Rabu, 17 Maret 2010

stuff we did together

mata mengawasi setiap gerak langkah,
setiap tarikan nafas
dan helaannya

//nyanyikan..nyanyikan sepenggal nada dengan lantang,
aku menantang
dengan gemuruh yang berdentang
bagai bunyian lonceng//

kita adalah satu
dalam ritme yang berbeda
kita menangis seperti tertawa
dan senyuman kita adalah harapan
rangkulan di bahuku di bahumu
masih hangat tercetak kemarin
aku berseru

//bagaimana kalau kita lakukan lagi kawan!//

kegilaan menjadi muda
menjadi liar dengan alam
hakikat kita lahir bersama elegensi
namun kita malaikat yang perkasa

aku bisa menebak
akan ada keharuan saat tangan kita harus terangkat
saat kita akan berjuang sendiri
sebab kita terlalu lama bersama
berjalan dalam susah dan suka bersama

apakah kemudian tawa kita mengendur
aku harap tidak
perempuan-perempuanku yang hebat
apa yang lebih tepat untuk membakar semangat kita dalam 5 hari
selain memori tawa tangis kita?

segera aku akan pulang

salamku untuk langit,
sampaikan betapa aku merindukan sentuhannya
dan menginginkan tangan ini bisa segera mengibas awan-awan yang menyelubungi
percayalah,
dari manapun kakiku berdiri
ingin rasanya pergi berlari menembus daratan
menuju angkasa
langitku
nantikan aku dan langkahku di atas tubuhmu
kau,biru

Minggu, 14 Maret 2010

my blues man ( aku merindukan sensasi jatuh cinta denganmua tuan penyanyi)

perasaan lucu itu selalu muncul
saat kamu diam-diam
mengendap-endap di lorong panjang khayalku
bermain dengan mesra
bersama senandungmu
keringatmu yang mengkristal di labirin dalam dunia bawah sadarku
menjadi airmta yang merindukan
dan rona merah di pipimu yang gempal
memompa semangatku untuk berlari dan mengecupnya
lagu blues
nyanyikan untukku
sebab tiap kali melodi itu mengetuk daun telingaku
darahku berdesir
dan jantungku
jangan tanya kemana dia melonjak


aku berencana memimpikanmu malam ini
jadi bernyanyi untukku sayang
dengan harmonika aku berdansa dalam lelap

bisikan untuk seorang teman yang jauh memudar

kamu memudar seperti lampu panggung setelah aksi mereda
memudar
dan berputar
tanpa getar
tak ada sensasi yang menghantarmu untuk bersinar
seolah tirai sudah ditutup, kau menghilang
tegar berdiri menghadap deretan kursi yang menyublim dalam ruang kedap bunyi
menari
tak ada sambutan
membungkuk, melucu menjadi seribu wajah
namun sepi
sunyi membalasmu dengan cemoohan

berat menjadi diri sendiri yang tak memikat
berenang dalam lautan bintang
menjadi seonggok batu yang siap tenggelam
itukah rasanya, malaikat kecil?
dari matamu aku bisa lihat
surga yang tertunda untuk beraksi
karena penontonmu telah bergerak menjauh

deretan kursi
dan lantai-lantai semua tanpa irama\

jangan takut,
tarikanlah
nyanyikan
hantam kepalaku dengan surga di matamu
aku akan lihat
dan saksikan
akan kuberikan sekali lagi
sinar untukmu
jangan pudar,
bisikku
untuk seorang teman

Sabtu, 13 Maret 2010

kadarluasa

ternyata februari memang menjemputnya pergi
selepas itu
hanya angin bergulung di udara
meniupkan lembaran jejak yang tertinggal
tanpa bekas
februari yang hangat
garis akhir dari pelarian yang kutempuh
berakhir?
tidak hanya pergi
melepas
dan melambai
semua cerita
terucap atau tidak
pasti abadi
di dalam ingatan

Senin, 01 Maret 2010

kemudahan menjadi muda

semua akan baik-baik saja,teman
jangan khawatir
berlarilah
telusuri jalanan yang masih lapar menanti hadirmu
taburi tiap blok-blok yang kakimu akan kunjungi
dengan cinta
harapan
dan doa

masa muda dan kebangaannya
bagaikan satu irama musik dunia
menghentak membebaskan
membesarkan hati-hati yang kerdil
berenergi
membangkitkan rindu dan bahagia
tawa mulai merekah
bersama dengan kemudaan yang kemilau


berikan dirimu pada usia
bersahabatlah dengan waktu

katakan : aku muda aku muda kemudaan adalah aku!

Minggu, 28 Februari 2010

ciuman untuk pengkhianat

halo sayang
terimakasih
sudah datang
meludahi wajahku
dan menampar tubuhku hingga berpaling ke lautan

aku takkan membencimu karena itu

justru karena itu aku merasa iba
sudah matikah cinta dalam jiwamu?

