Rabu, 08 Agustus 2012

jangan bilang itu kamu!

selamat malam,
apa kita pernah saling menyapa? bukannya kita hanya menatap sekilas dari jauh. mengenali mata itu sebagai namamu dan senyum ini sebagai namaku. mengapa kita bercakap-cakap lewat udara seolah-olah kita adalah kekasih lama yang menggebu-gebu segera ingin bercinta.
apa saya pernah mengenalmu di kehidupan sebelum tempat ini? maaf, saya tidak percaya reinkarnasi. tapi mencintaimu dari jarak ribuan dimensi pun sepertinya bukan masalah. kalau pada akhirnya kita dekat tanpa perlu mengenal.
sejauh ini yang kita lakukan adalah terlibat dalam pembicaraan tak langsung. pembicaraan yang melibatkan orang-orang asing. tentang hal-hal yang...maaf aneh. saya tidak pernah mengeja huruf-huruf dalam namamu, ya kan? namun, kamu tertawa kalau nama saya dijadikan subyek dalam cerita. apa kamu merasa itu lucu? atau sama seperti saya, kamu hanya senang mendengar nama saya disebut? kalau ya, kita adalah orang asing yang sangat beruntung.
ini sudah malam ya. tolong menyingkir sebentar dari kepala saya. maaf, ini bukan bualan apalagi rayuan. saya hanya ingin pergi tidur dan bermimpi...

Kamis, 19 Juli 2012

andai saja, mata ini tidak mengeluh, tanganku akan masih menari pada kotak-kotak abjad. sayangnya mataku merengek pada otak, minta dimatikan. ia minta redup setelah seharian dipakai berputar mengitari dunia. mataku ini manja. mengeluh bila lelah, terjaga pada semu. tapi terimakasih, langit malamku kembali setelah ia dicuri beberapa minggu. kini aku bisa pergi tidur dengan tenang. sambil bermimpi bahwa aku masih terjaga.

selamat malam

ini cerita tentang jatuh cinta di bulan purnama,
dengan kekasih yang bernama langit malam.

ada  yang duduk termangu di beranda kamar
di lantai dua.
menanti perginya senja
dan tibanya malam.
saat bulan bulat melengkung sempurna
di langit yang nyaris telanjang,
ia terkesima.
mendapatkan dirinya jatuh dalam pesona
yang tak ada ujung.

"langit malam, adakah kau mendengar, aku sulit terpejam karena keindahanmu membius mataku. membuatnya terjaga dalam keletihan. membuat energiku berpendar bagai matahari yang rindu pada pagi. langit malam, apa kau sengaja menunduk manja padaku, seolah kau mudah digapai sedang aku merindu saja."

ini cerita tentang jatuh cinta di bulan bulat sempurna,
pada langit yang tiada mendengar.

Rabu, 18 Juli 2012

Glorious Honeymoon

kamu yang putuskan,
baiknya kita jatuh cinta dimana?
di dalam ruang pertunjukan, dengan mata berbinar menangkap cahaya dari panggung
atau
di ruang baris buku, dengan kepala dalam-dalam memasuki buku

kalau aku mau jatuh cinta padamu
setelah keluar dari gedung pertunjukan
setelah selesai berjalan-jalan di dalam buku.
aku mau jatuh cinta di halte bus
sambil menunggu cerita kita tiba.

Senin, 16 Juli 2012

justru karena saya realistis,
saya tidak mendayu-dayu
atau memaki-maki di tempat umum.
saya realistis bahwa pilihan itu selalu tidak terduga.
orang-orang boleh memilih
orang harus memilih
mereka juga yang nantinya akan terima resiko.
jadi apa saya marah?
apa saya kecewa?
saya memilih untuk tidak pasrah dan berkabung.
saya memilih hidup. saya memilih langit-langit. saya memilih untuk berlari.

repetisi ini berulang lagi

peran yang saya hidupi di atas panggung,
saya nikmati pula di hidup nyata.
ada yang pernah menyebut saya gangga
yang pernah memanggil dewi sebelum nama saya.
anda tahu,
gangga yang saya mainkan
dicuri hatinya saat malam
yang mengamuk
yang mencari
di antara kata.
apa anda adalah kekasih yang hilang?
anda adalah jiwa yang membengis?

di sinilah kita berhenti,
pada nasib yang tak memberi jawaban.

