Kamis, 31 Mei 2012

debu jadi debu di hari Rabu

you go and dancing
i stayed and cry
will you come and comfort me?
through every second in every minute
through every stereo in every heartbeat
through every dust in every step
through every moment that i wished you were around.

your body is gone
and my love stay stronger than ever.

this is a story of goodbye
a sudden farewell in every carnaval
your eyes reflected hope
your tears told me you were strong enough.
to a new friend in the family,
the sun will rise, Mar.

Rabu, 30 Mei 2012

rasanya dikepung ratusan ribu buku itu....fantastis atau magikal?
yang pasti,
dikepung ratusan ribu buku itu bikin lupa waktu.

kalau boleh bikin buku dong yuk

ALASAN

blog semakin ketinggalan zaman
dan buku sudah dilupakan
sekarang ada tumblr yang memuat gambar
karena ada yang bilang some paintings speak louder than your words
bagaimana bisa kamu bilang begitu, saat makna gambar yang kamu tangkap pun
dicerna kata-kata lisan dalam hati.
buku tidak akan pernah ketinggalan zaman
begitu juga dengan blog.
se-membosankan apapun blog saya ini nantinya,
inilah satu-satunya rekam jejak karya-karya amatir saya.
jadi nikmati saja ya.

(the answer to the question : "why dont you make a tumblr? its 2012!"

*ps : selain itu saya ga jago gambar nor photographing nor design, so...

Minggu, 27 Mei 2012

it feels so good to share so much joys! enjoys


surat elektrik di kawasan elektronik

naik sepeda di kebun binatang.
makan es krim di tengah hutan.
naik gunung ketika sore turun.
main pasir di pagi hari.
berjemur cahaya bintang di bawah langit-langit kaca

apa kamu lihat saya di sana?

berpayung di bawah gerimis matahari
bergandengan tangan di setapak menuju bukit
berkendara menuju pantai
menghisap rokok ditemani kopi panas dan malam yang cantik

apa kamu lihat saya di sana?
temukan saya dalam imaji terdahsyatmu tentang suka
lalu kita bercinta sampai kehabisan waktu
Salam hangat,
Bahagia

kalau dipikir-pikir tidak berpikir itu nikmat


Sometimes rain that's needed falls 
We float like two lovers in a painting by Chagall
All around is sky and blue town 
Holding these flowers for a wedding gown
We live so high above the ground, satellites surround us. 
Painting By Chagall- The Weepies 


saya lagi mau romantis. katanya, saya kurang romantis terlalu realistis. saya ga dua-duanya, saya hanya main aman. kalau hidup terlalu membahayakan lantas apalagi yang harus dirasakan kalau maut datang mengamuk. ada baiknya, kita hidup aman dan menyenangkan kayak lagu ini.

jadi saya setuju mau romantis ceritanya. sepenggal lirik di atas adalah keindahan yang saya sisipkan buat teman-teman yang hatinya linu dimakan realita. berbaring dan cari lagu ini ya. lalu bayangkan kalau kesederhana macam berimajinasi bisa bikin kita kenyang. walau sesaat, kekenyangan macam itu bisa menyembuhkan kelaparan dan haus di hati kok. selamat bersenangsenang dengan hidup (macam) apa pun yang dijalani :) 

Sabtu, 05 Mei 2012

duka sepekan

tiap diam, aku tiba-tiba ingat tentang kedekatan kita yang sepi kata.kita sering diam kalau ketemu. mungkin karena kamu sudah seperti bapak. tidak usah banyak usaha untuk dekat. --


kepergianmu tidak bisa diidentifikasi, sama seperti gerakgerikmu. banyak rindu di sini. dan keheningan ini untuk saudara yang pulang lebih dulu.

