pencuripencuri datang di siang hari
dengan pakaian rapi dan wajah bersahabat, mereka jabat tanganmu
satu-satu menghadiahkan pujian
dan mereka mulai bicara panjang lebar
perlahan kau terbuai dengan cerita mereka
sebagai orang yang bermimpi,
apa yang mereka tawarkan adalah mimpi yang selalu tak bisa kau tolak
pikiranmu penuh dengan banyak kemungkinan meraih mimpi
hingga pada saat kau menyetujui mereka membantumu meraih mimpi
di saat itulah pencuripencuri jahanam membuka kedoknya
mereka rampas dan boyong semua yang kau punya
sebelum kau sadar bahwa kau baru saja jadi korban
pencuripencuri itu datang sebagai teman
teman yang sangat baik
teman yang sangat...
kukatakan lagi,
mereka datang di siang hari
saat matahari mampu menyilaukan matamu
dari sinar mata mereka yang mengingini kepunyaanmu
Kamis, 05 September 2013
Tiap kali kutemukan kertas kosong untuk menulis, satu persatu kata dalam kepalaku kabur. Jadilah aku gelisah mencari-cari di mana mereka. Dan seperti semua orang yang diserang panik, aku melakukan gerakan impulsif yang intens. Sampai suatu hari kuku yang biasa kugigit berasa anyir. Saat itulah aku sadar, ide bisa begitu membahayakan manusia.
Diposting oleh
beckybec
di
12.26
Tiap kali kutemukan kertas kosong untuk menulis, satu persatu kata dalam kepalaku kabur. Jadilah aku gelisah mencari-cari di mana mereka. Dan seperti semua orang yang diserang panik, aku melakukan gerakan impulsif yang intens. Sampai suatu hari kuku yang biasa kugigit berasa anyir. Saat itulah aku sadar, ide bisa begitu membahayakan manusia.
Diposting oleh
beckybec
di
12.20
Siti berkumis.
Tadi siang kau pulang dengan muka dilipatlipat. Tanganmu keras menahan marah. Kutanya kenapa, kau melengos. Ketika aku sedang tak sengaja masuk kamar mandimu, ada jawaban yang kucari. Kutemukan ia bertengger manis di kamar mandimu, di dalam rak tempat kau simpan perkakas mandi. Sepotong kumis palsu. Ruparupanya tadi pagi saat ke pasar kau lupa memasang sepotong kumismu, hingga semua yang di sana bersahutsahutan menawar dagangan dengan memanggilmu,
"Ayo mbak, tomatnya segar segar. Baru datang segar. Kolnya, wortel. Mba ayo mbak!"
"Mba manis pake baju biru, jangan cemberut, mampir dulu lihat ikannya. Atau daging, daging abang mantap punya!"
Dan kau marah.
Saat yang lain berusaha keras menahan laju pertumbuhan rambut di muka, kau memalsukannya. Katamu saat kutanya,
"Aku tidak suka orang memandangku lemah. Kota ini jahat terhadapku."
Katamu sambil mengibaskan rambut dan mengangkat kedua buah dadamu yang penuh. Menjauh.
Diposting oleh
beckybec
di
11.44
Juru Kunci Makam
Ada sebenarnya dalam lubuk hatiku yang terdalam rasa kasih bercampur iba untukmu, Pter. Walau boleh kukatakan, lebih banyak iba ketimbang kasih, kadang aku benar ingin mampu memelukmu lagi. Setelah sekian tahun kau katakan maaf dan memutuskan menghilang dalam rasa sesal, aku masih sesekali mengintip wajahmu melalui lubang kunci memoriku. Tak tahulah mengapa kebiasaan mengintip itu suka datang. Mungkin saja karena musim dingin tahun ini terlalu panjang. Madu dan coklat panas tak mampu melelehkan rasa dingin yang terus menerus ada. Selimutku yang lama sudah terlampau tipis. Hingga kadang, aku mengintipmu untuk menemukan sendiri rasa hangat yang ganjil.
Kau tahu aku selalu suka kata "ganjil". Tergilagila bahkan. Tidak sepertimu yang gemar mengoleksi koin, aku memilih menyimpan gelang bekas rumah sakit tempat tetangga kita dulu, Nona Eiss, bekerja. Darinya aku bisa dapatkan lebih dari selusin gelang setiap hari pekan. Dan semuanya kujejer rapi di tembok ruang kerjamu. Kebiasaanku itu awalnya membuatmu kikuk. Katamu kau tak suka memperhatikan banyak nama di dinding. Rasanya seperti ruangan itu penuh sesak. Justru itu, Pter, di ruang kerjamu yang juga jadi tempatku menghabiskan waktu membaca, aku merasa nyaman ditemani oleh mereka yang asing itu. Tapi mereka orang sakit dan sebagian dari mereka, Tuhan tahu, mungkin telah mati! Bentakmu suatu kali ketika kau merinding setengah mati bekerja di ruang itu.
Tapi kematian itu menenangkanku. Dan mereka yang sakit hingga nyaris mati, memberiku lebih banyak keyakinan tentang hidup. Mereka seolah ramai membicarakan kehidupan ketika kujejer seperti itu. Gelanggelang itu memberiku banyak nama dan banyak kesempatan merayakan hidup. Seperti kau sekarang Pter, aku sungguh berharap kau masih hidup. Walau bagiku, hidup atau mati dirimu tak lagi terlalu berbeda. Bagiku, segala yang telah hilang baiklah langsung dikuburkan.
Dan kenangan ini, semua tentang yang ganjil ini, menghentikan rangsang untuk mengintip wajahmu dari balik lubang kunci, lagi.
Pter, malam ini dingin. Begitu juga pagi setelah ini kurasa. Musim panas masih jauh dari tiba. Tetapi aku bersumpah takkan lagi membicarakan kasih dan iba yang kadang membangun imaji tentangmu.
(Dan namanama ganjil yang asing di dinding membuatku cukup sibuk untuk berpikir hal lain selain pelukanmu yang dulu pernah begitu hangat)
Diposting oleh
beckybec
di
09.47
Rabu, 04 September 2013
Padaku kau minta hidup,
Dan padanya kau minta dada yang membualbual air susu
Dengan imbalan pada kami yang kau pintapintai, cairan madumu
Sungguhlah aku tak tertarik. Mendapat dua porsi pun aku menolak.