Kamis, 12 Juli 2012

jangan mendayu-dayu. jangan merayu. atau sekalian saja jangan malu-malu.
saya tahu.
lampu sudah dimatikan, ruang tunggu warna putih memudar. lampu sudah dimatikan dan listrik merayap ke udara. aku bersemayam di antara nyawa elektrik. menyinari gelap dengan warnaku. tapi lampu sudah dimatikan, dan sisanya hanya hitam.
suatu hari nanti saya (janji) akan bercerita lagi. di enam bulan terakhir tahun dua ribu dua belas. untuk sekarang ini saya (cuma) mau menyalin lagi kenangan. enam bulan pertama dalam tahun dua ribu dua belas ini terlalu menarik untuk dilewatkan begitu saja. ada banyak naik-turun yang tidak terduga. selasa naik, rabu turun. jumat turun, lalu minggu depan naik sampai lupa turun. ya begitulah enam bulan ini. lelah dan bahagia.
apakah kamu juga begitu?

Minggu, 08 Juli 2012

jika kamu takut meloncat karena jarak tempuh menuju pijakan begitu jauh maka pejamkan mata dan berpikirlah "kalau jatuh pasti ke bawah"
bukan mengajarkan untuk jadi tolol, tapi saya mau bilang kalau resiko itu memang harus diambil. sejatuh-jatuhnya kita, segalanya akan pergi ke bawah. sakit. lalu bisa naik lagi, kan?
jadi meloncatlah, terjun bebas. tidak ada bahagia tanpa resiko.

serius lu?

kita adalah anak-anak dari matahari
dan saudara sepupu cahaya bulan yang tak berkesudahan indahnya.
kita adalah kecantikan tanpa usaha.
mereka sebut kita, manusia.

untuk semuanya, THANKS A LOT!

yang dalam kesendirian datang menyusup sebagai keriuhan,
yang dalam kelemahan datang menyeruak menjadi energi,
yang dalam ketakutan datang melindungi,
yang dalam kegetiran mengobati,
yang dalam keterbatasanku menjadi dimensi baru

Tuhan

terimakasih.
untuk segala ke-MAHA-anMu yang tak tertandingi.
yang menjawab keraguan.
yang menjawab doa tanpa kata.
yang membuka jalan.
yang menumpu kakiku.
yang datang tanpa diminta
yang tinggal selamanya.

Tuhan

terimakasih.
kebesaranmu adalah hidupku.
kreasimu adalah turun-naik hidupku.

Tuhan Tuhan Tuhan
dalam nafasku, namaMu terucap

Rabu, 20 Juni 2012

masih dalam gejala masuk ke tempat gelap

I Will Follow You Into The Dark- Death Cab for Cutie


(secara random menemukan ini. di post saja sebagai gejala berkelanjutan dari post sebelumnya)

Good Tight, Sleep Night

mama:  tidur kalau malam. kalau malam itu tidur. pagi baru bangun.
saya:    mama, saya astronot. bagaimana saya bisa tidur kalau di ruang antariksa selalu malam
mama:  nah, kann tadi dibilang kalau malam ya tidur. masa melek..
saya:    itu dia masalahnya, kalau saya tidur lalu siapa yang operasikan roket saya? mama mau?

