Seorang ayah,
Menanti dengan wajah termenung
Keheranan menatap jarum jam di dinding
Ia bertanya-tanya,
"Mengapa jarum jam itu bergerak sangat cepat,hingga malam hampir berlalu. Tapi mengapa kaki anakku tak juga tiba di depan rumah ini?"
Dalam doa yang paling dalam,
Kuselipkan namamu,ayah.
Agar mereka yang mendengar doaku
Dapat berkata padamu
Betapa aku ingin segera pulang,malam ini
*sambil menangis pada sepi,aku pandangi foto kita di karosel dengan tawa bahagia
Minggu, 20 Februari 2011
Sabtu, 19 Februari 2011
Dan ketika pagi datang,
Yang mau kudekap selamanya adalah malam
Dalam warna pekatnya
Aku bersembunyi
Di antara awan yang berarak,hitam
Malam
Aku jatuh hati (lagi)
Yang mau kudekap selamanya adalah malam
Dalam warna pekatnya
Aku bersembunyi
Di antara awan yang berarak,hitam
Malam
Aku jatuh hati (lagi)
Diposting oleh
beckybec
di
14.40
Sabtu, 12 Februari 2011
ketika ada kata lalu nada
Ketika kata dan nada yang bercinta,
Angin pun tak berani mengusik
Membiarkan mereka bergulat dalam hangatnya jalan setelah gerimis berbaris
Ketika kata dan nada bercinta
Senyap seketika suara-suara sumbang
Tak mau memisahkan cumbu kata dalam nada
Ketika kata dan nada bercinta,
Kehidupan seolah bernyanyi di balik layar
Manusia menjadi penonton
Tuhan jadi saksi
Semesta berhenti berotasi
Langit menghitung desah nada yang melayang di udara
Dan,
Ketika nada dan kata bercinta
Matahari bersembunyi
Malam semakin panjang
Orkes dimulai
Nada dan kata yang bercinta
Angin pun tak berani mengusik
Membiarkan mereka bergulat dalam hangatnya jalan setelah gerimis berbaris
Ketika kata dan nada bercinta
Senyap seketika suara-suara sumbang
Tak mau memisahkan cumbu kata dalam nada
Ketika kata dan nada bercinta,
Kehidupan seolah bernyanyi di balik layar
Manusia menjadi penonton
Tuhan jadi saksi
Semesta berhenti berotasi
Langit menghitung desah nada yang melayang di udara
Dan,
Ketika nada dan kata bercinta
Matahari bersembunyi
Malam semakin panjang
Orkes dimulai
Nada dan kata yang bercinta
Diposting oleh
beckybec
di
06.59
Senin, 07 Februari 2011
ketika kita (nantinya) harus kembali logis
Malam ini sendu sekali suasananya. Dari pagi awan kelabu seperti enggan berpindah tempat.langit jadi sayu dan kuyup. Ditambah derai hujan yang menembus sampai ke bawah tanah. Duka tampaknya hadir dalam berbagai bentuk. Sama seperti sendu di langit. Tidak perlu langit malam untuk membuatnya,bisa juga pagi yang mengantar.senja pun bisa mencairkan warnanya dan bergradasi menghitam...
Duka, dalam definis saya adalah kondisi dimana kita tidak bisa atau bisa namun sulit merasakan bahagia karena tidak mendapat yg kita butuhkan dan kita mau dalam satu kotak. Duka adalah rasa yang meliputi ketidakpuasan, ketidakberdayaan, dan keputusasaan. Hari ini saya tidak merasa tidak puas, tidak juga merasa tidak berdaya atau putus asa. Tetapi ada duka di selipan hati saya. Kali ini duka mampir di dalam kotak tawa,kotak kebahagiaan. Pernah merasa mendapatkan sebuah hadiah yang disukai (tidak peduli butuh atau tidak) yang sebenarnya hadiah itu tidak pernah kita bayangkan? Bagaimana rasanya mendapat hadiah yang sebegitu menyenangkannya? Kita mendapat hadiah yang tidak kita inginkan saja senang apalagi hadiah yang PAS. Lalu bagaimana jika kita tahu hadiah itu punya masa kadarluasa kepemilikan? Nanti,di tanggal dan bulan tertentu hadiah itu bukan milik kita lagi. Apa rasanya? Bagi saya itu duka dalam bentuk yang berbeda.
Kau,
Butiran pasir yang dihantar angin sampai ke tanganku
Yang meresap di sela-sela jari
Mengisi.
Suatu saat akan kembali ke pantai
Meninggalkan ruang yang pernah kau isi
Sepi
Maka hari ini,dengan segenap keterbatasan yang menanti kita di ujung persimpangan jalan,aku katakan hari ini kita dan esok adalah selipan harap dalam doa. Selamat tidur,P
Duka, dalam definis saya adalah kondisi dimana kita tidak bisa atau bisa namun sulit merasakan bahagia karena tidak mendapat yg kita butuhkan dan kita mau dalam satu kotak. Duka adalah rasa yang meliputi ketidakpuasan, ketidakberdayaan, dan keputusasaan. Hari ini saya tidak merasa tidak puas, tidak juga merasa tidak berdaya atau putus asa. Tetapi ada duka di selipan hati saya. Kali ini duka mampir di dalam kotak tawa,kotak kebahagiaan. Pernah merasa mendapatkan sebuah hadiah yang disukai (tidak peduli butuh atau tidak) yang sebenarnya hadiah itu tidak pernah kita bayangkan? Bagaimana rasanya mendapat hadiah yang sebegitu menyenangkannya? Kita mendapat hadiah yang tidak kita inginkan saja senang apalagi hadiah yang PAS. Lalu bagaimana jika kita tahu hadiah itu punya masa kadarluasa kepemilikan? Nanti,di tanggal dan bulan tertentu hadiah itu bukan milik kita lagi. Apa rasanya? Bagi saya itu duka dalam bentuk yang berbeda.
Kau,
Butiran pasir yang dihantar angin sampai ke tanganku
Yang meresap di sela-sela jari
Mengisi.
Suatu saat akan kembali ke pantai
Meninggalkan ruang yang pernah kau isi
Sepi
Maka hari ini,dengan segenap keterbatasan yang menanti kita di ujung persimpangan jalan,aku katakan hari ini kita dan esok adalah selipan harap dalam doa. Selamat tidur,P
Diposting oleh
beckybec
di
08.38
Jumat, 04 Februari 2011
antara lapar yang kontradiktif
manusia lapar.
perut kosong.
biasanya berhenti bicara.
menghemat tenaga, untuk bernafas.
menghemat nafas, untuk hidup.
manusia yang kosong.
biasanya bicara banyak.
tidak menghemat apapun.
sebab tidak takut kehilangan apapun.
namanya juga kosong.
mengapa untuk masalah ini,
manusia kontradiktif?
mengapa antara otak dan perut,
manusia tidak bisa biarkan sama aturannya.
berhematlah jika tak punya banyak,
agar bertahan sampai akhir
perut kosong.
biasanya berhenti bicara.
menghemat tenaga, untuk bernafas.
menghemat nafas, untuk hidup.
manusia yang kosong.
biasanya bicara banyak.
tidak menghemat apapun.
sebab tidak takut kehilangan apapun.
namanya juga kosong.
mengapa untuk masalah ini,
manusia kontradiktif?
mengapa antara otak dan perut,
manusia tidak bisa biarkan sama aturannya.
berhematlah jika tak punya banyak,
agar bertahan sampai akhir
Diposting oleh
beckybec
di
10.06
Senin, 31 Januari 2011
Sepi adalah oksigen
Yang menyembuhkan sel sel dalam tubuh
Menghidupkan semangat yang remuk
Dan meredam dendam
Sepi adalah senyawa yang memberi nyawa
Sepi (bukan kesepian) adalah anugerah
Untuk kita bisa merasakan kita seutuhnya
Tanpa berbagi
Tanpa berkurang rasanya...