Rabu, 18 April 2012

man-tera

aku bukan manusia yang lahir sore hari dan baru bisa mengeja cinta. bukan mereka yang berteriak menolak kenaikan harga diri. aku memandangmu dengan segenap kekuatanku sebagai manusia yang lahir di antara rintih bulan. manusia yang memusuhi teriknya pagi. mencari jalan keluar di antara sore. aku manusia dengan ketaatan pada moral. kesetiaan pada logika. mengeja cinta dengan gerakgerikku.
lantas, mengapa harga diriku kau perkosa dengan kewajibanmu. mengapa harus kau letakan di bawah kakimu hanya untuk membuatmu merasa hidup. aku manusia seperti juga kau yang membutuhkan langit sebagai batasan tertinggi dalam semesta. kita berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. lalu kau hina aku hanya karena kelaminku.
aku bukan yang tak sanggup menilai orangorang tuna aksara. kau tak bisa mengeja cinta. lalu meninggalkanku merana, mencoba menulis rindu.
ibu bapakku bertanya,
jika besar nanti aku tak mau menjadi ibu
apa yang harus ibu bapakku lakukan?
tidak menimang
tidak menghadiahi
tidak takut
tidak bahagia
tidak memiliki
dan yang terbesar
tidak lepas dariku.

aku bertanya,
kalau sekarang aku jadi ibu,
apa yang ibu bapakku lakukan?
dan jawaban mereka
tidak menimang
tidak menghadiahi
tidak takut
tidak bahagia
tidak memiliki
dan yang terbesar
tidak membahagiakanku.

sebelas menuju setengah

bahkan karena kursi dan meja pun aku bisa kehilangan.
apalagi kamu yang bernafas di sebelah saluran udaraku.
bisakah kamu bayangkan,
jika seluruh udara ini harus aku hisap sendiri
kukeluarkan
kemudian kuhisap lagi sendiri.
mungkin sama juga rasanya seperti bercermin
dan tak menemukan bayangan.
seandainya memang tiap pengalaman dalam hidup kita telah ditulis
bisakah aku minta satu halaman lagi
untuk mengisinya dengan kamu?
tepat di sebelah nafasku yang pertama
setelah ini ditulis.
apakah ketika penciptaan Tuhan meletakan magnet dalam diri kita?
atau hanya aku yang Ia tanamkan lempengan logam itu.
membuatku menarik mereka,
dan menjauhkan kamu.
mungkin Tuhan meletakan lempeng selatan dan separuh selatannya lagi ada padamu,
hingga aku dan kamu sama-sama saling menjauhkan diri
lakilakiku,
lakilakiku,
apa kamu dengar aku?
kamu dengar aku tidak?
tidak, kamu tidak dengar aku
atau kamu tidak dengar apa-apa lagi
kecuali isi kepalamu
yang mendorongku
terpaksa menjauh?

Senin, 16 April 2012

so easily broken, we human being

don't be sad.
there is no
such a thing as sadness
if we try not to
think about happiness.
don't cry so don't laugh.
nothing is funnier than something.
kita bersuka di antara perempuan perempuan yang bercerita dengan airmata. lalu tertawa seolah-olah air yang menggenang di pangkuan adalah kolam permainan di musim panas. kita begitu fasih tertawa di atas duka.

dia menangis, meratapi tawa kita. mengikhlaskan dirinya merana untuk melihat satu kebahagiaan baru lahir. lalu ia pergi, menebar suka lewat dukanya.

Senin, 09 April 2012

invisible

pernah kukatakan pada seorang kawan, di meja tempat bir dan rokok kami biarkan bertemu. dalam aroma kesedihan yang tinggi di ujung sore, aku bilang
"hidupku adalah panggung. riuh ramai penonton adalah energi. dan setiap kali lampu menyala, aku hidup. ketika kekaguman mereka menguap dan mulut mereka berhenti memujaku, aku mati."
dan kawan itu terbahak. entah sependapat atau berusaha sopan.
tapi bukankah kita semua begitu?
energi adalah kekaguman mereka yang menyaksikan kita.
rasa cinta mereka adalah nafas
dan tepuk tangan adalah irama jantung yang baru.

lalu suatu malam aku kesepian. panggungku turun tirai. bangku penonton sepi. pintu gedung pertunjukan terkunci rapat. aku sekarat. nafasku habis, detak jantungku berlari, dan sepi mencekik nadi-nadiku.
apa enaknya dicintai saat lampu menyala? apa hebatnya dipuja sepanjang masa dan mati ketika semua itu hilang. aku mau dicintai bahkan ketika lampu menyembunyikan aku. penonton berjalan keluar dan tirai di panggung turun.

aku butuh kamu, kamu yang tidak jatuh cinta pada aku yang berdiri di atas megahnya panggung dan kilau lampu.