Pter, kau dan segala pikiranmu yang bangga jadi lelaki, aku pikir itu payah.
Bahkan tanpamu,
Aku tetap merasa perempuan. Sebab apalah namanya kalau bukan itu. Bagimu dan mereka, akulah daging berlubang penghasil bayi dan susu. Kalian kanibal maniak.
Diposting oleh
beckybec
di
10.09
Tokoh kecil
Aku melihat kemarahanmu yang bisu. Di antara tumpukan baju tempat kau sembunyikan mata untuk memandangnya. Kemarahan yang tak sampai di mulut. Kau bicarakan lewat mata.
Tak bisakah kau utarakan amarah itu? Pada kekasihmu? Apa ia tak cukup mendengar? Apa kau sudah bisu? Terlalu lama setia menahan sakit. Lupa bahwa sakitmu punya suara.
Gadis itu makin menderita dalam persembunyiannya. Ia benamkan kepalanya lebih dalam. Dari sudut matanya tempatku menangkap amarah, ia seka amarah yang tak pernah sampai jadi kata.
Pulang?
Lebih baik.
Diposting oleh
beckybec
di
05.34
Bahaya itu kalau kepala riuh dan tak ada pintu terbuka untuk mendengar. Biarlah kepalamu penuh sesak, tapi masih rela menerima. Agar jangan kita terjebak pada keramaian yang berujung kosong. Gelas penuh terlalu lama tak lagi ada guna.
Diposting oleh
beckybec
di
02.59
Selasa, 03 September 2013
Love is always in the air. (Suck it!)
ada yang menarik tentang mereka yang sedang berduadua. Kita yang tak ikut di dalamnya, bisa ikut pula senyumsenyum geli dan kadang tertawa mengikik kecil yang imut ketika gelora itu menghantam. Itu apa aku tak tahulah, mereka yang berduadua itu tentu yang paling paham.
Seperti misalnya, aku duduk di bangku penonton menyaksikan antoni matimatian lari demi mendapat cinta kekasihnya. Ketika larinya berbalas pelukan dan adegan diselimuti lampu merah dengan kedipan kuningan, ada rasa "aaah" panjang yang kita tahu itu apa dan darimana tapi sulit menjelaskannya kembali. Aku merasakan itu selalu di bangku penonton. Rasa bahagia mereka menular. Katakata cinta palsu yang mereka hapal seperti mengalir masuk ke dalam jiwaku dan merangsang otak untuk menstimulus syarafku yang lain.
Magnit di antara dua yang sedang berduaduaan sangat kuat. Jika anda sendiri dan tengah menyaksikan itu, ingatlah yang aku katakan. Tak perlu segan ikut tersenyum, sebab mungkin kita tak perlu benar menemukan lelaki/perempuan idaman untuk dapat jatuh cinta. Kadang, mereka yang mampu mengalirkan getargetar gelora kalbu itu tengah berbagi pada anda yang sedang sendiri.
Coba senyum, dong
Diposting oleh
beckybec
di
11.21
Minggu, 01 September 2013
kalau kamu tahu maksudku
ya, saya bilang, harusnya orang yang mau menikah itu jangan lagi gandengan. harusnya mereka sudah siap lari. untuk dua orang, dunia terlalu sempit. mereka tak boleh serakah berlama di suatu tempat. kasihan yang muda dan sendiri. mereka harus segera lari. dan cincin, terlalu lemah untuk jadi simbol lari. mereka harusnya memilih ****** ****.
Diposting oleh
beckybec
di
07.48
setiap manusia yang hari ini berusaha ikut-ikut menggambar hidupku, aku mau bilang:
"pergi dan lakukanlah apa yang kau rasa baik,
tapi lakukan itu dengan hidupmu sendiri.
sebab Tuhan sudah kasih kita semua masing-masing satu.
jangan kau ambil milikku.
jangan kau coba-coba ambil milikku."
bagiku tiada yang lebih kodrati selain hidup.
apapun kelamin yang menempel
apapun nama yang diberi
sebab sekarang semua dapat direkayasa,
kecuali satu
hak untuk hidup dan menghidupinya
"pergi dan lakukanlah apa yang kau rasa baik,
tapi lakukan itu dengan hidupmu sendiri.
sebab Tuhan sudah kasih kita semua masing-masing satu.
jangan kau ambil milikku.
jangan kau coba-coba ambil milikku."
bagiku tiada yang lebih kodrati selain hidup.
apapun kelamin yang menempel
apapun nama yang diberi
sebab sekarang semua dapat direkayasa,
kecuali satu
hak untuk hidup dan menghidupinya
Diposting oleh
beckybec
di
07.38
andai aku dilahirkan seekor elang
alam sudah pasti memaksaku dewasa kini
sayang,
aku dilahirkan manusia
yang apa-apa terikat rasa
hingga dewasa masih terlalu tabu untuk diartikan
alam sudah pasti memaksaku dewasa kini
sayang,
aku dilahirkan manusia
yang apa-apa terikat rasa
hingga dewasa masih terlalu tabu untuk diartikan
Diposting oleh
beckybec
di
07.28
Kamis, 29 Agustus 2013
tiga tahun sudah
saya buang-buang waktu menyelesaikan kuliah tiap semester
tiga tahun
berarti ada tiga puluh enam bulan
dan tidak ada satu detik pun mendekatkan saya pada apa yang benar-benar saya perlu
"mengerti"
Diposting oleh
beckybec
di
09.42
Rabu, 21 Agustus 2013
Anugerah
Ternyata di negeri yang menjunjung pluralisme,
Tuhan justru mati.
Sebab tubuhNya diletakan di etalase
Dan sabdaNya berubah jadi tagline.
Sungguh Tuhan di sini kita samakan dengan daging,
Tiap hari raya hargaNya melambung tinggi.
Sesudah itu tergantung permintaan pasar
Diposting oleh
beckybec
di
11.13
Selasa, 20 Agustus 2013
Kau terlihat lebih indah dari atas sini
Apakah kamu sungguh berharap aku mengerti. Oh, Pter. Kuberikan kau ruang untuk datang bersujud di bawah kakiku, tidak, lebih rendah lagi. Dengan pakaianmu yang bau najis dan kepalamu yang nyaris kehilangan daya rekatnya dengan leher, kau sungguh berharap aku memberimu pengampunan di bawah sana.