Jumat, 26 Februari 2010

kita berhak bermimpi indah kapanpun!

melupakan banyak hal
berjalan menjauh dari banyak hal
dan kembali mengkomposisikan hal hal baru
yang (jauh) lebih penting

melepaskan apa yang mengakar terlalu dalam
menjalin sesuatu yang menyenangkan
berhenti menginginkan kesia-siaan
dan berteman dengan mimpi-mimpi yang indah

semua terasa lebih hidup
saat kita memang memilih untuk hidup
bukankah terlalu banyak keindahan untuk merasa begitu membenci
di hidup ini

saya berjalan
menjauh dari pilu
mendaki bukit memperhatikan
manusia dan gelombang kecemburuan magnetik yang membumbung di angkasa
menghempaskan semua itu
dengan satu cerita baik
tentang mimpi indah

sebab
buat saya yang sekarang
betapa tragis mendengar manusia hanya bisa
memburu kebencian
tanpa merasa berhak bahagia

kita memang berhak bahagia
dan kamu tahu,
kamu sangat berhak untuk mengejar kebahagian
kita memang tidak pernah tahu
beda benar dan beda salah
keduanya hanya dipisahkan oleh bayangan
dan bayangan itu adalah pikiran kita masing-masing
mengapa meninggalkan begitu salah
dan setia begitu benar
jika keduanya
sama-sama terasa pilu
jawabannya ada pada bayangan itu
setiap bayangan
punya jawaban berbeda

hujan yang meretas senja ini
membuyarkan lamunanku tentang benar dan salah
petir menghantam dinding-dinding bayangan yang berlumut
mengobrak abrik isinya
dan meninggalkan bayangan itu dalam bisu
ternyata

benar dan salah
memang hanya ilusi ya

Rabu, 24 Februari 2010

alasan untuk terbangun dan menyelesaikan hari

aku hendak berbagi cerita
tentang sekelibat warna yang kusaksikan saat pergi ke tepi sungai
saat itu menjelang petang
dan aku asik terduduk di atas ayunan
dengan angin sesekali menyentuh punggung tangan kaki
dan menyibakkan rambut di wajahku
langit teduh dan tenang
seperti juga sungai yang menatapku tak bergeming
aku tak melakukan apapun kecuali berpegangan pada tali yang menggantung ayunanku
dan memainkan kaki-kakiku yang kutekuk menjauh dari tanah

kemudian gerimis tiba
kecil
perlahan
tanpa gejolak alam yang berarti
aku seperti bermandi cahaya senja yang gemilau
sebab gerimis-gerimis itu
air air yang perlahan hinggap di tubuhku
mereka bersinergi dengan matahari yang merah
seolah matahari mencair
dan cairannya adalah gerimis

seolah gerimis itu berwarna oranye
dengan langit kemudian mulai memudar
merah menjadi lebih jingga
dan kemudian bergradasi total menuju
sampai berakhir pada kalbu
aku terkesiap
tak berdetik
setiap kali cahaya dari gerimis itu menyentuhku
aku merasakan adukan di atas langit, dan cairan warnanya yang menyentuhku!

pengalam ini luar biasa
aku melihat sensasi teman!
bisakah kau bayangan seberapa besar sensasi itu, hingga sanggup kutangkap
yang pasti,
nafasku tak bisa dan tak mau teratur
detakan di dada pun mengikuti ritme tarian dari langit

aku mencium tanganku yang basah oleh warna warna yang tersibak
dan menghela tiap baunya

warna punya bau
sinar punya aroma
mereka bersatu dalam lelehan gerimis

"terimakasih Tuhan, sebab apa yang indah selalu datang... tepat di saat aku merindukanmu"

juni dijemput di ambang kematian

juni berbisik
"aku lelah mau pulang"
tapi kakinya ditanam di dalam balok semen
dalam-dalam
hingga aku bingung tak habis pikir,
bagaimana kamu akan beranjak juni

juni berbisik
"aku lelah aku mau menghilang, jadikan aku bayangan"
namun aku kembali terusik
bagaimana bisa jadi bayangan, jika kepalamu kau titipkan di bar semalam
namun dia berkata cepat,
"aku akan hilang tanpa kepala, biarkan kepalaku menyaksikan dunia dan kebodohannya"

kemudian butiran air hangat mengaliri wajahnya yang pilu
"kenapa duniaku berotasi pada titik dimana aku merasa ditipu"

aku berbisik,
lembut
jauh di dalam hati

seharusnya dari dulu kamu pulang
melindungi tubuhmu dari sengatan malam yang dingin
membalut lukamu dengan handuk
dan terlelap dari kejahatan cinta

lalu mobil itu tiba,
menjemput juni dengan bebannya
pemuda bersalin sederhana menyambut dengan tawa
bisakah juni hanya dengannya
sebab dengannya
ia seperti menemukan surga
di atas segala huru hara

aku berbisik melepasnya pulang,
"tidur tidurlah juni, patahkan kaki dan tanggalkan kepala jika hanya membuatmu lari dari laki-laki berwajah surga"

rabu pukul 18.30

hujan itu telah melabuhkan rasa
lama setelah rasa itu sempat tiba
dengan cerianya
dengan gaunnya yang bergejolak ditiup angin
rasa itu pernah tinggal
walau sementara
aku bisa mengingat
bagaimana rasa bejalan di sepanjang koridor jiwa
dan membaui rasa yang terbakar matahari di teras hati
rasa pernah tinggal sementara
lima menit
sebelum hujan turun
aku lihat rasa berkemas
kupikir hanya berbenah
ternyata,
kapalnya telah tiba dihantarkan hujan yang berhamburan
dan aku harus bisa bilang
rasa telah berlabuh
segera setelah hujan perlahan mereda
aku temukan kosong
di sepanjang koridor
di depan, di teras hatiku...

rasa telah berlabuh,
bersama hujan yang menarik diri ke langit

Selasa, 23 Februari 2010

angan angan di batas lamunan

semua akan selesai
tanpa perlu memilih pun,
seharusnya hati bisa tetap merasakan jodohnya

sama seperti menulis,
pelan-pelan saya berusaha untuk tidak menjadi egois
bukan hanya menulis untuk memuaskan jiwa saya
namun
sebuah tulisan yang memotrer
merefleksikan
dan memberikan perenungan tentang hidup banyak orang

nafas-nafas saya teratur keluar
saat bersitan pikiran di atas terlintas,
mulai detik ini
setidaknya...
saya akan berusaha menulis sebuah dunia tanpa batasan
dimana orang bisa merasa seperti
"pergi tidur dan bermimpi"

