Minggu, 03 Februari 2013

Sambil menghabiskan sore di batang abu,
Aku mimpikan hidup tenang dan bahagia
Lupa sakit seperti apa bentuknya
Lupa pedih bagaimana rasanya

Tenang

Tenang saja
Lalu tibatiba senja sudah lewat
Dan usiaku di ujung malam.

Terima kasih luka,
Karena kau aku masih ingat rasa.
Dan batang abuku habis mengepul di udara.

Menulis tidak
Menggambar tidak
Sepertinya sekarang sedang menikmati jadi bahan cerita
Sekalikali mau juga jadi pelaku...

Selasa, 22 Januari 2013

Pasang kacamat itu memang mudah. Namun, menggunakan yang sesuai dengan keadaan itu yang akan butuh banyak pertimbangan. Di tempat terang tentu perlu kacamata yang agak gelap untuk menyaring cahaya. Belum lagi memikirkan seberapa gelap dan terang kombinasinya nanti.
Dan tiap manusia harus punya banyak kacamata. Tidak hanya harus punya banyak tapi juga tahu kapan menggantinya.

Sekarang saya harus pakai dulu kacamata baru. Nanti kalau dapat melihat jelas, saya harus lari lagi.
Ngebut...

Pasang kacamat itu memang mudah. Namun, menggunakan yang sesuai dengan keadaan itu yang akan butuh banyak pertimbangan. Di tempat terang tentu perlu kacamata yang agak gelap untuk menyaring cahaya. Belum lagi memikirkan seberapa gelap dan terang kombinasinya nanti.
Dan tiap manusia harus punya banyak kacamata. Tidak hanya harus punya banyak tapi juga tahu kapan menggantinya.

Sekarang saya harus pakai dulu kacamata baru. Nanti kalau dapat melihat jelas, saya harus lari lagi.
Ngebut...

Pasang kacamat itu memang mudah. Namun, menggunakan yang sesuai dengan keadaan itu yang akan butuh banyak pertimbangan. Di tempat terang tentu perlu kacamata yang agak gelap untuk menyaring cahaya. Belum lagi memikirkan seberapa gelap dan terang kombinasinya nanti.
Dan tiap manusia harus punya banyak kacamata. Tidak hanya harus punya banyak tapi juga tahu kapan menggantinya.

Sekarang saya harus pakai dulu kacamata baru. Nanti kalau dapat melihat jelas, saya harus lari lagi.
Ngebut...

Minggu, 20 Januari 2013

Lakiku memaki
"dasar jalang"
Dan aku menerima
Sebab aku perempuan
Indonesia pula

Sudut yang Luput

Ujung matamu meneteskan cerita lara, tapi kamu tidak tahu. Karena ia dengan baik hati pergi tanpa pamit, ketika bola matamu menjemput suka.

Come out and play!

Dan anak hujan berpangku-pangkuan dengan mendung,
Ketika umat manusia menjejal udara dengan sumpah serapah.
Ia penghibur hujan yang sedang patah hati

Rabu, 16 Januari 2013

Dengan baik hati,

Saya menunggu datangnya malam,
Sambil berjaga membawa lentera

Senin, 14 Januari 2013

Sebentar,
Lalu aku luruh
Kita lahir.
Semesta mendelik, dibuatnya perintah pada waktu.
Itulah saat-saat suratan takdirku ditulis...

Jumat, 11 Januari 2013

when we are 50, tired, and beautiful



you are going to be bald
i am going to be fat
but we will be happy

Kamis, 10 Januari 2013

jangan tinggalkan kehidupan ini
sebelum langit runtuh
sebab besok masih akan ada lagi langit yang baru,
yang pasti jauh lebih indah dari hari ini.

lagi mau bunuh diri?
bubar sana!

kalau Tuhan beri saya dua diri dalam satu tubuh,
biarlah diri yang lain menjelma candi
yang dengan bijaksananya berdiam mengamati waktu
bahkan oleh tahun,
ia tak kalah kuat.

semoga doa saya yang ini tak benar-benar didengar
menjadi satu diri dalam satu tubuh pun,
bentukku menyerupai candi
apalagi kalau nanti benar ada candi dalam tubuh ini?
MAK!
mudah-mudahan aku tidak sedang berjalan di atas debu
sudah debu
di siang bolong pula.
dungu nanti kalau sadar

sepandai-pandainya perempuan berkelit,
cinta pun tak sampai hati pergi.


