Rabu, 02 Januari 2013

kalau makianku terdengar terlalu pedas di telingamu
gantilah mereka dengan ucapan manis yang ingin kau dengar
semoga segala sumpah serapahku
jadi berkat bagimu.

tapi kau harus camkan satu hal,
kata maaf tidak pernah lahir dari pendusta
pendusta melahirkan pengampunan bagi dirinya sendiri yang keluar dengan ekspresi
"maaf"
lengkap dengan sedu sedan penipu.

kalau setan paling jahat di muka bumi,
maka pendusta yang paling keji di seluruh galaksi.

Minggu, 30 Desember 2012

seperlunya aku akan datang



kini aku perlu datang
tidak seperlunya saja
tapi benar-benar perlu


itu canduku.

tapi terima kasih yang paling besar kutujukan pada monster-monster penghisap darah
yang dengan senang hati membicarakan nasib burukku
dan dengan gembira menertawakan kisah dukaku
terima kasih.
justru karena kalianlah
aku sadar
dunia adalah tempat yang jauh lebih baik
jauh lebih indah
jauh lebih memesona hatiku
ketimbang duduk bersarang di antara kalian.



kudoakan kalian menemukan jalan ke neraka,
segera.
seperti lampu kunyalakan seterang-terangnya pikiranku
dan tanpa henti aku berharap ia tak pernah padam.
walau dalam jalannya ia terus berseteru
menyerang satu dan yang lainnya tanpa ampun
aku terus menahan saklar agak tak kunjung layu
dan pikiranku tetap bercahaya
dalam pekat sehabis perang

dine

harapan-harapan kita adalah makanan segar di atas meja
terhidang manis
menarik mata
siapapun pasti ingin mengceap barang sesuap
dan liur tak tertahan lajunya

harapan-harapan kita adalah hidangan.
suatu saat
ketika lahapan pertama dituntaskan
terus sampai suapan terakhir
meja menjadi kosong
dan harapan-harapan kita tak bersisa


mungkin aku cuma mau bilang
suatu sukacita bisa menikmati yang fana.
untuk suatu yang kekal,
apalah indahnya.
bukan karena aku tak pernah memikirkanmu maka dalam doaku tak menyebutmu
mungkin karena aku tak pandai berharap
terlalu suka bermimpi
dan tak pernah berani membicarakan masa depan

Rabu, 26 Desember 2012

Semua akan mencapai titik kejemuan. Dan percayalah, kamu juga. Jangan segan untuk pamit dan bergegas mengejar pesawat. Tak perlu hatimu berat melangkah pergi. Sebab kau tak pernah benar tinggal. Layangkan kepalamu menuju tempat yang hijau dengan hewan ternak berbaris menhiburmu.

Akan tiba masanya, padaku tak ada lagi suka. Daun kering jatuh menunggu hancur. Bunga layu tergantung menunggu angin membawanya.

Jangan tunggu kering
Mengadulah pada dunia

Selasa, 25 Desember 2012

one is not born, but rather becomes, -a woman


terima kasih de Beauvoir. kamu meracuni tubuh saya dengan tubuh yang lain. yang membangkitkan manifestasi naluriah sebagai betina. yang memungkinkan saya duduk dan berdiri dengan menyadari keberadaan saya. dan untuk itu semua, haruskah kita menyamakan jalannya percintaan kita? romansamu syahdu terkurung dalam benakku.

Senin, 24 Desember 2012

parampapapam
l played my drum for you
rampapapapam


MERRY CHRISTMAS


he was born somewhere in December
he was born.
he left us some euphoria
maybe all he wanted for his repeated birthday every year
is you and me
together
laughing, eating, bringing all the goodnes that long gone.


Peace be with you. for all the good people, love is in the air!

Rabu, 19 Desember 2012

Serat

Tubuhku panas dicumbu matari dan detaknya menggema jadi halilintar. Sore tak pernah seganas ini. Dan aku tak pernah sekeras ini jatuh.

If this is such a thing called love, then let it be...