Minggu, 25 Maret 2012

lawan kata

gelap yang paling pekat pun tahu caranya melemah. dengan menerima fajar mengalahkannya. tapi kamu tidak bisa tahu. batu yang paling kokoh pun tahu bagaimana caranya melunak, dengan membiarkan air memanjakannya. tapi kamu tidak mau tahu. jadi aku harus jadi apa, kalau malam dan batu pun bisa. jadi aku harus bagaimana, kalau fajar dan pagi pun tak bisa mengubahmu.

monyet

kamu bilang aku tidak peduli.
kamu bilang aku kurang wajar
kamu bilang aku tak ringkas, caraku sulit dimengerti.

AKU BILANG KAMU BANYAK OMONG. ALASANMU TIDAK DITERIMA LAGI DI SINI.
selamat malam, cinta.

Kamis, 15 Maret 2012

biarkan aku memilih caraku sendiri untuk mencintai. setidak-tidaknya, untuk mencintai diriku sendiri. dimulai dari memberikan diriku apa yang kumau. lebih pun tidak. kalau kau sebut ini keegoisan maka kaulah jalanku pergi dari sana.
paijah- perempuan yg disebutsebut Jahanam

bertamu ke halamanmu lalu hujan menyambut

saat mencintai adalah sebuah fenomena terjadinya hujan.
menguap, menunggu, menguntai tetesan-tetesan bening jatuh ke atas tanah.
seandainya cinta adalah gerimis,
maka jadikan aku genangan yang menangkap seluruhnya sempurna
seandainya rindu adalah petir,
berikan aku sulur besi yang setia menahan derita tiap kali ia menyambar

ketika mencintai adalah proses hujan mengubah awan
ketika mencintai disertai mendung
saat itu pula aku pulang hanya dengan payung,
menepis gerimis yang merayuku.

Sabtu, 10 Maret 2012

ayo, minum soda. menggelembung kembung. lupa kalau dunia perlu menabung. menabung kebaikan. ayo minum, lalu mati kelaparan.

dok, tolong dong

jengah dengan keramaian sampai otak berkeringat???
stop reproduksi suara bising.
stop penggunaan speaker ketika ngobrol.
stop teriak2 kalau nyapa orang.
stop pemakaian tanda seru ketika menjawab pertanyaan.
dan stop mengeluh.
(lalu saya ini sedang apa?)

otak saya, kemarin lusa, pingsan. akibatnya pendengaran saya terganggu. selama beberapa hari belakangan, saya budeg. tolong, ini bukan penyakit. budeg ini disebabkan oleh korslet karena otak berkeringat. air keringat dari otak memacu terjadinya pertengkaran dengan syaraf. gendang telinga saya basah sehingga suara tidak terpantul dengan baik. jadilah saya budeg.
ketika orang bicara itu kedengarannya seperti begini di saya :
"nguuuung, praaaang, wuawawawa."

padahal sebenarnya dia bilang :

"lu baik? kenapa? waah gawat nih budeg"

ya, begitulah. malam ini saya baru sadar akan hal itu.

Minggu, 04 Maret 2012

dari atas ruang kaca,
semua tertangkap mata.
lampu lampu
wajah lelah
tubuh kuyu
gerobak dorong
mobil berserakan

Minggu, 26 Februari 2012

Bungabel : sebuah peristiwa musikal yang ....

Ini sebuah ulasan dari seorang amatiran yang menggandrungi musik-musik eksperimental. Tanpa bermaksud mengkategorikan band tersebut dalam aliran musik apapun, penulis merasa tergugah dengan kerasnya permainan musik mereka. Nada-nada yang dinamis berpadu dengan kata-kata puitis. Itulah sepenggal kata yang keluar begitu selesai menyaksikan pertunjukan mereka. Meminjam kata dari seorang teman (@teebravo) penampilan mereka “membius sangat”.