Have a Good Years Ahead, sunshine!

saya tidak akan pernah melihat wajahmu
tapi namamu telah terekam di sini
saya mungkin tidak akan pernah menggandeng tanganmu,
berjalan menyusuri bukit.
tapi dengan ayahmu,
kau akan berlari



dan kamu akan jadi  kesayangan
selalu.




untuk Uma,
yang mencintai hujan-menyanyi-melukis-dan dengan senang hati berdansa dengan ayahnya.

a good-night-sleep-tight ritual



don't think
DREAM!

this isn't a good night




someday,
the idea of death
will not terrifying you anymore

it gives you peace
it gives you a place to (finally) rest

gaze



menunggu siapa, anak manis?

...
bulan

oh, kenapa ditunggu? sudah ada janji?

...
belum

oh, tidur saja. bulan sedang pergi mengintip di tempat lain. setelah angin ribut reda, dia akan datang.

...
lalu doaku? ke mana harus kusematkan doaku? nanti Tuhan tidak dengar.


kau sematkan doa pada bulan?


...
ya, sebab cahaya bintang pun ia pantulkan dan pada saat bintang bersinar, manusia membuat doa. mungkin ia akan pantulkan lagi doa-doa itu...





...
lain kali bikin janji ya.


(lalu anak itu pergi tidur. dan dalam mimpinya pun, ia masih berdiri di teras, menunggu bulan muncul)

Minggu, 06 Januari 2013

mengadulah pada langit
yang menerima keluhanmu
dan menyambutnya dengan rintik hujan.
penanda dukanya turut hadir bagimu.

mengadulah pada langit,
yang tak pernah berbisik
dalam diam ia menyimpan keluhmu
dan menunaikan deritamu
bersama matahari terbit.

Rabu, 02 Januari 2013

jangan ragu.
kalau kau mau semua jelas,
nyalakan sumbu
dan sulut apinya,
biar kita terbakar dalam panas
dan cahaya yang besar menerangi semua.


matilah dalam keragu-raguanmu!

Ini namanya ngeles besar-besaran

terjemahkan nyanyianku ke dalam kata.
tiada lain yang kau temukan selain kata aduh panjang yang merintih.

kau paham maksudku?
maksudku,
nyanyianku sumbang bukan karena tak ada bakat di sini
nyanyianku sumbang karena rasa yang coba dia katakan.
kalau makianku terdengar terlalu pedas di telingamu
gantilah mereka dengan ucapan manis yang ingin kau dengar
semoga segala sumpah serapahku
jadi berkat bagimu.

tapi kau harus camkan satu hal,
kata maaf tidak pernah lahir dari pendusta
pendusta melahirkan pengampunan bagi dirinya sendiri yang keluar dengan ekspresi
"maaf"
lengkap dengan sedu sedan penipu.

kalau setan paling jahat di muka bumi,
maka pendusta yang paling keji di seluruh galaksi.

Minggu, 30 Desember 2012

seperlunya aku akan datang



kini aku perlu datang
tidak seperlunya saja
tapi benar-benar perlu


itu canduku.

tapi terima kasih yang paling besar kutujukan pada monster-monster penghisap darah
yang dengan senang hati membicarakan nasib burukku
dan dengan gembira menertawakan kisah dukaku
terima kasih.
justru karena kalianlah
aku sadar
dunia adalah tempat yang jauh lebih baik
jauh lebih indah
jauh lebih memesona hatiku
ketimbang duduk bersarang di antara kalian.



