sudah tujuh belas kali kutinggalkan panggilan tak terjawab di layar telepon genggammu, dengan harapan kau melihatnya dengan panik. tubuhmu yang lengket berbau hasratnya itu akan berubah seketika jadi ciut seperti nyalimu berterus terang padaku. tujuh belas kali kupanggil-panggil kau lewat telepon, dan tak kau gubris. mustinya kau malu saat duduk mengangkanginya dengan layar telepon genggam yang meraung-raung memanggil namamu. aku harapkan kau berjalan keluar dari kamar itu dengan kepala tertunduk sampai ke tanah dan nyawa yang tinggal sebaris, siap sepak.
kau sudah tak kunanti dengan kemarahan. marahku reda saat telepon yang ke-tujuhbelas kali itu masih saja kau indahkan. tak ada lagi marah. sebab tak ada lagi nanti. aku telah menghancurkan separuh penantianku bersama telepon yang kulempar ke luar jendela. maaf tuan jika itu mengenai kepala anda yang tanpa dosa melintas di bawah apartemenku. tak ada lagi tindakan yang rasanya pas untuk menenangkan diriku.
aku tahu, tahu betul ke mana malam-malam berharga kita kau buang. cerdiknya kau, mereka tak kau letakan berbaring bersama sampah dari dapur. kau buang mereka bersama cairan manimu yang kau tembakan di sembarang lubang. sedang aku berharap waktu kita belum benar-benar rusak. telepon itu kuhancurkan sekalian tadi, biar ikut jadi sampah. sebab itulah satu-satunya bukti aku masih berusaha mendapatkan waktu kita, yang kau buang seperti tak ada lagi artinya.
ah, sungguh berat keluhku ini pasti bagi otakmu yang telah menggelinding menuju celah selangkanganmu. kukatakan saja, tak baik taruh otak di sana. sudah punyamu itu dari kecil, ditambah lagi penghuninya, makin sempitlah ruang geraknya. makin bodohlah kau.
oh, betapa kuharap anjing memakan tubuhmu di perjalanan pulang nanti. sebab bau persenggamaanmu sama seperti bau sisa-sisa makanan. memualkan bagiku, menggiurkan bagi anjing gelandangan. atau mereka akan memakan tubuhmu karena kau mirip orang bodoh. itu saja. anjing pintar. mereka benci orang bodoh. mudah-mudahan kebencian mereka sebesar kebodohanmu. oh, Pter. biarkan aku tertawa sejenak membayangkan tubuhmu jadi rebutan moncong mereka yang kering.
Senin, 19 Agustus 2013
Diposting oleh
beckybec
di
09.46
yang paling hebat yang menurutku hanya dimiliki oleh para orangtua adalah
kesediannya beranak pinak,
setelah ia tahu bagaimana menyebalkannya jadi anak
dan mengesalkannya orangtua mereka
sungguh,
suatu kehidupan tanpa pengharapan
mati sudah reinkarnasi,
yang ada hanya rotasi.
kesediannya beranak pinak,
setelah ia tahu bagaimana menyebalkannya jadi anak
dan mengesalkannya orangtua mereka
sungguh,
suatu kehidupan tanpa pengharapan
mati sudah reinkarnasi,
yang ada hanya rotasi.
Diposting oleh
beckybec
di
09.35
naik turun gunung kami diburu. demi pantai dan buihnya, kami masih jadi buruan. setelah matahari tenggelam dan bulan muncul cepat-cepat, mereka makin memburu. buru-buru, BURUAN!
Diposting oleh
beckybec
di
08.51
Minggu, 18 Agustus 2013
biar kita jadi dewasa oleh waktu
menantang matahari di timur
dan berjuang sampai ia kembali ke barat
sudah tua jiwa kita
dan lelah layu semangat
tapi biar kita jadi dewasa,
berjalan sendiri dalam malam
berani
adalah satu-satunya selimut
dan tetaplah muda hatimu.
menantang matahari di timur
dan berjuang sampai ia kembali ke barat
sudah tua jiwa kita
dan lelah layu semangat
tapi biar kita jadi dewasa,
berjalan sendiri dalam malam
berani
adalah satu-satunya selimut
dan tetaplah muda hatimu.
Diposting oleh
beckybec
di
09.48
bungaku yang manis, bel telah berbunyi. mekar dong!
tetaplah menggebu-gebu dalam bermusik. kalian bagus seada-adanya!
dan tetaplah bernyanyi dengan jiwa yang melayang-layang dalam ruang pertunjukan,
kalian tunjukan musik bagus itu,
biar yang suka mendayu-dayu malu
dan tobat.
sampai jumpa
(patah hatiku jadi dua pamitan dengan band ini. tapi kalian tetap akan jaya dengan siapapun temannya nanti)
dan tetaplah bernyanyi dengan jiwa yang melayang-layang dalam ruang pertunjukan,
kalian tunjukan musik bagus itu,
biar yang suka mendayu-dayu malu
dan tobat.
sampai jumpa
(patah hatiku jadi dua pamitan dengan band ini. tapi kalian tetap akan jaya dengan siapapun temannya nanti)
Diposting oleh
beckybec
di
09.42
Kamis, 15 Agustus 2013
Saree butuh lebih dari sekedar kemauan
ia butuh sedikit sentuhan keajaiban
dan di mana ia harus temukan itu?
di antara air mata yang jatuh saat kemauan menemui jalan buntu
ia butuh sedikit sentuhan keajaiban
dan di mana ia harus temukan itu?
di antara air mata yang jatuh saat kemauan menemui jalan buntu
Diposting oleh
beckybec
di
22.30
prostituwords
kamu menulis seperti melacuh, ih...
begitu banyak kata
kata indah yang dipoles biar makin menarik
tujuannya memanja mata
membuat seseorang orgasme hingga lupa diri
kamu menulis seperti melacur deh
terlalu banyak kata
tanpa ada satu pun maksud
begitu banyak kata
kata indah yang dipoles biar makin menarik
tujuannya memanja mata
membuat seseorang orgasme hingga lupa diri
kamu menulis seperti melacur deh
terlalu banyak kata
tanpa ada satu pun maksud
Diposting oleh
beckybec
di
22.24
siapa yang keluar kamar dini hari, menyalakan tv keras-keras, sambil mengunyah kerupuk?
orang yang pikirannya ramai
dan butuh menenangkannya.