Senin, 22 Februari 2010

kita bisa merindu dan meradang bersamaan

aku semakin tahu rasanya jadi mereka
dan semakin lama ditilik
aku jadi tahu,
sebersit rasa rindu itu telah berubah jadi amarah yang menghitam

tidak ada yang bisa disalahkan
seandainya bisa memilih,
maukah dia
bidadari itu
mempertahankan persaudaraan ini
yang sayup-sayup kehilangan darahnya

juni bicara cinta

aku tidak sayang kamu, cinta...
aku hanya kesepian dan butuh ditemani malam ini
aku butuh menghabiskan malam dalam hingar bingar
minuman yang kularutkan sampai memabukan
juga cuma pelampiasan sepiku
dansa dan nyanyian seperti sebuah jubah yang menutupi
kering dan kerontangnya tubuhku
jiwaku terutama

aku tidak rindu kamu, sayang
tapi aku butuh suara-suara gaduh
dari tawa-tawa yang kau selipkan di udara
aku butuh lebih dari satu orang selain diriku sendiri
aku tidak mau suaraku saja yang memantul dari dinding
bukan aku begitu meninginkan tawamu, bukan
tapi hari ini
langitku kosong tanpa deretan awan
dan aku butuh nafas dari tawamu
untuk menguap dan jadi awan


malam begitu pekat mencekat pikiranku
dan aku mendapati diriku terpojok masih sendirian
botol-botol telah dikosongkan
rokok dilenyapkan bersama asap
suara mulai memudar

aku tidak sayang cinta atau rindu
tapi tiba-tiba
aku butuh aku ingin aku mau

Sabtu, 20 Februari 2010

do not be afraid my friend, because tomorrow is only a day away

sekarang aku tahu rasanya mengapun tanpa pelampung
di bawah hanya buih yang bergulung2 naik ke permukaan
dan kaki tidak mungkin mencapai dasar
tak ada pijakan
dan mengapung rasanya semakin sulit dilakukan

tapi hey, kenapa harus mengapung?
mengapa tidak berenang?
mengapa tidak berusaha menggapai daratan baru untuk berpijak?


karena berpindah, bergerak dan berenang
bukan perkara mudah
memerintahkan tubuh kita untuk bergerak menuju tempat asing
rasanya seperti membuka kotak pandora
apa isinya
bagaimana bentuknya
tidak ada yang tahu


namun mengapung tidak bisa menyelesaikan masalah
tubuh kita perlahan akan dimakan buih
ditarik menyelam
tanpa sempat menarik diri untuk naik


jadi berenanglah
temukan tepian
jejakkan kaki di pulau baru
namakan sesuai namamu
dan miliki hari yang lebih baik
dari mati kedinginan kelelahan mengapung di atas buih tanpa pelampung


ps : sunday is the ocean, swim or forever be miserable

hadiah dari jakarta

sampai jarum itu berjalan dan melewati garis batas bulan dan matari
aku berdiri
menanti usia muda menjad bayangan
dan masa depan menyambut
tertawa
menertawakan kemudaan
atau kekanakan yang berlalu
masa masa indah menjadi memori
dan hari esok menjadi hadiah di malam aku menutup perayaan
yang tersisa tinggal ucapan
yang mengapung di udara pembatas
selamat
jabat tangan
segelas air yang memabukan
aku terlunta lunta
menanti datangnya pagi
dan menyatu bersama satu tahun
tiga ratus enam puluh lima hari
dan ribuan jam
akankah aku menikmatinya, rahasia
sebab apa yang menarik selain menantikan dengan jantung berdegup
episode baru satu babak yang lain
sampai jumpa usia,
di satu tahun mendatang

good old friend, may time bring them back

ada orang orang yang
rindu dirindukan
rindu diingikan
rindu disayangi

ada orang orang yang
lupa merindukan
lupa menginginkan
lupa menyayangi

ada orang orang yang
dirindukan dan merindukan
menginginkan tidak diinginkan
dan menyanyagi sebatas kata

mungkin aku sekian dari yang tidak merasakan satu pun
aku menyaksikan fenomena rasa itu melintas di jagat ini
dan berharap luka disembuhkan waktu
namun rasa memang tidak pernah bisa menipu
walau senyum susah payah dilekatkan
dan airmata diikat untuk tidak mencair
rindu ingin sayang
semua takkan bisa diatur
mereka mengalir tanpa bentuk
menjadi bayangan
tanpa bayaran

aku turut berduka bagi orang-orang ini
aku bertepuk tangan dan angkat topi
bagi mereka yang bertahan melekatkan senyum dan membusungkan dada
sebab menjadi rindu tanpa terlihat
begitu sulit diwujudkan

dan bagi siapapun yang mulai lupa merindukan menginginkan dan menyayangi
bukankah lebih baik kamu berhenti
dan melihat kembali,
bisa tiba sampai hari ini
karena ada orang orang menyayangi tanpa berharap disayangi kembali