Yang menyembuhkan sel sel dalam tubuh
Menghidupkan semangat yang remuk
Dan meredam dendam
Sepi adalah senyawa yang memberi nyawa
Sepi (bukan kesepian) adalah anugerah
Untuk kita bisa merasakan kita seutuhnya
Tanpa berbagi
Tanpa berkurang rasanya...
Diposting oleh
beckybec
di
11.13
Kesalahan adalah sebuah jawaban yg kebenaran di dalamnya masih tertunda.
Tidak adanya keinginan untuk terus mencari kesempurnaan dalam jawaban adalah kegagalan.
Dan setiap manusia rasanya berhenti di sana. Setiap kali mereka merasa menemukan sebuah kesealahan, di sanalah dirinya akan berhenti. Memutar balik dan mengulang pertanyaan yang lain. Tidak akan ada kebenaran,tanpa sebuah kesalahan membuka jawabannya. Akankah kita merasa puas dengan kesalahan? Dengan jawaban yang cacat secara fisik? Kita terbiasa jatuh dalam alasan yang salah, lalu apakah kita akan berhenti? Suatu jawaban menjadi salah, saat kita tahu kebenarannya. Jadi mengapa terlalu takut untuk salah? Mengapa berhenti saat mata melihat kecacatan fisik situasi? Tidakkah ingin untuk memenangkan keadaan?
Tidak adanya keinginan untuk terus mencari kesempurnaan dalam jawaban adalah kegagalan.
Dan setiap manusia rasanya berhenti di sana. Setiap kali mereka merasa menemukan sebuah kesealahan, di sanalah dirinya akan berhenti. Memutar balik dan mengulang pertanyaan yang lain. Tidak akan ada kebenaran,tanpa sebuah kesalahan membuka jawabannya. Akankah kita merasa puas dengan kesalahan? Dengan jawaban yang cacat secara fisik? Kita terbiasa jatuh dalam alasan yang salah, lalu apakah kita akan berhenti? Suatu jawaban menjadi salah, saat kita tahu kebenarannya. Jadi mengapa terlalu takut untuk salah? Mengapa berhenti saat mata melihat kecacatan fisik situasi? Tidakkah ingin untuk memenangkan keadaan?
Diposting oleh
beckybec
di
00.52
boneka tali gantung
Hilang hilanglah pekat,
Yang menjebak kita dalam gulungan panjang tak berujung
Jangan biarkan kita jadi marionete
Sekalinya tali putus
Jadi kita tak bernyawa
Tanpa gerak
Marionete yang lucu
Masih bisa bergerak
Sampai pekat memutuskan tali tali nyawa
Yang menjebak kita dalam gulungan panjang tak berujung
Jangan biarkan kita jadi marionete
Sekalinya tali putus
Jadi kita tak bernyawa
Tanpa gerak
Marionete yang lucu
Masih bisa bergerak
Sampai pekat memutuskan tali tali nyawa
Diposting oleh
beckybec
di
00.05
Minggu, 30 Januari 2011
ruang hampa udara
Udara yang mengakrabkan diri,
Perlahan menjauh
Menyepi dari ruang terbuka
Melupakan kesukaannya mengitari tubuh.
Udara yang biasa akrab di dekat
Berlalu
Hingga rasanya dunia tak lagi segar
Tak berangin
Sesak
Udara pergi meninggalkan tempatnya
Tanpa basa basi
Telah tiada
Pernahkah hidup tanpa hirupan udara?
Perlahan menjauh
Menyepi dari ruang terbuka
Melupakan kesukaannya mengitari tubuh.
Udara yang biasa akrab di dekat
Berlalu
Hingga rasanya dunia tak lagi segar
Tak berangin
Sesak
Udara pergi meninggalkan tempatnya
Tanpa basa basi
Telah tiada
Pernahkah hidup tanpa hirupan udara?
Diposting oleh
beckybec
di
23.55
Minggu, 23 Januari 2011
mimpi untuk malam
Setelah lama menjelma menjadi gua batu yang dingin,
Mimpi menawarkan rumah kayu yang hangat
Dengan danau yang memagari
Sapuan matahari yang berseri.
Gua batu tempat persembunyian rasa,
Terasa hambar
Angin tak lagi bersahabat
Monolog malam mengingatkan pahitnya menyepi.
Rumah kayu tepi danau
Akankah kau bawa aku dia masuk
Menikmati malam lepas pagi
Menyusuri sore yang hangat
Mencair di batas waktu
Mimpi menawarkan rumah kayu yang hangat
Dengan danau yang memagari
Sapuan matahari yang berseri.
Gua batu tempat persembunyian rasa,
Terasa hambar
Angin tak lagi bersahabat
Monolog malam mengingatkan pahitnya menyepi.
Rumah kayu tepi danau
Akankah kau bawa aku dia masuk
Menikmati malam lepas pagi
Menyusuri sore yang hangat
Mencair di batas waktu
Diposting oleh
beckybec
di
10.47
Kamis, 13 Januari 2011
antara pagi buta dan senja...terbitlah cinta
pernahkah kau perhatikan,
kisah cinta paling sendu
adalah romansa matahari dan rembulan
kisah cinta paling sendu
adalah romansa matahari dan rembulan
di ambang gelap,
saat senja menjemput
rembulan muncul malu-malu tak bersinar
seperti tak ingin mengalahkan teriknya matahari
di antara gelap yang dingin
matahari menjelma menjadi pagi buta
menepis hangat untuk bersanding dengan rembulan
di garis keterbatasan waktu
mereka bercumbu
manusia memancangkan mereka
dari kekasih menjadi antonim
tanpa tanya rasa rindu mereka
ah jika rembulan boleh menjelma jadi sinar
dan matahari boleh membeku dengan teriknya
langit akan jadi rumah mereka
dan kita ramai-rami menyampaikan selamat
atas kebahagiaan yang semesta ciptakan
Diposting oleh
beckybec
di
08.12
Jumat, 07 Januari 2011
bahkan dalam jarak 200 meter pun,kau bukan milikku
Malam,
Yang dahulu selalu jadi ajang mesra kita menenun mimpi
Hari di malam ini,
Malam cuma jadi teror
Malam cuma jadi kamuflase kamu untuk bersandar dengan yang lain
Dengan sekarat yang tersisa,
Aku berusaha mendapatkan kembali logikaku
Mematikan denyut nadi dari hati...
Yang dahulu selalu jadi ajang mesra kita menenun mimpi
Hari di malam ini,
Malam cuma jadi teror
Malam cuma jadi kamuflase kamu untuk bersandar dengan yang lain
Dengan sekarat yang tersisa,
Aku berusaha mendapatkan kembali logikaku
Mematikan denyut nadi dari hati...