(harusnya kau paku saja otakmu biar tak saling menggertak)
orang yang pikirannya ramai
dan butuh menenangkannya.
(harusnya kau paku saja otakmu biar tak saling menggertak)
Diposting oleh
beckybec
di
09.32
ayah, aku ingin lemari baru.
bukuku membeludak keluar
pakaianku berhamburan seperti remah di lantai
buatkan aku satu
yang terbuat dari kayu
kali ini berwarna ungu
kalau tak ada uang untuk lemari baru,
boleh pasangkan rak di dinding kamarku
aku lebih suka bukuku rapi
lebih butuh mereka dari pakaian yang banyaknya seperti remahan
bukuku membeludak keluar
pakaianku berhamburan seperti remah di lantai
buatkan aku satu
yang terbuat dari kayu
kali ini berwarna ungu
kalau tak ada uang untuk lemari baru,
boleh pasangkan rak di dinding kamarku
aku lebih suka bukuku rapi
lebih butuh mereka dari pakaian yang banyaknya seperti remahan
Diposting oleh
beckybec
di
09.31
mimpi buruk!
kenyataan yang saya temukan malam ini:
"betapa kecilnya saya di dunia ini"
dan kenyataan itu sungguh menyebalkan. ketika saya pikir, perjuangan menaklukan tempat ini sungguh melelahkan. kini, saya sudah besar dan bersinar. tetapi, saya tetap tidak menemukan tepian untuk berhenti. ternyata tempat ini berada di tempat yang lebih besar lagi. saya puas, saya mati. saya tak puas, tetap bisa mati. caranya bertahan hidup? taklukan lagi wilayah yang lebih besar. setelah takluk dan belum juga melihat garis tepi, taklukan lagi. terus begitu sampai akhirnya ombak menggendong ke tepian. berbaring selamanya di pasir.
(sialan. mengapa begitu besar dunia untuk dijelajahi?)
"betapa kecilnya saya di dunia ini"
dan kenyataan itu sungguh menyebalkan. ketika saya pikir, perjuangan menaklukan tempat ini sungguh melelahkan. kini, saya sudah besar dan bersinar. tetapi, saya tetap tidak menemukan tepian untuk berhenti. ternyata tempat ini berada di tempat yang lebih besar lagi. saya puas, saya mati. saya tak puas, tetap bisa mati. caranya bertahan hidup? taklukan lagi wilayah yang lebih besar. setelah takluk dan belum juga melihat garis tepi, taklukan lagi. terus begitu sampai akhirnya ombak menggendong ke tepian. berbaring selamanya di pasir.
(sialan. mengapa begitu besar dunia untuk dijelajahi?)
Diposting oleh
beckybec
di
09.14
terlalu banyak mimpi untuk dipilih. terlalu kecil tangan untuk merengkuh
Diposting oleh
beckybec
di
09.08
Selasa, 13 Agustus 2013
kapan kita berenang?
saya ingin kamu mencicip teritori saya
seperti juga saya telah mencicip gunung dan lembah
saya ingin kamu mencicip teritori saya
seperti juga saya telah mencicip gunung dan lembah
Diposting oleh
beckybec
di
21.00
ibu itu berdiri di pinggir pagar yang melindungi balkonnya
mata menatap pada jalanan malam yang ramai
dan mata yang sama berkaca-kaca
"betapa cepat kendaraan-kendaraan itu hilir mudik, sekalipun mereka berpenumpang. aku? berpenumpang dan tak pernah pergi."
keluhnya,
keluh setiap perempuan seperti itu.
mata menatap pada jalanan malam yang ramai
dan mata yang sama berkaca-kaca
"betapa cepat kendaraan-kendaraan itu hilir mudik, sekalipun mereka berpenumpang. aku? berpenumpang dan tak pernah pergi."
keluhnya,
keluh setiap perempuan seperti itu.
Diposting oleh
beckybec
di
07.30
kamu boleh beli diriku
berapa uangmu
aku budak terburuk yang tak takut mati
(kapan hari ini bisa datang?)
berapa uangmu
aku budak terburuk yang tak takut mati
(kapan hari ini bisa datang?)
Diposting oleh
beckybec
di
07.10
intel negara bawah tanah
tidak semua, tidak, kata yang saya ucapkan pernah benar saya rasakan. saya justru menulisnya supaya kamu yang membaca bisa bilang pada saya seperti apa rasanya.
jadi, saya sudah siap mendengar. bisa kamu ceritakan sekarang?
jadi, saya sudah siap mendengar. bisa kamu ceritakan sekarang?
Diposting oleh
beckybec
di
07.05
mengapa kau pukul anakku hingga kepalanya pecah jadi dua?
seorang ayah harusnya tak mengalami duka seberat ini,
melihat anaknya mati lebih dulu
setelah ayahnya meninggal dunia.
dua kali ditinggal pergi sama dengan satu kali mati tak terampuni.
seorang ayah harusnya tak mengalami duka seberat ini,
melihat anaknya mati lebih dulu
setelah ayahnya meninggal dunia.
dua kali ditinggal pergi sama dengan satu kali mati tak terampuni.