kudoakan kalian menemukan jalan ke neraka,
segera.
seperti lampu kunyalakan seterang-terangnya pikiranku
dan tanpa henti aku berharap ia tak pernah padam.
walau dalam jalannya ia terus berseteru
menyerang satu dan yang lainnya tanpa ampun
aku terus menahan saklar agak tak kunjung layu
dan pikiranku tetap bercahaya
dalam pekat sehabis perang

dine

harapan-harapan kita adalah makanan segar di atas meja
terhidang manis
menarik mata
siapapun pasti ingin mengceap barang sesuap
dan liur tak tertahan lajunya

harapan-harapan kita adalah hidangan.
suatu saat
ketika lahapan pertama dituntaskan
terus sampai suapan terakhir
meja menjadi kosong
dan harapan-harapan kita tak bersisa


mungkin aku cuma mau bilang
suatu sukacita bisa menikmati yang fana.
untuk suatu yang kekal,
apalah indahnya.
bukan karena aku tak pernah memikirkanmu maka dalam doaku tak menyebutmu
mungkin karena aku tak pandai berharap
terlalu suka bermimpi
dan tak pernah berani membicarakan masa depan

Rabu, 26 Desember 2012

Semua akan mencapai titik kejemuan. Dan percayalah, kamu juga. Jangan segan untuk pamit dan bergegas mengejar pesawat. Tak perlu hatimu berat melangkah pergi. Sebab kau tak pernah benar tinggal. Layangkan kepalamu menuju tempat yang hijau dengan hewan ternak berbaris menhiburmu.

Akan tiba masanya, padaku tak ada lagi suka. Daun kering jatuh menunggu hancur. Bunga layu tergantung menunggu angin membawanya.

Jangan tunggu kering
Mengadulah pada dunia

Selasa, 25 Desember 2012

one is not born, but rather becomes, -a woman


terima kasih de Beauvoir. kamu meracuni tubuh saya dengan tubuh yang lain. yang membangkitkan manifestasi naluriah sebagai betina. yang memungkinkan saya duduk dan berdiri dengan menyadari keberadaan saya. dan untuk itu semua, haruskah kita menyamakan jalannya percintaan kita? romansamu syahdu terkurung dalam benakku.

Senin, 24 Desember 2012

parampapapam
l played my drum for you
rampapapapam


MERRY CHRISTMAS


he was born somewhere in December
he was born.
he left us some euphoria
maybe all he wanted for his repeated birthday every year
is you and me
together
laughing, eating, bringing all the goodnes that long gone.


Peace be with you. for all the good people, love is in the air!

Rabu, 19 Desember 2012

Serat

Tubuhku panas dicumbu matari dan detaknya menggema jadi halilintar. Sore tak pernah seganas ini. Dan aku tak pernah sekeras ini jatuh.

If this is such a thing called love, then let it be...

Selasa, 18 Desember 2012

Tidak, saya bukannya tidak bisa patah hati. Hanya saja dalam banyak kasus, saya menolak rasa sakit dari patah hati.
Jadi, ya, saya pernah patah hati dan sering pula mengalaminya. Kalau orang tidak tahu dan menyangka saya sedingin es maka itu sama sekali bukan urusan saya.

Senin, 17 Desember 2012

Tidur,gih!

Menjagamu dengan rindu supaya segera dapat bertemu lalu bercumbu mengalahkan waktu. Ah andai i love you itu tidak terkesan palsu dan mendayu aku pasti sudah menyematkannya untukmu.

Kubaca jejakmu di antara debu yang ditiup kemarau. Bergulung membentuk putaran arah tak menentu. Kompasku hilang dalam badai, hingga jejak-jejakmu yang sebatas pertanda tak mampu kuungkap.

Ibuku menyambut dengan dua buah dada yang menghapus dahaga,
Kupeluk kepulanganku mesra-mesra,
Sambil terisak mengaduh padanya.
Kataku, "hilang lagi satu kepercayaanku. Badai merenggutnya dan musim kering menghilangkan jalannya. Aku kesepian dalam sesat."


Dan ibuku membelai kepalaku sambil berkata lambat-lambat,
Kemarin kekasihku juga pergi.
Lalu ayahku keluar sambil memukul dinding dengan ganas, ia bilang

Mana makananku, perempuan?