Tidak, Pter sayangku berbau pepermin madu,tidak. Aku hanya tiba-tiba ingin melihat penderitaanmu. Sebab minggu ini hariku terasa berat. Pekerjaan menumpuk dan banyak pesta yang lewat. Aku bosan bukan main. Tak ada sama sekali alasan untuk tersenyum. Maka kuundang kau untuk main sandiwara di sana, di tempat yang lebih rendah dari telapak kakiku.
Entahlah. Ada sedikit penghiburan di tiap tangismy yang sebenarnya sudah basi itu. Kata-kata rengek itu seperti lelucon bagus bagi orang yang mengalami pekan jahanam.
Oh, Pter. Terima kasih. Atas penderitaanmu, kuucapkan banyak terima kasih. Rasanya itu satu-satunya hadiahmu bagiku selama kita berkasih-kasih.
Diposting oleh
beckybec
di
12.11
Senin, 19 Agustus 2013
telah kukatakan padanya,
jangan lagi kenakan seragam itu.
rasanya firasatku kali ini benar. sekalipun ia tak sedang bertugas, seragam itu terasa petaka di sekitarku.
sudah copot dan kenakan yang lain
ia malah bangga tubuhnya dibalut satu setelan lengkap yang akan menyamarkan ia dalam barisan
katanya aku harus terus bersatu dengannya biar mati sekalipun
dan benar
setelah ia keluar
tak pernah lagi kulihat ia melucuti seragamnya
dengan gagah dan teguh hati,
ia mata dalam seragamnya.
atau bolehlah kukatakan,
sesuai firasatku sedari awal,
ia mati dibunuh seragamnya.
penembak itu mungkin tak menginginkannya,
hanya ingin melihat setelan coklat kelam itu berubah jadi kanvas berdarah
Diposting oleh
beckybec
di
09.47
sudah tujuh belas kali kutinggalkan panggilan tak terjawab di layar telepon genggammu, dengan harapan kau melihatnya dengan panik. tubuhmu yang lengket berbau hasratnya itu akan berubah seketika jadi ciut seperti nyalimu berterus terang padaku. tujuh belas kali kupanggil-panggil kau lewat telepon, dan tak kau gubris. mustinya kau malu saat duduk mengangkanginya dengan layar telepon genggam yang meraung-raung memanggil namamu. aku harapkan kau berjalan keluar dari kamar itu dengan kepala tertunduk sampai ke tanah dan nyawa yang tinggal sebaris, siap sepak.
kau sudah tak kunanti dengan kemarahan. marahku reda saat telepon yang ke-tujuhbelas kali itu masih saja kau indahkan. tak ada lagi marah. sebab tak ada lagi nanti. aku telah menghancurkan separuh penantianku bersama telepon yang kulempar ke luar jendela. maaf tuan jika itu mengenai kepala anda yang tanpa dosa melintas di bawah apartemenku. tak ada lagi tindakan yang rasanya pas untuk menenangkan diriku.
aku tahu, tahu betul ke mana malam-malam berharga kita kau buang. cerdiknya kau, mereka tak kau letakan berbaring bersama sampah dari dapur. kau buang mereka bersama cairan manimu yang kau tembakan di sembarang lubang. sedang aku berharap waktu kita belum benar-benar rusak. telepon itu kuhancurkan sekalian tadi, biar ikut jadi sampah. sebab itulah satu-satunya bukti aku masih berusaha mendapatkan waktu kita, yang kau buang seperti tak ada lagi artinya.
ah, sungguh berat keluhku ini pasti bagi otakmu yang telah menggelinding menuju celah selangkanganmu. kukatakan saja, tak baik taruh otak di sana. sudah punyamu itu dari kecil, ditambah lagi penghuninya, makin sempitlah ruang geraknya. makin bodohlah kau.
oh, betapa kuharap anjing memakan tubuhmu di perjalanan pulang nanti. sebab bau persenggamaanmu sama seperti bau sisa-sisa makanan. memualkan bagiku, menggiurkan bagi anjing gelandangan. atau mereka akan memakan tubuhmu karena kau mirip orang bodoh. itu saja. anjing pintar. mereka benci orang bodoh. mudah-mudahan kebencian mereka sebesar kebodohanmu. oh, Pter. biarkan aku tertawa sejenak membayangkan tubuhmu jadi rebutan moncong mereka yang kering.
kau sudah tak kunanti dengan kemarahan. marahku reda saat telepon yang ke-tujuhbelas kali itu masih saja kau indahkan. tak ada lagi marah. sebab tak ada lagi nanti. aku telah menghancurkan separuh penantianku bersama telepon yang kulempar ke luar jendela. maaf tuan jika itu mengenai kepala anda yang tanpa dosa melintas di bawah apartemenku. tak ada lagi tindakan yang rasanya pas untuk menenangkan diriku.
aku tahu, tahu betul ke mana malam-malam berharga kita kau buang. cerdiknya kau, mereka tak kau letakan berbaring bersama sampah dari dapur. kau buang mereka bersama cairan manimu yang kau tembakan di sembarang lubang. sedang aku berharap waktu kita belum benar-benar rusak. telepon itu kuhancurkan sekalian tadi, biar ikut jadi sampah. sebab itulah satu-satunya bukti aku masih berusaha mendapatkan waktu kita, yang kau buang seperti tak ada lagi artinya.
ah, sungguh berat keluhku ini pasti bagi otakmu yang telah menggelinding menuju celah selangkanganmu. kukatakan saja, tak baik taruh otak di sana. sudah punyamu itu dari kecil, ditambah lagi penghuninya, makin sempitlah ruang geraknya. makin bodohlah kau.
oh, betapa kuharap anjing memakan tubuhmu di perjalanan pulang nanti. sebab bau persenggamaanmu sama seperti bau sisa-sisa makanan. memualkan bagiku, menggiurkan bagi anjing gelandangan. atau mereka akan memakan tubuhmu karena kau mirip orang bodoh. itu saja. anjing pintar. mereka benci orang bodoh. mudah-mudahan kebencian mereka sebesar kebodohanmu. oh, Pter. biarkan aku tertawa sejenak membayangkan tubuhmu jadi rebutan moncong mereka yang kering.