Diposting oleh
beckybec
di
15.57
Jumat, 31 Desember 2010
Ketika malam menculik kita,
Kita turut saja dalam permainannya
Bersembunyi di antara bayangan
Menjadi semu di bawah bulan yang merona
Mereka takkan temukan kita,
Sekalipun ingin
Yang bisa mereka lihat adalah malam
Penculik
Dengan pekatnya yang gagah
Memeluk kita
Kita turut saja dalam permainannya
Bersembunyi di antara bayangan
Menjadi semu di bawah bulan yang merona
Mereka takkan temukan kita,
Sekalipun ingin
Yang bisa mereka lihat adalah malam
Penculik
Dengan pekatnya yang gagah
Memeluk kita
Diposting oleh
beckybec
di
21.43
Rabu, 29 Desember 2010
malam, satu buah nyanyian.
suasana malam makin akrab di sekitar saya akhir-akhir ini. tidak tahu apa karena udaranya yang lembab begitu nyaman menyentuh kulit atau karena di antara malam rasanya semua disamarkan. antara sedih dan suka atau perih dan riang, rasa-rasanya mereka terasa kembar. begitukah malam caramu merayu kami untuk berselingkuh dari matahari? bulanmu menjelma jadi kawan baik yang tak lelah mendengar. ah, kalau tubuh tak harus berbusana...saya mungkin telah tenggelam di balik gelap, menari mengisi sangsi.
suasana malam kian dekat saja. tiba-tiba sudah tiba. tiba-tiba sudah lalu lagi.
suasana malam kian dekat saja. tiba-tiba sudah tiba. tiba-tiba sudah lalu lagi.
Diposting oleh
beckybec
di
09.41
Minggu, 26 Desember 2010
jawablah jika kau tahu
Tidak ada pijakan di antara pasir yang dicumbu lautan,
Hanya ombak yang menarik tubuh lebih dalam
Tenggelam
Saat kaki ingin mengikat di sela-sela butir pasir
Buih-buih menghilangkan daya
Ketidakpastian kaki berdiri di antara cumbuan laut pada tepian pantai,
Adalah ketakberdayaanku
Untuk Mengerti dimana seharusnya aku berdiri
haruskah kaki ini terus berdiri,
Atau lari
Saat tak ada tempat yang sanggup menahannya
Hanya ombak yang menarik tubuh lebih dalam
Tenggelam
Saat kaki ingin mengikat di sela-sela butir pasir
Buih-buih menghilangkan daya
Ketidakpastian kaki berdiri di antara cumbuan laut pada tepian pantai,
Adalah ketakberdayaanku
Untuk Mengerti dimana seharusnya aku berdiri
haruskah kaki ini terus berdiri,
Atau lari
Saat tak ada tempat yang sanggup menahannya
Diposting oleh
beckybec
di
20.26
bukankah membicarakan mereka adalah suatu hal paling percuma,
membicarakan mereka,
mereka yang tidak juga mengerti
keberadaan mereka di antara kita
adalah
polisi tidur,
memperlambat jalan
merusak kendaraan
membuat kita terhenti
ada tidak ada
kita tetap berjalan,
jadi lupakan
stop mereka!
membicarakan mereka,
mereka yang tidak juga mengerti
keberadaan mereka di antara kita
adalah
polisi tidur,
memperlambat jalan
merusak kendaraan
membuat kita terhenti
ada tidak ada
kita tetap berjalan,
jadi lupakan
stop mereka!
Diposting oleh
beckybec
di
06.51
untuk kamu, sensasi warna hitam
kamu cuma muncul sekelibat,
dalam cahaya paling gelap
dengan wajah murung melintasi lorong yang tak kalah redup warnanya
seperti berduka
dengan pakaian serba hitam
kamu berjalan
hingga sampai di ujung lorong
dimana kekuatan sepuluh ribu cahaya terkumpul
manusia berteriak histeris
kamu duduk tenang bersama hitam kebanggaanmu
aku heran,
walau hanya sekelibat munculnya kamu
magis menghipnotis
menyisakan sensasi paling hitam yang menggumpal
akankah kita bertemu lagi
di antara kepulan asap dan sinaran
yang warnanya tak kalah pekat
dengan rona hitam di matamu
rohku bilang,
kita segera bertemu
saat hitam mulai menyerang
menghabiskan tempat
terdesak.
dalam cahaya paling gelap
dengan wajah murung melintasi lorong yang tak kalah redup warnanya
seperti berduka
dengan pakaian serba hitam
kamu berjalan
hingga sampai di ujung lorong
dimana kekuatan sepuluh ribu cahaya terkumpul
manusia berteriak histeris
kamu duduk tenang bersama hitam kebanggaanmu
aku heran,
walau hanya sekelibat munculnya kamu
magis menghipnotis
menyisakan sensasi paling hitam yang menggumpal
akankah kita bertemu lagi
di antara kepulan asap dan sinaran
yang warnanya tak kalah pekat
dengan rona hitam di matamu
rohku bilang,
kita segera bertemu
saat hitam mulai menyerang
menghabiskan tempat
terdesak.
Diposting oleh
beckybec
di
06.29
Sabtu, 18 Desember 2010
kau curi malam dan sembunyikan ia
Aku harus katakan
Pada matahari yang selalu mencuri bulan dari singgasananya
Berhentilah
Sebelum lebih banyak lelaki bersembunyi di balik tanggungjawabnya
Dan wanita mengeluh tentang ini itu.
Sebab dalam cahaya bulan yang rasanya seperti susu itu,
Manusia bisa lebih akrab dengan dirinya,
Dengan jiwa yang ditinggal mati selepas hari menjemput.
Aku harus katakan ini sebab,
Aku mencintai terikmu
Tapi tidak untuk hari ini
Tidak, saat kusaksikan isak tangis bulan yang tersapu sinarmu
Pada matahari yang selalu mencuri bulan dari singgasananya
Berhentilah
Sebelum lebih banyak lelaki bersembunyi di balik tanggungjawabnya
Dan wanita mengeluh tentang ini itu.
Sebab dalam cahaya bulan yang rasanya seperti susu itu,
Manusia bisa lebih akrab dengan dirinya,
Dengan jiwa yang ditinggal mati selepas hari menjemput.
