Rabu, 05 Mei 2010

seorang wanita berpesan...

Mengapa kami harus mengalah

Padahal kami tidak bersalah

Mengapa kami harus mengerti

Saat kami diberikan sebagai upeti

Apakah semua, selain kami, berubah menjadi barbar

Dan tak lagi mengenal kata sabar

Jangan rusak tubuh kami

Jangan gadaikan hati kami

Akulah air susu yang menghidupkanmu

Mengapa kau renggut nyawaku


teruntuk : Suamiku kekasihku adikku temanku


Sabtu, 01 Mei 2010

end of may, 1st 2010

nak,
setelah hampir bosan menunggu hari ini usai
dimana perayaanmu berkumandang di langit yang baru
lihatlah ini


sebuah doa
sebuah pelukan
sebuah harapan dan impian
mari kubungkus satu semuanya untukmu



untuk meidyana dita





bertambahlah hari di hidupmu
dan lengkapilah perjalananmu dengan cerita
tapi tetaplah selugu ini, karena melalui doa bola matamu yang berbinar dunia akan jadi hadiah terindah

bestbestestwishes



me

Jumat, 23 April 2010

black hawk waltz


menarik-narik kaki-kaki yang kutekuk hangat
pukul 2 lebih beberapa menit
malam memamanjat di dinding
selamat tidur galaksi
mimpi panjang dalam tarian waltz yang menghitam

tekateki 2

berdiri di sebelah
berjalan beriringan
dengan sutra menjadi pembatas
adakah artinya selembar itu
jika melalui sela-selanya tercium jelas aromamu?

Senin, 19 April 2010

tekateki 1

akan ada masanya
raja akan jatuh
dan dayang berlarian keluar
membuka pintu
hingga pangeran negri sebrang masuk
merenggut yang telah dinantinya
hasil jarahan dari kutukan yang ia pecahkan

selalu ada ruang pengampunan


sebelum menyadari bahwa hanya tinggal bayangan yang pergi ke atas ranjangku, aku berisyarat pada langit dan berbisik pada daratan yang akan segera kau tinggali
"jagai ia di tengah waktu yang tak mengenalnya dan keasingan yang akan menghisapnya. buai ia dalam cinta yang baru ia enyam, pastikan ia tersenyum setiap akan pergi tidur. karena dengan berdoa untuk kepergiannya, aku yang tinggal, akan tetap bahagia"
kemudian memang hanya tinggal bayangan yang tersisa dan sepucuk kertas penyesalan kertas yang lambat-lambat kupahami kepergian kekasihku menuju daratan baru adalah balasan untuk sepucuk kertas yang tak kunjung berbalas
kutinggalkan bayanganmu berbaring di sisianku yang runtuh satu demi satu dan merayap pergi sebagaimana kau telah pergi

Kamis, 15 April 2010

metaphor

seperti pergi menunggu layar kembali terkembang
di pinggiran laut yang sedang pasang
mungkin demikian ceritanya
kalau bermimpi tentang kita

Selasa, 13 April 2010

terlalu menyukaimu dari jarak sejauh ini
dari hamparan mil
dan tetap menyukaimu
dengan hanya menikmati guratan yang tak langsung
lantas tak bisa melepasnya lagi

coba tolong sembunyikan
caramu melekatkanku pada memori itu

coba tolong potong garis yang menghubungkan kita

sebenarnya
ini hanya rekayasa
sulit mengatakan aku suka sekali

DI SANA

disana tidak ada garis batas atau garis akhir
disana kaki kita bisa menyentuh garis horizon dan tetap berlari
tangan kita menyapu awan dan terbang melintas langit
disana tidak kutemui batas
sebab langit
hanya sebuah garis awal
dan di padang yang meluas itu
aku akan mengukir cerita
orang akan sulit melupakannya

ruparupamu.aku fasih betul

Aku begitu fasih dalam ruparupa duka. Sebab ia menemaniku di hampir setiap perayaan. Kemarin ia baru saja tiba. Di hari jadiku yang kesekian. Menyelinap dalam diam yang mengerikan. Seketika menyambutku dengan hadiahnya yang getir. Aku menolak membuka,Namun duka selalu tahu bagaimana aku akan melihat.