saat matahari bulan juni tiba lebih awal

mau mati di taman bunga. diiringi terompet dan seruan nyaring anak siaga. mau mati dalam hitungan detik. cepat ditangkap angin dan dipindah tangan menuju baka. mau mati dengan indah seperti bunga mekar di pagi hari. rona pipi memerah. tubuh seperti berpose siap diabadikan. jari terlipat, kalau nantinya maut mau menggandeng tubuh ini. mau mati mau mati mau mati dengan tawa kalian yang berlari dalam taman bunga. kalian yang berdandan dan membawa keranjang untuk piknik di musim panas. menggantungkan kamera di depan dada, menanti-nanti momentum. mengisi botol dengan air lemon yang dingin untuk memanjakan kerongkongan. mengikat tali sepatu kemudian berlari. tapi di tengah taman itu, kalian tak akan menemukan pohon rindang untuk duduk-duduk menikmati matahari. kalian akan temukan jejak kematianku. bekas-bekas suara dari terompet. kuncup yang baru saja mekar. angin yang berlalu. dan aku yang tinggal kenangan...
kalau aku nanti mati, kenanglah aku seperti matahari di musim panas. rindukan aku di kala hujan bulan desember tiba.


(tulisan dari suara Amiina- "Blafledur")

do it!

Apa yang saya suka, saya kerjakan.
apa yang saya mau, saya lakukan.
apa yang saya tidak suka dan tidak mau, saya biarkan.

kamu mau terluka?

tidak dong.

jadi kalau kamu terluka, kamu akan biaran?

ya.

kalau semakin parah?

...

lalu mati?

....

kamu suka mati?

tidak.

jadi kalau kamu mati akan kamu biarkan?

ya. saya suka hidup. saya mau hidup. kalau nanti saya mati, biarkan saja.

ps: Jangan takut. Jangan takut sakit dan menderita. Dalam ruangan hitam yang menjepit paru-paru untuk bernafas, selalu ada ruang udara untuk dihirup. itu menandakan masih ada restu untuk hidup lebih baik nantinya.



Sinema Kesukaan

Frankie & Johnny

ps: i was so in love with Al Pacino. When you were too in love, you tried your best to see his face. (film ini susah payah dicari dan sampai detik ini belum selesai ditonton. mau tau kenapa? tetap ikuti sinema kesukaan)

Selasa, 19 Juni 2012

Sinema Kesukaan

WHAT'S EATING GILBERT GRAPE?


ps: Johnny is so young, too in love.

Rabu, 13 Juni 2012

if this is madness, call emergency!


If there's no one beside you
When your soul embarks
Then I'll follow you into the dark
Then I'll follow you into the dark
Death Cab for Cutie-I will Follow You Into The Dark 



kita bicara dimensi yang berbeda. kita bicara jarak yang kasat mata. kita bicara rindu yang tak terkatakan sepi. kita bicara kematian dan kehidupan. kita bicara tentang abadi dan ketidakabadian. kita bicara segala rupa perbedaan. 


tiga hari ini,
saya merasa kehilangan
sesuatu
seseorang
yang bahkan belum saya lihat tubuhnya hilang.
apakah akan ada lagi yang pergi?
tolong.
jangan bangunkan saya dari kamar,
kalau itu anda yang pergi.
tolong, Tuan
jangan beritahu saya kalau kau ajak seseorang yang saya cinta
pergi.
tolong
biarkan saya dalam kegelapan
dan merasakan tubuh yang telah pergi itu.


apa kamu rasakan juga duka yang belum berwujud itu?

cure (the other part)

are you going to be sad all day long?
yes.
when will i see your smile again?
dont know.
ok, gimme a call when your smile visits.
...
.....
hey!
yes?
*smile*

pertanyaannya "apa kamu butuh dihibur saat sedih? atau kamu cuma perlu tahu bahwa ada orang yang ingin melihat kamu tersenyum lagi bahkan setelah waktu-waktu buruk datang bertamu?"
jawaban dari pertanyaan itu mudah-mudahan jadi penghibur bagi hati yang patah dan jiwa yang hilang.

