beradu mana lebih kuat
bunyi-bunyian mengisi batas ruang langit dan tanah
ruang kosong menyaksikan semua.
gelas piring kaca beradu
tapi usaha itu
seperti bertikai melawan angin
tak ada guna
tak ada hasil
duka adalah mendapatkan diri kita kehilangan arah menuju mereka yang menunggu di perhentian terakhir, rumah
ini panggung ludruk atau bagaimana? orang-orangnya kok gak bisa harmonis.
sebenarnya saya mau tulis jargon. takut dibilang saru. hal-hal yang ada di pikiran saya masih suka dianggap tabu. orang-orang sekarang gayanya sudah kayak soeharto. seenaknya saja suruh diam. jaga cakap. jaga laku. bikin orang-orang ,yang kentutnya saja kata-kata seperti saya, jadi pesakitan. ah orang-orang banyak lagak ini suatu saat akan kena batunya. mereka boleh coret-coret punggung belakang saya dengan nama apapun yang saya tidak (mau) tahu artinya, tapi awas...awas saja.ps : ini ancaman? - ah, ya bukan. masa saya berani mengancam. ini cuma doa- oh...doa yang mengancam?- hm...sedikit.

dari antara jutaan sel pria yang berusaha keras mencumbu telur-telur itu,menetas saya kamu.dari antara pilihan hidup yang ada,saya kamu memilih untuk membaca inidari antara sekian banyak cara untuk menyalahkan Tuhan atas ketidak-tampanan hidup kita,saya kamu memilih diam dan berdoa
"halo"
"senang""bahagia""sedih""kecewa""rindu"
"maaf, salah orang"
saya terpikir menghasut Tuhan,ketika saya sadar...Tuhan menghasut orangtua sayauntuk menghadirkan saya.AH!
ada kaca yang tak bermataada mata yang tak berairtapi mataku,berkaca-kacapecah menjadi air
2 : sedih... tapi biarlah aku memeluk. setidaknya, yang bukan dimiliki tak berarti tak boleh disayang, kan?
jangan memandangku prabu, pangku aku...rengkuh aku
jangan memujiku prabu, tapi bersumpahlah untuk tak melanggar sumpah
jangan memalingkan muka
jangan berhenti merindu
jangan lupa tatap dewabrata, kan kau temukan aku
jangan mencintai perempuan itu,
seperti kau inginkan aku
duh, dewa
andai ibumu dapat kembali menjadi manusia
persatuan kita akan abadi
give me no love
and i will be perfectly fine.
give me no heart,
i am okay.
i am feeling-less...
-becsingtheblue-
apakah harus kutukar semangatku,
dengan sumpah yang mencekik leher
demi pertemuan dengan pemuja yang hilang?
ada yang sedang menari,
di antara ribuan kata.
mengamuk dan mencari,
kekasihnya yang hilang di rintih malam...
ada yang sedang menari
di antara ribuan obor
bertopeng kayu,
memanggul bisu
hanya dalang yang mampu bicara...
anakku,
tak kenal
diriku lagi
kenapa mereka kelu saat bersamaku?
apakah karena aku gila kata?
atau kejujuran mereka adalah kesunyian itu.
perasaanku jarang kita bicarakan
tapi tindakanku
melukiskan semua yang sanggup hati rasakan