Kasihku hilang bentuk. Ibuku hilang kasih.

Terserah aku mau apa,
Bahkan jika dalam tulisanku aku menginginkan lebih dari satu ranjang persetubuhan
Kau tak boleh marah.

Aku peluk siapa yang ingin kupeluk
Dan kulepas tubuh yang mengharap keabadian









Kau boleh memutuskan tak percaya Tuhan,
tapi pada maut? Kau tak mungkin memungkirinya
Terserah aku mau apa
Melantur pun jadi hakku.

O please dont give me that "sorry"

Tidak akan ada kunjungan pada masa lalu
Sekalipun ia merongrong dengan rasa iba
Wajah yang kini bermandi rasa malu
Dan tubuh telanjang menahan kesepian,
Takkan mengusik sedikit pun
Belas kasihku
(jangankan belas, satuan pun tak sudi kuberi)

Harusnya kau mengerti
Bahwa tiap pohon akan berbuah
Dan pohon yang kau tanam itu,
Isinya ampas dari rasa bahagia
Penuh cela
Dan dengki

Jadi kau sudah harus waspada,
Jika musim kemaraumu tiba,
Buah itulah yang harus jatuh ke perutmu
Dan mengenyangkanmu dengan tiap cecap sakitnya

Jangan ketuk pintuku,
Tiada obat untuk menawar warna kasih yang luntur

Sepandai-pandainya manusia berjualan
Tak selamanya dirinya terbeli.

Kamis, 13 Desember 2012

Mata itu lagi,
Yang terperangkap jauh melebih kemampuanku menyelamatkannya.

Tak bisakah pandang berbinar itu beralih
Atau bisakah aku pura-pura tidak menyadarinya?

Kekaguman yang tiada henti pada :
Tanganmu, yang mengurut kepenatanku
Lenganmu, yang merengkuhku jauh dari mimpi buruk
Tubuhmu, yang tabah menangkapku kala kalut
Matamu, yang berjaga
Keringatmu, yang harus menetes untuk menyenangkanku

Dan untukmu, yang jadi juara ketika menghadapiku.

Selamat ulang tahun, tuan yang baik. I like you everyday

Rabu, 12 Desember 2012

If it hurts you, it hurts me more

You are not dying till...

Tidak seperti mereka, aku kurang yakin tubuhku mampu menikmati rasa sakit. Kesakitan merangsangku jadi monster, yang sekali-kali bergidik mendengar nyeri. Tak ada kesulitan lain yang kupahami selain menanggulangi rasa sakit.

Aku ragu, sakitku adalah nikmat. Jangankan menikmatinya, untuk melawannya pun aku tak  berdaya. Mungkin di balik persembunyianku dengan ribuan pil dan berliter-liter air yang kuhirup, aku pengecut. Ya, kecut dalam rasa sakit yang dengan gagahnya memperkosaku. Melepas satu persatu lapiasan kekebalan, hingga tubuhku tanpa ketahanan.

Fiuh, aku berhenti...
Bahkan membicarakan sakitku pun aku ketakutan. Ini memakan tubuhku. Ini menyiksa isi kepalaku. Ternyata, sakit adalah cikal bakal kebencianku. Dan kebencian, mereka beranakpinak dengan ganasnya hingga...

Hilanglah aku
Mati aku dalam rasa sakit.

AUCH!

Selasa, 11 Desember 2012

Tapi matamu tak bisa menatap ke depan. Bola matamu tertinggal. Selamanya pikiranmu terperangkap di belakang.