Aku harus katakan ini sebab,
Aku mencintai terikmu
Tapi tidak untuk hari ini
Tidak, saat kusaksikan isak tangis bulan yang tersapu sinarmu
Diposting oleh
beckybec
di
16.14
Minggu, 12 Desember 2010
cerita cinta tanpa jatuh cinta
sepertinya,
setelah hari-hari yang lalu tinggal jadi cerita
tirai itu akan saya singkap lebih sering
dan rindu akan sensasi bergerak-gerak di atas panggung jadi menggebu-gebu
musik akan menggoyang pikiran saya
lalu menularkannya ke syaraf-syaraf tubuh
ah,
masa dimana lampu sorot
tepuk tangan riuh
tawa yang membahana itu
pasti jadi cerita
jadi cerita cinta manis tanpa perlu patah hati
setelah hari-hari yang lalu tinggal jadi cerita
tirai itu akan saya singkap lebih sering
dan rindu akan sensasi bergerak-gerak di atas panggung jadi menggebu-gebu
musik akan menggoyang pikiran saya
lalu menularkannya ke syaraf-syaraf tubuh
ah,
masa dimana lampu sorot
tepuk tangan riuh
tawa yang membahana itu
pasti jadi cerita
jadi cerita cinta manis tanpa perlu patah hati
Diposting oleh
beckybec
di
18.10
permintaan maaf
saya rindu sekali
pada tawa yang akrab
pada cerita yang hangat
pada camilan dan minuman yang jadi teman
saya rindu sekali berada di sekitarmu dan bermimpi
kita mencipta dunia baru tanpa batasan
mungkin,
kata-kata saya berhenti di sini
tapi rindu adalah garis putus-putus yang sulit dihapus.
untuk teman yang jauh di seberang lautan
pada tawa yang akrab
pada cerita yang hangat
pada camilan dan minuman yang jadi teman
saya rindu sekali berada di sekitarmu dan bermimpi
kita mencipta dunia baru tanpa batasan
mungkin,
kata-kata saya berhenti di sini
tapi rindu adalah garis putus-putus yang sulit dihapus.
untuk teman yang jauh di seberang lautan
Diposting oleh
beckybec
di
09.12
Rabu, 08 Desember 2010
jika memang ruang ini adalah siksa
Kamu mendadak jadi batu es
Di ruang imajiku yang hangat.
Berubah beku,
Tanpa banyak senyum.
Sedih juga mengingat ruang imajiku yang hangat,
Ternyata malah membekukanmu
Tidak bisakah kau mencair di dalamnya,
Berteman dengan fiksi
Dengan duniaku yang tak ada bentuk,tak kenal sudut
Kita beda,
Aku tahu.
Aku tetap ingin tinggal di ruang ini
Jika kau benar tersiksa ikut tinggal di dalamnya,
Pulanglah
Ke hari-harimu yang nyata
Aku benci melambaikan tangan,
Terhina dengan ucapan selamat tinggal
Pergilah,
Saat aku lupa membuka mata
Di ruang imajiku yang hangat.
Berubah beku,
Tanpa banyak senyum.
Sedih juga mengingat ruang imajiku yang hangat,
Ternyata malah membekukanmu
Tidak bisakah kau mencair di dalamnya,
Berteman dengan fiksi
Dengan duniaku yang tak ada bentuk,tak kenal sudut
Kita beda,
Aku tahu.
Aku tetap ingin tinggal di ruang ini
Jika kau benar tersiksa ikut tinggal di dalamnya,
Pulanglah
Ke hari-harimu yang nyata
Aku benci melambaikan tangan,
Terhina dengan ucapan selamat tinggal
Pergilah,
Saat aku lupa membuka mata
Diposting oleh
beckybec
di
08.17
Kamis, 25 November 2010
jika memang mereka maha tahu,
tidakkah mereka lihat
luka yang sengaja mereka pahat
lalu dibusukkan begitu saja,
hingga baunya seperti bangkai?
jika memang mereka maha tahu,
beritahu aku
haruskah aku menjadi kamu untuk jatuh hati?
bau ini menyengat.
seperti rasa pilu yang tak sengaja aku hembuskan
Diposting oleh
beckybec
di
18.18
kau pikir semua itu kayu dan batu?
jangan tiup sisa-sisa hujan yang mengembun di jendela,
kau tak tahu
betapa besar sisa-sisa yang mengkristal ingin menyelinap masuk ke dalam
merengkuhmu menjadi air
jangan,
jangan kau hentikan caranya menyukaimu
cara sisa-sisa itu mengagumi gerak dan rupamu
mereka mencintai dalam bisu,
dalam rindu yang tak punya bentuk
jangan pikir sisa-sisa hujan tak punya rasa,
sekali tanganmu mengibas mereka lalu...
buyar sudah satu kehidupan.
kadang sisa-sisa hujan adalah aku
kadang kamulah dia, kamulah mereka
jangan gangu sisa-sisa hujan yang datang malam ini.
kau tak tahu
betapa besar sisa-sisa yang mengkristal ingin menyelinap masuk ke dalam
merengkuhmu menjadi air
jangan,
jangan kau hentikan caranya menyukaimu
cara sisa-sisa itu mengagumi gerak dan rupamu
mereka mencintai dalam bisu,
dalam rindu yang tak punya bentuk
jangan pikir sisa-sisa hujan tak punya rasa,
sekali tanganmu mengibas mereka lalu...
buyar sudah satu kehidupan.
kadang sisa-sisa hujan adalah aku
kadang kamulah dia, kamulah mereka
jangan gangu sisa-sisa hujan yang datang malam ini.
Diposting oleh
beckybec
di
18.01
Kamis, 18 November 2010
aku,
belum mau menemukan namamu
jadi belum ada yang kutulis
aku,
ingin kau tanpa nama
supaya jangan berakhir jadi cerita
aku belum ingin menamaimu
sebab aku memilih,
menjadi lakon dalam cerita ini
belum mau menemukan namamu
jadi belum ada yang kutulis
aku,
ingin kau tanpa nama
supaya jangan berakhir jadi cerita
aku ingin memilihmu,
dengan keterbatasanku mencintai
aku ingin memelukmu,
walau mereka kira ini sandiwara
dengan keterbatasanku mencintai
aku ingin memelukmu,
walau mereka kira ini sandiwara
aku belum ingin menamaimu
sebab aku memilih,
menjadi lakon dalam cerita ini
Diposting oleh
beckybec
di
19.00
Selasa, 16 November 2010
this city doesn't smell so pretty (anymore)
senar
senar dan mata biru kecoklatan
senar mata biru kecoklatan malam
senar mata biru kecoklatan malam ruang hampa udara
senar dan mata biru kecoklatan...
di malam,
yang hampa udara.
senar lagi
(aku suka)
dan mata biru kecoklatan
ruang hampa udara
biarkan malam berlalu
dan ijinkan aku menghilang dari cerita ini
senar dan mata biru kecoklatan
senar mata biru kecoklatan malam
senar mata biru kecoklatan malam ruang hampa udara
senar dan mata biru kecoklatan...
di malam,
yang hampa udara.
senar lagi
(aku suka)
dan mata biru kecoklatan
ruang hampa udara
biarkan malam berlalu
dan ijinkan aku menghilang dari cerita ini
Diposting oleh
beckybec
di
18.08
setelahnya sepi
setelah senja dan atributnya lewat,
sepi.
setelah warna merah di langit pudar,
sepi
setelah ramai berubah bentuk menjadi satuan angin,
sepi
setelah mata berhenti memburu
kaki berlalu tanpa riuh,
sepi
setelah semua yang kita lakukan menjadi statis,
sepi
aku baru melihatmu
dalam gelap yang paling dalam
dalam sunyi yang mencekam
dalam nada yang kau minta aku nyanyikan
aku baru sadar,
malam memperhatikan kita
memberi ruang untukku jatuh hati
sepi.
setelah warna merah di langit pudar,
sepi
setelah ramai berubah bentuk menjadi satuan angin,
sepi
setelah mata berhenti memburu
kaki berlalu tanpa riuh,
sepi
setelah semua yang kita lakukan menjadi statis,
sepi
aku baru melihatmu
dalam gelap yang paling dalam
dalam sunyi yang mencekam
dalam nada yang kau minta aku nyanyikan
aku baru sadar,
malam memperhatikan kita
memberi ruang untukku jatuh hati
Diposting oleh
beckybec
di
17.51
Minggu, 14 November 2010
menjadi serupa

mereka katakan :
"mencintailah tanpa alasan,
dengan kesederhanaan yang memeluk
dengan adil
dengan hati tanpa sengkokol otak dan kelamin"
aku tanya :
"lantas mengapa kita harus sama untuk bersama?
mengapa jika kau itu, aku ini...kita berusaha serupa"
sayang, jika memang mencintaimu harus
sederhana dan adil
mengapa kau minta aku bersalin rupa?