Diposting oleh
beckybec
di
07.04
kapan sih kamu pulang?
aku lelah nih bicara dengan orang asing
yang bahkan tak berbicara sama sekali
tidak padaku
tidak padanya
aku lelah nih bicara dengan orang asing
yang bahkan tak berbicara sama sekali
tidak padaku
tidak padanya
Diposting oleh
beckybec
di
07.01
kekasihku pamit pergi sebentar. duduklah aku sendiri di kedai donat. minum coklat panas yang dingin. coklat panas dingin itu habis, kuganti mineral gelas dari rumah. perutku kosong otakku penuh. jadilah duniaku sekarang berputar tak seimbang. pulanglah sayang, aku butuh penyeimbang yang tepat. yang kompeten untuk menenangkan.
maka kucari pelarian. kujelajahi tiap laman milik teman yang pandai sekali menyembunyikan dirinya. entah aku beruntung atau tidak, dudukku yang sendiri kali ini penuh kata. mereka cerita soal kekasihnya masing-masing. dan entah kebetulan atau tidak. dua-duanya meneriakan rindu.
pasangan kekasih mana di dunia ini yang mulutnya tak penuh dengan rindu walau sebenarnya hatinya penuh?
dua perempuan berpotongan rambut sama. bertubuh sama walau dengan tinggi berbeda. berkelakuan sama. bercangkang lunak dan isi batu. mencinta lelaki yang berbeda dengan perbedaan yang sama. mereka mencinta ayah mereka. yang ditemukan lewat mata mereka yang pakai kacamata. mereka melihat laki-laki bukan sekadar pacar.
semoga ketika mereka sudah bisa tidak pakai kacamata, mereka tetap melihat cinta pada kekasih mereka. aku harap kacamata itu mengatakan yang benar mereka rasakan. atau biar saja mereka terus pakai kacamata. kota toh sudah terlalu berdebu, takut nanti mata mereka iritasi.
maka kucari pelarian. kujelajahi tiap laman milik teman yang pandai sekali menyembunyikan dirinya. entah aku beruntung atau tidak, dudukku yang sendiri kali ini penuh kata. mereka cerita soal kekasihnya masing-masing. dan entah kebetulan atau tidak. dua-duanya meneriakan rindu.
pasangan kekasih mana di dunia ini yang mulutnya tak penuh dengan rindu walau sebenarnya hatinya penuh?
dua perempuan berpotongan rambut sama. bertubuh sama walau dengan tinggi berbeda. berkelakuan sama. bercangkang lunak dan isi batu. mencinta lelaki yang berbeda dengan perbedaan yang sama. mereka mencinta ayah mereka. yang ditemukan lewat mata mereka yang pakai kacamata. mereka melihat laki-laki bukan sekadar pacar.
semoga ketika mereka sudah bisa tidak pakai kacamata, mereka tetap melihat cinta pada kekasih mereka. aku harap kacamata itu mengatakan yang benar mereka rasakan. atau biar saja mereka terus pakai kacamata. kota toh sudah terlalu berdebu, takut nanti mata mereka iritasi.
Diposting oleh
beckybec
di
06.56
"Sepatu besar kesukaanku sudah dibeli orang.
Sepatu yang ukurannya pas denganku, tapi tidak kusukai itu, justru masih setia.
Hahaha." Jo
jo, banyak-banyaklah ketawa. dukamu abadi kata sapardi. tapi duka memendekan umur, dan semua abadi saat menjelma tiada. hiduplah. sebab dunia butuh sebuah duka dalam sandiwara. dan itu kamu!
Sepatu yang ukurannya pas denganku, tapi tidak kusukai itu, justru masih setia.
Hahaha." Jo
jo, banyak-banyaklah ketawa. dukamu abadi kata sapardi. tapi duka memendekan umur, dan semua abadi saat menjelma tiada. hiduplah. sebab dunia butuh sebuah duka dalam sandiwara. dan itu kamu!
Diposting oleh
beckybec
di
06.50
Waktu Kereta Hampir Tiba di Depok
waktu itu kami berdua bergelantungan
di dalam kereta yang nyata menuju senja
oleh karena hari belum benar gelap, matahari masih sumber cahaya. sinarnya menerabas tubuh kami. tak sampai melukis siluet sebab kereta belum terlalu pekat. kami bergelantungan sambil menahan lelah.
temanku lalu meracau. mungkin karena lelah. mungkin karena bosan. aku bilang karena rindu.
"mencintai dua orang di dua dunia yang berbeda, sulit."
wajahnya sungguh lelah. sorot matanya redup. dan tubuhnya bagai batang kayu yang menempel pada udara. siap rubuh kapan pun.
"sulitnya bukan saja pada pertemuan. apalagi pertemuan fisik. aku mungkin tak butuh itu. sebab, apalah artinya fisik bagiku yang hidup dalam konsep. kesulitan terbesarku saat mencintai mereka adalah membedakan siapa yang mana dan mana yang siapa. kau tahu. seperti memiliki anak kembar dengan saudara kembar siam. pernah kau bayangkan?"
demi dewa langit yang baik hati juga perkasa, aku tidak akan mau dan pernah membayangkan kondisi itu!
"mana yang nyata dan ilusi. mana yang..."
ia berhenti dan kali ini aku ragu apakah jiwanya masih ada dalam tubuh atau ia telah pergi mengunjungi kekasih di dunia lain itu...
"mana yang benar kekasihmu. jangan-jangan, aku menaruh cinta pada tempat yang salah. yang nyata dan hidup di sini, aku letakan sebagai bayangan. sedang ia yang satu lagi, yang kupuja lewat kata dan pikiran, kubiarkan menguasaiku di sini. padahal... ia hanya ilusi."