Sabtu, 09 Juni 2012

labels are labels.

lalu perempuan itu mengambil peralatannya. ia nyalakan rokok di antara riuhnya pelacuran. peralatannya diletakan di atas meja yang paling kosong di antara meja-meja lain. ia duduk. diam memperhatikan dari balik asap. seorang pria datang mendekat dan bergestur hendak duduk. perempuan itu mempersilakan. di tengah pelacuran, semua ini biasa saja.
pria: jadi, berapa harga yang harus saya bayar untuk bergumul dengan nona malam ini?
perempuan: maksudnya?
pria: ya nona, saya mau nona melayani saya. berapa harganya?
perempuan: maksudnya? anda pikir saya pelacur?
pria: ya.
perempuan: tidakkah tuan lihat mesin tik dan kertas di sini?
pria: ya.
perempuan: untuk apa ini semua menurut tuan?
pria: menulis.
perempuan: bukankah saya harusnya dipanggil penulis ketimbang pelacur?
pria: tapi kamu ada di sini, duduk di rumah pelacuran, di dalam bar, di meja ini, dan..
perempuan: dan saya perempuan?
pria: ya.
perempuan: terimakasih untuk kehormatannya tapi saya penulis. jika saya pelacur, saya akan bawa laki-laki telanjang dan saya letakan di atas meja ini. bukan mesin tik.

perempuan itu mematikan rokok, membenahi kertas, dan dengan gerakan cepat berdiri meninggalkan laki-laki yang setengah mati berusaha mengumpulkan sisa-sisa kemaluannya.
sulit ya mengalah sama kegagalan?
ya, sulit.
kenapa?
karena kegagalan paling besar itu sebenarnya mengakui kita tidak sebagus itu dan tetap bisa berjalan tegak,tidak tunduk.
ya itu sulit. apa bisa akhirnya kamu bisa mengalah sama kegagalan?
harusnya bisa.
kalau tidak?
selamanya saya gagal.
ya.dan dengan berpikir begitu, mungkin kegagalan sudah lama pergi.
---
dalam banyak kata, ada banyak kosong yang diisi. (walau dalam riuh, sepiku tak sembuh. tapi melihat ada orang yang berinteraksi dengan diri sendiri adalah suatu kegembiraan yang paling sederhana). bukankah dari kata kita kita belajar banyak hal? prosedur dengan kata. nama dengan kata. nafas dengan kata. logika dengan kata. jadi tak ada salahnya menyembuhkan hati yang kalut dengan perbincangan dan percakapan sia-sia yang tak perlu banyak makna.
human being.
manusia, tak pernah puas karena waktunya terbatas. dia tahu suatu saat akan binasa, akan pergi dan hilang makanya waktu selalu hal paling berharga dan kesempatan adalah emas.

permintaan maaf

saat setinggi-tingginya kepercayaan diri ini dibiarkan,
kepala kita dihantam jatuh sampai lebih rendah dari tanah
supaya belajar lagi cari memanjat yang tepat. untuk sampai di tempat yang benar. dengan usaha yang sesuai. dengan proses yang baik. dengan hasil yang bagus sebenar-benarnya.
ah!
saya minta maaf kalau di panggung kemarin,
anda cuma bisa diam melihat perempuan teriak-teriak dan tidak bisa habis pikir kenapa dia teriak-teriak.
mudah-mudahan masih ada naskah lain untuk saya hidupi.

Kamis, 31 Mei 2012

debu jadi debu di hari Rabu

you go and dancing
i stayed and cry
will you come and comfort me?
through every second in every minute
through every stereo in every heartbeat
through every dust in every step
through every moment that i wished you were around.

your body is gone
and my love stay stronger than ever.

this is a story of goodbye
a sudden farewell in every carnaval
your eyes reflected hope
your tears told me you were strong enough.
to a new friend in the family,
the sun will rise, Mar.