Diposting oleh
beckybec
di
09.26
Sabtu, 13 November 2010
kepada sejumlah besar cassanova
Mengapa begitu pilu,
Melihat wanita itu mengadu
Pada jarak yang berlalu
Hanya angin memperhatikan sendu
Mengpa rasanya akrab,
Dengan rasa-rasa kelabu itu
Adakah mereka bisa kembali merapatkan hati
Pada wanita-wanita yang tinggal
Menatap jarak yang kalian bentang
Melihat wanita itu mengadu
Pada jarak yang berlalu
Hanya angin memperhatikan sendu
Mengpa rasanya akrab,
Dengan rasa-rasa kelabu itu
Adakah mereka bisa kembali merapatkan hati
Pada wanita-wanita yang tinggal
Menatap jarak yang kalian bentang
Diposting oleh
beckybec
di
01.01
Kamis, 11 November 2010
pengantin hujan
sadarkah kamu,
kalau hanya kita yang tersisa di ramainya hujan.
di antara ribuan kaki yang bermandi lumpur
kepala-kepala yang menari di bawah langit yang mencair,
kita berdiri
berbagi.
lucu,
di tengah keramaian
aku seolah hanya melihatmu,
dengan batas
hujan...
sebagai kelambu pengantin malam ini
kalau hanya kita yang tersisa di ramainya hujan.
di antara ribuan kaki yang bermandi lumpur
kepala-kepala yang menari di bawah langit yang mencair,
kita berdiri
berbagi.
lucu,
di tengah keramaian
aku seolah hanya melihatmu,
dengan batas
hujan...
sebagai kelambu pengantin malam ini
Diposting oleh
beckybec
di
17.49
Selasa, 09 November 2010
percakapan yang menyembuhkan
dia bilang "letakkan beban tubuhmu pada angin yang paling ringan."
dan aku bertanya "mengapa?"
saat dia mencoba menyembuhkan,
kita jangan bertanya
saat seseorang berusaha berdiri melindungi,
kita tidak perlu bertanya-tanya
ketika tangan-tangan lepas dari pelukan,
baru kita harus bertanya...mengapa?
dan jawabnya "karena jika berat tubuh kita tidak dibagi dengan udara, kita akan "nyungsruk" masuk ke dalam bumi."
atau mungkin,
kita harus berpegangan pada dahan
pada tali layangan
pada apapun yang diberikan untuk kita bertahan
dan aku bertanya "mengapa?"
saat dia mencoba menyembuhkan,
kita jangan bertanya
saat seseorang berusaha berdiri melindungi,
kita tidak perlu bertanya-tanya
ketika tangan-tangan lepas dari pelukan,
baru kita harus bertanya...mengapa?
dan jawabnya "karena jika berat tubuh kita tidak dibagi dengan udara, kita akan "nyungsruk" masuk ke dalam bumi."
atau mungkin,
kita harus berpegangan pada dahan
pada tali layangan
pada apapun yang diberikan untuk kita bertahan
Diposting oleh
beckybec
di
18.54
debu di depan pintu rumahku
ibu membulatkan tekad menyambutku pulang,
menunggu di bawah jam yang detaknya tak melambat
ia membalut tubuhnya dengan selimut di atas kain yang empuk
menanti sambil memenjarakan diri dalam doa
ayah mengganti wajahnya yang cemas
ayah menuju ke pintu pagar
menjaga dengan hati yang dibesarkan
berharap aku segera tiba dari jalan panjang di sana
aku mencari jalan pulang di antara banyak jalan yang terbentang
bermimpi tentang rumah yang memanjaku
aku kirimkan salam untuk mereka
aku bisikan pada debu yang mengelupas dari kulitku,
menunggu di bawah jam yang detaknya tak melambat
ia membalut tubuhnya dengan selimut di atas kain yang empuk
menanti sambil memenjarakan diri dalam doa
ayah mengganti wajahnya yang cemas
ayah menuju ke pintu pagar
menjaga dengan hati yang dibesarkan
berharap aku segera tiba dari jalan panjang di sana
aku mencari jalan pulang di antara banyak jalan yang terbentang
bermimpi tentang rumah yang memanjaku
aku kirimkan salam untuk mereka
aku bisikan pada debu yang mengelupas dari kulitku,
"tidurlah ayah ibu. jangan tunggu aku pulang. sebab belum kutaklukan jalan yang ini."
Diposting oleh
beckybec
di
18.28
adakah yang mengingat dimana bisa kubuang ini?

kita tahu seperti apa sedih. namun kita tidak tahu mengapa sedih itu selalu ada. mungkin sedih tidak pernah benar-benar pergi, seperti kamu yang walau bergegas akan selalu meninggalkan desah nafas. mungkin kita kurang pengetahuan tentang rasa. kita tidak mengenal betul hati kita. hingga jika ia tidak mengeluh, kita tidak tahu kalau ia tersakiti. kita lupa bahwa lebih dari sekedar organ tubuh, hati memberi hidup. dan rasa sedih itu keluhan hati. keluhan panjang, keluhan kekal. bahagia bisa datang, mengganti sedih sesaat dengan tawa. tapi lagi-lagi seperti kamu, ia tidak bisa terhapuskan selamanya. selalu ada sedih. seperti juga selalu ada tawa. selalu ada ragu, seperti juga selalu ada aku kamu.
aku harus menyelamatkan hatiku dari rasa sedih yang berlebihan. mengobatinya dan mengasihinya. supaya ia tahu, biarpun bahagia lebih diinginkan, ia tetap boleh menangis dan merasa sedih. kamu yang walaupun jauh, tetap boleh kurindukan dan kuingat. sesudah itu kumatikan lampu dan aku bersatu dengan senyawa di udara, menjadi...tak memiliki rasa.
Diposting oleh
beckybec
di
18.03
Jumat, 29 Oktober 2010
jika lelah marilah bersandar
seratus jam aku terjaga,
menanti suaramu kembali ke udara
seratus jam tanpa henti doa
berharap kau menemukanku kembali
aku merasa kita terlalu lama dalam hening
terlalu larut dalam duka
lupa bagaimana berbincang dan menyela waktu dalam tawa
aku merasa rindu dengan kenangan akan lelucon remeh temeh
seratus jam lagi,
kalau kau perlu aku
aku masih duduk terjaga
dengan doa yang tak berhenti
menanti suaramu kembali ke udara
seratus jam tanpa henti doa
berharap kau menemukanku kembali
aku merasa kita terlalu lama dalam hening
terlalu larut dalam duka
lupa bagaimana berbincang dan menyela waktu dalam tawa
aku merasa rindu dengan kenangan akan lelucon remeh temeh
seratus jam lagi,
kalau kau perlu aku
aku masih duduk terjaga
dengan doa yang tak berhenti
untukmu,
kesayanganku selalu
Diposting oleh
beckybec
di
22.43
Jumat, 22 Oktober 2010
ganas
Dari atas papan kering yang menjadi tempat pembaringan, kuceritakan sebuah jenuh yang membuatmu bersyukur
100 malam lalu, aku masih seorang ksatria
Pemenang dari segala sayembara
Memasuki ruang minum-minum dengan kepala terangkat pongah
Sebab aku tahu aku seorang ksatria
Namun kurang dari 5 malam yang lalu,
Aku harus beradu dengan tubuhku sendiri
Aku menyerah oleh rongrongannya yang memaksa untuk rebah
Aku turuti
Tapi toh ksatria tetap ksatria,
Dalm rebahnya sekalipun.