*peluklah siapa pun dia yang kau puja itu. sekalipun aku tahu, bapak-bapak itu semu bagimu*
di dalam kereta yang nyata menuju senja
oleh karena hari belum benar gelap, matahari masih sumber cahaya. sinarnya menerabas tubuh kami. tak sampai melukis siluet sebab kereta belum terlalu pekat. kami bergelantungan sambil menahan lelah.
temanku lalu meracau. mungkin karena lelah. mungkin karena bosan. aku bilang karena rindu.
"mencintai dua orang di dua dunia yang berbeda, sulit."
wajahnya sungguh lelah. sorot matanya redup. dan tubuhnya bagai batang kayu yang menempel pada udara. siap rubuh kapan pun.
"sulitnya bukan saja pada pertemuan. apalagi pertemuan fisik. aku mungkin tak butuh itu. sebab, apalah artinya fisik bagiku yang hidup dalam konsep. kesulitan terbesarku saat mencintai mereka adalah membedakan siapa yang mana dan mana yang siapa. kau tahu. seperti memiliki anak kembar dengan saudara kembar siam. pernah kau bayangkan?"
demi dewa langit yang baik hati juga perkasa, aku tidak akan mau dan pernah membayangkan kondisi itu!
"mana yang nyata dan ilusi. mana yang..."
ia berhenti dan kali ini aku ragu apakah jiwanya masih ada dalam tubuh atau ia telah pergi mengunjungi kekasih di dunia lain itu...
"mana yang benar kekasihmu. jangan-jangan, aku menaruh cinta pada tempat yang salah. yang nyata dan hidup di sini, aku letakan sebagai bayangan. sedang ia yang satu lagi, yang kupuja lewat kata dan pikiran, kubiarkan menguasaiku di sini. padahal... ia hanya ilusi."
*peluklah siapa pun dia yang kau puja itu. sekalipun aku tahu, bapak-bapak itu semu bagimu*
Diposting oleh
beckybec
di
06.43
madam mikmak menangis
rasanya sih pernah ada kucatat tentang kehidupan sebelum kujalani. artinya, prediksi tentang masa depan. yang ternyata sekarang kutahu, semua orang sudah tahu. hanya pada umur aku menuliskannya, belum banyak yang tahu. dan kadang kupikir itu hebat juga.
ahli terawang di usia tertentu.
mungkin, jika peramal atau ahli terawang sekarang pergi ke suatu tempat yang berisi manusia panjang usia (dan hampir tak pernah mati), mereka akan malu sendiri. sebabnya? pengalaman yang mereka tulis tentang masa depan, bagi manusia di daerah itu sudah sangat umum diketahui. jadi tak ada namanya itu "ramal". semua sudah maklum.
ahli terawang di usia tertentu. hanya laku pada waktu itu. lalu... mati. itu sebabnya mereka tak pernah tahu, bahwa dunia memang seperti itu.
*kalian hanya butuh lebih dewasa dari usia. lebih tua dari peradaban. lalu semua bukan misteri*
ahli terawang di usia tertentu.
mungkin, jika peramal atau ahli terawang sekarang pergi ke suatu tempat yang berisi manusia panjang usia (dan hampir tak pernah mati), mereka akan malu sendiri. sebabnya? pengalaman yang mereka tulis tentang masa depan, bagi manusia di daerah itu sudah sangat umum diketahui. jadi tak ada namanya itu "ramal". semua sudah maklum.
ahli terawang di usia tertentu. hanya laku pada waktu itu. lalu... mati. itu sebabnya mereka tak pernah tahu, bahwa dunia memang seperti itu.
*kalian hanya butuh lebih dewasa dari usia. lebih tua dari peradaban. lalu semua bukan misteri*
Diposting oleh
beckybec
di
06.30
apakah kalian bosan mendengar cerita saya?
tolonglah lebih mengerti, saya selalu sendirian. dan hanya di sini saya bisa merasa "saya tak sendiri"
tolonglah lebih mengerti, saya selalu sendirian. dan hanya di sini saya bisa merasa "saya tak sendiri"
Diposting oleh
beckybec
di
06.18
bahkan keluhku ini bukan milikmu
dua pria duduk di bawah saya. tidak benar-benar ada di bawah tubuh saya, tapi setingkat lebih rendah dari saya. sangat rendah sampai saya dapat melihat begitu dekat. seolah kami duduk bersebelahan dan saya bagian dari mereka. tapi bukan. saya hanya sendiri, duduk ditemani dua cangkir kopi yang satunya telah habis lebih dulu. mereka tertawa dan saya senang walau saya bukan bagian mereka. tapi, mereka begitu dekat hingga saya merasa tawa mereka pun milik saya. saya tersenyum. dan merasa tidak berhak berkomentar.
tidakkah kamu tahu, betapa dekatnya mereka dengan hidupmu. hingga kadang nafas mereka dapat kau rasakan menyentuh kulitmu. begitu dekatnya hingga kerut di dahi mereka dapat kau hitung. dan tak peduli seberapa dekat kamu merasa, kamu ternyata tak benar-benar punya hak untuk ikut serta. mereka tertawa dan kamu tidak tahu kenapa itu lucu karena kamu bukan bagian mereka. kamu sedih dan mulai menangis, dan mereka tidak. mereka tak harus peduli. jelas. kamu bukan bagian mereka. walau kadang kamu pikir, ya, kamu bagian dari mereka. jarak, biar seinci, tetap jarak.
inilah yang tak kita sadari sekarang. yang kita lupakan sejak media sosial mencuri keintiman dengan dirimu.
"lagi pup ala anjing herder nih"
" i love you more, des"
...."kok des? kan ini tania?!"