Diposting oleh
beckybec
di
09.46
yang paling hebat yang menurutku hanya dimiliki oleh para orangtua adalah
kesediannya beranak pinak,
setelah ia tahu bagaimana menyebalkannya jadi anak
dan mengesalkannya orangtua mereka
sungguh,
suatu kehidupan tanpa pengharapan
mati sudah reinkarnasi,
yang ada hanya rotasi.
kesediannya beranak pinak,
setelah ia tahu bagaimana menyebalkannya jadi anak
dan mengesalkannya orangtua mereka
sungguh,
suatu kehidupan tanpa pengharapan
mati sudah reinkarnasi,
yang ada hanya rotasi.
Diposting oleh
beckybec
di
09.35
naik turun gunung kami diburu. demi pantai dan buihnya, kami masih jadi buruan. setelah matahari tenggelam dan bulan muncul cepat-cepat, mereka makin memburu. buru-buru, BURUAN!
Diposting oleh
beckybec
di
08.51
Minggu, 18 Agustus 2013
biar kita jadi dewasa oleh waktu
menantang matahari di timur
dan berjuang sampai ia kembali ke barat
sudah tua jiwa kita
dan lelah layu semangat
tapi biar kita jadi dewasa,
berjalan sendiri dalam malam
berani
adalah satu-satunya selimut
dan tetaplah muda hatimu.
menantang matahari di timur
dan berjuang sampai ia kembali ke barat
sudah tua jiwa kita
dan lelah layu semangat
tapi biar kita jadi dewasa,
berjalan sendiri dalam malam
berani
adalah satu-satunya selimut
dan tetaplah muda hatimu.
Diposting oleh
beckybec
di
09.48
bungaku yang manis, bel telah berbunyi. mekar dong!
tetaplah menggebu-gebu dalam bermusik. kalian bagus seada-adanya!
dan tetaplah bernyanyi dengan jiwa yang melayang-layang dalam ruang pertunjukan,
kalian tunjukan musik bagus itu,
biar yang suka mendayu-dayu malu
dan tobat.
sampai jumpa
(patah hatiku jadi dua pamitan dengan band ini. tapi kalian tetap akan jaya dengan siapapun temannya nanti)
dan tetaplah bernyanyi dengan jiwa yang melayang-layang dalam ruang pertunjukan,
kalian tunjukan musik bagus itu,
biar yang suka mendayu-dayu malu
dan tobat.
sampai jumpa
(patah hatiku jadi dua pamitan dengan band ini. tapi kalian tetap akan jaya dengan siapapun temannya nanti)
Diposting oleh
beckybec
di
09.42
Kamis, 15 Agustus 2013
Saree butuh lebih dari sekedar kemauan
ia butuh sedikit sentuhan keajaiban
dan di mana ia harus temukan itu?
di antara air mata yang jatuh saat kemauan menemui jalan buntu
ia butuh sedikit sentuhan keajaiban
dan di mana ia harus temukan itu?
di antara air mata yang jatuh saat kemauan menemui jalan buntu
Diposting oleh
beckybec
di
22.30
prostituwords
kamu menulis seperti melacuh, ih...
begitu banyak kata
kata indah yang dipoles biar makin menarik
tujuannya memanja mata
membuat seseorang orgasme hingga lupa diri
kamu menulis seperti melacur deh
terlalu banyak kata
tanpa ada satu pun maksud
begitu banyak kata
kata indah yang dipoles biar makin menarik
tujuannya memanja mata
membuat seseorang orgasme hingga lupa diri
kamu menulis seperti melacur deh
terlalu banyak kata
tanpa ada satu pun maksud
Diposting oleh
beckybec
di
22.24
siapa yang keluar kamar dini hari, menyalakan tv keras-keras, sambil mengunyah kerupuk?
orang yang pikirannya ramai
dan butuh menenangkannya.
(harusnya kau paku saja otakmu biar tak saling menggertak)
orang yang pikirannya ramai
dan butuh menenangkannya.
(harusnya kau paku saja otakmu biar tak saling menggertak)
Diposting oleh
beckybec
di
09.32
ayah, aku ingin lemari baru.
bukuku membeludak keluar
pakaianku berhamburan seperti remah di lantai
buatkan aku satu
yang terbuat dari kayu
kali ini berwarna ungu
kalau tak ada uang untuk lemari baru,
boleh pasangkan rak di dinding kamarku
aku lebih suka bukuku rapi
lebih butuh mereka dari pakaian yang banyaknya seperti remahan
bukuku membeludak keluar
pakaianku berhamburan seperti remah di lantai
buatkan aku satu
yang terbuat dari kayu
kali ini berwarna ungu
kalau tak ada uang untuk lemari baru,
boleh pasangkan rak di dinding kamarku
aku lebih suka bukuku rapi
lebih butuh mereka dari pakaian yang banyaknya seperti remahan
Diposting oleh
beckybec
di
09.31
mimpi buruk!
kenyataan yang saya temukan malam ini:
"betapa kecilnya saya di dunia ini"
dan kenyataan itu sungguh menyebalkan. ketika saya pikir, perjuangan menaklukan tempat ini sungguh melelahkan. kini, saya sudah besar dan bersinar. tetapi, saya tetap tidak menemukan tepian untuk berhenti. ternyata tempat ini berada di tempat yang lebih besar lagi. saya puas, saya mati. saya tak puas, tetap bisa mati. caranya bertahan hidup? taklukan lagi wilayah yang lebih besar. setelah takluk dan belum juga melihat garis tepi, taklukan lagi. terus begitu sampai akhirnya ombak menggendong ke tepian. berbaring selamanya di pasir.
(sialan. mengapa begitu besar dunia untuk dijelajahi?)
"betapa kecilnya saya di dunia ini"
dan kenyataan itu sungguh menyebalkan. ketika saya pikir, perjuangan menaklukan tempat ini sungguh melelahkan. kini, saya sudah besar dan bersinar. tetapi, saya tetap tidak menemukan tepian untuk berhenti. ternyata tempat ini berada di tempat yang lebih besar lagi. saya puas, saya mati. saya tak puas, tetap bisa mati. caranya bertahan hidup? taklukan lagi wilayah yang lebih besar. setelah takluk dan belum juga melihat garis tepi, taklukan lagi. terus begitu sampai akhirnya ombak menggendong ke tepian. berbaring selamanya di pasir.