Aku bukan sosok di depan kepalamu. Jadi bayangan pun aku tidak.  Kalau dari jarak seintim ini aku merasa tak dipandang , mungkin aku benar hanya area tunggu

Senin, 10 Desember 2012

Aku tidak memilih lokasi kelahiranku. Aku tidak tahu bagaimana caranya mereka menghadirkanku. Aku hilang jejak di sana. Keadaanku terlahir otomatis.
Tapi, aku akan pilih matiku. Pilih cara, waktu, dan bagaimana kemudian tubuhku hilang. Bukan di rumah sakit, dengan rasa sakit yang mengerikan. Bukan di rumah jompo, dengan usia tua yang menyedihkan. Tubuhku takkan terkubur syahdu dalam tanah. Biarlah aku hilang. Aku hilang dengan caraku sendiri. Dan kali ini, kalian yang harus bertanya-tanya bagaimana nanti aku pergi (sama seperti kedatanganku dulu).

Ya, nanti, sebelum kekuataan maha besar itu mengambil alih rencana ini.

You are not dying till...

Tidak seperti mereka, aku kurang yakin tubuhku mampu menikmati rasa sakit. Kesakitan merangsangku jadi monster, yang sekali-kali bergidik mendengar nyeri. Tak ada kesulitan lain yang kupahami selain menanggulangi rasa sakit.

Aku ragu, sakitku adalah nikmat. Jangankan menikmatinya, untuk melawannya pun aku tak  berdaya. Mungkin di balik persembunyianku dengan ribuan pil dan berliter-liter air yang kuhirup, aku pengecut. Ya, kecut dalam rasa sakit yang dengan gagahnya memperkosaku. Melepas satu persatu lapiasan kekebalan, hingga tubuhku tanpa ketahanan.

Fiuh, aku berhenti...
Bahkan membicarakan sakitku pun aku ketakutan. Ini memakan tubuhku. Ini menyiksa isi kepalaku. Ternyata, sakit adalah cikal bakal kebencianku. Dan kebencian, mereka beranakpinak dengan ganasnya hingga...

Hilanglah aku
Mati aku dalam rasa sakit.

AUCH!

Semua orang bicara dan aku hilang

Aku mengerti bahwa ketiadaanku adalah ada yang lain.

Bayangkan, kau adalah Boni. Boni yang pergi bersekolah. Boni yang hobinya berkebun  memancing, dan semua kegiwtan luar ruangan. Boni punya satu kakak perempuan, satu adik perempuan, ibu dan ayah. Anjingnya mati sebulan lalu dan ia masih berduka.

Suatu hari kau bayangkan, Boni ini mati atau lesap dari rutinitasnya. Ia tak bersekolah. Ia tak berkebun atau memancing. Tak ada lagi kakak dan adik perempuan atau ayah dan ibu. Boni hilang, lenyap bersama seluruh dunia yang dia hidupi.
Siapa yang tersisa?
Mari kembali pada awal kataku,
Ketiadaan adalah ada yang lain. Ketika aku bilang, bayangkan kaulah Boni. Ketiadaan Boni menghasilkanmu. Dan ketiadaanmu menghasilkan Boni- boni yang baru. Jadi, apakah adamu adalah kamu yang sebenar-benarnya?

Tidak akan. Jangan dipikir. Inilah keadaan yang mengerikan buatku. Mungkin, aku yang bicara ini bernama. Atau tidak?

Minggu, 09 Desember 2012

Jangan kesepian
Persediaan kataku melimpah buatmu

Semoga setelah ini yang maha pemberi tak berniat membungkamku.

Biarpun kau selalu sekuat lautan di kala badai,
Aku tetap akan turun melindungimu dari segala yang jahat, yang mengusik peraduanmu.

Siapapun bisa lihat betapa kau berharga bagiku.

Kali ini, kamu yang tidak boleh sakit.

My love goes to Mr. Burton

Watch "Vincent - Tim.Burton.Short.Animation.1982" on YouTube

Sabtu, 08 Desember 2012

Bahkan ketika kepalaku meledak
Dan isinya berhamburan jadi serpih
Semua milikmu -baumu,wajahmu,suaramu,helai rambutmu,pundakmu yang berdiri simetris,lengkung senyummu- akan utuh tersisa di dasar ledakan.
Kalau nanti tubuhku tak berkepnala
Maka kaulah gantinya.

Jumat, 07 Desember 2012

Jangan ganggu perempuan yang didera tiap bulan. Awas, ia menggigit!