"papa pulang aku laper. mama ga pulang. papa ga pulang. cyedih hxhxhx"
kalimat-kalimat di atas ternyata bukan ditemukan dalam sebuah percakapan langsung antar dua orang. dua orang yang ternyata tidak duduk menjadi satu bagian. kalimat itu justru dinikmati oleh jutaan mata yang rasanya tak kenal-kenal betul dengan orang yang mengucapkannya.
jadi, beginilah kita sekarang. duduk sendiri dan selalu merasa ramai. sebab dengan sebuah kotak di tangan, percakapan semua orang seolah menjadi milik kita. tiba-tiba kamu jadi bagian dari semua percakapan personal. tidak ada lagi jarak yang benar-benar nyata. semil pun takkan terasa berjarak. thanks to technology!
tapi ini bukan selembar dengan ucapan terima kasih dan kebanggan. ini adalah sebuah ratapan. saya merindukan adanya jarak itu. dan saya lebih rindu lagi dengan keadaan di mana orang tidak ikut campur (sembarangan) dengan apa yang saya ucapkan. interaksi memang perlu terjadi! saya setuju, tetapi tidak semua yang saya tertawakan orang harus komentari. kadang jarak se-inci itu saya cari susah payah dan hasilnya: saya telah terjebak dalam sarang laba-laba peradaban milenium menuju kiamat.
tidakkah kamu tahu, betapa dekatnya mereka dengan hidupmu. hingga kadang nafas mereka dapat kau rasakan menyentuh kulitmu. begitu dekatnya hingga kerut di dahi mereka dapat kau hitung. dan tak peduli seberapa dekat kamu merasa, kamu ternyata tak benar-benar punya hak untuk ikut serta. mereka tertawa dan kamu tidak tahu kenapa itu lucu karena kamu bukan bagian mereka. kamu sedih dan mulai menangis, dan mereka tidak. mereka tak harus peduli. jelas. kamu bukan bagian mereka. walau kadang kamu pikir, ya, kamu bagian dari mereka. jarak, biar seinci, tetap jarak.
inilah yang tak kita sadari sekarang. yang kita lupakan sejak media sosial mencuri keintiman dengan dirimu.
"lagi pup ala anjing herder nih"
" i love you more, des"
...."kok des? kan ini tania?!"
"papa pulang aku laper. mama ga pulang. papa ga pulang. cyedih hxhxhx"
kalimat-kalimat di atas ternyata bukan ditemukan dalam sebuah percakapan langsung antar dua orang. dua orang yang ternyata tidak duduk menjadi satu bagian. kalimat itu justru dinikmati oleh jutaan mata yang rasanya tak kenal-kenal betul dengan orang yang mengucapkannya.
jadi, beginilah kita sekarang. duduk sendiri dan selalu merasa ramai. sebab dengan sebuah kotak di tangan, percakapan semua orang seolah menjadi milik kita. tiba-tiba kamu jadi bagian dari semua percakapan personal. tidak ada lagi jarak yang benar-benar nyata. semil pun takkan terasa berjarak. thanks to technology!
tapi ini bukan selembar dengan ucapan terima kasih dan kebanggan. ini adalah sebuah ratapan. saya merindukan adanya jarak itu. dan saya lebih rindu lagi dengan keadaan di mana orang tidak ikut campur (sembarangan) dengan apa yang saya ucapkan. interaksi memang perlu terjadi! saya setuju, tetapi tidak semua yang saya tertawakan orang harus komentari. kadang jarak se-inci itu saya cari susah payah dan hasilnya: saya telah terjebak dalam sarang laba-laba peradaban milenium menuju kiamat.
Diposting oleh
beckybec
di
06.14
Senin, 12 Agustus 2013
Jangan kecewa, penyair memang pecinta tangguh
Mendidih nampaknya kemarahan sahabatku
Padahal dia cuma duduk di kursi dalam sebuah rumah
Tak sedang berinteraksi dengan siapapun
Tak juga sedang menanti apapun
Namun mukanya merah padam
Saat dilihatnya gadis lain menanti-nanti kekasihnya,
Sedang ia hanya bisa bersabar dalam doa
Dalam-dalam dipandanginy layar seluler
Tempat ia dulu bersua kekasihnya
Tempat kekasihnya kini dinanti gadis lain
Diposting oleh
beckybec
di
06.40
Minggu, 11 Agustus 2013
bulanku hilang ditelan gelap
jangan ikat lagi aku pada pagar
kau takkan menemui gadis malu-malu yang menunggu dipinang
siti nurbaya pasti menangis dari dalam halaman kuburnya
jika tahu, generasi kami masih merengek minta kawin.
kau takkan menemui gadis malu-malu yang menunggu dipinang
siti nurbaya pasti menangis dari dalam halaman kuburnya
jika tahu, generasi kami masih merengek minta kawin.