(sialan. mengapa begitu besar dunia untuk dijelajahi?)
Diposting oleh
beckybec
di
09.14
terlalu banyak mimpi untuk dipilih. terlalu kecil tangan untuk merengkuh
Diposting oleh
beckybec
di
09.08
Selasa, 13 Agustus 2013
kapan kita berenang?
saya ingin kamu mencicip teritori saya
seperti juga saya telah mencicip gunung dan lembah
saya ingin kamu mencicip teritori saya
seperti juga saya telah mencicip gunung dan lembah
Diposting oleh
beckybec
di
21.00
ibu itu berdiri di pinggir pagar yang melindungi balkonnya
mata menatap pada jalanan malam yang ramai
dan mata yang sama berkaca-kaca
"betapa cepat kendaraan-kendaraan itu hilir mudik, sekalipun mereka berpenumpang. aku? berpenumpang dan tak pernah pergi."
keluhnya,
keluh setiap perempuan seperti itu.
mata menatap pada jalanan malam yang ramai
dan mata yang sama berkaca-kaca
"betapa cepat kendaraan-kendaraan itu hilir mudik, sekalipun mereka berpenumpang. aku? berpenumpang dan tak pernah pergi."
keluhnya,
keluh setiap perempuan seperti itu.
Diposting oleh
beckybec
di
07.30
kamu boleh beli diriku
berapa uangmu
aku budak terburuk yang tak takut mati
(kapan hari ini bisa datang?)
berapa uangmu
aku budak terburuk yang tak takut mati
(kapan hari ini bisa datang?)
Diposting oleh
beckybec
di
07.10
intel negara bawah tanah
tidak semua, tidak, kata yang saya ucapkan pernah benar saya rasakan. saya justru menulisnya supaya kamu yang membaca bisa bilang pada saya seperti apa rasanya.
jadi, saya sudah siap mendengar. bisa kamu ceritakan sekarang?
jadi, saya sudah siap mendengar. bisa kamu ceritakan sekarang?
Diposting oleh
beckybec
di
07.05
mengapa kau pukul anakku hingga kepalanya pecah jadi dua?
seorang ayah harusnya tak mengalami duka seberat ini,
melihat anaknya mati lebih dulu
setelah ayahnya meninggal dunia.
dua kali ditinggal pergi sama dengan satu kali mati tak terampuni.
seorang ayah harusnya tak mengalami duka seberat ini,
melihat anaknya mati lebih dulu
setelah ayahnya meninggal dunia.
dua kali ditinggal pergi sama dengan satu kali mati tak terampuni.
Diposting oleh
beckybec
di
07.04
kapan sih kamu pulang?
aku lelah nih bicara dengan orang asing
yang bahkan tak berbicara sama sekali
tidak padaku
tidak padanya
aku lelah nih bicara dengan orang asing
yang bahkan tak berbicara sama sekali
tidak padaku
tidak padanya
Diposting oleh
beckybec
di
07.01
kekasihku pamit pergi sebentar. duduklah aku sendiri di kedai donat. minum coklat panas yang dingin. coklat panas dingin itu habis, kuganti mineral gelas dari rumah. perutku kosong otakku penuh. jadilah duniaku sekarang berputar tak seimbang. pulanglah sayang, aku butuh penyeimbang yang tepat. yang kompeten untuk menenangkan.
maka kucari pelarian. kujelajahi tiap laman milik teman yang pandai sekali menyembunyikan dirinya. entah aku beruntung atau tidak, dudukku yang sendiri kali ini penuh kata. mereka cerita soal kekasihnya masing-masing. dan entah kebetulan atau tidak. dua-duanya meneriakan rindu.
pasangan kekasih mana di dunia ini yang mulutnya tak penuh dengan rindu walau sebenarnya hatinya penuh?
dua perempuan berpotongan rambut sama. bertubuh sama walau dengan tinggi berbeda. berkelakuan sama. bercangkang lunak dan isi batu. mencinta lelaki yang berbeda dengan perbedaan yang sama. mereka mencinta ayah mereka. yang ditemukan lewat mata mereka yang pakai kacamata. mereka melihat laki-laki bukan sekadar pacar.
semoga ketika mereka sudah bisa tidak pakai kacamata, mereka tetap melihat cinta pada kekasih mereka. aku harap kacamata itu mengatakan yang benar mereka rasakan. atau biar saja mereka terus pakai kacamata. kota toh sudah terlalu berdebu, takut nanti mata mereka iritasi.
maka kucari pelarian. kujelajahi tiap laman milik teman yang pandai sekali menyembunyikan dirinya. entah aku beruntung atau tidak, dudukku yang sendiri kali ini penuh kata. mereka cerita soal kekasihnya masing-masing. dan entah kebetulan atau tidak. dua-duanya meneriakan rindu.
pasangan kekasih mana di dunia ini yang mulutnya tak penuh dengan rindu walau sebenarnya hatinya penuh?
dua perempuan berpotongan rambut sama. bertubuh sama walau dengan tinggi berbeda. berkelakuan sama. bercangkang lunak dan isi batu. mencinta lelaki yang berbeda dengan perbedaan yang sama. mereka mencinta ayah mereka. yang ditemukan lewat mata mereka yang pakai kacamata. mereka melihat laki-laki bukan sekadar pacar.
semoga ketika mereka sudah bisa tidak pakai kacamata, mereka tetap melihat cinta pada kekasih mereka. aku harap kacamata itu mengatakan yang benar mereka rasakan. atau biar saja mereka terus pakai kacamata. kota toh sudah terlalu berdebu, takut nanti mata mereka iritasi.
Diposting oleh
beckybec
di
06.56
"Sepatu besar kesukaanku sudah dibeli orang.
Sepatu yang ukurannya pas denganku, tapi tidak kusukai itu, justru masih setia.
Hahaha." Jo
jo, banyak-banyaklah ketawa. dukamu abadi kata sapardi. tapi duka memendekan umur, dan semua abadi saat menjelma tiada. hiduplah. sebab dunia butuh sebuah duka dalam sandiwara. dan itu kamu!