Kemarin malam
Aku terisak,
Bak perempuan yang menahan pilu aku duduk di pinggir pembaringanku
Menatap keluar jendela
Sambil menyembunyikan tubuh dari angin yang mendera
Gigil
Gigil
Getar
Getar
Tubuhku tak mau diajak kompromi
Detik itu juga
Hilang semua kuat dan gagahku
Aku lebih telanjang dari hewan manapun juga
di malam-malam berikutnya aku terjaga,
Menanti kesembuhan yang tak kunjung tiba
Dengan panas yang menyiksa.
Lebih lagi,
Bahkan untuk berdiri di atas kedua kaki pun aku tak sanggup
Mereka harus memasukan makanan itu ke dalam mulutku untuk kemudian kumuntahkan lagi.
Helaan nafas terasa berat
Mimpi tentang hari esok makin buram
Jenuh
Mati dalam mimpi
Demikian,
Kisah dari tubuh yang kerontang menahan jenuh
Kalian patut bersyukur,sehat itu luar biasa nikmat
Dan nikmat itu hendaknya disimpan baik-baik!
100 malam lalu, aku masih seorang ksatria
Pemenang dari segala sayembara
Memasuki ruang minum-minum dengan kepala terangkat pongah
Sebab aku tahu aku seorang ksatria
Namun kurang dari 5 malam yang lalu,
Aku harus beradu dengan tubuhku sendiri
Aku menyerah oleh rongrongannya yang memaksa untuk rebah
Aku turuti
Tapi toh ksatria tetap ksatria,
Dalm rebahnya sekalipun.
Kemarin malam
Aku terisak,
Bak perempuan yang menahan pilu aku duduk di pinggir pembaringanku
Menatap keluar jendela
Sambil menyembunyikan tubuh dari angin yang mendera
Gigil
Gigil
Getar
Getar
Tubuhku tak mau diajak kompromi
Detik itu juga
Hilang semua kuat dan gagahku
Aku lebih telanjang dari hewan manapun juga
di malam-malam berikutnya aku terjaga,
Menanti kesembuhan yang tak kunjung tiba
Dengan panas yang menyiksa.
Lebih lagi,
Bahkan untuk berdiri di atas kedua kaki pun aku tak sanggup
Mereka harus memasukan makanan itu ke dalam mulutku untuk kemudian kumuntahkan lagi.
Helaan nafas terasa berat
Mimpi tentang hari esok makin buram
Jenuh
Mati dalam mimpi
Demikian,
Kisah dari tubuh yang kerontang menahan jenuh
Kalian patut bersyukur,sehat itu luar biasa nikmat
Dan nikmat itu hendaknya disimpan baik-baik!
Diposting oleh
beckybec
di
05.46
Senin, 18 Oktober 2010
dan mereka menemukan saya,
ada percakapan yang memang harus tinggal jadi kata,
ada percakapan yang berjalan di tempat untuk sebuah kejadian yang fantastis
ada percakapan
dan ada orang-orang
ada kata
ada rupa
mari bercakap-cakap,
tanpa perlu berpikir tentang substansi
ada percakapan yang berjalan di tempat untuk sebuah kejadian yang fantastis
ada percakapan
dan ada orang-orang
ada kata
ada rupa
mari bercakap-cakap,
tanpa perlu berpikir tentang substansi
Diposting oleh
beckybec
di
18.30
Minggu, 17 Oktober 2010
a serie of ends- part 1
bersama dia,yang darinya kuperoleh energi luar biasa
untuk menjadi dewasa
jalan ini,
biarkan selamanya ...
blur!
mengarah kemana,
aku tak mau tahu.
membawa kepada apa,
biarkan jadi Blur! seperti adanya gambar ini
kita akan lupakan kapan dan kapan
blur!
mengarah kemana,
aku tak mau tahu.
membawa kepada apa,
biarkan jadi Blur! seperti adanya gambar ini
kita akan lupakan kapan dan kapan
(photograph by nayantaka)
Diposting oleh
beckybec
di
19.48
Kamis, 14 Oktober 2010
dan kepadaNya aku memohon
jangan pergi dalam tidur,
jangan pergi sebelum kusampaikan apa yang harus kusampaikan
jangan pergi sebelum kita kembali duduk dan berbincang,
tentang masa kecil yang paling favorit itu
dengan teh dan perangkatnya
duduk menanti televisi mengisi sela-sela bisu di antara tawa
.....
tahan waktu,
jangan renggut dia dalam malam yang pekat
takkan bisa aku mengiringnya pergi,
jika kau culik ia dalam gelap
.....
Tuhan,
berikan usia lagi
belum usai di sini aku tahu
(seperti mimpi di atas kapal perompak ketika kecil,
ia pergi dalam mimpi
dan bertahan 1000 tahun di hidup nyata)
jangan pergi sebelum kusampaikan apa yang harus kusampaikan
jangan pergi sebelum kita kembali duduk dan berbincang,
tentang masa kecil yang paling favorit itu
dengan teh dan perangkatnya
duduk menanti televisi mengisi sela-sela bisu di antara tawa
.....
tahan waktu,
jangan renggut dia dalam malam yang pekat
takkan bisa aku mengiringnya pergi,
jika kau culik ia dalam gelap
.....
Tuhan,
berikan usia lagi
belum usai di sini aku tahu
(seperti mimpi di atas kapal perompak ketika kecil,
ia pergi dalam mimpi
dan bertahan 1000 tahun di hidup nyata)
biarkan kulukis wajah yang ramah menyapa itu
dalam ombak-ombak putih,
jangan pergi
engkau wanita yang paling dicinta
Diposting oleh
beckybec
di
19.52
amarah itu...
labya dalam sosok yang tidak menyenangkan
dalam tawa yang diganti kalut
merah,
lebih padam warnanya dari kobaran api
sosoknya sekejap tak mempesona
namun membara
amarah itu
ketika labya tidak bersedia membagi cerita
tidak juga tawa
atau dendang
dan tangan tak sudi diikat
labya,
dalam amarah
seperti bergairah di sela-sela duka
labya dalam sosok yang tidak menyenangkan
dalam tawa yang diganti kalut
merah,
lebih padam warnanya dari kobaran api
sosoknya sekejap tak mempesona
namun membara
amarah itu
ketika labya tidak bersedia membagi cerita
tidak juga tawa
atau dendang
dan tangan tak sudi diikat
labya,
dalam amarah
seperti bergairah di sela-sela duka
Diposting oleh
beckybec
di
19.17
Senin, 11 Oktober 2010
Sabtu, 09 Oktober 2010
menghidupkan hidup!