tidak pernah ada mantan teman,
waktu tidak bisa mengikis apa yang pernah terukir

dosa dosa dilahirkan dengan manis

kita jadi terlampau sering bermain-main
bukan sekedar main main dengan sentuhan sekali dua kali atau tatapan malu-malu
melalui celah celah udara
tapi main main yang terlampau sering
intensitas meningkat dan berubah menjadi waktu intim rahasia
pacarku sering memergokiku sedang senyum simpul memangdangi langit
dan aku spontan terkejut saat mendapati
kau ada dalam lamunanku
pacarku pernah juga tidak sengaja menemukan inisial namamu
yang kuukir di bawah pinggulku
sengaja begitu dalam kuletakan berharap dia tak melihat
lalu aku tergagap saat harus menjelaskan artinya
tapi kau jadi begitu terasa berdosa
jika setiap kali tanda cinta ini terlihat oleh pacarku
dia hanya diam dan tersenyum
seolah memberiku ruang untuk bermain-main
main main yang sudah terlampau sering
tapi jika ini berhenti
aku yang tidak tahu bagaimana jadinya
aku tidak akan mau kehilangan senyum simpu di atas langit
tidak mau kehilangan rindu di atas rindu yang lain
atau melepas sensasi dari keintiman yang gelap
berdosa
namun manis


ah bukankah itulah wanita,
bukan!
ITULAH CINTA
KERJANYA MAIN MAIN
KARENA KURASA
DIA TAK PUNYA KELAMIN

bercinta malam dengan malam

beginilah malam menyapaku dengan caranya
lewat guyuran hujan yang malu menempel di jendela
membulat bersatu dengan berkas-berkas cahaya kuning
meresap
menyentuh kulitku yang terbuka lebar disapu pendingin di dalam mobil
menusuk pupil
melewati celah jendela
dan aromanya penuh di dalam hidungku
menjadi nafas
menjadi semuanya


malam
datang dan bersatu dengan roh
menjadi jiwa untuk ke ria an hari ini
malam
bersamanya aku temukan eforia
menyembunyikan luka
menyimpan rapat-rapat sunyi
malam
aku telanjang di angkasamu,
sebab dengan caramu
kau datang menggoda dan kita terlelap
sampai malam
malam
malam
malam tiba lagi

Senin, 15 Februari 2010

the women


saya menggambar ini,
saat sedang menonton film the women

T E R A P I


terapi menghilangkan kerusakan otak berkala
memulihkan perasaan datar dingin yang membeku
adalah dengan berimajinasi
salah satu kesukaan saya adalah mengimajinasikan langit pantai dan perpaduan warnanya
mungkin bukan gambar terbaik yang ada,
tetapi terapi yang dijalankan
bagaiman imajinasi bisa merangsang rasa
dan membantu otak untuk tenang

sehingga masalah seolah terlihat begitu mudah diselesaikan
dan kesedihan,
ternyata tidak sesedih yang dibayangkan

ps : anda harus percaya, kalau terapi ini akan membantu. baru anda bisa mendapat khasiatnya

Minggu, 14 Februari 2010

semua situasi yang membuat pucat pasi

situasi 1

kaca tengah bergeser
mobil melaju
mobil mengurangi kecepatan
gigi dimasukan
kopling dipindah
gas dihantam
kaca kembali bergeser
mata menangkap mata
bibir kaku
mata membuang mata
bibir bergerak

"maaf"

mata tetap menjauh
kaca bergeser
mata yang lain menelan duka
menatap jauh ke depan
kaca statis
mengamati dua pasang bola mata yang bertengkar

"maaf"

gas dikurangi
rem perlahan masuk
mobil menepi ke kiri
gas dikurangi
masuk ke gigi netral
berhenti
mobil berhenti
mata tidak bergerak
bibir bergerak

"sudah sampai"

situasi 0,5

mobil melaju stabil
kaca tengah diam di tengah
bibir-bibir tertawa
suara melengking menembus deru di jalan bebas hambatan
mata-mata bertatap-tatapan

mobil menyalip
mengklakson
nyaring seprti melengking
tangan melambai keluar dari mobil
memberi tanda menepi
menepi semua menepi
mendadak menjadi sepi

laki keluar dari mobil
mata dan bibir tak ikut keluar
kaca tengah bergerak
mengikuti arah laki-laki
laki-laki
tiba menepi di pinggir jendela
mengetuk
menunjuk
menampar
memaki
meminta penjelasan

mata yang satu berair
mata yang lain murka
yang menampar terkekeh
seperti bangga melampiaskan dendam
mereka minta berdamai
siapa berdamai dengan siapa
dua bola mata melirik ke mata yang mulai berair
siapa main apa
siapa kena apa

yang berair ditanya tapi bibir mendadak bisu
laki-laki menarik menyeret tubuh mata yang murka keluar
mendera sampai puas
tinggal setengah nyawa

yang hampir tewas didera
masuk menutup pintu
menginjak gas
pergi
bibirnya bergerak
lambat-lambat
tapi tak ada suara
malah peluh dan hujan dari pupil yang turun
bercampur jejak darah di atas wajah
mobil melaju
kaca tengah membisu

situasi 1,5

mata bibir diam
kaku
kaki tidak sanggup menginjak gas
mobil berhenti
menghentikan waktu

kurang apa

mata bicara lewat bahasa paling sederhana

salah apa sampai harus begini

yang ditanya
menunduk


kurang kamu
kamu kurang
kurang banyak ada
sekalinya ada
terbatas
kurang kamu


situasi 2

mobil melaju meninggalkan mata yang terduduk
bibir yang digigit hingga berdarah
mobil melaju dan takkan retreat ke belakang
takkan parkir lagi di sana
mobil melaju
tak berniat pulang
kaca tengah memproyeksikan bayangan di belakang
perlahan menguap
jadi asap