Rabu, 30 Mei 2012

rasanya dikepung ratusan ribu buku itu....fantastis atau magikal?
yang pasti,
dikepung ratusan ribu buku itu bikin lupa waktu.

kalau boleh bikin buku dong yuk

ALASAN

blog semakin ketinggalan zaman
dan buku sudah dilupakan
sekarang ada tumblr yang memuat gambar
karena ada yang bilang some paintings speak louder than your words
bagaimana bisa kamu bilang begitu, saat makna gambar yang kamu tangkap pun
dicerna kata-kata lisan dalam hati.
buku tidak akan pernah ketinggalan zaman
begitu juga dengan blog.
se-membosankan apapun blog saya ini nantinya,
inilah satu-satunya rekam jejak karya-karya amatir saya.
jadi nikmati saja ya.

(the answer to the question : "why dont you make a tumblr? its 2012!"

*ps : selain itu saya ga jago gambar nor photographing nor design, so...

Minggu, 27 Mei 2012

it feels so good to share so much joys! enjoys


surat elektrik di kawasan elektronik

naik sepeda di kebun binatang.
makan es krim di tengah hutan.
naik gunung ketika sore turun.
main pasir di pagi hari.
berjemur cahaya bintang di bawah langit-langit kaca

apa kamu lihat saya di sana?

berpayung di bawah gerimis matahari
bergandengan tangan di setapak menuju bukit
berkendara menuju pantai
menghisap rokok ditemani kopi panas dan malam yang cantik

apa kamu lihat saya di sana?
temukan saya dalam imaji terdahsyatmu tentang suka
lalu kita bercinta sampai kehabisan waktu
Salam hangat,
Bahagia

kalau dipikir-pikir tidak berpikir itu nikmat


Sometimes rain that's needed falls 
We float like two lovers in a painting by Chagall
All around is sky and blue town 
Holding these flowers for a wedding gown
We live so high above the ground, satellites surround us. 
Painting By Chagall- The Weepies 


saya lagi mau romantis. katanya, saya kurang romantis terlalu realistis. saya ga dua-duanya, saya hanya main aman. kalau hidup terlalu membahayakan lantas apalagi yang harus dirasakan kalau maut datang mengamuk. ada baiknya, kita hidup aman dan menyenangkan kayak lagu ini.

jadi saya setuju mau romantis ceritanya. sepenggal lirik di atas adalah keindahan yang saya sisipkan buat teman-teman yang hatinya linu dimakan realita. berbaring dan cari lagu ini ya. lalu bayangkan kalau kesederhana macam berimajinasi bisa bikin kita kenyang. walau sesaat, kekenyangan macam itu bisa menyembuhkan kelaparan dan haus di hati kok. selamat bersenangsenang dengan hidup (macam) apa pun yang dijalani :) 

Sabtu, 05 Mei 2012

duka sepekan

tiap diam, aku tiba-tiba ingat tentang kedekatan kita yang sepi kata.kita sering diam kalau ketemu. mungkin karena kamu sudah seperti bapak. tidak usah banyak usaha untuk dekat. --


kepergianmu tidak bisa diidentifikasi, sama seperti gerakgerikmu. banyak rindu di sini. dan keheningan ini untuk saudara yang pulang lebih dulu.

Rabu, 18 April 2012

man-tera

aku bukan manusia yang lahir sore hari dan baru bisa mengeja cinta. bukan mereka yang berteriak menolak kenaikan harga diri. aku memandangmu dengan segenap kekuatanku sebagai manusia yang lahir di antara rintih bulan. manusia yang memusuhi teriknya pagi. mencari jalan keluar di antara sore. aku manusia dengan ketaatan pada moral. kesetiaan pada logika. mengeja cinta dengan gerakgerikku.
lantas, mengapa harga diriku kau perkosa dengan kewajibanmu. mengapa harus kau letakan di bawah kakimu hanya untuk membuatmu merasa hidup. aku manusia seperti juga kau yang membutuhkan langit sebagai batasan tertinggi dalam semesta. kita berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. lalu kau hina aku hanya karena kelaminku.
aku bukan yang tak sanggup menilai orangorang tuna aksara. kau tak bisa mengeja cinta. lalu meninggalkanku merana, mencoba menulis rindu.
ibu bapakku bertanya,
jika besar nanti aku tak mau menjadi ibu
apa yang harus ibu bapakku lakukan?
tidak menimang
tidak menghadiahi
tidak takut
tidak bahagia
tidak memiliki
dan yang terbesar
tidak lepas dariku.