Aku begitu fasih dalam duka. Hingga aku lupa bagaimana harus bereaksi. Saat kubuka sebongkah hadiah darinya. Dan kutemukan kartu hitam dengan tulisan abu-abu yang sunyi

“maaf untuk keseribu kalinya maaf, saya lupa jalan kembali pulang”

Sudah kubilang aku fasih dalam duka. Sebab ia menggantikan orang orang yang seketika amnesia tentang diriku

Jumat, 09 April 2010

eksekusi

jika dan hanya jika senja boleh berlalu maka saya pasti mampirmenyeberangi jalan besar menuju pekarangan kecilmu sambil menjinjing seikat janjijanji untuk datang kembali kelak saya akan mampir ke rumahmu ke ruang dimana ada airmata dan perpisahan,dulu . lalu kita mulai bicara dan senja telah pergi jika dan hanya jika malam boleh menetap maka aku pun akan bermalam menghabiskan sisa waktu sebelum sinar pagi mengeksekusiku jika dan hanya jika kamu akan mengingatku seperti aku yang dulu,aku akan pergi dengan damai

Rabu, 07 April 2010

manifestasi mimpi

ayo cobalah
lari denganku
kita lewati batasan langit yang manusia tentukan
biar oksigen menekan
meremukan tubuh kita dan belulalng kita terhimpit
selama kita berlari dengan kecepatan angin,
cahaya pun cemburu pada kita.
mari menjadi udara yang tak terbatas berat
menjadi lebih ringan darinya
menembus apapun yang kau mau lewati
tinggalkan saja sebentuk kesedihan dan malang yang merintang
biarkan mereka berduka dengan kesendiriannya
dan bebaskan dirimu dari cengkramnya,
ayo lari denganku
menuju kedalaman samudera takkan masalah
tanpa oksigen pun kita tetap bernafas,
sebab kita manusia
yang melebihi realita
kita adalah manifestasi mimpi yang tanpa limit
kita
denganmu aku berlari
bersamaku kau berlari

Selasa, 06 April 2010

aturan untuk tidak mengatur rasa suka, setuju?

ini yang aku katakan
menyukai tidak perlu aturan
dan menyukai tidak butuh batasan
jika kita gambar garis diantara rasa suka
kita hanya akan membunuuhnya
sebab rasa suka setebal garis,hanya setebal itu
sangat rapuh
dan tak tersentuh
maka karena begitu tipisnya
ia mampu menggelitik dan tak menyakiti
maka itu,
aku selalu suka saat aku sadar
"i think i like this boy or i really like this man or i like those species!"
suka
menggambarkan rasa yang luas
dan manusia menginterpretasikan mereka dengan lucunya

satu juta panggilan di berikan :

1. sayang (common nickname)
2. senjaku (selalu ingin menjadi satu yang ini)
3. hujan (keren ya)
4. seng (:D)
5. kawan
6. the bluesman
7. you
8. dan seorang asing

apa panggilan kamu untuk sebuah garis yang kita sebut suka?

penabuh baru

tabuh
ayo tabuh
berikan aku satu deretan bunyi yang merindu
riuh rendah
jadikan dunia garis birama tanpa garis pembatas

aku mau kau bernyanyi
bersama denganku
dibawah malam yang memandang sayu kita
menjadi apapun kita bisa
sebab malam menyelimuti kita dalam gelap yang paling pekat

kau penari malamku
yang menabuh dalam peluh
dan setiap bulan menggantung di atas
aku akan segera pergi melukis
membayangkan kita yang tak pernah terjadi

Rabu, 24 Maret 2010

"death is the end of the war, i've seen the end of the war. the question is, how do i live again?"

Sam-Brothers 2009

Rabu, 17 Maret 2010

rumah kayu tepi pantai

bluesman
aku bermimpi kamu
kita terbaring di atas hamparan pasir
di belakang kita rumah kayu di atas karang besar
di sekitar padang ilalang
di hadapan kita
lautan yang dengan ramahnya menggoda kaki kita yang memanjang
ombak menggulung menghempas menyentuh jari-jarimu dan jari-jariku
menggelitik

berbaring begini denganmu seperti berlibur tanpa habisnya
lalu kita berenang
ke tengah lautan yang biru menghijau
matahari memayung kita
dan kita bergembira karena air menyelamatkan kita dari lekatnya terik
rambutku tergerai
rambutmu memanjang menyaingiku
aku bisa merasakan
kecoklatan rambutmu menyentuh kulitku
dan angin menerbangkan helai-helai rambut kita yang bergulung-gulung