Mereka memang sempat bisu dalam berkarya lalu memutuskan untuk kembali menyuarakan gairah bermusiknya. Tahun 2011 bisa dibilang sebagai tahun kembalinya semangat bermusik Bungabel. Penulis sempat beberapa kali mengikuti pertunjukan mereka di beberapa tempat. Baru-baru ini, Bungabel kembali membius penonton Borneo Beerhouse dalam launcing Primitif Zine Vol.005.

Mereka membuka pertunjukan dengan gebukan drum yang intens oleh Dimas Wahyu, di sudut temaram panggung malam itu. Gitar dan bass bersahut-sahutan menemani melodi dari keyboard mini Indro. Kemudian masuk vokal Sari Yuningsih yang menyayat-nyayat telinga pendengarnya. Penonton terhipnotis memasuki lagu “Lelaki”. Sepenggal bait pembukanya berbunyi :

“Lelaki yang sanggup menantang matahari/bukan berteduh/Lelaki yang kuat menahan angin/bukan terbang bersama angin/Lelaki yang sanggup mengusir kesepian/bukan tenggelam dalam sepi/"

Kata-kata puitis yang dirangkai oleh Ari Ketjak menghadirkan pertunjukan multi-dimensi. Tidak ketinggalan ketukan-ketukan yang magis oleh Fadly pada Bass, memberi ruang ekstra bagi penonton yang hadir dalam ruangan kotak kecil malam itu. keajaiban mereka tidak berhenti pada lengkingan-lengkingan Sari di lagu pertama, menyusul di lagu berikutnya, efek gitar dari Gemi mengalirkan perasaan “kesetrum” di telinga penulis. Luar biasa.

Penonton yang hadir malam itu terpaku pada panggung berisikan lima musisi yang menggila. Mata rasanya tidak mau berpindah dari tempat itu biarpun keringat membanjir. Ruang itu seketika terasa pekat, bukan karena pencahayaan yang temaram tetapi Bungabel menghadirkan suasan “gelap” yang menembus cahaya.

Kata-kata yang indah rasanya tersedot habis ke dalam ruang Bungabel. Penulis harus jujur telah kehilangan kata-kata untuk bisa menggambarkan bagaimana perjalanan 45 menit mereka berlangsung. Waktu seperti berlari. Diburu hentakan-hentakan dari musik Bungabel. Syahdu pelan mengikuti di balik “Lagu Sungai”. Sampai habis kami dibawa ke lagu terakhir, “Melayang”. Dan kami mabuk suara-suara bising yang harmonis di telinga.

Ketika mereka turun dari panggung dan penulis harus percaya bahwa ruang waktu Bungabel telah habis masanya, mereka kembali menjadi sosok anak-anak muda yang santai. Senyum melingkar sempurna di wajah mereka dan menyapa penulis. Lima orang yang di panggung tadi rasanya adalah sosok yang berbeda dengan lima orang yang duduk bersama penulis. Mereka tertawa dan bercerita soal mimpi yang ingin Bungabel bermusik lebih dari bermain musik. Sebuah kebutralan musik yang manis, Bungabel.

Selasa, 07 Februari 2012

adakah senja masih menginginkanku?
adakah sinarnya mencariku?
rinduku patah jadi dua
mencari perekatnya yang hilang

masihkah kita menjelma suka saat tak ada lagi tangis untuk ditertawakan?

bukan kopi saja yang pahit rasanya

saat kamu dicurangi oleh waktu/ dan mendapatkan sebagian dirimu hilang dicuri 'momen'/pastikan pikiranmu masih bergerak searah jarum jam/mudahkan dirimu membuka/jangan membiarkan kita lebih jauh menghindar/masalah timbul dari kecurigaan/hati yang luka sembuh oleh pertemuan/adakah masing-masing diri diberi lebih banyak keinginan untuk bercinta ketimbang mendendam?