aku bertanya,
kalau sekarang aku jadi ibu,
apa yang ibu bapakku lakukan?
dan jawaban mereka
tidak menimang
tidak menghadiahi
tidak takut
tidak bahagia
tidak memiliki
dan yang terbesar
tidak membahagiakanku.

sebelas menuju setengah

bahkan karena kursi dan meja pun aku bisa kehilangan.
apalagi kamu yang bernafas di sebelah saluran udaraku.
bisakah kamu bayangkan,
jika seluruh udara ini harus aku hisap sendiri
kukeluarkan
kemudian kuhisap lagi sendiri.
mungkin sama juga rasanya seperti bercermin
dan tak menemukan bayangan.
seandainya memang tiap pengalaman dalam hidup kita telah ditulis
bisakah aku minta satu halaman lagi
untuk mengisinya dengan kamu?
tepat di sebelah nafasku yang pertama
setelah ini ditulis.
apakah ketika penciptaan Tuhan meletakan magnet dalam diri kita?
atau hanya aku yang Ia tanamkan lempengan logam itu.
membuatku menarik mereka,
dan menjauhkan kamu.
mungkin Tuhan meletakan lempeng selatan dan separuh selatannya lagi ada padamu,
hingga aku dan kamu sama-sama saling menjauhkan diri
lakilakiku,
lakilakiku,
apa kamu dengar aku?
kamu dengar aku tidak?
tidak, kamu tidak dengar aku
atau kamu tidak dengar apa-apa lagi
kecuali isi kepalamu
yang mendorongku
terpaksa menjauh?

Senin, 16 April 2012

so easily broken, we human being

don't be sad.
there is no
such a thing as sadness
if we try not to
think about happiness.
don't cry so don't laugh.
nothing is funnier than something.
kita bersuka di antara perempuan perempuan yang bercerita dengan airmata. lalu tertawa seolah-olah air yang menggenang di pangkuan adalah kolam permainan di musim panas. kita begitu fasih tertawa di atas duka.

dia menangis, meratapi tawa kita. mengikhlaskan dirinya merana untuk melihat satu kebahagiaan baru lahir. lalu ia pergi, menebar suka lewat dukanya.

Senin, 09 April 2012

invisible

pernah kukatakan pada seorang kawan, di meja tempat bir dan rokok kami biarkan bertemu. dalam aroma kesedihan yang tinggi di ujung sore, aku bilang
"hidupku adalah panggung. riuh ramai penonton adalah energi. dan setiap kali lampu menyala, aku hidup. ketika kekaguman mereka menguap dan mulut mereka berhenti memujaku, aku mati."
dan kawan itu terbahak. entah sependapat atau berusaha sopan.
tapi bukankah kita semua begitu?
energi adalah kekaguman mereka yang menyaksikan kita.
rasa cinta mereka adalah nafas
dan tepuk tangan adalah irama jantung yang baru.

lalu suatu malam aku kesepian. panggungku turun tirai. bangku penonton sepi. pintu gedung pertunjukan terkunci rapat. aku sekarat. nafasku habis, detak jantungku berlari, dan sepi mencekik nadi-nadiku.
apa enaknya dicintai saat lampu menyala? apa hebatnya dipuja sepanjang masa dan mati ketika semua itu hilang. aku mau dicintai bahkan ketika lampu menyembunyikan aku. penonton berjalan keluar dan tirai di panggung turun.

aku butuh kamu, kamu yang tidak jatuh cinta pada aku yang berdiri di atas megahnya panggung dan kilau lampu.