melupakan sama dengan menguapkan apa yang ada,
membiarkan awan pergi berarak
meninggalkan angin di tempat
mengacuhkan bunyian hujan yang serempak
menjauh
menghilang
mengeluh tidak menyembuhkan
memaki tidak memperbaiki
tapi menerima membuat derita lebih ringan seribu juta kali
memaafkan, memberi ruang kepada kita untuk mencintai
membiarkan awan pergi berarak
meninggalkan angin di tempat
mengacuhkan bunyian hujan yang serempak
menjauh
menghilang
mengeluh tidak menyembuhkan
memaki tidak memperbaiki
tapi menerima membuat derita lebih ringan seribu juta kali
memaafkan, memberi ruang kepada kita untuk mencintai
maka dengan menguapkan rasa yang mendera,
kita bersedia menikmati hidup
kita bersedia menikmati hidup
Diposting oleh
beckybec
di
04.44
Sabtu, 02 Oktober 2010
seorang ayah tidak pernah melukis duka
ada sebuah rasa duka yang tidak digambarkan ayah pada anaknya,
tidak pula diutarakan apa yang mengganjal hatinya atau memperkeruh muram di wajah.
rasa duka itu cuma dibawanya,
dibawa dalam duduknya di depan teras rumah
sambil memperhatikan hujan yang turun, mengamuk
pisang goreng panas di tangan
tatapan kosong berirama dengan kunyahan pelan
semua adalah pakaian yang menutupi duka dalam hatinya
duka menanti,
menanti kembali anaknya
di ujung jalan yang tak terlihat itu
di balik hujan yang mengamuk.
sambil sesekali berkedip,
ia bergumam di sela-sela kunyahannya yang lambat
tidak pula diutarakan apa yang mengganjal hatinya atau memperkeruh muram di wajah.
rasa duka itu cuma dibawanya,
dibawa dalam duduknya di depan teras rumah
sambil memperhatikan hujan yang turun, mengamuk
pisang goreng panas di tangan
tatapan kosong berirama dengan kunyahan pelan
semua adalah pakaian yang menutupi duka dalam hatinya
duka menanti,
menanti kembali anaknya
di ujung jalan yang tak terlihat itu
di balik hujan yang mengamuk.
sambil sesekali berkedip,
ia bergumam di sela-sela kunyahannya yang lambat
"kepada hujan,
meredalah sejenak
biarkan putraku kembali ke rumah ini,
seperti di waktu ia pergi,
pagi itu."
Diposting oleh
beckybec
di
22.01
Kamis, 30 September 2010
seutas tawa
cepatlah,
lari
kejar!
kejar waktu yang mendahului
jangan biarkan kau tertinggal satu langkah pun
waktu ini, hanya sekali
sebelum aku pergi
menjadi biduan murahan
menjadi pemain sandiwara paling nakal
kita rekam tawa
dalam detik
langit bergradasi
dan semesta takjub
menatap kepergiannya
lari
kejar!
kejar waktu yang mendahului
jangan biarkan kau tertinggal satu langkah pun
waktu ini, hanya sekali
sebelum aku pergi
menjadi biduan murahan
menjadi pemain sandiwara paling nakal
cepatlah pulang, sebab senja segera pergi
kita rekam tawa
dalam detik
langit bergradasi
dan semesta takjub
menatap kepergiannya
(labya)
Diposting oleh
beckybec
di
07.41
kau, sial!
detik berikutnya,
kau lewati pintu
pergi
tanpa peduli yang kau tinggal di balik punggung
detik berikutnya
aku
telah tersesat di ujung jalan
yang rasarasanya tak punya ujung
yang aku rasa, aku sungguh tersesat
detik berikutnya
aku sadar
dirimu yang menghilang dalam pintu terbuka,
lalu kembali merapat
adalah jalan
di balik punggungku
adalah seutas
di ujung jalan ini.
kau lewati pintu
pergi
tanpa peduli yang kau tinggal di balik punggung
detik berikutnya
aku
telah tersesat di ujung jalan
yang rasarasanya tak punya ujung
yang aku rasa, aku sungguh tersesat
detik berikutnya
aku sadar
dirimu yang menghilang dalam pintu terbuka,
lalu kembali merapat
adalah jalan
di balik punggungku
adalah seutas
di ujung jalan ini.
SIAL!
Diposting oleh
beckybec
di
07.34
satu gelas tawa
kubayarkan rasa lelah dengan segelas penuh kemabukan tawa,
biar saja larut segala penat di dalamnya
mengental atau menjadi buih, apa peduliku
aku ingin mabuk saja dalam bahagia yang mempesona
melupakan kesakitan tulang dan sendi
kubayarkan,sobat
sebutkan nominalnya
mari kita mabuk dalam segelas penuh tawa
keriangan menyembuhkan lelah yang merong-rong
dan
aku ingin tidur dalam kemabukan yang panjang
biar saja larut segala penat di dalamnya
mengental atau menjadi buih, apa peduliku
aku ingin mabuk saja dalam bahagia yang mempesona
melupakan kesakitan tulang dan sendi
kubayarkan,sobat
sebutkan nominalnya
mari kita mabuk dalam segelas penuh tawa
keriangan menyembuhkan lelah yang merong-rong
dan
aku ingin tidur dalam kemabukan yang panjang
Diposting oleh
beckybec
di
07.26
Minggu, 26 September 2010
Hey,Tet
sepotong rindu
bawakan aku lagu yang mengalun keras
mengganti sepi yang terlalu lama bertandang
bawakan aku tarian
yang mengalihkan sepi di antara malam yang berkilauan
sepotong rindu
hantar aku pada masa dimana massa meramaikan hati
biarkan aku syukuri yang kulewatkan dengan cepat tanpa menyadari esensinya
sepotong rindu
katakan pada seorang sahabat yang berdiam di seberang samudera,
sebab hidup ada dimanapun kau berada. dan teman yang baik, teman yang baik adalah senyawa yang bergantung di langit tempat kau hidup.
bawakan aku lagu yang mengalun keras
mengganti sepi yang terlalu lama bertandang
bawakan aku tarian
yang mengalihkan sepi di antara malam yang berkilauan
sepotong rindu
hantar aku pada masa dimana massa meramaikan hati
biarkan aku syukuri yang kulewatkan dengan cepat tanpa menyadari esensinya
sepotong rindu
katakan pada seorang sahabat yang berdiam di seberang samudera,
And any time you feel the pain, Hey Tet, refrainkau akan baik saja di sana, best
Don't carry the world upon your shoulders
For well you know that it's a fool who plays it cool
By making his world a little colder
(Hey,Jude-the Beatles)
sebab hidup ada dimanapun kau berada. dan teman yang baik, teman yang baik adalah senyawa yang bergantung di langit tempat kau hidup.