Selasa, 18 Desember 2012

Tidak, saya bukannya tidak bisa patah hati. Hanya saja dalam banyak kasus, saya menolak rasa sakit dari patah hati.
Jadi, ya, saya pernah patah hati dan sering pula mengalaminya. Kalau orang tidak tahu dan menyangka saya sedingin es maka itu sama sekali bukan urusan saya.

Senin, 17 Desember 2012

Tidur,gih!

Menjagamu dengan rindu supaya segera dapat bertemu lalu bercumbu mengalahkan waktu. Ah andai i love you itu tidak terkesan palsu dan mendayu aku pasti sudah menyematkannya untukmu.

Kubaca jejakmu di antara debu yang ditiup kemarau. Bergulung membentuk putaran arah tak menentu. Kompasku hilang dalam badai, hingga jejak-jejakmu yang sebatas pertanda tak mampu kuungkap.

Ibuku menyambut dengan dua buah dada yang menghapus dahaga,
Kupeluk kepulanganku mesra-mesra,
Sambil terisak mengaduh padanya.
Kataku, "hilang lagi satu kepercayaanku. Badai merenggutnya dan musim kering menghilangkan jalannya. Aku kesepian dalam sesat."


Dan ibuku membelai kepalaku sambil berkata lambat-lambat,
Kemarin kekasihku juga pergi.
Lalu ayahku keluar sambil memukul dinding dengan ganas, ia bilang

Mana makananku, perempuan?






Kasihku hilang bentuk. Ibuku hilang kasih.

Terserah aku mau apa,
Bahkan jika dalam tulisanku aku menginginkan lebih dari satu ranjang persetubuhan
Kau tak boleh marah.

Aku peluk siapa yang ingin kupeluk
Dan kulepas tubuh yang mengharap keabadian









Kau boleh memutuskan tak percaya Tuhan,
tapi pada maut? Kau tak mungkin memungkirinya
Terserah aku mau apa
Melantur pun jadi hakku.

O please dont give me that "sorry"

Tidak akan ada kunjungan pada masa lalu
Sekalipun ia merongrong dengan rasa iba
Wajah yang kini bermandi rasa malu
Dan tubuh telanjang menahan kesepian,
Takkan mengusik sedikit pun
Belas kasihku
(jangankan belas, satuan pun tak sudi kuberi)

Harusnya kau mengerti
Bahwa tiap pohon akan berbuah
Dan pohon yang kau tanam itu,
Isinya ampas dari rasa bahagia
Penuh cela
Dan dengki

Jadi kau sudah harus waspada,
Jika musim kemaraumu tiba,
Buah itulah yang harus jatuh ke perutmu
Dan mengenyangkanmu dengan tiap cecap sakitnya

Jangan ketuk pintuku,
Tiada obat untuk menawar warna kasih yang luntur

Sepandai-pandainya manusia berjualan
Tak selamanya dirinya terbeli.

Kamis, 13 Desember 2012

Mata itu lagi,
Yang terperangkap jauh melebih kemampuanku menyelamatkannya.

Tak bisakah pandang berbinar itu beralih
Atau bisakah aku pura-pura tidak menyadarinya?

Kekaguman yang tiada henti pada :
Tanganmu, yang mengurut kepenatanku
Lenganmu, yang merengkuhku jauh dari mimpi buruk
Tubuhmu, yang tabah menangkapku kala kalut
Matamu, yang berjaga
Keringatmu, yang harus menetes untuk menyenangkanku

Dan untukmu, yang jadi juara ketika menghadapiku.

Selamat ulang tahun, tuan yang baik. I like you everyday

Rabu, 12 Desember 2012

If it hurts you, it hurts me more

You are not dying till...

Tidak seperti mereka, aku kurang yakin tubuhku mampu menikmati rasa sakit. Kesakitan merangsangku jadi monster, yang sekali-kali bergidik mendengar nyeri. Tak ada kesulitan lain yang kupahami selain menanggulangi rasa sakit.

Aku ragu, sakitku adalah nikmat. Jangankan menikmatinya, untuk melawannya pun aku tak  berdaya. Mungkin di balik persembunyianku dengan ribuan pil dan berliter-liter air yang kuhirup, aku pengecut. Ya, kecut dalam rasa sakit yang dengan gagahnya memperkosaku. Melepas satu persatu lapiasan kekebalan, hingga tubuhku tanpa ketahanan.