Diposting oleh
beckybec
di
10.38
suatu hari wajahku akan layu tertimbun tanah
dan tubuhku tak lagi memesona siapapun
tak tercatat lagi sejarah perempuan meninggal dengan cantiknya
maka
aku kan mencatat sendiri kisahku dengan keringat
dan menorehkan perjalanan ini di tiap kayu yang kutemui
dan tubuhku tak lagi memesona siapapun
tak tercatat lagi sejarah perempuan meninggal dengan cantiknya
maka
aku kan mencatat sendiri kisahku dengan keringat
dan menorehkan perjalanan ini di tiap kayu yang kutemui
Diposting oleh
beckybec
di
10.36
Dying-Dream
mataku tertuju pada seberkas cahaya yang berkilauan di awal tahun mendatang
hatiku dimantapkan untuk menyambut apapun itu bahayanya
dan sekalipun realita menghisap energi,
aku bermimpi tetap terjaga
agar jangan ada lagi yang menghalau pandanganku
tak boleh lagi kulihat ragu di garis akhir
atau takut menyebrang lautan
aku kan mendayung perahuku walau tubuh tinggal airmata
hatiku dimantapkan untuk menyambut apapun itu bahayanya
dan sekalipun realita menghisap energi,
aku bermimpi tetap terjaga
agar jangan ada lagi yang menghalau pandanganku
tak boleh lagi kulihat ragu di garis akhir
atau takut menyebrang lautan
aku kan mendayung perahuku walau tubuh tinggal airmata
Diposting oleh
beckybec
di
10.35
Sabtu, 10 Agustus 2013
mengaduh sekencang-kencangnya. sebab tak banyak waktu lagi untuk mengeluh. sebelum nasib mengambil alih, kita tentukan jalan. biar kemudian semesta mengamuk. niat harus sudah terkumpul. biar banyak yang mencibir, mimpi tetap harus dikejar. jangan tunggu sampai terlambat, tak ada lagi sesudahnya. sesulit apapunn hatimu, biarkan kepala mengambil alih. ini hidup kita yang ceritakan, agar generasi tak makin buruk.
Diposting oleh
beckybec
di
20.04
kau muncul lagi
di balik ilalang menguning
kulihat kau dan ayahmu duduk bercengkerama
dengan gitar yang dipegangnya
kau menyayikan lirik kesukaan kami
sebentar kau berbaring,
membiarkan matahari menyentuh tubuh itu
yang mungil kecoklatan
rambutmu menari-nari menambah indah wajahmu
lalu kau tanya,
kapan kita bertemu ibu
ayahmu merengkuhmu
membawamu lari menuju batas padang ilalang
ia mungkin tak tahu harus bilang apa
tak tahu harus mencari siapa
maka ia persembahkan kau pada semesta
dengan aku bersembunyi di balik bulan
kulihat kau dan ayahmu duduk bercengkerama
dengan gitar yang dipegangnya
kau menyayikan lirik kesukaan kami
sebentar kau berbaring,
membiarkan matahari menyentuh tubuh itu
yang mungil kecoklatan
rambutmu menari-nari menambah indah wajahmu
lalu kau tanya,
kapan kita bertemu ibu
ayahmu merengkuhmu
membawamu lari menuju batas padang ilalang
ia mungkin tak tahu harus bilang apa
tak tahu harus mencari siapa
maka ia persembahkan kau pada semesta
dengan aku bersembunyi di balik bulan
Diposting oleh
beckybec
di
19.47
untuk kamu yang datang ke dunia tanpa nama
biarkan aku memelukmu seperti angin di minggu pagi yang merengkuh ilalang kuning di padang
meletakan tanganku pada tubuhmu untuk kali pertama
dan menghantar hangat yang mengalir dari pembuluh darahku
biarkan kita jadi satu,
dagingmu dariku
dan darahku dalammu
berikan aku tangis itu yang menyeruak gembira menjawab doa
kamulah matahari kecil yang tersenyum melalui binar mata
menjadi poros kehidupan
biarlah aku membayangkanmu seperti itu
dan kamu tetap tinggal dalam benakku
walau tak semua baris puisi ini benar jadi nyata.
biarkan aku memelukmu seperti angin di minggu pagi yang merengkuh ilalang kuning di padang
meletakan tanganku pada tubuhmu untuk kali pertama
dan menghantar hangat yang mengalir dari pembuluh darahku
biarkan kita jadi satu,
dagingmu dariku
dan darahku dalammu
berikan aku tangis itu yang menyeruak gembira menjawab doa
kamulah matahari kecil yang tersenyum melalui binar mata
menjadi poros kehidupan
biarlah aku membayangkanmu seperti itu
dan kamu tetap tinggal dalam benakku
walau tak semua baris puisi ini benar jadi nyata.
Diposting oleh
beckybec
di
19.43
Selasa, 06 Agustus 2013
hidup kok penuh tantangannya. tapi kalo tidak ada tantangan, ya buat apa hidup. hidup itu katanya perjuangan. tapi kok yang gak pernah menang. memangnya lawan siapa? hidup kok tidak bisa habis bertanya. soalnya kalo tidak bertanya, katanya sesat di jalan. kebanyakan bertanya juga tidak membuat saya pulang ke rumah yang benar. bertanya membuat saya tiba di tempat tertentu, belum tentu pulang. tapi ya namanya hidup, selain perjuangan, dia juga toh petualangan. jadi, hiduplah!
Diposting oleh
beckybec
di
09.42
klise yang bagus untuk ditonton sekalipun... klise. cinta lagi
bersabar
dan mengalah sekalipun tahu kamu benar
menghargai
sekalipun rasa putus asa tiba lebih awal
bersabar kembali
karena pada akhirnya,
cinta menang
Celeste and Jesse Forever
kesakitan tentang perpisahan datang bukan setelah pergi
rasa sakit itu mendera justru sebelum pergi dan tahu bahwa jalan pulang yang lama,
hilang.