Diposting oleh
beckybec
di
06.04
Sabtu, 25 September 2010
berpura-puralah dan lupakan yang nyata
manusia pandai berpura-pura
mereka berpura-pura untuk berpura-pura
menutupi pura-pura yang lain
dengan kelakukan pura-pura itu
LABYA
sepanjang nafas memeluknya,
hidup berpura-pura
untuk berpura-pura
bahagianya pura-pura
sedihnya pura-pura
mabuknya pura-pura
asapnya pura-pura
liarnya pura-pura
cintanya pura-pura
tapi Labya tidak bisa berpura-pura saat hatinya ingin merindu bluesman,
yang ditemuinya setiap malam di bar pinggir kota
Labya tidak bisa pura-pura lari,
saat hati dan mata sama-sama ingin menatap bluesman
tidak bisa juga pura-pura lupa bagaimana suara itu pernah menariknya begitu dalam pada intismasi dengan bluesman
ah pura-pura
tapi karena Labya manusia,
ia bisa berpura-pura bahagia
ia bisa berpura-pura merindu hal lain
saat suara kecil yang berbisik,
mereka berpura-pura untuk berpura-pura
menutupi pura-pura yang lain
dengan kelakukan pura-pura itu
LABYA
sepanjang nafas memeluknya,
hidup berpura-pura
untuk berpura-pura
bahagianya pura-pura
sedihnya pura-pura
mabuknya pura-pura
asapnya pura-pura
liarnya pura-pura
cintanya pura-pura
tapi Labya tidak bisa berpura-pura saat hatinya ingin merindu bluesman,
yang ditemuinya setiap malam di bar pinggir kota
Labya tidak bisa pura-pura lari,
saat hati dan mata sama-sama ingin menatap bluesman
tidak bisa juga pura-pura lupa bagaimana suara itu pernah menariknya begitu dalam pada intismasi dengan bluesman
ah pura-pura
tapi karena Labya manusia,
ia bisa berpura-pura bahagia
ia bisa berpura-pura merindu hal lain
saat suara kecil yang berbisik,
"aku ingin kau malam ini, bluesman"
Diposting oleh
beckybec
di
07.24
Jumat, 24 September 2010

jika diminta menunda,
mungkinkah angin akan berhenti di utara?
jika diminta berhenti,
bisakah waktu kemudia menahan lajunya?
jika kuminta pada Tuhan,
putarlah waktu kembali,
waktu tangisan kami adalah surga
waktu tawa kami terasa kekal
bisakah itu?
lalu angin yang berhenti di utara berbisik,
tangis bisa dihayati sebagai bahagia
karena tangis telah jadi lampau
dan kamu menang atas tangis.
tawa bisa dirasa kekal sampai saat ini,
karena kau telah sampai pada hari ini
dan masih ada tawa di atas wajah.
jadi jika waktu diputar kembali,
kenangan ini belum tentu seindah sekarang
-kukatakan pada galaksi,berotasilah. jangan pusing untuk memutar balik.kini aku tahu, bahwa kenangan adalah karunia untuk hari ini atas masa lampau-
Diposting oleh
beckybec
di
06.22
Minggu, 19 September 2010
aroma muda yang kekal

jika airmata bisa bercerita tentang betapa inginnya saya tetap di sini,maka berceritalah. sebab kata-kata terasa terlalu biasa untuk menahan langkah kalian dari tempat ini. haruskah beranjak? haruskah berubah? bukankah kita suka pada tempat dimana kita tanam tawa dan sorak sorai? tempat yang meluluhkan segala benci jadi suka dan segala duka menjadi bahagia?
tolong katakan pada matahari yang nampaknya enggan meninggalkan kita, tetaplah bersinar. jadilah senja yang kekal bagi kita. biarkan malam yang dingin merenggut nanti, ketika kami siap.
bagaikan sebuah kertas kita telah menjadi warna warni yang hidup di dalamnya. kita tak terhapuskan bahkan oleh air yang menghancurkan kertas itu. sekalipun hancur, kertas itu tetap berwarna. kita tetap ada.
jika dan hanya jika boleh, biarkan saya sulam sebuah tali yang mendekatkan langkah kita kemana pun akhirnya kita berjalan untuk berpisah. sebab tawa ini belum mengering dari sukanya. air yang jatuh di pelupuk belum bisa meninggalkan wajah ini. bagaimana mungkin sebuah tangan sanggup melambai dan berpisah 20 jam jauhnya?
jadi lebih dari segalanya,tolong, biarkan sekali lagi hidup berwarna ini hinggap pada saya. ingin saya hirup aromanya yang menghidupkan,aroma muda yang kekal!
Diposting oleh
beckybec
di
03.59
Kamis, 09 September 2010
revisi
saya temukan kotoran di wajah yang selama ini dielu-elukan? kotoran yang takkan tersapu. jadi sekarang orang yang melihat, akan mencibir. mereka akan kembali berani melihat ke cermin lantas membandingkan dengan wajah ini. mereka pasti temukan beda dan dengan kotoran di wajah jelas saya bukan tandingan mereka. sungguh merana
seperti halnya diri sendiri, setiap hari saya temukan satu kekurangan dalam diri saya. kelebihan yang selama ini jadi tumpuan kepercayaan diri, tenyata bukan apa-apa. cuma sederajat dengan kotoran jika dibandingkan dengan mereka-mereka yang telah enyam seribu kali perbendaharaan ilmu. tapi namanya juga manusia, tinggalnya saja di bawah kolong langit (suda kolong, di bawah pula). mereka tidak akan bisa jadi yang paling, selalu ada langit di atas kepala. dan itu menjadikan kaki mereka tetap berpijak ke tanah.
manusia jatuh karena keinginan mereka melampui langit. langit tak bisa dilampui. ada kekuatan lebih luar biasa di atas langit, kekuatan yang kita sebut supranatural. jadi, saya terima segala cacat pada tubuh ini sebagai cambuk menjadikannya lebih baik. walaupun besok saya tidak tahu apakah kotoran ini masih jadi kotoran di wajah atau telah jadi bedak penghiasnya. saya serahkan pada waktu. dan sambil menanti saya mau terbang di langit
Diposting oleh
beckybec
di
11.29
suatu malam yang semarak
malam makin tinggi tergantung di angkasa,
gemuruh bunyi warna warni suka terdengar di seantero kompleks ini
musik dari irama manusia-manusia yang bersujud dan berseru tinggi-tinggi pada Khalik,
menambah semarak satu malam penutup perjuangan mereka
malam makin larut dengan gelapnya,
sementara bocah dengan gembira meledakkan kegembiraannya
esensi sudah tak lagi berharga,manakala sanak saudara datang memeluk rindu
ah, ini mungkin hari kemenangan bagi mereka yang berjuang bagi mereka yang ikut serta merasakannya
malam makin erat membungkus kita semua,
dengan rasa haru dan rindu dan fitri
selamat bagi mereka semua yang telah menyelesaikan bulan baik dalam setahun yang baru
*idul fitri
gemuruh bunyi warna warni suka terdengar di seantero kompleks ini
musik dari irama manusia-manusia yang bersujud dan berseru tinggi-tinggi pada Khalik,
menambah semarak satu malam penutup perjuangan mereka
malam makin larut dengan gelapnya,
sementara bocah dengan gembira meledakkan kegembiraannya
esensi sudah tak lagi berharga,manakala sanak saudara datang memeluk rindu
ah, ini mungkin hari kemenangan bagi mereka yang berjuang bagi mereka yang ikut serta merasakannya
malam makin erat membungkus kita semua,
dengan rasa haru dan rindu dan fitri
selamat bagi mereka semua yang telah menyelesaikan bulan baik dalam setahun yang baru
*idul fitri
Diposting oleh
beckybec
di
10.40
Langganan:
Postingan (Atom)