Sepatu yang ukurannya pas denganku, tapi tidak kusukai itu, justru masih setia.
Hahaha." Jo
jo, banyak-banyaklah ketawa. dukamu abadi kata sapardi. tapi duka memendekan umur, dan semua abadi saat menjelma tiada. hiduplah. sebab dunia butuh sebuah duka dalam sandiwara. dan itu kamu!
Diposting oleh
beckybec
di
06.50
Waktu Kereta Hampir Tiba di Depok
waktu itu kami berdua bergelantungan
di dalam kereta yang nyata menuju senja
oleh karena hari belum benar gelap, matahari masih sumber cahaya. sinarnya menerabas tubuh kami. tak sampai melukis siluet sebab kereta belum terlalu pekat. kami bergelantungan sambil menahan lelah.
temanku lalu meracau. mungkin karena lelah. mungkin karena bosan. aku bilang karena rindu.
"mencintai dua orang di dua dunia yang berbeda, sulit."
wajahnya sungguh lelah. sorot matanya redup. dan tubuhnya bagai batang kayu yang menempel pada udara. siap rubuh kapan pun.
"sulitnya bukan saja pada pertemuan. apalagi pertemuan fisik. aku mungkin tak butuh itu. sebab, apalah artinya fisik bagiku yang hidup dalam konsep. kesulitan terbesarku saat mencintai mereka adalah membedakan siapa yang mana dan mana yang siapa. kau tahu. seperti memiliki anak kembar dengan saudara kembar siam. pernah kau bayangkan?"
demi dewa langit yang baik hati juga perkasa, aku tidak akan mau dan pernah membayangkan kondisi itu!
"mana yang nyata dan ilusi. mana yang..."
ia berhenti dan kali ini aku ragu apakah jiwanya masih ada dalam tubuh atau ia telah pergi mengunjungi kekasih di dunia lain itu...
"mana yang benar kekasihmu. jangan-jangan, aku menaruh cinta pada tempat yang salah. yang nyata dan hidup di sini, aku letakan sebagai bayangan. sedang ia yang satu lagi, yang kupuja lewat kata dan pikiran, kubiarkan menguasaiku di sini. padahal... ia hanya ilusi."
*peluklah siapa pun dia yang kau puja itu. sekalipun aku tahu, bapak-bapak itu semu bagimu*
di dalam kereta yang nyata menuju senja
oleh karena hari belum benar gelap, matahari masih sumber cahaya. sinarnya menerabas tubuh kami. tak sampai melukis siluet sebab kereta belum terlalu pekat. kami bergelantungan sambil menahan lelah.
temanku lalu meracau. mungkin karena lelah. mungkin karena bosan. aku bilang karena rindu.
"mencintai dua orang di dua dunia yang berbeda, sulit."
wajahnya sungguh lelah. sorot matanya redup. dan tubuhnya bagai batang kayu yang menempel pada udara. siap rubuh kapan pun.
"sulitnya bukan saja pada pertemuan. apalagi pertemuan fisik. aku mungkin tak butuh itu. sebab, apalah artinya fisik bagiku yang hidup dalam konsep. kesulitan terbesarku saat mencintai mereka adalah membedakan siapa yang mana dan mana yang siapa. kau tahu. seperti memiliki anak kembar dengan saudara kembar siam. pernah kau bayangkan?"
demi dewa langit yang baik hati juga perkasa, aku tidak akan mau dan pernah membayangkan kondisi itu!
"mana yang nyata dan ilusi. mana yang..."
ia berhenti dan kali ini aku ragu apakah jiwanya masih ada dalam tubuh atau ia telah pergi mengunjungi kekasih di dunia lain itu...
"mana yang benar kekasihmu. jangan-jangan, aku menaruh cinta pada tempat yang salah. yang nyata dan hidup di sini, aku letakan sebagai bayangan. sedang ia yang satu lagi, yang kupuja lewat kata dan pikiran, kubiarkan menguasaiku di sini. padahal... ia hanya ilusi."
*peluklah siapa pun dia yang kau puja itu. sekalipun aku tahu, bapak-bapak itu semu bagimu*
Diposting oleh
beckybec
di
06.43
madam mikmak menangis
rasanya sih pernah ada kucatat tentang kehidupan sebelum kujalani. artinya, prediksi tentang masa depan. yang ternyata sekarang kutahu, semua orang sudah tahu. hanya pada umur aku menuliskannya, belum banyak yang tahu. dan kadang kupikir itu hebat juga.
ahli terawang di usia tertentu.
mungkin, jika peramal atau ahli terawang sekarang pergi ke suatu tempat yang berisi manusia panjang usia (dan hampir tak pernah mati), mereka akan malu sendiri. sebabnya? pengalaman yang mereka tulis tentang masa depan, bagi manusia di daerah itu sudah sangat umum diketahui. jadi tak ada namanya itu "ramal". semua sudah maklum.
ahli terawang di usia tertentu. hanya laku pada waktu itu. lalu... mati. itu sebabnya mereka tak pernah tahu, bahwa dunia memang seperti itu.
*kalian hanya butuh lebih dewasa dari usia. lebih tua dari peradaban. lalu semua bukan misteri*
ahli terawang di usia tertentu.
mungkin, jika peramal atau ahli terawang sekarang pergi ke suatu tempat yang berisi manusia panjang usia (dan hampir tak pernah mati), mereka akan malu sendiri. sebabnya? pengalaman yang mereka tulis tentang masa depan, bagi manusia di daerah itu sudah sangat umum diketahui. jadi tak ada namanya itu "ramal". semua sudah maklum.
ahli terawang di usia tertentu. hanya laku pada waktu itu. lalu... mati. itu sebabnya mereka tak pernah tahu, bahwa dunia memang seperti itu.