Fiuh, aku berhenti...
Bahkan membicarakan sakitku pun aku ketakutan. Ini memakan tubuhku. Ini menyiksa isi kepalaku. Ternyata, sakit adalah cikal bakal kebencianku. Dan kebencian, mereka beranakpinak dengan ganasnya hingga...

Hilanglah aku
Mati aku dalam rasa sakit.

AUCH!

Selasa, 11 Desember 2012

Tapi matamu tak bisa menatap ke depan. Bola matamu tertinggal. Selamanya pikiranmu terperangkap di belakang.

Aku bukan sosok di depan kepalamu. Jadi bayangan pun aku tidak.  Kalau dari jarak seintim ini aku merasa tak dipandang , mungkin aku benar hanya area tunggu

Senin, 10 Desember 2012

Aku tidak memilih lokasi kelahiranku. Aku tidak tahu bagaimana caranya mereka menghadirkanku. Aku hilang jejak di sana. Keadaanku terlahir otomatis.
Tapi, aku akan pilih matiku. Pilih cara, waktu, dan bagaimana kemudian tubuhku hilang. Bukan di rumah sakit, dengan rasa sakit yang mengerikan. Bukan di rumah jompo, dengan usia tua yang menyedihkan. Tubuhku takkan terkubur syahdu dalam tanah. Biarlah aku hilang. Aku hilang dengan caraku sendiri. Dan kali ini, kalian yang harus bertanya-tanya bagaimana nanti aku pergi (sama seperti kedatanganku dulu).

Ya, nanti, sebelum kekuataan maha besar itu mengambil alih rencana ini.

You are not dying till...

Tidak seperti mereka, aku kurang yakin tubuhku mampu menikmati rasa sakit. Kesakitan merangsangku jadi monster, yang sekali-kali bergidik mendengar nyeri. Tak ada kesulitan lain yang kupahami selain menanggulangi rasa sakit.

Aku ragu, sakitku adalah nikmat. Jangankan menikmatinya, untuk melawannya pun aku tak  berdaya. Mungkin di balik persembunyianku dengan ribuan pil dan berliter-liter air yang kuhirup, aku pengecut. Ya, kecut dalam rasa sakit yang dengan gagahnya memperkosaku. Melepas satu persatu lapiasan kekebalan, hingga tubuhku tanpa ketahanan.

Fiuh, aku berhenti...
Bahkan membicarakan sakitku pun aku ketakutan. Ini memakan tubuhku. Ini menyiksa isi kepalaku. Ternyata, sakit adalah cikal bakal kebencianku. Dan kebencian, mereka beranakpinak dengan ganasnya hingga...

Hilanglah aku
Mati aku dalam rasa sakit.

AUCH!

Semua orang bicara dan aku hilang

Aku mengerti bahwa ketiadaanku adalah ada yang lain.

Bayangkan, kau adalah Boni. Boni yang pergi bersekolah. Boni yang hobinya berkebun  memancing, dan semua kegiwtan luar ruangan. Boni punya satu kakak perempuan, satu adik perempuan, ibu dan ayah. Anjingnya mati sebulan lalu dan ia masih berduka.

Suatu hari kau bayangkan, Boni ini mati atau lesap dari rutinitasnya. Ia tak bersekolah. Ia tak berkebun atau memancing. Tak ada lagi kakak dan adik perempuan atau ayah dan ibu. Boni hilang, lenyap bersama seluruh dunia yang dia hidupi.
Siapa yang tersisa?
Mari kembali pada awal kataku,
Ketiadaan adalah ada yang lain. Ketika aku bilang, bayangkan kaulah Boni. Ketiadaan Boni menghasilkanmu. Dan ketiadaanmu menghasilkan Boni- boni yang baru. Jadi, apakah adamu adalah kamu yang sebenar-benarnya?

Tidak akan. Jangan dipikir. Inilah keadaan yang mengerikan buatku. Mungkin, aku yang bicara ini bernama. Atau tidak?