MAU AKU MAU

mau rasanya menyublim di dalam lemari yang berpendar
mau rasanya menguap saat tertawa lantang
mau rasanya mencair dalam mimpi panjang tentang warna
mau rasanya menjadi telanjang tanpa tahu sekitar
mau rasanya menjadi debu
mau rasanya bercumbu bersama angi
mau rasanya melupakan dilupakan terlupakan
mau rasanya tidak digangu
mau rasanya tidak tahu
mau rasanya berkawan dengan malam
mau rasanya berdamai
berdamai denganmu dengannya dengan mereka


mau aku mau
mau aku mau
mau aku mau

aku bukan menulis karena merana ditinngal mati cinta
cinta hanya karangan bunga yang layu suatu hari,
aku tidak pernah berharap darinya
aku menulis karena aku mau
mau menjadi orang lain
mau hidup di dunia lain
mau menggapai langit tanpa perlu terbang punya sayap
mau aku mau

dan aku mau mereka tahu
tubuhku layu ditelan dera
tubuhku sudah tinggal serpihan
habis dicambuk sandiwara
mau kah mereka berhenti?

atau kalau tidak
aku mau pergi
dan mau aku mau
tidak peduli
mereka mau tahu
atau mau
habis mau kemana lagi?
sudah berpegangan kuat malah terlepas,
terbawa dia oleh angin.
jadi harus bagaimana lagi


keluhan dan seruan yang tak terbantahkan
keraguan dan kekhawatiran mendadak menjadi satu warna

bisa kecolongan begitu
di tengah senja yang merona,
senja milikku
tega kau meludahinya dengan kelaminmu yang tak punya akal
habis pula akalku dimakan kegilaanmu
ah bicara kita melantur
melantur,tahu kau?


memang manusia suka lupa perdaban jika bicara dirasuki emosi
semua benar
sarkasme benar


ini bukan sarkasme asal sarkasme
ini namanya kecewe
eja , KE CE WA
makan itu rasa biar kau tahu bagaimana harus bersikap
difikir mudah menyembunyikan sampah
bau busuk tengik tidak terkira tahu kau
sudah kupegang malah terlepas,
eh sudah kuucapkan ya?
iya itulah!


apa yang tertinggal di dalam kendaraan di tengah senja hari itu
hanya monolog yang terjadi tanpa orang perlu tahu subyek dan obyek
dikoyak dan didera sejadi-jadinya
memar dan lebam cuma timbul dalam imajinasi
dicumbu dusta sampai berbusa
kemudian mati

tanpa kunci

aku selalu benci ketika sampai di sini
berhenti di depan pintu
yang kuncinya tak dapat kutemukan
aku mencari
menengok ke belakang
tapi hanya asap
dari jalan yang perlahan menyublim
haruskah aku berhenti
hanya karena keterbatasanku membuka pintu ini
atau sebaiknya aku telusuri jalan lain
dan berharap akan ada pintu yang lain
manakah yang lebih mulia
menanti sampai pintu ini akhirnya terbuka
atau mencari yang lain demi melanjutkan perjalanan

waktu memang tidak pernah memberikan toleransi
tak peduli dengan apa yang menghadang kaki untuk bergerak
sebab waktu seperti roh
tidak terbatas oleh medium

apakah dari merenungkan waktu aku menemukan jawaban

ya
mungkin seperti waktu aku harus bergerak
tidak peduli dengan apa yang menghadang
berlalu bagai roh
pintu ini mungkin tak dapat terbuka
terkunci dalam sepi
tapi kakiku tak kenal hambatan
masa lalu mungkin telah menyublim jadi asap
namun seperti orang bilang
selalu ada jalan
sekalipun pintu terkunci
jendela pun jadi

baiklah aku melompati diriku
melampui pintu yang tak kenal kunci
dan hari ini
akan segera jadi esok,
segera setelah aku memutuskan untuk berlalu

sebuah keberanian dan kotak

sebenarnya sudah lama aku pegang kotak ini. sampai tanganku berkeringat berusaha bertahan untuk memegangnya. namun aku lupa, kapan keberanian itu akhirnya timbul dan kemudian mendorongku menyerahkan kotak ini padanya. mungkin itu bukan keputusan terbaik, mungkin kekuatan itu terlalu cepat datangnya. membuat waktu mencair dan mengalir tanpa bekas. membuat moment yang kutunggu menjadi hilang seperti tak ada makanya.
kotak yang seharusnya kuberikan itu akan menimbulkan sensasi yang tiada bandingannya. bagiku atau baginya. nyatanya, kotak itu hanya seperti sesuatu yang memang harus terjadi dan kemudian berlalu.

apakah aku kemudian menyesal telah memberikan kotak itu padanya? mungkin, kalau mereka bertanya pasca kotak itu diberikan dengan lantang tegas dan cepat aku akan bilang IYA. penyesalan sebab moment itu berlalu begitu saja tanpa bekas. sebab keberanian itu terlalu bulat dan belum matang. sehingga makna dari kotak itu menguap.

tapi jika dirunut sekarang, semua terjadi dengan alasan. dan aku tidak pernah menyesal akhirnya berani menyerahkan kotak itu. walaupun kemudian kotak itu tak bersambut, aku bersyukur. mungkin memang seharusnya kotak itu tak pernah ada. mungkin memang sudah sepatutnya aku meletakan kotak itu dari lama. menyerah untuk mempertahankannnya. kelelahan bagiku adalah sebuah perjalanan mulia untuk mempertahankan prestisnya, yang ternyata aku ketahui sekarang bahwa semua itu tak ada nilainya.

