saya pasti akan punya hidup yang paling...
fals.
fals tapi bahagia, emang ga boleh?
BUNGABEL
di antara banyak kebisuan,berarti ada sela sunyi yang panjang.di balik bisu yang pekat,ada rintihan panjang yang tercekat tak terdengar,tergerus sela sunyi yang panjang
tolong siapa pun bantu aku memungutnya,aku kelelahan kehilangan satu persatu diriku dari diriku.
kalian tahu angin?apa bentuknya?adakah ia bisa dipeluk?adakah ia bisa dipegang?bantu aku memastikannyamencium kosong adalah letih
aku mau layu,bantu.lelah takkan terbayar bila perjalanan tak jumpa akhirannya...hidup selalu berlalu, dengan angin yang meniup lalu
sepertinya 100 tahun lagi pun,manusia masih mengejar cintadan 1000 tahun lagi pun,cinta masih abstrak di tangkap logika.haa
gemercik air yang turun berurutan dari pancurandi pagi yang mengucurkan berkat tak berkesudahanterima kasih Tuhanamin
sambil duduk minum kopi,aku merindukan purnama yang dulu langganan berdongengmengantar tidur yang paling lelapmenuju dunia kabut tanpa takut.sambil duduk minum kopi dan berendam di terik matahari pagi,pikiran kosongku terbang menyapa purnama yang tak sebulat dahulupurnama warna senja,hadiah ulangtahunku yang ke-5kata ayah,"bertambahlah usia dan tetaplah muda. seperti bulan yang tak perlu takut di antara
kalau dalam tidurku aku kesakitan.akankah ada tangan yang membantuku menyelimuti luka yang makin membusuk?kalau dalam tawaku air ketubanku pecah menjadi tangisadakah kulit yang menyekanya, menahan agar tak mengalir sia-sia


mari kita bayangkan bahwa kita hidup di atas gunung, di tengah laut, dengan matahari yang bergandengan tangan dengan bulan dan angin yang meliuk di antara awan.kita tak perlu rumah, tak mencari atap untuk berlindung.sebab tubuh gunung adalah persemayaman kita dan tiap lerengnya adalah penenduh.pohon dan bunga seperti kakak dan adik bagi kita. ikan dan terumbu karang adalah bocah-bocah sepermainan, yang berseru-seru mengajak berdendang.ah, dari tanah menyembur anggur yang menyegarkan. dari langit, tubuh kita dibasuh susu. tak ada malam, sebab bulan beristri mentari. tak perlu ada takut gelap, kalau bintang terbang seperti nyamuk di siang yang hangat. kita tak perlu belajar menangis, tak perlu berpikir mengapa tertawa, karena hidup kita adalah sebuah kemabukan. kita berada dalam tingkat ilusi tertinggi. dunia dan rotasinya seperti menjadi irama setiap hari.

aku baru tahu, ternyata nama tokohku adalah manik tubuh seorang perempuan. wanitaku menjadikan seorang manusia, perempuan.
Labya, perempuan itu hidup dalam liang identitasmu.
semarakmu adalah lilin, sebagian tahu langit adalah kue. kita nyanyikan dan tiupkan, cahayamu tak redup, makin mengibar.
bagaimana kalian menemukan saya?yang menghapus jejak bersama datangnya gelap.
bagaimana kalian menemukan saya?yang menghapus jejak bersama datangnya gelap.
duka adalah mendapatkan diri kita kehilangan arah menuju mereka yang menunggu di perhentian terakhir, rumah
ini panggung ludruk atau bagaimana? orang-orangnya kok gak bisa harmonis.
sebenarnya saya mau tulis jargon. takut dibilang saru. hal-hal yang ada di pikiran saya masih suka dianggap tabu. orang-orang sekarang gayanya sudah kayak soeharto. seenaknya saja suruh diam. jaga cakap. jaga laku. bikin orang-orang ,yang kentutnya saja kata-kata seperti saya, jadi pesakitan. ah orang-orang banyak lagak ini suatu saat akan kena batunya. mereka boleh coret-coret punggung belakang saya dengan nama apapun yang saya tidak (mau) tahu artinya, tapi awas...awas saja.ps : ini ancaman? - ah, ya bukan. masa saya berani mengancam. ini cuma doa- oh...doa yang mengancam?- hm...sedikit.

dari antara jutaan sel pria yang berusaha keras mencumbu telur-telur itu,menetas saya kamu.dari antara pilihan hidup yang ada,saya kamu memilih untuk membaca inidari antara sekian banyak cara untuk menyalahkan Tuhan atas ketidak-tampanan hidup kita,saya kamu memilih diam dan berdoa