yang harus diributkan
tapi kita di situ
seperti kubilang,
dimana hanya ada kita
aku dan kamu


ssttt

Rabu, 20 Mei 2009

main

hati yang berdebu karena lama tak terpakai
menjadi sarang tempat laba-laba memintal benang
adakah tedengar di sini
dulu seekor kupu-kupu bersarang
kemana dia
jadi laba-laba
atau dimakan laba-laba

laba-laba hitam tersinggung, menjawab :

"kupu-kupu najis macam itu tak pantas jadi makananku, tubuhnya lenyap karena kemaluannya, menguap di udara saat lupa tak bersayap. kupu-kupu itu sudah jadi debu penghuni hati ini. aku laba-laba!"

tahukah kamu siapa laba-laba dan siapakah kupu-kupu

bilik dosa

maafkan aku meneleponmu pada malam yang tak bercahaya,
sungguh aku tak bisa berhenti berpikir, tentang dia
dimana dia sekarang. aku tak habisnya berpikir, bukankah kamarnya dan kamarku hanya terpisah jajaran tangga? mengapa tak pernah kujumpai ia saat aku ingin
maafkan aku mengeluh di tengah tidurmu yang lelap
tapi sungguh aku ketakutan,sebab kudapati diiriku sendiri terbatas pada ruangan ini
dimana dia, suruhlah ia angkut tubuhku kembali ke pembaringan
beberapa hari yang lalu, kutemui tubuhnya tercabik-cabik karena mencintai pria itu
tunggu, apakah mereka masih saling mencintai?
seingatku.... ah aku tidak ingat
tidak,kawan. dia tidak menangis, malah menyeriangi. seolah gembira mendapati tubuhnya terluka. mengapa terus mencari luka? apa ia tak ingin bahagia?
aku mendengar orang mencemoohnya, mencemari pekerjaan tangannya
menolak kehadirannya
adakah ia tak lelah dengan semua itu????
karena aku lelah memperhatikan tubuhnya terluka, memandangi ia kesakitan
aku ingin membelanya, menangis saat airmatanya jatuh di ubin kamarku. persis seperti hari tua yang telah mati... tapi aku tidak bisa, tidak mampu untuk merangkaikan semua
dimana aku?
aku ataukah dia yang menghilang?
aku ataukah dia yang tersesat?
ataukah kami memang telah terpisah?
lukisan wajahnya ada tertempel di wajahku, orang bilang. jadi dimana dia sebenarnya?
bisakah aku memeluknya seperti dahulu aku belum punya daya untuk berdiri



dan aku berhenti




aku sadari
aku yang mengusirnya
aku yang mencabik tubuhnya
aku yang mencemoohnya
aku yang menodai tangannya
aku
aku aku
aku aku aku
semua adalah aku



kau di sana,
tidak menangis tidak mengaduh tidak mengeluh tidak membalas
tapi kau di sana bilang
"anak manis"
aku harus bilang apa,ibu...

Minggu, 17 Mei 2009

sebuah bingkisan

aku menanti sebuah bingkisan baru
walau aku tak tahu isi bingkisan apa yang kuinginkan
aku hanya ingin yang baru
merasakan sensasi bermain dalam balutan baju yang baru
berjalan dengan bunyian sepatu baru
atau mencintai karena bingkisan baru itu kamu

Kamis, 14 Mei 2009

dear piece of shit

catatan untuk kamu ,
dengar perkataan ini baik
aku takkan mengulang
perhatikan nada dan intonasinya

teman,
kita berkawan sepanjang usia
kini kau melangkah seolah aku tidak pernah ada
bukankah punggungku yang menahan tangismu
bukankah telingaku yang masih terjaga bahkan hingga lewat tengah malam
aku mengerti kau
bahkan pada saat kau tak mau dimengerti
mengapa harus lari dariku
aku menenangkan hatimu yang galau
di terik matahari yang gelisah
mengapa kau sembunyi

teman,
sepanjang usiaku
ingin kuhabiskan tawa dan tangis
memanggilmu kekasih dalam persahabatan yang indah
rasanya itu semua baru kemarin
hari ini kau pergi
begitu saja
tanpa lamabaian?
aku menanti

teman,
kini aku mau berseru padamu
maukah kau dengar?
apakah sepanjang usiaku tak cukup membuatmu nyaman
apakah aku harus pergi dan mati
supaya kau kembali
dimana kau letakan diriku
di hati
atau di wajah
yang terhapus bersama air yang membasuhmu
aku lelah
berdiri pada kesedihan seolah aku berdosa mengadu
apakah bahagiaku ini mengganggumu
aku berduka kalau demikian

teman,
kembalilah
paling tidak
untuk menuding wajah ini
paling tidak untuk murka dan tumpah ruah alasanmu
bisa?

kau terganggu mendengar kuberbisik
maka kuhentikan kata-kata di sini
ingat waktu selalu mengejar kita
jangan buang satu detik pun untuk kebodohan
kau tahu,teman
aku selalu di sini

gairah

jari-jari ini tak bisa dikendalikan
bergerak liar di atas huruf
seolah mereka bibir
seolah mereka punya hak berkata-kata

jangan ganggu
teriak mereka pada pikiranku yang cemburu
jangan hentikan
serunya pada bibirku yang menghina
mereka bergerak liar
melebihi kecepatan akal
melebihi kepandaian bibir

rasanya ingin terus bergerak
berkata-kata
rasanya jari-jari ini jatuh cinta amat sangat pada huruf
apapun ingin ditulis

mereka seolah menari
meliuk dan berjalan
seperti kehilangan bentuk
serupa angin yang cantik
yang dengan lentur membelokan tubuh
aku terpana

jari-jariku bergairah
pada alfabet yang terus menerus menggoda untuk disusun
ah
kata-kata
jari-jariku bercinta dengannya
pikiranku mendendam cemburu