Sabtu, 21 Januari 2012

kalau lagu cinta harus banyak yang manismanis

setelah dilihat-lihat lagi, jakarta itu memang manis. ya lepas dari kejahatannya menyiksa manusia dengan etalase-etalase berwajah dingin dan jalanan tak kenal lelah, jakarta selalu romantis. ada banyak tempat dan kenangan. ada banyak jalan menuju bahagia. jakarta yang romantis pernah kutulis ketika gerimis. setelah gerimis dicicipi rasanya tidak semanis itu, hanya karena jatuhnya di atas kota jakarta. aku bisa jatuh cinta terus denganmu kalau terus menerus menyaksikan indahmu di sela-sela sinisme orang banyak

seperti itulah kita saling sayang/sayang/kita tidak butuh pelengkap yang lain untuk romantis/hanya perlu waktu untuk menyadari bahwa manisnya kamu sama seperti jakartaku yang keras/aku jatuh cinta lagi ketika jakarta dicumbu gerimis

Jumat, 20 Januari 2012

social climber's poop

begini teman-teman,
seperti yang kita tahu, kita hidup di zaman dunia lebih ngepop.
pop art. pop song. pop style. apa yang tidak pop pun dijadikan pop. ayam contohnya. pergi ke warung padang, ayam bakar saja sudah bermutasi jadi pop.
kenapa yang pop-pop ini lebih populer? ya, mungkin karena diambil dari kata 'populer'. tapi yang saya mau bilang, kata pop ini fenomenal. tambahkan kata ini dan kamu akan jadi orang paling trendi seabad-abad. mana ada yang pop tapi kuno. haha.

jadi buat teman-temanku yang sekarang sedang sibuk menghias diri untuk aktualisasi, coba tambahkan kata pop di belakang gayamu. boleh juga di belakang namamu. mudah-mudahan strata sosialmu naik ya. awas, jangan ketukar antara pop dan poop.
diam-diam saja kita lama-lama berdiri di antara lalulalang manusia. tiba-tiba saja begitu kita bangun cepat-cepat mereka sudah hilang pelan-pelan. itu namanya rindu. sebab tak ada tangis sebelum tawa. tak ada duka sebelum suka. tak ada yang namanya rindu ketika cinta belum sempat tiba... harusnya kau tahu sebelum memutusukan masuk keluar seenak jidat.

Kamis, 19 Januari 2012

kita semua berdosa ketika jatuh cinta dan tak dicintai kembali

jujurku, Bayau, harganya mahal. orang-orang di sekitar akan segera menjerumuskanku ke api penyucian begitu mereka dengan aku bicara tentangmu.
Bayau, bicara tentangmu banyak atau sedikit takkan ada guna. telingamu yang di sana pun tak dipakai dengar isi kejujuranku yang mahal. jadi lebih baik aku bungkam. bukan berbohong, bukan jujur. aku mendekap erat seluruh rasa bersalah dan memainkanmu dalam alam ketiga. aku menyekat isi hati ini dengan bias yang menyilaukan keingintahuan mereka. mereka peduli setan, Bayau. peduli tapi setan.

bayau aku kehabisan kesempatan. ada baiknya kau kunjungi aku lewat senyum itu. senyum yang satu-kali-duapuluhempat-jam memudar seinci, seinci, seinci.


kita semua berdosa ketika jatuh cinta dan tak dicintai kembali

jujurku, Bayau, harganya mahal. orang-orang di sekitar akan segera menjerumuskanku ke api penyucian begitu mereka dengan aku bicara tentangmu.
Bayau, bicara tentangmu banyak atau sedikit takkan ada guna. telingamu yang di sana pun tak dipakai dengar isi kejujuranku yang mahal. jadi lebih baik aku bungkam. bukan berbohong, bukan jujur. aku mendekap erat seluruh rasa bersalah dan memainkanmu dalam alam ketiga. aku menyekat isi hati ini dengan bias yang menyilaukan keingintahuan mereka. mereka peduli setan, Bayau. peduli tapi setan.

bayau aku kehabisan kesempatan. ada baiknya kau kunjungi aku lewat senyum itu. senyum yang satu-kali-duapuluhempat-jam memudar seinci, seinci, seinci.