sayang,
bisikmu dalam lagu
dan aku membalasmu hanya dengan bisu
kita menikmati tiap detik yang berlalu
sampai kita terjaga di hadapan langit yang mencair ke lautan

senja
bisikmu
aku kau langit senja laut dan pasir
sesekali angin menyapa


kau raih tanganku
kau tarik dalam pelukan
kau nyanyikan lagu bluesmu
aku menari
aku tertawa
aku merasa kau

boy
the bluesman
datang lagi dalam mimpiku

GUILT

jajaran tubuh tanpa pakaian itu
menantang datangnya fajar
berdiri di atas tiang-tiang cahaya kota
beristirahat dari letih yang tak kunjung lepas

ada kalanya dalam pedih itu
mereka berdoa
berdoa agar luka dibalut dan perut mereka disumbat
namun kala doa tak dapat mengenyangkan,
mereka lebih suka terlelap sampai tak lagi terjaga
selamanya

setiap fajar mulai menyingsing
roda-rodaku melewati jajaran tubuh tanpa daya
yang terbaring terlentang dan terkapar nyaris mati
pedih bukan lagi milik mereka
milikku jauh di dalam hati
namun toh roda-rodaku selalu bergulir
dan tanpa pernah berhenti
untuk menyapa mereka

tubuh-tubuh telanjang itu perlahan mengkerut
di makan bekunya malam
kain-kain warna warni bekas pakai
adalah teman sejati
anak-anak menyusu terpaksa menelan angin
dan aku tidak berdaya dalam ketidakberdayaan mereka


segalanya yang mereka butuhkan
hanya kesempatan
jika saja sebuah fajar dapat mengubah kesempatan mereka
mungkin,
satu dua tubuh itu akan pergi
dan rasa bersalahku akan berkurang

stuff we did together

mata mengawasi setiap gerak langkah,
setiap tarikan nafas
dan helaannya

//nyanyikan..nyanyikan sepenggal nada dengan lantang,
aku menantang
dengan gemuruh yang berdentang
bagai bunyian lonceng//

kita adalah satu
dalam ritme yang berbeda
kita menangis seperti tertawa
dan senyuman kita adalah harapan
rangkulan di bahuku di bahumu
masih hangat tercetak kemarin
aku berseru

//bagaimana kalau kita lakukan lagi kawan!//

kegilaan menjadi muda
menjadi liar dengan alam
hakikat kita lahir bersama elegensi
namun kita malaikat yang perkasa

aku bisa menebak
akan ada keharuan saat tangan kita harus terangkat
saat kita akan berjuang sendiri
sebab kita terlalu lama bersama
berjalan dalam susah dan suka bersama

apakah kemudian tawa kita mengendur
aku harap tidak
perempuan-perempuanku yang hebat
apa yang lebih tepat untuk membakar semangat kita dalam 5 hari
selain memori tawa tangis kita?

segera aku akan pulang

salamku untuk langit,
sampaikan betapa aku merindukan sentuhannya
dan menginginkan tangan ini bisa segera mengibas awan-awan yang menyelubungi
percayalah,
dari manapun kakiku berdiri
ingin rasanya pergi berlari menembus daratan
menuju angkasa
langitku
nantikan aku dan langkahku di atas tubuhmu
kau,biru

Minggu, 14 Maret 2010

my blues man ( aku merindukan sensasi jatuh cinta denganmua tuan penyanyi)

perasaan lucu itu selalu muncul
saat kamu diam-diam
mengendap-endap di lorong panjang khayalku
bermain dengan mesra
bersama senandungmu
keringatmu yang mengkristal di labirin dalam dunia bawah sadarku
menjadi airmta yang merindukan
dan rona merah di pipimu yang gempal
memompa semangatku untuk berlari dan mengecupnya
lagu blues
nyanyikan untukku
sebab tiap kali melodi itu mengetuk daun telingaku
darahku berdesir
dan jantungku
jangan tanya kemana dia melonjak


aku berencana memimpikanmu malam ini
jadi bernyanyi untukku sayang
dengan harmonika aku berdansa dalam lelap