Minggu, 09 Desember 2012

Jangan kesepian
Persediaan kataku melimpah buatmu

Semoga setelah ini yang maha pemberi tak berniat membungkamku.

Biarpun kau selalu sekuat lautan di kala badai,
Aku tetap akan turun melindungimu dari segala yang jahat, yang mengusik peraduanmu.

Siapapun bisa lihat betapa kau berharga bagiku.

Kali ini, kamu yang tidak boleh sakit.

My love goes to Mr. Burton

Watch "Vincent - Tim.Burton.Short.Animation.1982" on YouTube

Sabtu, 08 Desember 2012

Bahkan ketika kepalaku meledak
Dan isinya berhamburan jadi serpih
Semua milikmu -baumu,wajahmu,suaramu,helai rambutmu,pundakmu yang berdiri simetris,lengkung senyummu- akan utuh tersisa di dasar ledakan.
Kalau nanti tubuhku tak berkepnala
Maka kaulah gantinya.

Jumat, 07 Desember 2012

Jangan ganggu perempuan yang didera tiap bulan. Awas, ia menggigit!

Selasa, 27 November 2012

sudah,
sudah lama memang aku mencari
saat tak lelah nanti
kulanjutkan lagi berjalan
mencari terus yang sudah lama itu
aku mencari kata di antara bentuk
mencoba dengan tololnya menerjemahkan wujud
bukan untuk beraksi
sekadar melepas dahaga
mengisi kekosongan

aku si lapar yang rakus
aku pengais kesempatan di antara kesempitan
aku kalian yang tak disebutkan

Indonesian

tidak ada yang dikerjakan
was wes wos was wes wos
tidak ada yang dibuat
was wes wos was wes wos
tidak ada apa-apa
was wes wos was wes wos


orang kurang kerjaan
kerjanya bergunjing
lho itu kerja?
ya. bergunjing.


was was wos was wes wos

sebutlah saja

jangan dibanting kalau nanti dicari lagi/ bantinglah yang kencang kalau memang tak butuh lagi/ tumbuk tanah dengan kaki dan hasilkan bunyi-bunyian amarah ketika melakukannya/ dan haram jika ada jadian seperti ratap kalah perang/ menangislah dengan anggun dan mengamuklah selembut-lembutnya ombak yang menyeret pergi pasir/ atau, jika kuasa jauh terasa, belajarlah banyak dari riak air tenang di dalam gua, yang dengannya segala runcing tiba-tiba tiba/ berteduhlah di bawah ketidaksabaranmu menanti kabar baik/ kabar pengobat pelik di tengah lapisan buruk yang terik/ yang dengan gagahnya membakar, yang dengan ganasnya menghangatkan/ dan tak sengaja menciptakan barunya hawa suarga, seperti suasana sebelum yang buruk-buruk direncana dicipta/  biar kemudian cahaya itu mengambil alih segala, biar seterusnya demikian/ dan  lepas dari kungkungan doa//


(duapengelanabertemudanbertukarcerita)

Minggu, 25 November 2012

hal terakhir yang ingin kulakukan malam ini adalah
mengurut keningmu dan 
membaui tengkukmu yang baunya asan seperti udara

tapi aku harus pura-pura lupa,
aku menginginkannya,
sebab tak satupun dari kening ataupun tengkukmu
yang mampir malam ini

Kamis, 22 November 2012

Apa kamu tidak juga merasa muak, mencari lawan tarung yang sebanding?
Sedang hatimu diam2 ingin tertambat

Selasa, 20 November 2012

Dari semua yang paling setia,
Kamulah yang menungguku
Menghabiskan sisa sigar di dini hari yang letih
Dari semua,
Kukatakan
Kaulah yang paling setia.