Selasa, 17 Januari 2012

aku menyukaimu dalam segala kesalahan di baliknya.
menyukai caraku mencintaimu dengan kontroversinya.
aku suka kamu, bayau.
mari kita eksploitasi sensasi-sensasi yang kecil-kecil membunuh. mampus, mati!
harusnya kita jangan pernah bertatap mata/jangan pernah terlalu dekat/jangan ambil kesempatan bernafas dalam udara yang sama/nama yang kita bawa/lain tidak/tapi kamu terekam di sini terlalu tebal/terekam dengan tombol ulang yang selalu menyala/sehingga isinya selalu kamu/kamu/kamu/kamu/dan bentuk garis lurus yang menyalakan indahmu/meliuk-liuk bagai api yang tak kunjung padam//

garis matamu/singkat/dan senyummu/sementara/pelukmu/fana/dan ciuman itu/membekas/lenyap/memuai//

mencurigaimu setiap waktu/mencuri dengar hidupmu lewat benda tak bernyawa ini/mengambil posisi terdepan untuk menebak-nebak isi hatimu/aku sedang menaiki komidi putar/berputar-putar/tak kunjung henti/sebab di antara putarannya itulah, kutemukan arti

Senin, 16 Januari 2012

Restless

"....saya bukan tenaga bantuan di rumah sakit itu, saya pasien kanker."

"oh. berapa lama lagi?"

"3 bulan."

"banyak yg bisa dilakukan dalam 3 bulan. ayo ke Paris! atau berburu ke Afrika!"


-ketika kematian bunyinya tidak selalu mengiris. ketika kematian memainkan perasaan kita, turun naik atas bawah diaduk-aduk. ketika kematian adalah suatu kebahagiaan.-

Minggu, 15 Januari 2012

pro-lo-gue

mereka teman-teman baru.
datang dari dalam kepala.
kebetulan mereka menetap di sebuah daratan panjang di atas kepala.
masih ada beberapa di antara mereka,
kamu sabar saja.
banyak cerita dari mereka.
oleh-oleh rasa...
" Halo, nak...dimana?"

tuuuuuuuuuuuuuut.......................
tua pemabuk pemarah pendendam pelaku-dunia-kejahatan-bawah-sadar
di balik itu...
ibu.wanita.sendiri
.
LOVE STORY EATS ME!



IT LEFT ME NOTHING BUT YOU.

Kamis, 12 Januari 2012

adakah ikan yang berbahasa untuk berkembang biak?

aku banyak belajar dari lagu-lagu tak bersyair. mereka berekspresi tanpa kata. memadatkan rasa lalu disampaikan melalui udara. dipecah ribuan energi yang ditangkap indera-indera yang bekera. mereka berkomunikasi dengan tubuh lalu memberikan sebuah harmonisasi yang magis.

aku banyak belajar dari lukisan. deretan warna yang tak selalu harus punya bentuk, bisa begitu mudah mencapai titik kemesraan dengan mata. tak perlu banyak aturan untuk mencintainya, aku bisa jatuh cinta dengan lukisan manapun tanpa perlu definisi.

aku iri. aku cemburu. aku menginginkan kemampuan yang melebihi kata untuk mengungkapkan siapa aku. aku mendamba sebuah kesempatan untuk jatuh cinta dengan diriku sendiri tanpa perlu narasi...

Kamis, 05 Januari 2012

sisa hujan meniti tembok beralas kepalakan beling. permukaannya bersinar bias dengan cahaya bulan yang mengintip sedikit dari awan mendung. hujan semalaman tiba tak ada habis. tak masalah, rinduku berbau tanah dihantar pergi hujan malam ini. segelas air putih dan lantai marmer.-Januari


pintu sudah dikunci. pintu kayu berdiri menghadang jalan. pintu memutuskan niat manusia untuk saling bertemu. selalu ada batasan yang tak bisa kutembus untuk bersama kamu.-Februari


aku sedang cantik-cantiknya ketika menangis tersedu. menangis melepas perginya bayanganmu. aku cantik-cantiknya saat kamu memutuskan untuk terlelap lama...-Maret


ini permainan yang seharusnya tak kumasuki. permainan dadu yang mempertaruhkan semua. masalahnya bukan karena aku takut kehilangan semua tapi aku takut tak mendapatkanmu di tempat pertama. -April

gelasku kosong belum sempat diisi. pembicaraanku melayang belum sempat sampai akhir. kamu pergi belum sempat pulang, usia datang misterius.-Mei

di balik gereja aku berdoa. bukan tentang kita. aku berdoa tentang mereka yang menentang perbedaan atan nama Tuhan, ketika Tuhan sendiri menyuruh kita bergandengan tangan. tak kenal kulit, tak kenal nama, tak kenal bangunan ibadah -Juni

ini sudah setengah tahun, aku masih mau mendayu-dayu di sisa bulan-bulan terakhir....
sampai bersua.