bisikan untuk seorang teman yang jauh memudar

kamu memudar seperti lampu panggung setelah aksi mereda
memudar
dan berputar
tanpa getar
tak ada sensasi yang menghantarmu untuk bersinar
seolah tirai sudah ditutup, kau menghilang
tegar berdiri menghadap deretan kursi yang menyublim dalam ruang kedap bunyi
menari
tak ada sambutan
membungkuk, melucu menjadi seribu wajah
namun sepi
sunyi membalasmu dengan cemoohan

berat menjadi diri sendiri yang tak memikat
berenang dalam lautan bintang
menjadi seonggok batu yang siap tenggelam
itukah rasanya, malaikat kecil?
dari matamu aku bisa lihat
surga yang tertunda untuk beraksi
karena penontonmu telah bergerak menjauh

deretan kursi
dan lantai-lantai semua tanpa irama\

jangan takut,
tarikanlah
nyanyikan
hantam kepalaku dengan surga di matamu
aku akan lihat
dan saksikan
akan kuberikan sekali lagi
sinar untukmu
jangan pudar,
bisikku
untuk seorang teman

Sabtu, 13 Maret 2010

kadarluasa

ternyata februari memang menjemputnya pergi
selepas itu
hanya angin bergulung di udara
meniupkan lembaran jejak yang tertinggal
tanpa bekas
februari yang hangat
garis akhir dari pelarian yang kutempuh
berakhir?
tidak hanya pergi
melepas
dan melambai
semua cerita
terucap atau tidak
pasti abadi
di dalam ingatan

Senin, 01 Maret 2010

kemudahan menjadi muda

semua akan baik-baik saja,teman
jangan khawatir
berlarilah
telusuri jalanan yang masih lapar menanti hadirmu
taburi tiap blok-blok yang kakimu akan kunjungi
dengan cinta
harapan
dan doa

masa muda dan kebangaannya
bagaikan satu irama musik dunia
menghentak membebaskan
membesarkan hati-hati yang kerdil
berenergi
membangkitkan rindu dan bahagia
tawa mulai merekah
bersama dengan kemudaan yang kemilau


berikan dirimu pada usia
bersahabatlah dengan waktu

katakan : aku muda aku muda kemudaan adalah aku!

Minggu, 28 Februari 2010

ciuman untuk pengkhianat

halo sayang
terimakasih
sudah datang
meludahi wajahku
dan menampar tubuhku hingga berpaling ke lautan

aku takkan membencimu karena itu

justru karena itu aku merasa iba
sudah matikah cinta dalam jiwamu?

Jumat, 26 Februari 2010

kita berhak bermimpi indah kapanpun!

melupakan banyak hal
berjalan menjauh dari banyak hal
dan kembali mengkomposisikan hal hal baru
yang (jauh) lebih penting

melepaskan apa yang mengakar terlalu dalam
menjalin sesuatu yang menyenangkan
berhenti menginginkan kesia-siaan
dan berteman dengan mimpi-mimpi yang indah

semua terasa lebih hidup
saat kita memang memilih untuk hidup
bukankah terlalu banyak keindahan untuk merasa begitu membenci
di hidup ini

saya berjalan
menjauh dari pilu
mendaki bukit memperhatikan
manusia dan gelombang kecemburuan magnetik yang membumbung di angkasa
menghempaskan semua itu
dengan satu cerita baik
tentang mimpi indah

sebab
buat saya yang sekarang
betapa tragis mendengar manusia hanya bisa
memburu kebencian
tanpa merasa berhak bahagia

kita memang berhak bahagia
dan kamu tahu,
kamu sangat berhak untuk mengejar kebahagian
kita memang tidak pernah tahu
beda benar dan beda salah
keduanya hanya dipisahkan oleh bayangan
dan bayangan itu adalah pikiran kita masing-masing
mengapa meninggalkan begitu salah
dan setia begitu benar
jika keduanya
sama-sama terasa pilu
jawabannya ada pada bayangan itu
setiap bayangan
punya jawaban berbeda

hujan yang meretas senja ini
membuyarkan lamunanku tentang benar dan salah
petir menghantam dinding-dinding bayangan yang berlumut
mengobrak abrik isinya
dan meninggalkan bayangan itu dalam bisu
ternyata