(emotions shit. eat the shit. you win)
Diposting oleh
beckybec
di
09.39
Selasa, 30 Juli 2013
ini kan cuma kata?
racun bukan pembunuh yang paling luar biasa
atau pedang
atau panah
atau pistol
atau senapan
atau sebongkah kayu
atau besi
atau api
atau air
atau dingin
atau angin
atau badai
atau lava panas
otakmu
adalah pembunuh yang luar biasa
ia meracuni hati yang penuh cinta
ia menembus dagingmu
dan membuyarkan semangat
ia meninggalkan memar
dan biru di sekujur tubuh
ia menghanguskan
ia menenggelamkanmu tanpa kau sadari
ia membekukan pelukan
ia membawa pergi senyum tawa
ia meluluhlantakan harapan
dan mengubahnya menjadi batu beku
otakmu
otakku
otakNya
adalah senjata.
hati-hati berpikir sebelum berkata
hati-hati berkata sebelum itu benar jadi nyata
atau pedang
atau panah
atau pistol
atau senapan
atau sebongkah kayu
atau besi
atau api
atau air
atau dingin
atau angin
atau badai
atau lava panas
otakmu
adalah pembunuh yang luar biasa
ia meracuni hati yang penuh cinta
ia menembus dagingmu
dan membuyarkan semangat
ia meninggalkan memar
dan biru di sekujur tubuh
ia menghanguskan
ia menenggelamkanmu tanpa kau sadari
ia membekukan pelukan
ia membawa pergi senyum tawa
ia meluluhlantakan harapan
dan mengubahnya menjadi batu beku
otakmu
otakku
otakNya
adalah senjata.
hati-hati berpikir sebelum berkata
hati-hati berkata sebelum itu benar jadi nyata
Diposting oleh
beckybec
di
12.59
So if you're travelin' the north country fair
Where the winds hit heavy on the borderline
Remember me to one who lives there
She once was the true love of mine.
Dylan
and his mysterious way to sing a misery
salute.
Diposting oleh
beckybec
di
12.54
kadang,
dalam sebuah film atau buku atau cerita
kita belajar berharap
"mudah-mudahan jagoan saya menang"
"mudah-mudahan dia akhirnya menikah sama si anu"
"mudah-mudahan yang saya suka tidak mati-mati atau kalau mati, bisa bangkit lagi"
harapan membuat kita berjaga
harapan memunculkan niat untuk tetap hidup
(saya belajar banyak berharap dari film yang begitu banyak kematiannya)
Diposting oleh
beckybec
di
12.51
so, someday they said.
kadang saya hanya ingin berkendara dengannya menuju tempat matahari tenggelam. duduk lama di titik tergelap. bercerita hal yang paling buruk yang pernah terjadi, sedang terjadi, dan mungkin akan terjadi. begitu banyak kejadian yang ingin saya bagi. begitu sempit waktu yang tersisa.
setelah lama duduk dalam gelap, kami akan cari tempat paling terang. yang dengan kegaduhannya menimbukan sinar-sinar ajaib lalu meneguk habis minuman dingin memabukan. berjalan lagi dengan kaki loyo menopang tubuh, tertawa sebentar di tengah jalan karena kehabisan akal akan bagaimana caranya kami pulang dengan berkendara, lalu berbaring untuk meringankan kepala yang terus berputar.
setelah habis gelap dan redup sinar, kami akan naik dan berkendara lagi. pulang.
sebenarnya dalam untaian panjang kata ini, saya hanya ingin pulang dengannya. kamu tahu, menuju tempat terakhir dan berbaring saja. menuju (.) tempat di mana kata berikut dimulai dan kata sebelumnya selesai.
setelah lama duduk dalam gelap, kami akan cari tempat paling terang. yang dengan kegaduhannya menimbukan sinar-sinar ajaib lalu meneguk habis minuman dingin memabukan. berjalan lagi dengan kaki loyo menopang tubuh, tertawa sebentar di tengah jalan karena kehabisan akal akan bagaimana caranya kami pulang dengan berkendara, lalu berbaring untuk meringankan kepala yang terus berputar.
setelah habis gelap dan redup sinar, kami akan naik dan berkendara lagi. pulang.
sebenarnya dalam untaian panjang kata ini, saya hanya ingin pulang dengannya. kamu tahu, menuju tempat terakhir dan berbaring saja. menuju (.) tempat di mana kata berikut dimulai dan kata sebelumnya selesai.
Diposting oleh
beckybec
di
12.45
Minggu, 28 Juli 2013
aku berdoa,
"janganlah ada sesal setelah ini. janganlah ada ragu sebelumnya. kita memang harus hidup. satu detik keputusan harus dibuat. setelahnya, lalu."
semoga kau tak menangis terlalu lama karena dingin di sana
aku menangis terlalu dalam sampai orang tak pernah tahu aku menangis.
"janganlah ada sesal setelah ini. janganlah ada ragu sebelumnya. kita memang harus hidup. satu detik keputusan harus dibuat. setelahnya, lalu."
semoga kau tak menangis terlalu lama karena dingin di sana
aku menangis terlalu dalam sampai orang tak pernah tahu aku menangis.
Diposting oleh
beckybec
di
12.58
pada waktunya nanti,
ketika Tuhan mengampuni rasa dingin hatiku yang membiarkanmu mati
aku akan peluk kau lagi dan memanggil namamu
walau kukatakan padanya
"buang"
pada saat aku mengerti dosa apa yang kurobek dari bungkusnya
ketika Tuhan mengampuni rasa dingin hatiku yang membiarkanmu mati
aku akan peluk kau lagi dan memanggil namamu
walau kukatakan padanya
"buang"
pada saat aku mengerti dosa apa yang kurobek dari bungkusnya
Diposting oleh
beckybec
di
12.57
akankah kutemui lagi, gelas teh kosong rasa kopi?
pada sebuah gelas kuhirup aroma kopi
dan kutengok
ternyata daun teh berbaring di dasar
kucicip ternyata hanya air
siapa kita untuk bisa menulis dunia
siapa kita sebenarnya untuk benar bisa melihat atau mendengar atau bicara
akankah aku punya satu kesempatan lagi menikmati gelas teh kosong rasa kopi?
atau aku kah itu yang kuteguk?
pada sebuah gelas kuhirup aroma kopi
dan kutengok
ternyata daun teh berbaring di dasar
kucicip ternyata hanya air
siapa kita untuk bisa menulis dunia
siapa kita sebenarnya untuk benar bisa melihat atau mendengar atau bicara
akankah aku punya satu kesempatan lagi menikmati gelas teh kosong rasa kopi?
atau aku kah itu yang kuteguk?