*kalian hanya butuh lebih dewasa dari usia. lebih tua dari peradaban. lalu semua bukan misteri*
Diposting oleh
beckybec
di
06.30
apakah kalian bosan mendengar cerita saya?
tolonglah lebih mengerti, saya selalu sendirian. dan hanya di sini saya bisa merasa "saya tak sendiri"
tolonglah lebih mengerti, saya selalu sendirian. dan hanya di sini saya bisa merasa "saya tak sendiri"
Diposting oleh
beckybec
di
06.18
bahkan keluhku ini bukan milikmu
dua pria duduk di bawah saya. tidak benar-benar ada di bawah tubuh saya, tapi setingkat lebih rendah dari saya. sangat rendah sampai saya dapat melihat begitu dekat. seolah kami duduk bersebelahan dan saya bagian dari mereka. tapi bukan. saya hanya sendiri, duduk ditemani dua cangkir kopi yang satunya telah habis lebih dulu. mereka tertawa dan saya senang walau saya bukan bagian mereka. tapi, mereka begitu dekat hingga saya merasa tawa mereka pun milik saya. saya tersenyum. dan merasa tidak berhak berkomentar.
tidakkah kamu tahu, betapa dekatnya mereka dengan hidupmu. hingga kadang nafas mereka dapat kau rasakan menyentuh kulitmu. begitu dekatnya hingga kerut di dahi mereka dapat kau hitung. dan tak peduli seberapa dekat kamu merasa, kamu ternyata tak benar-benar punya hak untuk ikut serta. mereka tertawa dan kamu tidak tahu kenapa itu lucu karena kamu bukan bagian mereka. kamu sedih dan mulai menangis, dan mereka tidak. mereka tak harus peduli. jelas. kamu bukan bagian mereka. walau kadang kamu pikir, ya, kamu bagian dari mereka. jarak, biar seinci, tetap jarak.
inilah yang tak kita sadari sekarang. yang kita lupakan sejak media sosial mencuri keintiman dengan dirimu.
"lagi pup ala anjing herder nih"
" i love you more, des"
...."kok des? kan ini tania?!"
"papa pulang aku laper. mama ga pulang. papa ga pulang. cyedih hxhxhx"
kalimat-kalimat di atas ternyata bukan ditemukan dalam sebuah percakapan langsung antar dua orang. dua orang yang ternyata tidak duduk menjadi satu bagian. kalimat itu justru dinikmati oleh jutaan mata yang rasanya tak kenal-kenal betul dengan orang yang mengucapkannya.
jadi, beginilah kita sekarang. duduk sendiri dan selalu merasa ramai. sebab dengan sebuah kotak di tangan, percakapan semua orang seolah menjadi milik kita. tiba-tiba kamu jadi bagian dari semua percakapan personal. tidak ada lagi jarak yang benar-benar nyata. semil pun takkan terasa berjarak. thanks to technology!
tapi ini bukan selembar dengan ucapan terima kasih dan kebanggan. ini adalah sebuah ratapan. saya merindukan adanya jarak itu. dan saya lebih rindu lagi dengan keadaan di mana orang tidak ikut campur (sembarangan) dengan apa yang saya ucapkan. interaksi memang perlu terjadi! saya setuju, tetapi tidak semua yang saya tertawakan orang harus komentari. kadang jarak se-inci itu saya cari susah payah dan hasilnya: saya telah terjebak dalam sarang laba-laba peradaban milenium menuju kiamat.
tidakkah kamu tahu, betapa dekatnya mereka dengan hidupmu. hingga kadang nafas mereka dapat kau rasakan menyentuh kulitmu. begitu dekatnya hingga kerut di dahi mereka dapat kau hitung. dan tak peduli seberapa dekat kamu merasa, kamu ternyata tak benar-benar punya hak untuk ikut serta. mereka tertawa dan kamu tidak tahu kenapa itu lucu karena kamu bukan bagian mereka. kamu sedih dan mulai menangis, dan mereka tidak. mereka tak harus peduli. jelas. kamu bukan bagian mereka. walau kadang kamu pikir, ya, kamu bagian dari mereka. jarak, biar seinci, tetap jarak.
inilah yang tak kita sadari sekarang. yang kita lupakan sejak media sosial mencuri keintiman dengan dirimu.
"lagi pup ala anjing herder nih"
" i love you more, des"
...."kok des? kan ini tania?!"
"papa pulang aku laper. mama ga pulang. papa ga pulang. cyedih hxhxhx"
kalimat-kalimat di atas ternyata bukan ditemukan dalam sebuah percakapan langsung antar dua orang. dua orang yang ternyata tidak duduk menjadi satu bagian. kalimat itu justru dinikmati oleh jutaan mata yang rasanya tak kenal-kenal betul dengan orang yang mengucapkannya.
jadi, beginilah kita sekarang. duduk sendiri dan selalu merasa ramai. sebab dengan sebuah kotak di tangan, percakapan semua orang seolah menjadi milik kita. tiba-tiba kamu jadi bagian dari semua percakapan personal. tidak ada lagi jarak yang benar-benar nyata. semil pun takkan terasa berjarak. thanks to technology!
tapi ini bukan selembar dengan ucapan terima kasih dan kebanggan. ini adalah sebuah ratapan. saya merindukan adanya jarak itu. dan saya lebih rindu lagi dengan keadaan di mana orang tidak ikut campur (sembarangan) dengan apa yang saya ucapkan. interaksi memang perlu terjadi! saya setuju, tetapi tidak semua yang saya tertawakan orang harus komentari. kadang jarak se-inci itu saya cari susah payah dan hasilnya: saya telah terjebak dalam sarang laba-laba peradaban milenium menuju kiamat.
Diposting oleh
beckybec
di
06.14
Senin, 12 Agustus 2013
Jangan kecewa, penyair memang pecinta tangguh
Mendidih nampaknya kemarahan sahabatku
Padahal dia cuma duduk di kursi dalam sebuah rumah
Tak sedang berinteraksi dengan siapapun
Tak juga sedang menanti apapun
Namun mukanya merah padam
Saat dilihatnya gadis lain menanti-nanti kekasihnya,
Sedang ia hanya bisa bersabar dalam doa
Dalam-dalam dipandanginy layar seluler
Tempat ia dulu bersua kekasihnya
Tempat kekasihnya kini dinanti gadis lain
Diposting oleh
beckybec
di
06.40
Minggu, 11 Agustus 2013
bulanku hilang ditelan gelap
jangan ikat lagi aku pada pagar
kau takkan menemui gadis malu-malu yang menunggu dipinang
siti nurbaya pasti menangis dari dalam halaman kuburnya
jika tahu, generasi kami masih merengek minta kawin.
kau takkan menemui gadis malu-malu yang menunggu dipinang
siti nurbaya pasti menangis dari dalam halaman kuburnya
jika tahu, generasi kami masih merengek minta kawin.