aku takkan marah padanya, saat ia mengabaikan kotak yang kuberikan. kami berkawan karib sampai detik aku menulis ini. walaupun kotak itu berarti banyak bagiku, aku tidak memperhitungkan bagaimana itu akhirnya lenyap tanpa bekas. ia punya hak untuk menerima menyukai atau tidak menerima dan tidak menyukai. aku mengerti.

dan sejauh ini, aku telah berdamai dengan segala kekecewaan dan penantian dan kekuatan yang sudah terlanjur aku bulatkan untuk menyerahkan kotak ini.

setelah semua ini selesai, aku pasti akan pergi... dan mungkin sangat mungkin
akan ada yang baru yang kudapatkan dan mungkin bukan aku yang memberikan
tapi kami saling berbagi

Jumat, 12 Februari 2010

mimpi indah


beginilah mimpi indah tentang kau,senja
karena itu aku mencintaimu begitu dalam
seperti mereka yang memandangmu
dan mengaku menyukaimu
maka aku membagimu di sini
untuk mereka
pemujamu

Senin, 08 Februari 2010

KAMU (pt.1)


kamu adalah sebagian bayangan
yang bersemayam
dalam pikiranku
dan merasuki rongga dadaku
















aku harus bilang apa,
aku lupa bagaimana mengeluarkanmu dari sini.
dan nampaknya titik rindu ini mulai menjelma menjadi bentuk
goresan wajahmu yang kelabu

Minggu, 07 Februari 2010

FOR SALE




teman-teman ini merchandise pertunjukan teater Asterix Et Obelix Contre Cesar
bagi yang berminat hub saya saja, only for 60.000 limited edition. come and grab it in a flash!

Sabtu, 06 Februari 2010

februari tiba...

selamat jalan sayang, kita pulang ke rumah yang berbeda

Kamis, 04 Februari 2010

pembaringan ini hanya sementara

ibu memegang tanganku
menghantarku naik ke pembaringan yang hangat
ia bilang
pada hari tertentu aku akan kau tuntun,
namun jauh ke sana, ke pembaringan kekal


aku termangu

paling tidak hari ini,
aku hendak mensyukuri tangannya masih menggengamku
sampai naik ke pembaringanku
jika nanti tiba giliranku,
mari kubuatkan kau menuju hari tua
dalam suka

senandung

setelah sekian lama aku melupakan bagaimana cara bersenandung, aku bersenandung hari ini. di bawah langit pkl 18.15 yang kelabu dan bersinar lelah. aku bersenandung barisan nada yang tidak kumengerti untuk siapa. nada-nada yang meluap sebagai pelampiasan gairahku pada rasa. bukan sekedar do atau mi tapi segalanya. segala bunyian yang merasuk menjadi senandung mengalir. mengalir tanpa muara.
apakah kamu mengajarkanku bersenandung?
apakah kamu membuat langit begitu indah bagiku, hingga menggodaku untuk bersenandung
aku beritahu, kamu indah sayang
kamu membuat seolah keindahanmu harus dinyanyikan
dibunyikan di antara awan yang bergulung
di sela angin yang menyapu
dan roda memutar makin jauh mendekati rumahku
menghantar senandung itu sampai ke penghabisannya
terimakasih kamu membuatku bersenandung har ini

Rabu, 03 Februari 2010

semakin menghimpiiiiit,sempit!

waktu menghimpitku
tak memberi ruang untuk menyadari kehadirannya semakin buram
di hari yang sepi
tanpa irama hujan di balik jendela
kusadari waktu memaksa tanganku menari di udara
melambaikan sampai jumpa
sampai jumpa?
kapan lagi kita akan berjumpa?
dalam rupa dua kekasih
tidak sekarang,tidak besok mungkin memang tidak akan pernah
waktu menghimpit makin tanpa ampunan
pembuluh darahku rasanya siap meletus
menghamburkan rasa yang hidup setahun
selamat tinggal
mungkin seharusnya,
sudah dari hari-hari itu kita ucapkan
sekarang rasanya terlalu sulit melepasmu
tapi waktu menghimpitku
tak memberi ruang

Jumat, 29 Januari 2010

percampuran warna senja menjelang malam = aku dan kamu

hari ini kita melihat suatu atraksi yang mencengangkan
tentang bulan bersanding dengan matari
di suatu senja yang nyaris kelabu
sebab bulan mengeluarkan auranya
dan matari berusaha bertahan di langitnya

matari : enyah bulan! ini langitku, rumah tempat aku tidur!
bulan : matari, matari... aku buat langitmu kelabu. sebentar kau akan lenyap tahu!
matari : senja itu ada karena aku
bulan : setelah senja ada aku, jadi mengapa aku harus menunggu kalau bisa sampai lebih dulu
matari : pecundang kelas teri
bulan : bilang itu pada dirimu setelah kau lenyap dimakan sinarku

kemudian bulan menari di sela-sela awan
awan-awan yang tak tahu menahu kesengitan itu
lantas berputar mengikuti bulan
menjadi bayang-bayang bulan
dan menambah kelam langit senja

matari : aku tidak masalah kau lenyapkan! tapi aku mau jadi langit jadi senja, senja kemerahan yang membara. yang bergairah. yang mempesona dan hangat.

bulan : aku bisa jadi langit senja versiku sendiri, untuk apa memberikan senjamu yang merah dan membara.

matari : tidakkah kau lihat, aku mencairkan rasa bagi umat manusia. pasangan-pasangan melekat karena gairah senja yang kupancarkan, mereka berpelukan dalam hangatnya aku dan di bawah senja yang merah itu mereka mengukir cinta. di balik kelabu mu, mana bisa!