benar dan salah
memang hanya ilusi ya

Rabu, 24 Februari 2010

alasan untuk terbangun dan menyelesaikan hari

aku hendak berbagi cerita
tentang sekelibat warna yang kusaksikan saat pergi ke tepi sungai
saat itu menjelang petang
dan aku asik terduduk di atas ayunan
dengan angin sesekali menyentuh punggung tangan kaki
dan menyibakkan rambut di wajahku
langit teduh dan tenang
seperti juga sungai yang menatapku tak bergeming
aku tak melakukan apapun kecuali berpegangan pada tali yang menggantung ayunanku
dan memainkan kaki-kakiku yang kutekuk menjauh dari tanah

kemudian gerimis tiba
kecil
perlahan
tanpa gejolak alam yang berarti
aku seperti bermandi cahaya senja yang gemilau
sebab gerimis-gerimis itu
air air yang perlahan hinggap di tubuhku
mereka bersinergi dengan matahari yang merah
seolah matahari mencair
dan cairannya adalah gerimis

seolah gerimis itu berwarna oranye
dengan langit kemudian mulai memudar
merah menjadi lebih jingga
dan kemudian bergradasi total menuju
sampai berakhir pada kalbu
aku terkesiap
tak berdetik
setiap kali cahaya dari gerimis itu menyentuhku
aku merasakan adukan di atas langit, dan cairan warnanya yang menyentuhku!

pengalam ini luar biasa
aku melihat sensasi teman!
bisakah kau bayangan seberapa besar sensasi itu, hingga sanggup kutangkap
yang pasti,
nafasku tak bisa dan tak mau teratur
detakan di dada pun mengikuti ritme tarian dari langit

aku mencium tanganku yang basah oleh warna warna yang tersibak
dan menghela tiap baunya

warna punya bau
sinar punya aroma
mereka bersatu dalam lelehan gerimis

"terimakasih Tuhan, sebab apa yang indah selalu datang... tepat di saat aku merindukanmu"

juni dijemput di ambang kematian

juni berbisik
"aku lelah mau pulang"
tapi kakinya ditanam di dalam balok semen
dalam-dalam
hingga aku bingung tak habis pikir,
bagaimana kamu akan beranjak juni

juni berbisik
"aku lelah aku mau menghilang, jadikan aku bayangan"
namun aku kembali terusik
bagaimana bisa jadi bayangan, jika kepalamu kau titipkan di bar semalam
namun dia berkata cepat,
"aku akan hilang tanpa kepala, biarkan kepalaku menyaksikan dunia dan kebodohannya"

kemudian butiran air hangat mengaliri wajahnya yang pilu
"kenapa duniaku berotasi pada titik dimana aku merasa ditipu"

aku berbisik,
lembut
jauh di dalam hati

seharusnya dari dulu kamu pulang
melindungi tubuhmu dari sengatan malam yang dingin
membalut lukamu dengan handuk
dan terlelap dari kejahatan cinta

lalu mobil itu tiba,
menjemput juni dengan bebannya
pemuda bersalin sederhana menyambut dengan tawa
bisakah juni hanya dengannya
sebab dengannya
ia seperti menemukan surga
di atas segala huru hara

aku berbisik melepasnya pulang,
"tidur tidurlah juni, patahkan kaki dan tanggalkan kepala jika hanya membuatmu lari dari laki-laki berwajah surga"

rabu pukul 18.30

hujan itu telah melabuhkan rasa
lama setelah rasa itu sempat tiba
dengan cerianya
dengan gaunnya yang bergejolak ditiup angin
rasa itu pernah tinggal
walau sementara
aku bisa mengingat
bagaimana rasa bejalan di sepanjang koridor jiwa
dan membaui rasa yang terbakar matahari di teras hati
rasa pernah tinggal sementara
lima menit
sebelum hujan turun
aku lihat rasa berkemas
kupikir hanya berbenah
ternyata,
kapalnya telah tiba dihantarkan hujan yang berhamburan
dan aku harus bisa bilang
rasa telah berlabuh
segera setelah hujan perlahan mereda
aku temukan kosong
di sepanjang koridor
di depan, di teras hatiku...