Minggu, 25 Maret 2012

lawan kata

gelap yang paling pekat pun tahu caranya melemah. dengan menerima fajar mengalahkannya. tapi kamu tidak bisa tahu. batu yang paling kokoh pun tahu bagaimana caranya melunak, dengan membiarkan air memanjakannya. tapi kamu tidak mau tahu. jadi aku harus jadi apa, kalau malam dan batu pun bisa. jadi aku harus bagaimana, kalau fajar dan pagi pun tak bisa mengubahmu.

monyet

kamu bilang aku tidak peduli.
kamu bilang aku kurang wajar
kamu bilang aku tak ringkas, caraku sulit dimengerti.

AKU BILANG KAMU BANYAK OMONG. ALASANMU TIDAK DITERIMA LAGI DI SINI.
selamat malam, cinta.

Kamis, 15 Maret 2012

biarkan aku memilih caraku sendiri untuk mencintai. setidak-tidaknya, untuk mencintai diriku sendiri. dimulai dari memberikan diriku apa yang kumau. lebih pun tidak. kalau kau sebut ini keegoisan maka kaulah jalanku pergi dari sana.
paijah- perempuan yg disebutsebut Jahanam

bertamu ke halamanmu lalu hujan menyambut

saat mencintai adalah sebuah fenomena terjadinya hujan.
menguap, menunggu, menguntai tetesan-tetesan bening jatuh ke atas tanah.
seandainya cinta adalah gerimis,
maka jadikan aku genangan yang menangkap seluruhnya sempurna
seandainya rindu adalah petir,
berikan aku sulur besi yang setia menahan derita tiap kali ia menyambar

ketika mencintai adalah proses hujan mengubah awan
ketika mencintai disertai mendung
saat itu pula aku pulang hanya dengan payung,
menepis gerimis yang merayuku.

Sabtu, 10 Maret 2012

ayo, minum soda. menggelembung kembung. lupa kalau dunia perlu menabung. menabung kebaikan. ayo minum, lalu mati kelaparan.

dok, tolong dong

jengah dengan keramaian sampai otak berkeringat???
stop reproduksi suara bising.
stop penggunaan speaker ketika ngobrol.
stop teriak2 kalau nyapa orang.
stop pemakaian tanda seru ketika menjawab pertanyaan.
dan stop mengeluh.
(lalu saya ini sedang apa?)

otak saya, kemarin lusa, pingsan. akibatnya pendengaran saya terganggu. selama beberapa hari belakangan, saya budeg. tolong, ini bukan penyakit. budeg ini disebabkan oleh korslet karena otak berkeringat. air keringat dari otak memacu terjadinya pertengkaran dengan syaraf. gendang telinga saya basah sehingga suara tidak terpantul dengan baik. jadilah saya budeg.
ketika orang bicara itu kedengarannya seperti begini di saya :
"nguuuung, praaaang, wuawawawa."

padahal sebenarnya dia bilang :

"lu baik? kenapa? waah gawat nih budeg"

ya, begitulah. malam ini saya baru sadar akan hal itu.

Minggu, 04 Maret 2012

dari atas ruang kaca,
semua tertangkap mata.
lampu lampu
wajah lelah
tubuh kuyu
gerobak dorong
mobil berserakan

Minggu, 26 Februari 2012

Bungabel : sebuah peristiwa musikal yang ....

Ini sebuah ulasan dari seorang amatiran yang menggandrungi musik-musik eksperimental. Tanpa bermaksud mengkategorikan band tersebut dalam aliran musik apapun, penulis merasa tergugah dengan kerasnya permainan musik mereka. Nada-nada yang dinamis berpadu dengan kata-kata puitis. Itulah sepenggal kata yang keluar begitu selesai menyaksikan pertunjukan mereka. Meminjam kata dari seorang teman (@teebravo) penampilan mereka “membius sangat”.