bulan : omong kosong

matari : kalau tidak percaya, coba periksa. adakah mereka saling bercumbu di balik langitmu yang kelabu?senja kelam versimu?

bulan : (memandang ke bawah) tidak, mereka pasti malu2

matari : mereka tak punya hasrat, senjamu membekukan mereka


aku tidak lagi bertahan menatap pertikaian mereka
sebab segera setelahnya
temanku berlari
menyerukan nafas senja yang merah
aku mematung
berdiam menatap sinaran yang menghalangi daya mataku
mereka berpelukan
seolah bersatu
dan terjadi ledakan cahaya yang membakar pupil mata

mungkin begitulah langit malam dan pagi bersatu
di ambang batas senja yang merah
jika telah lewat saatnya
merah senja akan memudar
berubah lebih pekat
merah ungu kemudian biru dan menghitam
matari dan bulan
bersatu
seperti aku dan dia

Kamis, 28 Januari 2010

tidak ada cerita saya kalah oleh rasa

ada saatnya manusia tidak bisa hidup sendiri
ia harus bersenyawa
atau menempati medium lainnya
keluar dari sepi
dan menikmati berdua

tapi saya menolak menjadi takut karena sepi
saya menolak dipermalukan oleh rasa
saya akan berdiri teguh di tempat di mana saya akan berlari
dengan atau tanpa kawan
saya tak peduli
apakah orang akan memanggil nama saya mesra
atau melupakannya
saya akan lanjutkan cerita saya
walau tanpa lawan main
saya akan berusaha bernafas tanpa belahan jiwa
dan memutuskan untuk bergaul karib dengan sunyi
menghadirkan kawan di dalam angin yang melebur pelan di balik tengkuk

Senin, 25 Januari 2010

ayo bentangkan sekali lagi senyuman itu
di atas langit warna biru
karena haru
harus segera berlalu

pasti nanti satu bulan lagi

suatu hari di bulan februari yang hangat,
kita akan sampai di titik dimana kita benar-benar berpisah
tanpa melupakan apa yang pernah tertinggal di belakang
membiarkan bungkusan itu disana
tidak terbuka
hingga rasa penasaran ingin tahu sampai mati dibawa
menjadikan bungkusan itu indah apa adanya

untuk sekarang biarkan aku menari dalam pusaran rasa yang tak pernah kubuat
yang datang dibawa angin
di hari dimana hujan tak kunjung tiba
padahal langit sudah kelabu
menunggu kamu
yang tanpa pernah tahu sudah merasuk ke dalam

Minggu, 24 Januari 2010

aku akan pulang setelah lelah menyukaimu dalam gelap

kita pasti berpisah setelah begitu intim bertemu. dengan atau tanpa airmata, tangan harus digerakan dan melepas apa yang kita kira selama ini kekal. waktu pernah menghembuskannya sampai tiba ke dekatku. dan waktu memberikanku sedikit lebih banyak kesempatan untuk mengenal rasa bersamanya... sesuatu yang selama ini disangkal dan terlupakan.

memang pada dasarnya, dia dan mereka semua sama saja. pasti akan ada waktu menangisi pertemuan itu. lalu kemudian melupakannya dan kembali menjadi batu tanpa kekasih. tapi untuk sekali ini, aku ingin menikmati rasa tanpa tandingannya ini. mencoba membayangkan bercinta dengannya di bawah langit warna kejora. tertawa sampai habis suara ditelan gemuruh ombak tepi laut. atau meneruskan kebutaan kita tentang satu sama lain.

keajaiban dalam menyukai waktu bersamamu adalah warna yang tak pernah bisa pudar itu. yang melekat di kaos hitamku dan baunya yang mencekik segala macam rasa di bawah leher. menimbulkan rindu di kala hujan sore hari datang beruntun lalu menghilang diam-diam. malam-malam yang pernah kita lewati tanpa seorang pun tahu kita telah telanjang dalam angkasa yang menghitam. semuanya berpusar kembali kepada warna warni yang tumpah tanpa aturan di atas kaos hitamku yang menggambarkan bentukmu...


sayang

sekali ingin kupanggil kau
dan kembali mengajakmu terjaga di pagi-pagi yang melelahkan
tapi kini matahariku telah bersinar
menghempasmu ke dunia dimana kita masing-masing tidak saling kenal
segelas tawa dan sekotak penuh tentang kamu masih di sini, sekalipun dimensi ini telah melarang kita bertemu

aku belum mau mengakhiri tulisan panjang tentang semua ini

nyatanya memang sudah selesai
seperti inikah rasanya menghilang ditelan sepi
setelah sekian abad bersahabat dengan keramaian
menjadi linglung bersama sepi
tidak terbiasa menari tanpa alunan
menyanyi tanpa genderang
menghilang aku menghilang semakin dalam ditelan sunyi
padahal dulu aku mengenal ribuan jenis warna
yang kubiarkan terbentang di langitku yang kelabu
menangis aku menangisi keramaian yang seolah semakin cepat berlari meninggalkan
panggung itu telah kosong
dengan segala isinya menyublim
beserta tawa dan tangis yang pernah kita sumbangkan

menghilang aku menghilang ditelan bulat-bulat oleh sepi
tertindas dalam kelam
karena kita telah menjadi kamu dan dia

BAGAIMANA INI?