Diposting oleh
beckybec
di
12.55
jika waktunya tiba
dan kau lihat kulitku menua
tak ada lagi nikmat untuk dilihat
maka
ingat aku sekarang sayang
yang muda dan bergairah
yang hilang dan penuh perjuangan
berpeluh dan bodoh
mungkin saat itu,
kau temukan alasan bertahan satu hari lagi.
dan kau lihat kulitku menua
tak ada lagi nikmat untuk dilihat
maka
ingat aku sekarang sayang
yang muda dan bergairah
yang hilang dan penuh perjuangan
berpeluh dan bodoh
mungkin saat itu,
kau temukan alasan bertahan satu hari lagi.
Diposting oleh
beckybec
di
12.52
i had some fun
sometimes
but most of the time
i got bored
24 hrs and thousand month is a waste
there will be a moment when you realized
you are going nowhere
but the beginning
sometimes
but most of the time
i got bored
24 hrs and thousand month is a waste
there will be a moment when you realized
you are going nowhere
but the beginning
Diposting oleh
beckybec
di
12.50
Rabu, 10 Juli 2013
untuk anak perempuan yang masih mimpi akan punya suami tampan baik hati lucu penyayang sabar dan kaya raya,
kapan kamu mau berhenti jadi anak perempuan?
angka kelahiran anak semakin tinggi
dan kamu tetap mau menambah jumlah anak di negara sempit penduduk ini?
tolong,
kita butuh regenerasi.
laki-laki seperti itu tidak akan pernah bisa jadi suamimu
kalau kamu terus-terusan jadi anak perempuan.
ayo, sekarang lepas piyama
sunat angan-angan yang bikin malu
bekerja
nanti kalau kamu sudah kaya raya dengan sendirinya kamu cuma butuh satu manusia lagi yang dengan sederhana menyayangimu
BAH MACAM IBU-IBU SINIS AKU DI SINI! HIHI
kapan kamu mau berhenti jadi anak perempuan?
angka kelahiran anak semakin tinggi
dan kamu tetap mau menambah jumlah anak di negara sempit penduduk ini?
tolong,
kita butuh regenerasi.
laki-laki seperti itu tidak akan pernah bisa jadi suamimu
kalau kamu terus-terusan jadi anak perempuan.
ayo, sekarang lepas piyama
sunat angan-angan yang bikin malu
bekerja
nanti kalau kamu sudah kaya raya dengan sendirinya kamu cuma butuh satu manusia lagi yang dengan sederhana menyayangimu
BAH MACAM IBU-IBU SINIS AKU DI SINI! HIHI
Diposting oleh
beckybec
di
09.15
saya ini penjaja mimpi di botol parfum. kamu bisa semprot dan pergi tidur. tapi tiap tidurmu, saya ambil. kamu mimpi, saya hidup. silakan...
Diposting oleh
beckybec
di
09.04
"jangan marah kalau dibilang jelek. marah kalau dibilang bego. jelek mah selera. bego...hm maaf, mungkin mutlak. kayak kamu. ah..."
Diposting oleh
beckybec
di
09.03
jangan salah sangka,
saya orangnya baik
walau darah gampang mendidih
jangan salah tangkap,
saya mungkin plangaplongo
tapi pisau selalu sembunyi di sela-sela jari
jadi kalau kamu lengah
saya membunuh dengan senyuman
saya orangnya baik
walau darah gampang mendidih
jangan salah tangkap,
saya mungkin plangaplongo
tapi pisau selalu sembunyi di sela-sela jari
jadi kalau kamu lengah
saya membunuh dengan senyuman
Diposting oleh
beckybec
di
09.00
setelah selesai bunuh diri,
setiap orang akan masuk ke rumahnya,
melepas pakaian jenazahnya
bersalin diri jadi dia
sambil bilang
"ah, 24 jam tidak pernah cukup"
padahal dia tak pernah melakukan apapun selama 24 jam selain bunuh diri
(dan kamu masih bisa marah-marah sama Tuhan karena bingung Dia sebenarnya ada apa engga? kamu semua waras.)
Diposting oleh
beckybec
di
08.52
Senin, 08 Juli 2013
untuk tiap tetes keringat yang keluar saat kau menjagaku
terima kasih
dan setiap rindu yang harus disimpan karena tak cukup waktu,
kupeluk mereka mesra.
terima kasih
dan setiap rindu yang harus disimpan karena tak cukup waktu,
kupeluk mereka mesra.
Diposting oleh
beckybec
di
23.19
aku tahu tuan pun lelah
membaca wajahku yang tak surut dari keluh
setiap tuan datang bertamu
aku duduk sambil menghitung kalut
sampai waktu habis dan kita tak kunjung bercinta
aku pun lelah merasa masygul
memandang langit yang penuh burung bermigrasi
pindah dari sarangnya yang tak hangat lagi
rasanya aku perlu terbang
untuk sejenak lupa
ada sarang yang musti kurawat.
membaca wajahku yang tak surut dari keluh
setiap tuan datang bertamu
aku duduk sambil menghitung kalut
sampai waktu habis dan kita tak kunjung bercinta
aku pun lelah merasa masygul
memandang langit yang penuh burung bermigrasi
pindah dari sarangnya yang tak hangat lagi
rasanya aku perlu terbang
untuk sejenak lupa
ada sarang yang musti kurawat.
Diposting oleh
beckybec
di
23.16
Langganan:
Postingan (Atom)