Mereka memang sempat bisu dalam berkarya lalu memutuskan untuk kembali menyuarakan gairah bermusiknya. Tahun 2011 bisa dibilang sebagai tahun kembalinya semangat bermusik Bungabel. Penulis sempat beberapa kali mengikuti pertunjukan mereka di beberapa tempat. Baru-baru ini, Bungabel kembali membius penonton Borneo Beerhouse dalam launcing Primitif Zine Vol.005.

Mereka membuka pertunjukan dengan gebukan drum yang intens oleh Dimas Wahyu, di sudut temaram panggung malam itu. Gitar dan bass bersahut-sahutan menemani melodi dari keyboard mini Indro. Kemudian masuk vokal Sari Yuningsih yang menyayat-nyayat telinga pendengarnya. Penonton terhipnotis memasuki lagu “Lelaki”. Sepenggal bait pembukanya berbunyi :

“Lelaki yang sanggup menantang matahari/bukan berteduh/Lelaki yang kuat menahan angin/bukan terbang bersama angin/Lelaki yang sanggup mengusir kesepian/bukan tenggelam dalam sepi/"

Kata-kata puitis yang dirangkai oleh Ari Ketjak menghadirkan pertunjukan multi-dimensi. Tidak ketinggalan ketukan-ketukan yang magis oleh Fadly pada Bass, memberi ruang ekstra bagi penonton yang hadir dalam ruangan kotak kecil malam itu. keajaiban mereka tidak berhenti pada lengkingan-lengkingan Sari di lagu pertama, menyusul di lagu berikutnya, efek gitar dari Gemi mengalirkan perasaan “kesetrum” di telinga penulis. Luar biasa.

Penonton yang hadir malam itu terpaku pada panggung berisikan lima musisi yang menggila. Mata rasanya tidak mau berpindah dari tempat itu biarpun keringat membanjir. Ruang itu seketika terasa pekat, bukan karena pencahayaan yang temaram tetapi Bungabel menghadirkan suasan “gelap” yang menembus cahaya.

Kata-kata yang indah rasanya tersedot habis ke dalam ruang Bungabel. Penulis harus jujur telah kehilangan kata-kata untuk bisa menggambarkan bagaimana perjalanan 45 menit mereka berlangsung. Waktu seperti berlari. Diburu hentakan-hentakan dari musik Bungabel. Syahdu pelan mengikuti di balik “Lagu Sungai”. Sampai habis kami dibawa ke lagu terakhir, “Melayang”. Dan kami mabuk suara-suara bising yang harmonis di telinga.

Ketika mereka turun dari panggung dan penulis harus percaya bahwa ruang waktu Bungabel telah habis masanya, mereka kembali menjadi sosok anak-anak muda yang santai. Senyum melingkar sempurna di wajah mereka dan menyapa penulis. Lima orang yang di panggung tadi rasanya adalah sosok yang berbeda dengan lima orang yang duduk bersama penulis. Mereka tertawa dan bercerita soal mimpi yang ingin Bungabel bermusik lebih dari bermain musik. Sebuah kebutralan musik yang manis, Bungabel.

Selasa, 07 Februari 2012

adakah senja masih menginginkanku?
adakah sinarnya mencariku?
rinduku patah jadi dua
mencari perekatnya yang hilang

masihkah kita menjelma suka saat tak ada lagi tangis untuk ditertawakan?

bukan kopi saja yang pahit rasanya

saat kamu dicurangi oleh waktu/ dan mendapatkan sebagian dirimu hilang dicuri 'momen'/pastikan pikiranmu masih bergerak searah jarum jam/mudahkan dirimu membuka/jangan membiarkan kita lebih jauh menghindar/masalah timbul dari kecurigaan/hati yang luka sembuh oleh pertemuan/adakah masing-masing diri diberi lebih banyak keinginan untuk bercinta ketimbang mendendam?