TOLOOOONG
hati saya sakit lagi
rasanya nyeri tidak terperi
ingin mati
meninggalkan perih

TOLOOOOOOONG
saya tidak akan bertahan lagi
dalam sakit macam begini
lebih baik saya menyendiri
tanpa hati

tolong
kembalikan waktu dimana saya masih bisa menangani hati dengan narasi di dalam pikiran

title-less

rasanya baru semenit lalu kita berhenti,saling berpandangan dan berjabat tangan. baru sekian detik lalu aku dengar suaramu memanggil namaku dalam tiap kalimat yang kau buat. baru...baru saja. dan kini waktu menghantar aku pada tiang pembatas "sampai jumpa"
haruskah berhenti?
atau kita terus lanjut saja,sampai ke tempat dimana kita sendiri kelelahan untuk meneruskan
atau membiarkannya di sini dan tertinggal menjadi yang terindah
yang tidak terbawa pada arus
dan menjaga bentuknya seperti sedia kala

Selasa, 19 Januari 2010

balada biru pt.1

bagaimana aku harus menghapus
warna hitam yang memaku wajahmu
melelahkan dua bola mata
yang terbenam dalam duka

hitam pekat yang memakan hidung bibir dan dagumu

dimana harus kuletakan ciuman selamat malam
jika hitam merenggut mereka

telah kutuangkan simfoni warna langit
di sekitar tengkukmu
sebab aku ingin tahu,sayang
kuk apa yang mengeluarkan warna hitam
hingga senyummu untukku hilang dihapusnya

hitam pergilah
tinggalkan kekasihku dalam kesukaannya
biarkan ia tersenyum
dan bersenang-senang dalam simfoni
aku dan dia

aku mau adil mencintaimu

aku mau mencintaimu dengan adil
seperti belajar memberi,
sebelum menerima
dan mencintaimu dengan senyuman
tanpa gerutu
atau rasa sesal
aku ingin bisa melakukannya
walau dunia tempat kau hidup
adalah lautan bagiku
dan duniaku
bagai angkasa untukmu
tapi aku mau
belajar adil mencintaimu
dan tidak
meninggalkanmu dalam kelam

Rabu, 13 Januari 2010

irama dalam hujan malam

ah, hari rabu
hujan datang berlalu
membuat aku malu

ternyata ada guntur
ikut datang berturut turut

guntur lantas bersemayam
sambil diam diam
menerkam
menikam

meninggalkanku berdarah
dalam amukan di bawah
hujan

Senin, 11 Januari 2010

perkawinan dosa dan suka

aku menuliskan
BALADA PERKAWINAN DOSA DAN SUKA
yang menyerut cinta di tengah tabu
dan menghempas aturan sepertu debu
semua demi suka yang memukul telak dosa

perkawinan ini
harus tetap dirayakan. dengan gaun putih pada dosa
dan meja altar pada suka
kutuliskan balada ini sebagai hadiah untuk sahabatku
di harinya yang berbahagia

selamat, sahabat
sebab saat kusaksikan perkawinan ini
aku merasakan dosa yang amat manis,
yang lebih menggoda dari sekedar dosa adam

sungguh aku takkan lupa bagaimana rupa mu dosa
saat kau sematkan ikatan di jarinya
aku terharu. aku tersipu. aku bertanya

jika balada perkawinan dosa begitu suka terdengar,
bagaiman harus kupertanyakan perbedaan kita?


kututup rangkain kata pada balada ini dengan sebentuk genggaman

Jumat, 08 Januari 2010

dimensi dan cerita di batasnya

mengeksplorasi waktu
dan menemukan dia tersangkut di jaring pembatas dimensi
menua tanpa berkeriput
mati tergolek lemah
namun berdetak

dia : ----
saya : bangun!
dia : ----



kita terbatas waktu untuk mengerti ---
kita terpisah dimensi untuk menerima ---
kamu aku
dia mereka
waktu berikanlah kami sedikit kesamaan!
agar dapat berlari sambil menggenggam
dan mengerti
3 kata yang tertunda

Rabu, 06 Januari 2010

AKU TIDUR TELANJANG DALAM SENJA

dan tertidurlah dalam langit senja yang memanjamu dengan sentuhannya. sinarnya yang redup kemerahan melindungimu dari sengatan bumi yang terik. memberikanmu alas tidur terindah sepanjang waktu. kamu tak perlu membentur waktu dan menyerakan tulang demi mendapatkannya, hanya berserah. letakkan segala resah di bawah kaki dan telanjangi dirimu yang membosankan kemudian memanjatlah ke atas langit berwarna merah keunguan itu.
temukan dirimu tengah berselimut awan kelabu dan dari dalamnya tersembur pancaran warna merona yang romantis. nikmatilah dunia dalam perjalanan tidurmu dalam senja. masuki dunia yang memberimu fantasi menikmati pemberian ilahi. hayati. dan resapi musik yang mengalun dari dua angin, utara dan selatan yang berbenturan memetik dawai di bentangan angkasa.
jangan!
jangan risaukan gelap yang akan segera menghapus rona senja dari tidurmu. kemanapun ia pergi kau di dalamnya. biarkan tubuhmu terbias cahayanya dan jadilah senja yang kemilau bahkan dalam kelamnya bulan purnama
mari mari ikut aku
kita tidur dalam kenikmatan dunia tiada tara
dalam senja
sebab itu aku bermimpi
bahwa hidup selalu memiliki
keindahannya

Senin, 04 Januari 2010

cinta sekali pakai

maaf tapi memang hanya itu artinya
satu kali
kemudian satu kali lagi
hari ini dan lusa
semua sama saja
bagaikan permainan tanpa lawan
jangan menangis karena mereka
menangislah karena bahagia
sebab kamu akhirnya lepas dari jerat ini

kolor saja bisa lebih bangga karena harga
tapi kamu
saya tidak beli dengan uang
tidak saya tukar dengan barang pula
jadi
maaf
kamu memang barang pengganti