rasa telah berlabuh,
bersama hujan yang menarik diri ke langit

Selasa, 23 Februari 2010

angan angan di batas lamunan

semua akan selesai
tanpa perlu memilih pun,
seharusnya hati bisa tetap merasakan jodohnya

sama seperti menulis,
pelan-pelan saya berusaha untuk tidak menjadi egois
bukan hanya menulis untuk memuaskan jiwa saya
namun
sebuah tulisan yang memotrer
merefleksikan
dan memberikan perenungan tentang hidup banyak orang

nafas-nafas saya teratur keluar
saat bersitan pikiran di atas terlintas,
mulai detik ini
setidaknya...
saya akan berusaha menulis sebuah dunia tanpa batasan
dimana orang bisa merasa seperti
"pergi tidur dan bermimpi"

Senin, 22 Februari 2010

kita bisa merindu dan meradang bersamaan

aku semakin tahu rasanya jadi mereka
dan semakin lama ditilik
aku jadi tahu,
sebersit rasa rindu itu telah berubah jadi amarah yang menghitam

tidak ada yang bisa disalahkan
seandainya bisa memilih,
maukah dia
bidadari itu
mempertahankan persaudaraan ini
yang sayup-sayup kehilangan darahnya

juni bicara cinta

aku tidak sayang kamu, cinta...
aku hanya kesepian dan butuh ditemani malam ini
aku butuh menghabiskan malam dalam hingar bingar
minuman yang kularutkan sampai memabukan
juga cuma pelampiasan sepiku
dansa dan nyanyian seperti sebuah jubah yang menutupi
kering dan kerontangnya tubuhku
jiwaku terutama

aku tidak rindu kamu, sayang
tapi aku butuh suara-suara gaduh
dari tawa-tawa yang kau selipkan di udara
aku butuh lebih dari satu orang selain diriku sendiri
aku tidak mau suaraku saja yang memantul dari dinding
bukan aku begitu meninginkan tawamu, bukan
tapi hari ini
langitku kosong tanpa deretan awan
dan aku butuh nafas dari tawamu
untuk menguap dan jadi awan


malam begitu pekat mencekat pikiranku
dan aku mendapati diriku terpojok masih sendirian
botol-botol telah dikosongkan
rokok dilenyapkan bersama asap
suara mulai memudar

aku tidak sayang cinta atau rindu
tapi tiba-tiba
aku butuh aku ingin aku mau

Sabtu, 20 Februari 2010

do not be afraid my friend, because tomorrow is only a day away

sekarang aku tahu rasanya mengapun tanpa pelampung
di bawah hanya buih yang bergulung2 naik ke permukaan
dan kaki tidak mungkin mencapai dasar
tak ada pijakan
dan mengapung rasanya semakin sulit dilakukan

tapi hey, kenapa harus mengapung?
mengapa tidak berenang?
mengapa tidak berusaha menggapai daratan baru untuk berpijak?


karena berpindah, bergerak dan berenang
bukan perkara mudah
memerintahkan tubuh kita untuk bergerak menuju tempat asing
rasanya seperti membuka kotak pandora
apa isinya
bagaimana bentuknya
tidak ada yang tahu


namun mengapung tidak bisa menyelesaikan masalah
tubuh kita perlahan akan dimakan buih
ditarik menyelam
tanpa sempat menarik diri untuk naik


jadi berenanglah
temukan tepian
jejakkan kaki di pulau baru
namakan sesuai namamu
dan miliki hari yang lebih baik
dari mati kedinginan kelelahan mengapung di atas buih tanpa pelampung


ps : sunday is the ocean, swim or forever be miserable

hadiah dari jakarta

sampai jarum itu berjalan dan melewati garis batas bulan dan matari
aku berdiri
menanti usia muda menjad bayangan
dan masa depan menyambut
tertawa
menertawakan kemudaan
atau kekanakan yang berlalu
masa masa indah menjadi memori
dan hari esok menjadi hadiah di malam aku menutup perayaan
yang tersisa tinggal ucapan
yang mengapung di udara pembatas
selamat
jabat tangan
segelas air yang memabukan
aku terlunta lunta
menanti datangnya pagi
dan menyatu bersama satu tahun
tiga ratus enam puluh lima hari
dan ribuan jam
akankah aku menikmatinya, rahasia
sebab apa yang menarik selain menantikan dengan jantung berdegup
episode baru satu babak yang lain
sampai jumpa usia,
di satu tahun mendatang