musuh yang berteman atau temanku musuhku?

segelas air putih dan lantai marmer.
dua-duanya berinteraksi dingin padaku.
satu menyapa tenggorokan sambil lalu.
satu menyanggah tubuhku konstan.

tidak apa,
kalian bukan satu-satunya yang dingin padaku hari ini...
mama pusing lihat Limbad bikin ulah di televisi.
papa pusing lihat mama pusing lihat Limbad bikin ulah.

"Mbad, tolong tanggung jawab lah. keluarga saya sakit kepala gara-gara kamu. banyak-banyak bergaul sama manusia ya, Mbad."
sedang ingin menulis cinta.
kalau aku mendayu-dayu, kamu mau maklumi?
kita kan manusia ya.
sedang ingin menulis cinta.
kalau aku mendayu-dayu, kamu mau maklumi?
kita kan manusia ya.
sedang ingin menulis cinta.
kalau aku mendayu-dayu, kamu mau maklumi?
kita kan manusia ya.
sedang ingin menulis cinta.
kalau aku mendayu-dayu, kamu mau maklumi?
kita kan manusia ya.

haha

jangan sakit, jangan mati.
jangan kering, jangan layu.
jangan padam, jangan lenyap.
aku fana. berujung pada maut. aku fana. bukan fatamorgana. aku tak berbentuk ilusi. aku nyata. hanya tak berujung kekal.

jangan pergi, jangan hilang.
jangan lemah, jangan sayup.
semangatku ada pada kedua tanganmu. senyumku telah menyatu dengan bahagiamu.
jangan sakit,
aku rindu.
disingkirkan dari arena perang?
itu sudah biasa.
tidak diperhitungkan?
itu mah cerita lama.
dibicarakan? jangan tanya.
manusia memang harus buang tahik ke muka orang supaya mukanya bersih.
saya ngga sedang mengeluh, jangankan mengeluh, marah2 saja saya bosan.
akhir-akhir ini saya lebih suka menghabiskan waktu dengan berdiam-diaman sama waktu. biarkan saja dia lari cepat-cepat lalu tiba-tiba tahun sudah ganti. teman sudah berubah. dunia sudah berpindah. malam jadi pagi. pagi menuju petang. ah...

jadi kalau semua di sekitar kita berubah?
itu harusnya bukan hal baru.
bikin baru suasana itu harusnya dengan menanggapi perubahan mereka.
stay cool (peduli ngga peduli)
stay there (tunggu teman baru datang)

*kita bicara apa sih?*mabuk kamu yaaa....
seorang bawahan datang pada atasannya, tangan dibuka, mata dilebar-lebarkan. memelas...

"bos, saya bosan..."

bosnya, perut gendut dan rambut habis di depan, berkata tak peduli

"jangan bosan berubah. jangan bosan berotasi. bosanlah pada kestabilan. bosanlah pada rutinitas. bosanlah pada kebiasaan. bosanlah pada kebosanan-kebosanan yang usang. "

bawahan itu keluar dari ruangan dan bersyukur. untung dia belum sebosan itu menjawab kebosanan.

Rabu, 28 Desember 2011

gambar yang kamu lihat ini, bukti kesungguhan...

NAMA : Gadis Bianca
JURUSAN : Sastra Indonesia
ANGKATAN : 2010
CITA-CITA : Mengeluargkan IKSI agar siap menjalin hubungan keluar!
MOTO : untuk IKSI, ngga ada yang FIKSI


kamu percaya dia bisa? kamu yakin dia mau? kamu mau dia yang meneruskan kepemimpinan IKSI? PILIH NO. 2! Gadis untuk IKSI!