Diposting oleh
beckybec
di
10.38
suatu hari wajahku akan layu tertimbun tanah
dan tubuhku tak lagi memesona siapapun
tak tercatat lagi sejarah perempuan meninggal dengan cantiknya
maka
aku kan mencatat sendiri kisahku dengan keringat
dan menorehkan perjalanan ini di tiap kayu yang kutemui
dan tubuhku tak lagi memesona siapapun
tak tercatat lagi sejarah perempuan meninggal dengan cantiknya
maka
aku kan mencatat sendiri kisahku dengan keringat
dan menorehkan perjalanan ini di tiap kayu yang kutemui
Diposting oleh
beckybec
di
10.36
Dying-Dream
mataku tertuju pada seberkas cahaya yang berkilauan di awal tahun mendatang
hatiku dimantapkan untuk menyambut apapun itu bahayanya
dan sekalipun realita menghisap energi,
aku bermimpi tetap terjaga
agar jangan ada lagi yang menghalau pandanganku
tak boleh lagi kulihat ragu di garis akhir
atau takut menyebrang lautan
aku kan mendayung perahuku walau tubuh tinggal airmata
hatiku dimantapkan untuk menyambut apapun itu bahayanya
dan sekalipun realita menghisap energi,
aku bermimpi tetap terjaga
agar jangan ada lagi yang menghalau pandanganku
tak boleh lagi kulihat ragu di garis akhir
atau takut menyebrang lautan
aku kan mendayung perahuku walau tubuh tinggal airmata
Diposting oleh
beckybec
di
10.35
Sabtu, 10 Agustus 2013
mengaduh sekencang-kencangnya. sebab tak banyak waktu lagi untuk mengeluh. sebelum nasib mengambil alih, kita tentukan jalan. biar kemudian semesta mengamuk. niat harus sudah terkumpul. biar banyak yang mencibir, mimpi tetap harus dikejar. jangan tunggu sampai terlambat, tak ada lagi sesudahnya. sesulit apapunn hatimu, biarkan kepala mengambil alih. ini hidup kita yang ceritakan, agar generasi tak makin buruk.
Diposting oleh
beckybec
di
20.04
kau muncul lagi
di balik ilalang menguning
kulihat kau dan ayahmu duduk bercengkerama
dengan gitar yang dipegangnya
kau menyayikan lirik kesukaan kami
sebentar kau berbaring,
membiarkan matahari menyentuh tubuh itu
yang mungil kecoklatan
rambutmu menari-nari menambah indah wajahmu
lalu kau tanya,
kapan kita bertemu ibu
ayahmu merengkuhmu
membawamu lari menuju batas padang ilalang
ia mungkin tak tahu harus bilang apa
tak tahu harus mencari siapa
maka ia persembahkan kau pada semesta
dengan aku bersembunyi di balik bulan
kulihat kau dan ayahmu duduk bercengkerama
dengan gitar yang dipegangnya
kau menyayikan lirik kesukaan kami
sebentar kau berbaring,
membiarkan matahari menyentuh tubuh itu
yang mungil kecoklatan
rambutmu menari-nari menambah indah wajahmu
lalu kau tanya,
kapan kita bertemu ibu
ayahmu merengkuhmu
membawamu lari menuju batas padang ilalang
ia mungkin tak tahu harus bilang apa
tak tahu harus mencari siapa
maka ia persembahkan kau pada semesta
dengan aku bersembunyi di balik bulan
Diposting oleh
beckybec
di
19.47
untuk kamu yang datang ke dunia tanpa nama
biarkan aku memelukmu seperti angin di minggu pagi yang merengkuh ilalang kuning di padang
meletakan tanganku pada tubuhmu untuk kali pertama
dan menghantar hangat yang mengalir dari pembuluh darahku
biarkan kita jadi satu,
dagingmu dariku
dan darahku dalammu
berikan aku tangis itu yang menyeruak gembira menjawab doa
kamulah matahari kecil yang tersenyum melalui binar mata
menjadi poros kehidupan
biarlah aku membayangkanmu seperti itu
dan kamu tetap tinggal dalam benakku
walau tak semua baris puisi ini benar jadi nyata.
biarkan aku memelukmu seperti angin di minggu pagi yang merengkuh ilalang kuning di padang
meletakan tanganku pada tubuhmu untuk kali pertama
dan menghantar hangat yang mengalir dari pembuluh darahku
biarkan kita jadi satu,
dagingmu dariku
dan darahku dalammu
berikan aku tangis itu yang menyeruak gembira menjawab doa
kamulah matahari kecil yang tersenyum melalui binar mata
menjadi poros kehidupan
biarlah aku membayangkanmu seperti itu
dan kamu tetap tinggal dalam benakku
walau tak semua baris puisi ini benar jadi nyata.
Diposting oleh
beckybec
di
19.43
Selasa, 06 Agustus 2013
hidup kok penuh tantangannya. tapi kalo tidak ada tantangan, ya buat apa hidup. hidup itu katanya perjuangan. tapi kok yang gak pernah menang. memangnya lawan siapa? hidup kok tidak bisa habis bertanya. soalnya kalo tidak bertanya, katanya sesat di jalan. kebanyakan bertanya juga tidak membuat saya pulang ke rumah yang benar. bertanya membuat saya tiba di tempat tertentu, belum tentu pulang. tapi ya namanya hidup, selain perjuangan, dia juga toh petualangan. jadi, hiduplah!
Diposting oleh
beckybec
di
09.42
klise yang bagus untuk ditonton sekalipun... klise. cinta lagi
bersabar
dan mengalah sekalipun tahu kamu benar
menghargai
sekalipun rasa putus asa tiba lebih awal
bersabar kembali
karena pada akhirnya,
cinta menang
Celeste and Jesse Forever
kesakitan tentang perpisahan datang bukan setelah pergi
rasa sakit itu mendera justru sebelum pergi dan tahu bahwa jalan pulang yang lama,
hilang.
(emotions shit. eat the shit. you win)
Diposting oleh
beckybec
di
09.39
Langganan:
Postingan (Atom)