Dan ciumanku melayang

Minggu, 18 November 2012

untuk kamu yang memeluk saya dalam kekalutan. saya ingin kamu terus di sana tapi kita tahu kita tak berdaya.


akumencintaimusepertianakpanahyangmenyerbutubuhbhisma

Sabtu, 17 November 2012

kau mau menyesal melangkahkan kaki masuk ke sini?
aku bilang,
tahan dulu penyesalanmu.
tidak ada surga sebelum neraka.
tidak ada pesta sebelum derita
tidak ada yang mudah sebelum yang sukar.

sekarang kau masih mau bilang menyesal?
kamu bilang aku panci?
aku panas diletakan di atas api.
aku mendidihkan darahmu yang memenuhi ruang cekungnya
tapi aku kamu sebut panci,
yang tidak hanya bisa jadi panas.
aku pun bisa jadi dingin,
diam,
dan penyok di sana sini.

masih tetap bergairah membakarku?
jangan bolakbalik ke halaman ini,
kalian pemaki unggul-penghisap darah-dan pembeli yang tak mau bayar.

enyah!
"jadi kamu tidak percaya komitmen?"
"saya percaya, saya percaya. bahkan ketika saya bilang saya tidak percaya sebenarnya saya percaya."
"lalu kamu percaya tapi tidak mau berkomitmen, begitu?"
"menurutmu, apa itu komitmen?"
"kesetiaan. bukti janji."
"haha"
"menurutmu tidak?"
"menurutku, itu seperti masuk perangkap."
ketika titik tidak diperlukan lagi di sini,
aku akan menganggap bahwa semua tak berbatas.
tidak perlu ada kapital pembuka,
tidak perlu ada spasi yang memberi jeda,
tidak perlu ada apapun.
ketika titik tidak diperlukan lagi di sini,
kamu (baru) boleh muncul.
sebenarnya yang membedakanku dari kalian adalah 
kemauanku .
dan satu-satunya yang sama dari kita adalah
kemaluanku

lainnya,
kita hanya kebetulan diciptakan di dimensi yang sama

Kamis, 15 November 2012

Aroma tubuhmu selalu mampu membangkitkan nyaliku untuk merindu. Percaylah, aku sedang menjelma sehebat-hebatnya pecinta. Dan aku mencintai kamu tanpa kata cinta

Minggu, 11 November 2012

penis atau pensil? dua-duanya bisa tumpul

satu batang lagi kubakar,
asapnya mengembara ke sekitar tubuhmu,
yang masih angkuh menunggangiku seolah aku menikmati
kamu tidak tahu, ya?
aku beri tahu.
sudah dari menit-menit yang lalu,
aku tidak di bawahmu.
aku sudah duduk di sini, membakar sigar, dan memperhatikanmu mencumbu kebohongan
kau,
dengan tololnya masih repot-repot melenguh
padahal kenikmatanmu itu semu.
haha.
jangan sampai aku harus bakar sebatang lagi,
menyaksikanmu.


labya-dalam-kebosanan-lainnya

oui

bukannya,
satu di antara kita
adalah
kita berdua?

masihkah kau harus memisahkan ini jadi sebuah individu?


biarkan aku menyublim dalammu
lalu kubiarkan kau membeku menjadi aku
setelahnya semua tinggal kita.
untuk bayangan hitam yang tak pernah kukejar bentuknya,

kalau aku mau,
aku bisa membuatmu kenal bentuk.
sayang,
kau lebih indah tanpa garis.
aku akan menangkapmu pada waktu yang berbeda
manakala aku butuh.
baik-baiklah di sepanjang lorong
dan tetap isi yang kosong.

(tatapanmu yang kemarin, berniat membeliku? saatnya akan tiba. suatu saat nanti.)
dulu pernah kubilang,
aku takkan menemukan namamu.
alasannya supaya kau kekal.
sekarang aku tahu,
bukan supaya kau kekal.
kau memang tak pernah ada harganya,
kau memang tak patut masuk daftar pujaanku.

selamat malam kekasih,
yang kubunuh dengan tawa.

kodrati?

kelak,
tak kan ada yang merangkak keluar dari rahimku.
mereka bergerombol keluar dari ujung jariku
dari mataku
dari mulutku.
nama mereka banyak,
nama mereka harum.

dan rahimku selamanya kosong.

kau pelukis yang agung
sayang, aku obyek yang buruk.
maafkanlah ketidakmampuanku menjadi obyek
yang diam menunggu kau selesaikan.
maaf, kalau aku hanya mampu jadi subyek dalam kalimat ini.
egoku tak muat di kanvasmu,
wahai pelukisku agung.